Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Thursday, November 25, 2010

Delapan Puluh Dua


Renungan singkat seorang anggota IKKHAR
(Ikatan Kekeluargaan Haturessy Rakanyawa)
Anak negeri Hulaliu, Maluku di tanah perantauan Makassar.


Suatu sore saya memandang sebuah foto tua di komputer saya yang berwarna hitam putih, foto sebuah keluarga Hulaliu dan ketika membuka foto yang lain terlihat lagi sebuah foto berwarna cerah dengan senyum dan gaya dari sekumpulan orang-orang yang juga berasal dari Hulaliu, yaitu para pengurus organisasi IKKHAR di Makassar ini.

Sesaat saya termenung, ..... wah luar biasa selisih waktu dari ke-2 foto ini, .... ada periode waktu yang panjang.

Hari Selasa kemarin 23 Nopember 2010 diperingati sebagai hari ulang tahun IKKHAR Makassar yang ke-82. Tahun 1928 adalah pertama kali perkumpulan ini dirintis, dan pada hari Minggu, 23 November 1958, tanggalnya dipakai sebagai hari peringatan dibentuknya organisasi IKKHAR ini dilembagakan dengan AD dan ART.
Dan hari Minggu ini kita berkumpul kembali dalam memperingati dan mensyukuri kehadiran IKKHAR sebagai wadah perkumpulan anak-anak negeri Hulaliu di perantauannya di tanah Makassar.

Waktu yang panjang ....

Saya teringat akan istilah yang dipakai oleh manusia untuk menerjemahkan pengertian waktu ini.
Ada dua istilah dalam bahasa Yunani tentang waktu, yaitu Kronos dan Kairos. Kronos berarti waktu secara umum. Itu sebabnya ada istilah kronologi, maksudnya rentang waktu. Sedangkan istilah Kairos berarti waktu secara spesifik, biasa juga disebut Waktu Tuhan. Bisa pula diartikan sebagai kesempatan. Dalam ayat Efesus 5:15-16 (Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.), istilah waktu di ayat itu menggunakan istilah Kairos.

Maka, ini berarti kita harus memberlakukan setiap hari baru sebagai kesempatan Dari Tuhan. Hidup kita bukan sekedar urutan waktu yang akan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan makna. Tiap waktu yang Tuhan beri harusnya kita tanggapi sebagai kesempatan istimewa.
Dengan pemahaman ini, setiap waktu harus dimanfaatkan sedemikian rupa dengan bijaksana karena merupakan anugerah istimewa bagi kita.

Menoleh kebelakang seketika adalah sesuatu yang harus dilakukan, tetapi menatap ke depan senantiasa diperlukan. Sebagaimana hamba yang bijak dalam perumpamaan Kristus di Injil Matius 25 - yang segera pergi melipat-gandakan talenta yang dipercayakan tuannya, bukan karena ia pintar berdagang, - tetapi karena ia "mengasihi" tuannya dan hanya mau menggunakan waktunya untuk menyenangkan hati tuannya, ..... demikian pula kita yang menerima talenta Keselamatan, harus segera pergi melaksanakan menggandakan talenta itu dalam kehidupan kita, karena kita mengasihi IA, Pemberi Anugerah itu dan ingin menyenangkan hatiNya.

Syukur itu harus berwujud nyata, bukan saja dalam ibadah ritual yang rutin kita laksanakan, tetapi juga dalam ibadah aktual, .... yaitu kehidupan nyata sehari-hari. Menjadi berkat bagi sesama, dengan memelihara ikatan kekeluargaan setumpah darah yang sama dan di tempat perantauan yang sama ..... serta "melakukan dan membagi" Kasih diantara sesama manusia.

Kronos kali ini, 23 November 2010 adalah 82 tahun ulangtahun IKKHAR, ia akan berulang di tahun depan, ... tetapi Kairos yang 82 tahun ini, tak akan berulang, sebab tahun depan adalah 83 tahun dan seterusnya .... bila belum sampai ke Hari Tuhan.
Kronos-nya mungkin masih ada, tapi Kairos-nya sudah berlalu.

Mari memanfaatkan Waktu ini dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat di-MataNya.

Selamat Ulang Tahun IKKHAR yang ke-82
Terimakasih dan Segala Hormat serta Pujian hanya bagi-Nya.

