WIB

Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Saturday, March 31, 2012

"Jadilah Telingaku Malkhus"

(Matius 11:28; 26:51 – Markus 10:42-45; 14:47 - Lukas 22:49-51 - Yohanes 14:6; 18:3-6; 18:10; 18:26)

"Ya, ... Jadilah telingaku Malkhus" Kata Kayafas sang Imam Besar kepadaku. "Pergilah, ... selalu laporkan apa yang terjadi". ujarnya kemudian dengan nada tegas.

Aku adalah seorang pemuda Yahudi yang bangga dengan pekerjaanku. Walaupun hanya seorang hamba, tetapi aku bukan sembarang hamba, ... aku adalah hamba dari orang yang sangat berpengaruh dan punya kuasa besar dalam masyarakat Yahudi, ... ya siapa yang tidak kenal Imam Besar Kayafas?. Aku bahkan cukup dihormati di masyarakat Yahudi, karena orang melihat siapa tuanku.
"Apa kabar Malkhus? kami senang anda datang ke sini .... ada yang bisa kami bantu?" ... kalimat seperti ini sering sekali kudengar ketika singgah di berbagai sudut kota Yerusalem.

Bakatku cukup unik, ... aku sangat tekun mendengar dan menceritakan ulang dengan detil apa yang kudengarkan itu. Aku tahan berdiam diri berlama-lama, hanya untuk mendengarkan segala sesuatu yang menjadi perbincangan masyarakat Yerusalem. Bakat inilah yang membuat Kayafas memilihku untuk tugas penting ini, .... Jabatan tuanku sang Imam Besar cukup punya resiko besar dan banyak lawan, ..... dan aku sesungguhnya adalah telinga tuanku Kayafas di jalan-jalan Yerusalem, untuk melaporkan segala sesuatu, mengingatkan dan membantu ia mengambil tindakan. Telingaku membuat mata tuanku Kayafas selalu ada di jalanan, dan senantiasa mengikuti perkembangan di masyarakat.

Akhir-akhir ini tugas khusus yang diberikan kepadaku adalah mengikuti Seorang Galilea yang punya banyak pengikut, IA bernama Yesus orang Nazaret ... ini membuatku senantiasa hadir dan duduk tekun di barisan terdepan ketika IA mengajar di berbagai tempat.

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Ck ck ck sungguh arogan ajaran itu .... dan kalimat ini harus aku sampaikan ke tuanku.

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

Aneh juga ya .... tadi kedengarannya arogan, tetapi yang ini penuh kelembutan dan kasih sayang ... Aku sering menjumpai kesombongan, kepongahan di jalan-jalan Yerusalem ,,, tetapi ini? ... hmmmm aneh ....

"Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Aaah ... ini lebih aneh lagi. Jadi Orang Nazaret ini memposisikan dirinya seperti diriku si hamba? Beda betul ya sama tuanku Kayafas .... menarik juga.

Akhirnya, setelah serangkaian pendekatan dengan salah seorang murid-NYa yang bernama Yudas dan berbagai laporan dariku kepada tuanku Kayafas, maka malam itu tiba .... ketika perintah diberikan untuk menangkap Orang Galilea itu.
Seperti biasa, aku berjalan di rombongan terdepan beriringan dengan murid Orang Galilea itu yang bernama Yudas, menuju taman Getsemani, di mana Yesus dan rombongan-Nya berada.

Sesosok tubuh berdiri tegak seakan menyongsong rombongan ini dan bertanya tegas: "Siapakah yang kamu cari?" ... kepala rombongan membalas dengan tak kalah tegas: "Yesus dari Nazaret!" ..... Jawab Sosok itu "Akulah Dia" ... dan seakan terdorong oleh suatu kekuatan dahsyat yang tak terlihat kami semua mundur dan sebagian dari kami terjatuh ... Ada beberapa percakapan yang mendebarkan, dan seketika salah seorang pengikut-Nya menghunus pedang dan mulai menyerang kami ... posisiku yang terdepan seketika membuatku diserang .... dan sekelebat pedang itu bergerak menetak dan menyambar kepalaku .... dan aaah ... aku terluka ... telingaku terasa panas ... Ya Tuhan ... telingaku putus ... dalam panik dan kesakitan aku merasa darah mengalir dan berceceran deras .... seketika kakiku lemas ..... aku terjatuh berlutut, tanganku mendekap bagian yang tadinya menempel telingaku ..... pandanganku gelap dan dunia terasa berputar.