ITT - 25 November 2010

Sunday, November 21, 2010

Matius 25:14-30


Talenta Kasih

Menyamakan persepsi/Konsep

1. Perumpamaan ini kurang tepat bila dikatakan berbicara soal uang belaka. Dalam perumpamaan ini kalau berbicara perihal uang, tidak disebutkan uang itu untuk apa, apa untuk memperoleh kesenangan duniawi atau melayani Tuhan?

2. Perumpamaan ini juga kurang tepat, bila diartikan bahwa keselamatan itu adalah hasil kerja. Berhati-hati bila mengartikan demikian, bahwa 2 hamba yang bekerja melipat-gandakan harta tuannya itu diberi penghargaan sementara 1 yang tidak bekerja dihukum. Faktanya benar, 2 diberi hadiah dan 1 dihukum, tetapi kesimpulannya tidak demikian.

3. Perumpamaan ini tidak mengatakan kepada kita bahwa kita harus berbuat baik supaya menyenangkan Tuhan.

Perumpamaan ini hanya bisa hidup dan dimengerti baik kalau kita dikuasai oleh Roh Tuhan Yang Kudus, dan membiarkan Roh itu mengajar kita.
Kita harus punya 2 hal:
1. Roh Tuhan/Roh Kudus, dan
2. Kemauan untuk Membiarkan Roh Tuhan membentuk kita.

Untuk itu mari kita Berdoa dan membaca Alkitab.

Injil Matius 25:14-30

25:14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
25:17 Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Perumpamaan ini tentang hari penghakiman. Bukan untuk menyuruh kita bekerja dan menghasilkan. yang akan kita fokus adalah mengapa ada hamba-hambanya yang berbuat dan menggandakan talenta dan ada yang tidak.

Dasar Perumpamaan. - Perumpamaan adalah alat untuk membagi dan membedakan pengikutNya.

Matius 13:10-13

13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"
13:11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti

Yesus berkata-kata dalam perumpamaan untuk membagi, siapa pengikutnya dan siapa bukan.

Perumpamaan ini diberikan Yesus pada saat-saat atau minggu-minggu terakhir hidupNya. IA akan pergi meninggalkan murid-muridNya, IA adalah Tuan yang akan meninggalkan pelayan-pelayanNya. Apa yang dilakukan pelayanNya menentukan kembaliNya nanti. IA meninggalkan hartaNya bagi pelayanNya dan kembali untuk itu nanti.

Sekali lagi, Perumpamaan ini tentang Hari Penghakiman, bukan tentang apa yang kita perbuat, yang nanti akan bermuara ke kesimpulan yang melenceng, bahwa keselamatan adalah berdasarkan pada apa yang kita buat, padahal prinsip Kristiani, adalah Sola Gratia, hanya oleh Kasih Karunia Tuhan kita diselamatkan.

Mari menafsirkan bacaan ini dengan memakai prinsip "Firman Tuhan menafsirkan Firman itu sendiri" bukan oleh manusia.

Kunci perumpamaan ini ada di Yohanes 14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku."
Bagaimana relasi kita dengan Yesus, bagaimana hubungan pribadi kita dengan Allah. Apakah kita hanya menurutiNya karena kita takut? atau karena kita menyayangi dan mengasihi Tuhan? Sayang dan Kasih karena "Sola Gratia" .... bukan takut dan akhirnya berbuat dan melakukan perintah untuk memperoleh hadiah/penghargaan.

Mari perhatikan bagaimana sikap pelayan-pelayan dalam perumpamaan ini terhadap tuannya.

Perhatikan bahwa ke-2 hamba yang pertama "mengasihi" tuannya.
Perhatikan ayat 25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Segera, ... tanpa menunda, .... ia sadar bahwa harta itu bukan miliknya juga keuntungan itu bukan miliknya, ia hanya dipercayakan saja, sehingga "segera" ... tanpa memikirkan dirinya. Dalam dirinya dan hatinya hanya ada tuannya saja, ia harus menyenangkan dan mengasihi tuannya dengan melipatgandakan harta yg dipercayakan kepadanya. Demikian juga untuk hamba yang berikutnya, ... perhatikan ayat 25:17 Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Ia "berbuat demikian juga"

Dan bila tuannya kembali, mereka menyambutnya bukan dengan ketakutan, tetapi dengan suka-cita ..... "lihat tuan, aku telah memperoleh laba" ... suka cita karena ia merindukan tuannya pulang untuk melihat hasil kerjanya. sukacita karena mengasihi.

Lalu bagaimana dengan hamba yang terakhir?

Banyak kali kita tiba pada kesimpulan bahwa hamba ini adalah hamba yang bodoh .... yang tidak tahu berdagang, atau melipatgandakan harta tuannya. tetapi bukan itu ... bukan itu kenyataannya. Hamba ini adalah hamba yang "marah dan tidak mengasihi tuannya" bukan karena "ia tidak mampu, tetapi karena ia tidak mau". Ia tidak mau tuannya memperoleh keuntungan, ia tidak mau menyenangkan tuannya..... dan kesimpulannya: "ia tdk punya kasih terhadap tuannya".
Bahkan lebih jauh, ia menyalahkan tuannya ... lihat Matius 25 ayat 24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

Dimana ada disebut dalam perumpamaan ini bahwa tuan itu tuan yang kejam? sehingga ia harus takut?
Ia bahkan membenci tuannya, .... bisa jadi karena iri dan dengki atas talenta yang kurang dari kedua hamba sebelumnya.

INTInya ada dalam bagaimana sikap dan perasaan hambanya terhadap tuannya. Ada yang punya kasih dan ada yang tidak. ingat?
Markus 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.

Dimana posisi ketiga hamba ini? siapa yang punya kasih dan siapa yang tidak?
Bagaimana dengan kita?

Ada pertanyaan yang hanya jemaat sendiri yang bisa jawab, Apa kita mengasihi Tuan kita? yaitu Kristus Yesus?

Pasti jawabannya adalah Ya, ... tetapi bukan itu, bukan hanya ya.

Perumpamaan ini mengajarkan kepada kita bahwa, bila kita mengasihi, kita berbuat sesuatu .... bila percaya dan beriman, kita berbuat sesuatu.
Bila ingin tahu seberapa besar kita mengasihi-Nya, mari lihat bagaimana kita hidup. Untuk siapa kita hidup? untuk kita sendiri atau bagi Tuhan?

Perumpamaan ini mengajarkan bahwa talenta diberi sesuai kemampuan kita. Bukan banyak dan besarnya talenta, tetapi apakah kita mampu menunjukkan kasih dengan talenta yang kita miliki.

Pelajaran hari ini bukan tentang bekerja dan menghasilkan, kita tdk bisa membeli kerajaan surga dengan berbuat baik, ..... tetapi pelajaran hari ini ialah bahwa bila kita adalah manusia baru kepunyaan Kristus Yesus, maka manusia baru itu adalah hamba yang mengasihi tuannya ... dalam hal ini tuan itu adalah Yesus Kristus.

Aplikasi dan contoh kecil: Sebentar ada kedukaan, .... kita akan datang ke sana bukan karena yang berduka adalah bapaknya si A atau B, atau yang meninggal adalah si A atau B, ... tetapi karena Firman Tuhan ... (Pengkhotbah 7:2 Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya. + Matius 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.... bukankah itu aplikasi dari Hukum Utama dan terutama? Kasihilah sesamamu Manusia seperti dirimu sendiri).

Berbuat sesuatu karena mengasihiNya, ... bukan untuk alasan lain yg kurang tepat, ... seperti saya berbuat ini karena ingin menolong dia, karena kasihan ... bukan itu ... kita berbuat baik, karena mengasihi Tuhan karena itu adalah perintah dan ajaran Kristus, dan kalau kasih itu mengalir bagiNya, maka semua tindakan kita akan menjadi buah dari kasih itu.

Dan mengasihi Yesus adalah suatu keharusan yang mengalir dalam jiwa seluruh pengikutNya, dan berbuah dengan mengasihi sesama.

Peringatan Tuhan Yesus bagi kita dalam konteks Matius 25 ini adalah tentang penghakiman dan hari terakhir.
Ingat, Penghakiman adalah permanen, tidak bisa dikembalikan/dibalikkan lagi. Penghakiman membawa pemisahan. Tidak ada lagi kesempatan kedua. Itulah mengapa dalam Matius 25 Yesus berkata tentang pintu yang tertutup dalam perumpamaan tentang 10 anak dara, hamba yang dicampakkan dalam kegelapan dalam perumpamaan tentang talenta, dan tentang pemisahan kambing dan domba dalam menjelaskan penghakiman terakhir. Amin.