Sayup kudengar suara berkata: "sudahlah itu!" dan menghardik penyerangku dengan tegas ,,,, ya suara yang lembut tetapi tegas yang menjungkalkan kami tadi .... lalu terasa ada tangan yang menggantikan tanganku mendekap sayatan di bekas telingaku tadi ... terasa hangat dan seketika kesakitanku perlahan sirna.
Perlahan kubuka mataku ... dan aku terpana memandang mata itu .... mata yang penuh kasih dan kehangatan serta kelembutan ... ahhhh tidak dapat kulukiskan ketentraman dan kehangatan di mata itu ... mata Yesus Orang Nazaret itu ..... dan ketika IA berdiri ... mereka menyeretnya pergi dengan kasar.

Aku tersentak ketika sadar .... Ya Allah ... telingaku telah kembali utuh ... orang itu ... orang itu ... aaahhhh DIA siapakah? ada bekas darah di jubahku, diwajahku, bahkan di janggutku ... tetapi segala kesakitan sirna .... telingaku bahkan mendengar sangat jelas bentakan dan hardikan mereka menyeretNya pergi menjauh!!!

Sayup seakan kudengar suara: "Jadilah telingaku Malkhus" .... suara siapakah itu? apakah itu ingatanku akan pesan tuanku Kayafas? ... tetapi suara itu bukan suara si Imam Besar .... suara ini lemah lembut !!! atau ... aaahhhh seketika kakiku berlari .... berlari terus .... nafasku memburu, ... aku si hamba Kayafas, seharusnya berlari ke rumah Imam Besar untuk melaporkan ini, ... tetapi kakiku membawaku berlari pulang. Pandangan mata itu telah menghapus keinginanku untuk melapor ... yang aku ingin hanya pulang ... pulang dan bersembunyi di gubukku.

Beribu perasaan berkecamuk di dadaku .... apa yang telah kuperbuat? aku telah mengambil bagian dari perbuatan jahat menangkap orang itu .... laporan dan hasil pendengaranku telah membuat IA tertangkap dan teraniaya ..... sementara IA bahkan menolong memulihkan telingaku yang mencelakakan IA.

Bersembunyi, menangis, berdoa, meratap ... hanya itu yang dapat kulakukan .... derap kaki berlarian di sekitar gubukku, ketika fajar menyingsing ... orang lalu lalang bercerita bahwa IA telah diadili dan dibawa kesana kemari .... lalu menjelang tengah hari seorang keluarga bergegas singgah sambil berbisik bahwa IA di hukum mati di kayu salib .... aku bahkan tak mampu lagi berlutut, .... tubuhku lemas dan sakit melebihi kesakitanku semalam. Terngiang di telingaku yang celaka ini kalimat Yesus: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." dan seketika itu pula aku berdoa dan meratap menyebut nama-NYA. Petir dan kegelapan melingkupi sekelilingku, seakan seirama dengan doa penyesalanku .... lalu hening ..... senyap .... teduh .... terang bersinar kembali.

Aku bangkit berdiri ... ya aku Malkhus yang disebut "Telinga Kayafas" sekarang berbeda .... karena hamba ini telah berganti Tuan .... Telingaku, mataku, mulutku ... sekujur tubuhku bahkan jiwaku adalah untuk melayani-NYA belaka.

ITT - Jakarta, Minggu 1 April 2012
 Renungan Hari Doa GPIB bagi rekan-rekan di GPIB Bethania Makassar

Tuesday, September 20, 2011

2 Samuel 3:38-39

3:38 Kemudian berkatalah raja kepada para pegawainya: "Tidak tahukah kamu, bahwa pada hari ini gugur seorang pemimpin, seorang besar, di Israel?
3:39 Tetapi aku ini sekarang masih lemah, sekalipun sudah diurapi menjadi raja, sedang orang-orang itu, yakni anak-anak Zeruya, melebihi aku dalam kekerasan. Kiranya TUHAN membalas kepada orang yang berbuat jahat setimpal dengan kejahatannya.