ITT - KRT 6 24/11/2010 di Kel.Arpipy.

Matius 25:1-13


25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
25:7 Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
25:9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."


Mengingatkan kedatangan kembali Kristus Yesus.

Pendahuluan – Ayat yg mendukung

- Kisah 1:9-11
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

- Yohanes 14:1-3
14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

- Rencana penyelamatan - even berikutnya adalah Kedatangan Kembali Kristus Yesus.

- Roma
13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

- Dimulai dari Matius 24 difokus kepada Kedatangan Kembali Yesus Kristus.

- 3 Perumpamaan dalam Matius 25 - Semuanya fokus pada kedatangan kembali Kristus. kedatangan itu membawa pemisahan.
* Perumpamaan Anak Gadis
- Jelaskan tata cara pernikahan Yahudi - untuk SUPAYA jemaat mengerti tentang perumpamaan yang Yesus pakai adalah sangat kontekstual.

Pernikahan Yahudi di zaman Kristus & analogi hubungan kita dengan Kristus.

Pertunangan melibatkan adanya suatu perjanjian pernikahan. Perjanjian ini melibatkan dua keluarga (Kejadian 24, Kidung Agung 8:8, Hakim-hakim 14:2-7). Calon pengantin lelaki akan mendatangi rumah calon isterinya untuk melakukan perjanjian. Namun pada kasus khusus pengantin lelaki bisa diwakili oleh pegawainya (contohnya kasus Ishak) atau bersama anggota keluarga lainnya (orang tua, sanak saudara: kasus Simson). Perjanjian yang dilakukan ini mengikat, tidak seperti pengertian pertunangan yang dianut masyarakat modern sekarang ini.

Kata pertunangan dalam bahasa Inggris “to betroth” (Ibrani) yang mendasari kata “betrothal” atau , berarti perjanjian nikah sekalipun proses pernikahan itu belum selesai dengan diadakannya perjanjian nikah. Beberapa kejadian di Alkitab merujuk wanita yang telah mengadakan perjanjian ini telah dianggap bersuami (berstatus sebagai istri). 2 Samuel 3:14 -> my wife whom I have betrothed” (”erasti”) NIV. Mikhal menjadi istri Daud saat itu masih dalam pertunangan. Ulangan 22:23,24 -> (22:23 Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan -- jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia, 22:24 maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu) -> orang yang tidur dengan wanita yang berstatus ‘bertunangan’ dianggap tidur dengan istri orang lain.

Perjanjian nikah ini melibatkan negosiasi harga yang harus dibayarkan oleh calon pengantin pria untuk ‘membeli’ istrinya. Setelah disepakati dan harga yang diminta dibayarkan maka secara resmi perjanjian nikah telah selesai, maka keduanya, pengantin pria ‘ing: groom; ibrani: chatan’ dan pengantin wanita ‘ing: bride; ibrani: Kallah’ telah resmi sebagai suami istri.

Semenjak perjanjian nikah tersebut mempelai wanita dikhususkan sebagai milik suaminya. Sebagai simbol dari terjadinya perjanjian tersebut kedua mempelai akan meminum anggur dari cawan yang sama dimana merupakan ungkapan syukur dari peristiwa tersebut.

Setelah perjanjian nikah dilaksanakan mempelai pria akan kembali ke rumah ayahnya. Ia diharuskan menunggu selama 12 bulan lamanya sebelum ia dapat bertemu kembali dengan calon istrinya. Yaitu sampai ada boyongan (”nissu’in,”) mempelai wanita ke rumahnya dan diadakanlah pesta perkawinan.
Selama masa penantian tersebut mempelai wanita akan mempersiapkan diri untuk hidup dalam rumah tangga sementara mempelai pria akan mempersiapkan tempat di rumah ayahnya bagi kedatangan istrinya tersebut.