Latar Belakang

Abner dibunuh oleh Yoab karena dendam (3:27). Abner telah membunuh adik Yoab, yaitu Asael. Yoab tahu bahwa Raja Daud telah mengampuni Abner karena Raja Daud membiarkan Abner pergi dengan selamat (3:23). Akan tetapi, Yoab tidak setuju dengan sikap Raja Daud itu sehingga ia menegur Raja Daud (3:24-25). Dengan tidak menggubris kekuasaan Raja Daud, Yoab menemui Abner dan membunuhnya tanpa sepengetahuan Raja Daud (3:26-27). Bahkan Yoab membunuh Abner di kota Hebron yang merupakan kota perlindungan Daud, yg dalam budaya Yahud; atas perintah Tuhan di kota tersebut tidak boleh ada pembalasan dendam dan pembunuhan (Bilangan 35).

Raja Daud tidak bersukacita atas apa yang dilakukan Yoab terhadap Abner. Sebaliknya, Raja Daud meminta seluruh rakyat berkabung dan meratapi kematian Abner.
Mengapa? Bagi Raja Daud, Abner adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa. Kesetiaannya kepada Raja Saul perlu diacungi jempol. Hanya karena sikap Isybosetlah, pada akhirnya Abner memihak Raja Daud. Bagi Raja Daud, Abner tidak layak mati seperti orang bebal dan durjana (3:33-34). Bagi Raja Daud, Abner tetaplah seorang pemimpin yang besar (3:38) yang seharusnya mati sebagai seorang pahlawan.

Ratapan dan tangisan Raja Daud atas kematian Abner, panglima perang Raja Saul, menunjukkan betapa hormatnya Raja Daud kepada keluarga Raja Saul. Setelah menjadi raja, tidak serta merta Raja Daud menjadi sombong dan menganggap remeh pemimpin sebelumnya. Walaupun Raja Saul adalah pemimpin yang tidak baik, Raja Daud tetap merasa wajib menaruh hormat terhadap orang yang telah diurapi Tuhan.

Tokoh

Abner: Panglima perang Raja Saul

Zeruya: Kata TSERÛYÂH mungkin berasal dari akar kata Arab yang berarti mengalirkan darah, berdarah atau nama suatu pohon yang harum, atau getahnya. Zeruya adalah ibu dari Abisai, Yoab dan Asael, perwira-perwira Daud. Suaminya tidak pernah disebut, tapi tentang itu ada beberapa penjelasan. Mungkin sang suami
mati muda, atau Zeruya lebih berkualitas daripada suaminya. Mungkin juga demikianlah tradisi kuno, yakni melacak pertalian keluarga menurut garis istri. Atau, mungkin Zeruya kawin dengan orang asing, tapi mereka tetap tinggal dalam kaum Zeruya dan anak-anaknya dianggap termasuk dalam kaum itu. Ia juga saudara perempuan Daud (1 Tawarikh 2:16), walaupun 2 Samuel 17:25 menyiratkan bahwa ia adalah saudara tiri, karena istri Isai lebih dulu kawin dengan Nahas. Tapi teks ayat itu tidak pasti.

Yoab: anak Zeruya, panglima perang Raja Daud yang membunuh Abner (2 Sam 3:27) - Besar jasanya bagi Daud. Yoab patuh pada perintah Daud untuk menempatkan Uria, suami Batsyeba, wanita yang diinginkan Daud, di barisan depan agar terbunuh (2 Samuel 11:6-21), walaupun ia tahu perintah Daud itu jahat. Yoab juga mendamaikan Daud dan Absalom (2 Samuel 14:28-33), dan jasa baik lainnya. Yoab tidak dikategorikan sebagai pahlawan Daud (2 Samuel 23:8-39), seperti kedua adiknya, Abisai dan Asael. Tidak cuma itu, jalan hidup Yoab berakhir tragis, ia dibunuh oleh Salomo (1 Raja-raja 2:28-34) yang mematuhi wangsit ayahnya, Daud (1 Raja-raja 2:5-6).