Pada waktu boyongan itu mempelai pria dan keluarganya akan menjemput mempelai wanita. Namun kedatangan dari mempelai pria tersebut tidak diketahui waktunya secara persis. Biasanya dilakukan pada waktu malam hari. Mempelai pria akan diiringi oleh orang-orang yang dipilih sebagai orang-orang yang terbaik. Mereka akan membawa obor sebagai penerang jalan. Sekalipun mempelai wanita mengetahui hari itu adalah hari kedatangan mempelai pria, ia tidak tahu waktu yang tepat kedatangannya. Oleh karena itu para pengiring mempelai pria akan berteriak-teriak apabila telah mendekati rumah mempelai wanita. Suara teriakan ini menjadi tanda bagi mempelai wanita bahwa calon suaminya telah datang.

Setelah rombongan mempelai pria sampai dan bertemu dengan rombongan mempelai wanita yang telah bersiap-siap pergi. Mereka akan pergi bersama-sama ke rumah mempelai pria, tempat di mana pesta pernikahan akan diadakan.
Di rumah mempelai pria, pesta pernikahan telah dipersiapkan dan para tamu telah sampai dan bersiap-siap menyambut kedatangan mempelai berdua.
Segera setelah mereka sampai, para pengiring akan mengantarkan keduanya ke dalam kamar pengantin (huppah). Sampai saat ini mempelai wanita masih berkerudung menutupi mukanya sehingga tidak ada yang dapat melihat wajahnya. Demikianlah caranya Yakub tertipu ketika menikahi Lea, padahal ia dijanjikan akan dinikahkan dengan Rahel (Kejadian 29:23-25). Para pengiring akan berada di luar sementara kedua mempelai memasuki kamar pengantin. Di sinilah untuk pertama kalinya keduanya akan berhubungan badan sebagai suami istri. Menggenapi perjanjian nikah yang telah diadakan setahun sebelumnya. Sesudah itu mempelai pria akan keluar dari kamar pengantin dan mengumumkan kepada para pengiring yang telah menunggu di luar (Yohanes 3:29) bahwa pernikahan telah berlangsung. Mereka akan meneruskan berita tersebut kepada para tamu yang telah menunggu di luar. Para tamu akan berpesta selama tujuh hari.
Selama tujuh hari pesta tersebut mempelai wanita akan terus berada di dalam kamar pengantin dan tidak boleh bertemu dengan orang lain. Pada hari ketujuh mempelai pria akan memperlihatkan istrinya kepada orang banyak dengan menanggalkan kerudung yang selama ini dipakainya.

Peringatan

a. Peringatan pertama: Penampilan bisa mengelabui.
perhatikan ke-10 anak dara itu, semua sama berpakaian pesta sebagai pengiring pengantin wanita. sama-sama pengiring, sama-sama menunggu, sama-sama tertidur, sama-sama bangun, sama-sama membereskan pelitanya. Sampai pengantin pria tiba.
Bedanya di ayat 2-4, adalah tentang minyak cadangan.

Peringatan Yesus: berhati-hati dengan penampilan luar .... yang biasanya tdk terlihat sebagaimana kelihatan. Mudah saja mengelabui orang. Tapi ke-5 anak dara yang bodoh, menipu diri sendiri dengan berpikiran atau beranggapan bahwa, ah semuanya pasti akan baik-baik saja. Aplikasinya untuk kita, bukankah kita sering demikian? kita berpikir, bahwa karena KTP kita Kristen, karena keluarga kita rajin ke Gereja, kita rajin mengikuti IHM, KRT dan kegiatan Gereja, Kita terlibat dalam pelayanan sebagai Presbiter atau fungsionaris gereja, maka kita akan baik-baik saja.

b. Peringatan Kedua: Kepercayaan diri yang salah tempat.
Pada ayat 5, semua anak dara itu tertidur. Bedanya yang 5 tertidur dengan nyenyak, sedang 5 yang lain tidur dengan gelisah. mereka berpikir, ... kan ada minyak teman saya yang lain yg bisa dipinjam atau dibagi. ayat 8: Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Mereka berpikir bahwa rahmat Tuhan bisa di bagi ....

c. Penghakiman adalah permanen, tidak bisa dikembalikan/dibalikkan.
Pintu yang tertutup menandakan bahwa penghakiman membawa pemisahan. Tidak ada lagi kesempatan kedua.
Itulah mengapa Yesus berkata tentang pintu yang tertutup, pemisahan kambing dan domba.
Matius 25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Golongan manakah kita saat ini .... golongan yang ada di luar pesta perkawinan atau yang ikut di dalamnya?
2 hal yang harus kita uji dalam diri kita dalam berjaga-jaga , ..... menguji diri kita dengan 2 pertanyaan ini.