Pembalasan Tuhan

1. Pembalasan Tuhan sering disalah-artikan dengan pembalasan setimpal yang dialami oleh orang yang rugi atau teraniaya.
Perhatikan Kain & Habel. Apakah setelah Habel dibunuh Kain, Allah juga membunuh Kain? Kej
4:15 Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapa pun yang bertemu dengan dia.
Allah konsisten sebagai pencipta kehidupan, sehingga IA tidak menghendaki ada yang mengambil kehidupan itu kecuali ALLAH sendiri.

2. Pembalasan adalah Hak Tuhan
Ulangan 32:35 Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka. bandingkan Ibrani 10:30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya."

3. Daud tidak membalas karena Raja Daud masih lemah (2 Raj 3:39)
Tapi bagaimana kalau sudah kuat?

4. Sebagai Umat pengikut Kristus, apa yang Yesus ajarkan tentang pembalasan?
Luk 23:34a Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Rasul Paulus di kemudian hari menuliskan dalam Rom 12:17-19 = Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

Kesimpulan - Pelajaran Dari Yoab.

1. Yoab ingin melakukan pekerjaan Tuhan, tetapi bukan dengan jalan Tuhan
Bila kita mau melakukan pekerjaan Tuhan, lakukanlah sesuai dengan jalan yang Tuhan kehendaki, bukan dengan jalan kita sendiri.

2. Yoab ada di pihak Tuhan, tetapi tidak di jalan Tuhan
Sebagai murid Kristus, Kita dipilih Allah untuk ada di pihak-NYA, untuk itu berjalanlah dalam Jalan pengajaran-NYA.

ITT - Selasa, 20 September 2011 - PF PKP3 di Ibu Ita Pulumahuny.


Monday, August 15, 2011

Ulangan 31:7-13


31:7 Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya.
31:8 Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."
31:9 Setelah hukum Taurat itu dituliskan Musa, maka diberikannyalah kepada imam-imam bani Lewi, yang mengangkut tabut perjanjian TUHAN, dan kepada segala tua-tua Israel.
31:10 Dan Musa memerintahkan kepada mereka, demikian: "Pada akhir tujuh tahun, pada waktu yang telah ditetapkan dalam tahun penghapusan hutang, yakni hari raya Pondok Daun,
31:11 apabila seluruh orang Israel datang menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya, maka haruslah engkau membacakan hukum Taurat ini di depan seluruh orang Israel.
31:12 Seluruh bangsa itu berkumpul, laki-laki, perempuan dan anak-anak, dan orang asing yang diam di dalam tempatmu, supaya mereka mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu, dan mereka melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini,
31:13 dan supaya anak-anak mereka, yang tidak mengetahuinya, dapat mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu, -- selama kamu hidup di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya."

Sekilas Mengenai Kitab Ulangan

Kitab Ulangan ditulis oleh Musa dan kemungkinan ditambahkan oleh Yosua yang mencatat kematian Musa di Pasal 34. Ulangan adalah kitab ke-5 dari Pentateukh.
Ulangan diterjemahkan dari bahasa Inggris Deuteronomy, dari kata Yunani "Deuteronomion" yang berarti "Pemberian Hukum yang kedua". Dari bahasa aslinya kitab ini diberi nama 'elleh haddebarim yang berarti "Inilah perkataan-perkataan" sebagai awalan Ulangan 1:1.
Kitab ini ditulis Musa di dataran Moab kepada geberasi baru Israel yang akan masuk ke Tanah Kanaan. Hukum kedua ini adalah hukum yang diperbarui sesuai situasi dan kondisi Israel yang nantinya tidak lagi sebagai bangsa pengembara, tetapi sebagai bangsa yang akan menetap di Tanah yang diberikan Allah dengan Perjanjian kepada mereka.
Kitab ini dipersiapkan Musa sebagai suatu kesaksian bagi generasi pelanjut Israel Ul 31:26-27 (31:26 "Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau. 31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati).

Yosua

Sebagai pembantu Musa, Yosua menunjukkan suatu pengabdian dan kasih yang dalam kepada Allah dengan sering kali berada dihadapan Allah untuk jangka waktu yang lama (Kel 33:11); dialah orang yang sangat menghargai kehadiran Allah yang kudus. Ia pasti belajar banyak dari Musa, penasehat dan pembimbingnya yang dipercayai, tentang cara-cara Allah dan kesulitan menuntun umat ini. Di Kadesy Yosua menjadi salah seorang dari dua belas mata-mata yang mengintai negeri Kanaan. Bersama Kaleb, ia dengan gigih menolak laporan ketidakpercayaan sepuluh mata-mata yang lain, dan akhirnya mereka berdua yang akan diizinkan Tuhan masuk ke Kanaan (Bil 14:26-30 Lagi berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: "Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar. Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu. Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku. Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun! - Bahkan dari Yosua inilah masa penjelajahan umat Israel di padang gurun ditetapkan Tuhan menjadi 40 tahun! (Bil 14:32-35 Tetapi mengenai kamu, bangkai-bangkaimu akan berhantaran di padang gurun ini, dan anak-anakmu akan mengembara sebagai penggembala di padang gurun empat puluh tahun lamanya dan akan menanggung akibat ketidaksetiaan, sampai bangkai-bangkaimu habis di padang gurun. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu: Aku, TUHAN, yang berkata demikian. Sesungguhnya Aku akan melakukan semuanya itu kepada segenap umat yang jahat ini yang telah bersepakat melawan Aku. Di padang gurun ini mereka akan habis dan di sinilah mereka akan mati.").

Latar Belakang Ulangan 31:7-13

Bacaan pekan ini berlatar-belakang ketika Musa memanggil dan menetapkan Yosua untuk memimpin umat Israel memasuki Tanah Kanaan. Negeri mana yang Tuhan janjikan kepada Abraham (Ul 31:7 ==> Kej 17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.).
Musa melakukan ini di hadapan umat Israel dan berkata dengan tegas supaya mereka percaya (Ul 31:8).

Selanjutnya di Ul 31:9-13, Musa memerintahkan supaya setiap Tahun Sabat, Hukum Taurat dibacakan di hadapan seluruh Umat Israel dan orang asing yang tinggal di Israel, supaya mereka, anak-anak mereka mendengar dan belajar untuk takut akan Tuhan.
Tahun Sabat (Im 25:3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, 25:4 tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi.)

Catatan mengenai Taurat: Masyarakat Yahudi mengenal kitab PL dengan:
1. Torah (taurat/Hukum): Kejadian - Keluaran - Imamat - Bilangan - Ulangan
2. Nebiim (Tulisan para Nabi) : Nabi-nabi awal: Yosua, Hakim-hakim, Samuel, Raja-raja + Nabi-nabi yang kemudian: Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, 12 Nabi lain
3. Khetubim (Tulisan lain-lain/sastra & sejarah):
-. Kitab Puisi: Mazmur, Amsal, Ayub
-. Lima Gulungan (Hamesh Megilloth): Kidung Agung, Ruth, Ratapan, Ester, Pengkhotbah
-. Kitab Sejarah: Daniel, Ezra-Nehemia, Tawarikh

Aplikasi

1. Peringatan
Ucapan Musa kepada Yosua bahwa: "Kuatkan dan teguhkan hatimu" dengan kata lain dapat disebutkan "Jangan Takut!" ... sebab apa? ==> Ul 31:8 Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.". Bandingkan Yosua 1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Jadi selaku GPers dan Murid Yesus Kristus, kita juga diingatkan supaya selalu menguatkan dan meneguhkan hati kita untuk hidup mengingat Janji Yesus Kristus untuk kedatangan-NYA yang kedua.

2. Mendengar, belajar dan mengetahui Hukum Tuhan
Kita punya Alkitab, berbeda dengan pendahulu kita yang hanya punya gulungan kitab dan hanya bisa di dengar pada saat-saat tertentu. Gunakan dan pelajari itu sebaga suatu keuntungan besar yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Dengan Alkitab versi studi, Alkitab Elektronik maupun Alkitab Audio dll dsb, kiranya GPers belajar untuk Takut akan Tuhan.
2 Tim 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

ITT – 15 Agustus 2011 PF GP3 di Violita Sutiono