Bagaimana Hubungan Saya dengan Tuhan?
Bagaimana Hubungan saya dengan sesama?

ITT - 23/11/2010 PW3 di Ibu Mia Syam

Tuesday, November 2, 2010

Wahyu 4:4-6


4:4 Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

5 Penglihatan

a. Sebuah takhta di sorga, dan di takhta itu duduk seorang

Yehezkiel
1:26 Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia.
1:27 Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.
1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

Warna warni yg luar biasa. - paparkan tentang warna.

Kejadian

9:12 Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:9:13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.

perhatikan perjanjian apa itu

Kej 9:11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi."

Maz
29:10 TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

Allah berkuasa atas air bah, Pelangi sebagai perjanjian. Allah adalah Allah yang berkuasa.

Kel 28:17 Haruslah kautatah itu dengan permata tatahan, empat jajar permata: permata yaspis merah, krisolit, malakit, itulah jajar yang pertama;
28:18 jajar yang kedua: permata batu darah, lazurit, yaspis hijau;
28:19 jajar yang ketiga: permata ambar, akik, kecubung,
28:20 jajar yang keempat: permata pirus, krisopras dan nefrit. Dengan berikatkan emas, demikianlah permata-permata itu dalam tatahannya

yaspis merah itu sardis (berwarna merah)
nefrit itu Yaspis (hijau)

Warna menunjukkan kebesaran Allah.

b. 24 takhta

24 tua-tua memakai pakaian putih: kesucian, kebenaran Kristus - mahkota emas: kemenangan

ada beberapa pendapat
a. 24 malaikat. istilah tua-tua dalam alkitab biasanya hanya diberikan pada manusia, bukan malaikat.
b. 24 gereja yg dibangitkan dan diangkat.
c. 24 mewakili israel dan gereja 12 suku + 12 murid - wahyu 21
d. 24 imam israel (1 tawarikh 24)

Tetapi yg jelas ada struktur yang teratur rapi dalam pemerintahan Allah.

c. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Kilat dan Guntur:
Dalam alkitab: kekuasaan Tuhan.

Wahyu
8:5 Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi
11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat
16:18 Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu

Ini mengingatkan kita akan kekuasaan dan penghakiman Tuhan. bahwa Tuhan yang kita kenal penuh Kasih dan pengampunan serta pengertian, punya kekuatan penghakiman yang dahsyat.

7 Roh Allah

Yesaya 11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. 11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; 11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

Roh TUHAN
1. Roh Hikmat
2. Roh Pengertian
3. Roh nasihat
4. Roh Keperkasaan
5. Roh pengenalan
6. Roh Takut akan TUHAN
7. Roh Kesalehan/ketaatan (Yes 11:3a)

sifat: PENOLONG, PENDORONG, PENGHIBUR, PEMBELA, PENASIHAT, PENDOA(SYAFAAT) DAN PEMBERI KEKUATAN.

Ingat, keselamatan kita berasal dari takhta yang dahsyat itu. Roh allah yang ada pada kita, itu dari takhta yang penuh warna-warni, dikelilingi pelangi, dari kilat dan guntur

d. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal

Kebeningan .... tdk ada yg tersembunyi ... semuanya kelihatan. Tak ada yg tersembunyi.
Manusia bisa bohong, menipu, menyembunyikan kebenaran, memanipulasi, bersembunyi dalam bungkus kebaikan bahkan pelayanan, .... tetapi tidak di hadapan Tuhan.

e. di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

Kerub (tunggal) kerubim (jamak) = makhluk illahi

Yehezkiel
10:9-10 Aku melihat juga bahwa kerub-kerub itu masing-masing mempunyai sebuah roda di sampingnya. Keempat roda itu serupa, dan berkilauan seperti permata indah. Masing-masing mempunyai satu roda lainnya yang melintang di tengah-tengahnya. 10:11 Dengan demikian kerub-kerub itu dapat menuju ke empat jurusan. Mereka dapat pergi ke mana saja mereka suka, tanpa memutar tubuhnya. 10:12 Seluruh tubuh mereka, punggungnya, tangannya, sayapnya dan roda-roda pun penuh dengan mata. 10:13 Aku dengar bahwa roda-roda itu disebut "puting beliung". 10:14 Setiap kerub itu mempunyai empat wajah yang berlainan. Wajah yang pertama ialah wajah banteng, yang kedua wajah manusia, yang ketiga wajah singa, dan yang keempat wajah rajawali.

Kejadian 3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Keluaran 25:18 Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. 25:19 Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya. 25:20 Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu

Peringatan:
Membangun dan menjaga kekudusan supaya kita bisa masuk ke dalam kerajaan surga yg kudus di hadapan takhta Allah. Kekudusan kita pribadi, kekudusan suami, istri, anak, keluarga dan jemaat.

Bagaimana menjaga kekudusan dan menjadi Pribadi, Keluarga & Jemaat yang sehat ?

Ketaatan akan Firman Allah

Dikarenakan Allah yang membentuk dan membangun Gereja/Jemaat, oleh dan di dalam karya Kristus-Yesus, maka seluruh perkataan dan perbuatan-Nya wajib dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua anggota Gereja/Jemaat. Tidak seorangpun diperbolehkan melanggarnya. Seluruh perbuatan dan perkataan Kristus-Yesus itu diwariskan kepada Gereja/Jemaat oleh para penulis Alkitab. Semua anggota Gereja/Jemaat diwajibkan membaca Alkitab, agar mengetahui dan mengerti tujuan hidup yang direncanakan Allah. Oleh karena itu, Alkitab menjadi satu-satunya catatan yang sah dan resmi dan dipakai oleh Gereja/Jemaat untuk membina, mendidik dan mengajar, membimbing dan menggembalakan setiap anggota keluarga Allah.

Ia, Alkitab, menjadi satu-satunya sumber pengetahuan dan hikmat yang diberikan Allah kepada semua anggota. Ia wajib dihormati, jika siapapun ingin memperoleh pengenalan akan Kristus-Yesus selaku Tuhan dan Juruselamat. Ia menjadi sumber inspirasi bagi tulisan-tulisan yang mengarahkan tiap anggota untuk berpikir dan
bertindak sesuai kehendak Allah. Ia menjadi sumber nilai-nilai etis moral, sekaligus menjadi sumber hukum Gereja serta semua bentuk peraturan di dalam Jemaat.

Dan, apabila peraturan-peraturan Gereja/Jemaat tidak sesuai kesaksiannya, maka atas dan demi nama Allah, Gereja/Jemaat wajib melakukan pentafsiran dan perumusan ulang kebenaran yang bersifat alkitabiah, kemudian melakukan reformasi di bidang konsitusi (Hukum Gereja) dan institusi (fungsi sistem Pelayanan – Kesaksian – Persekutuan).

Ketaatan kepada Firman Allah yang menjadi inti kesaksian Alkitab merupakan keharusan mutlak dan kewajiban seluruh anggota keluarga Allah.

Kesimpulan Terapan Wahyu 4

1. Pengangkatan
2. Penghakiman
3. Penghormatan dan Kemuliaan bagi Kristus

I. PENGANGKATAN Wahyu 4:1

Janji Kristus: Yoh 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Ia akan kembali, dan membawa jemaat-Nya ke Rumah Bapa/Kerajaan Surga. kapan? akan datang segera .....

1 Tes 5:2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
1 Kor 15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
1 Tes 4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

II. PENGHAKIMAN Wahyu 4:3-4

Roma 14:10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.
14:11 Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah."
14:12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

2 Kor 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Penghakiman terjadi setelah Pengangkatan. Seluruh manusia

1 Korintus 3:11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 3:12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 3:15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

Motif? Apa yang diperbuat dan Mengapa? Apakah untuk Kristus? atau untuk "aku"?

Lukas 8:17 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.

2 Tim 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

1 Petrus 1:4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

III. Penghormatan dan Kemuliaan bagi Kristus Wahyu 4:8-11

Mengembalikan segala kemuliaan dan mahkota itu kepada Kristus Yesus ....

Wahyu 4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: 4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

ITT – 03 November 2010 PF K3 SP3B di Kel.Hattu