Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Wednesday, August 20, 2008

1 Samuel 12:20-25


Perikop: Samuel minta diri dari bangsa itu

12:20 Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.
12:21 Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah kesia-siaan belaka.
12:22 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umat-Nya?
12:23 Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.
12:24 Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.
12:25 Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu."

Pemimpin yang Bijak

Tidak banyak pemimpin yang mengakhiri kepemimpinannya dengan baik.Ada yang jatuh di tengah jalan karena ambisi pribadi, ada pula yang jadi gila kuasa sehingga tidak mau turun, meski sudah waktunya.

Era hakim-hakim berakhir dan era kerajaan dimulai. Samuel sudah menghantar umat Israel sesuai dengan panggilannya sebagai hakim dan nabi. Saul sudah diterima dan dilantik sebagai raja. Berikutnya kepemimpinan Samuel akan dilanjutkan oleh Raja Saul. Bentuk dan cara kepemimpinan pasti berbeda, tetapi hal-hal esensial harus sama.

Pertama, kepemimpinan Samuel bersih dari ambisi dan kepentingan pribadi (ayat 3-5). Maka Saul dan setiap pemimpin harus menyadari godaan besar untuk menyelewengkan kuasa dan otoritas yang mereka miliki.
Kedua, kepemimpinan Samuel berpusat kepada Tuhan. Tuhan adalah Pemimpin Utama (ayat 7-17). Samuel menegaskan dan mengajarkan bahwa umat Tuhan harus setia dan taat, hanya kepada Tuhan. Walaupun Tuhan memberikan raja sesuai permintaan mereka, kesetiaan utama tetap ditujukan kepada Tuhan.
Bahkan raja pun harus tunduk kepada Dia (ayat 14).
Ketiga, kepemimpinan Samuel didasarkan pada keadilan dan kebenaran Allah, juga pada belas kasih dan kesetiaan-Nya (ayat 20-25).

Memang umat berdosa ketika meminta raja, tetapi saat mereka mengakui dan menyesali dosa, Tuhan mengampuni dan memulihkan.
Dalam beberapa hal, kepemimpinan Saul memiliki kualitas seperti yang ditunjukkan Samuel. Namun itu baru permulaan. Masih harus diuji, apakah Saul sukses sampai akhir.

Godaan untuk menyelewengkan otoritas dan kuasa yang dipercayakan kepada kita, sangat besar. Juga tak sedikit oknum pemerintahan, masyarakat, gereja, maupun rumah tangga, yang kacau karena kepemimpinan yang tidak konsisten dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Bila kita menjadi pemimpin, berilah diri kita dipimpin oleh Tuhan lebih dulu. Bila kita tidak dalam posisi pemimpin, dukunglah para pemimpin kita, salah satunya dengan doa.

Sikap, tindakan dan nasehat Samuel.
1) Samuel memberikan tanda / mujijat (ay 16-18). Pada ‘musim menuai’ tidak biasanya ada guruh / hujan.
Ini menyebabkan:

a) Israel menjadi takut (ay 18,20). Mereka takut karena sadar akan dosa. Ada orang yang sadar akan dosa tetapi tidak takut.
b) Israel minta didoakan (ay 19). Dalam Perjanjian Lama memang seseorang harus berdoa melalui seorang pengantara yaitu imam. Tetapi dalam Perjanjian Baru kita tidak lagi mempunyai imam / pengantara manusia biasa. Imam / pengantara kita satu-satunya adalah Yesus (1Tim 2:5 Ibr 4:14-16). Karenanya setiap orang kristen bisa berdoa

2) Samuel tetap mendoakan Israel dan mengajarkan jalan yang baik dan lurus (ay 23). Ada beberapa hal yang bisa didapatkan dari ay 23 ini:
a) Tidak melakukan doa syafaat adalah dosa!
Karena itu baik dalam doa pribadi maupun dalam persekutuan doa, banyaklah berdoa untuk gereja, jemaat, majelis jemaat, pendeta, pengurus & pelayan BPK. Juga untuk negara dan bangsa!
b) Di sini terlihat keagungan dan kesalehan Samuel.
Permintaan Israel akan seorang raja, sebetulnya menyebabkan Samuel merasa dirinya ditolak, sehingga Tuhan harus menghibur dia (1Sam 8:7). Tetapi ia tetap mengasihi Israel dan mau mendoakan dan mengajar mereka.

Dalam hal ini ia memberikan teladan yang sangat mulia kepada semua pemimpin, menunjukkan bahwa mereka tidak boleh disesatkan oleh sikap tidak tahu berterima kasih dari bawahan mereka, dan karena hal itu lalu membuang semua minat / perhatian terhadap kesejahteraan mereka, tetapi mereka harus makin bertekun dalam memikirkan mereka.

3) Nasehat Hikmat Samuel (ay 13-15,20-22,24-25).
Sekalipun sudah salah dengan minta raja, tetapi mereka harus taat kepada Tuhan. Kalau tidak, mereka dan raja mereka akan dilenyapkan.

(1). hikmat kepatuhan/ketaatan (20-21)
a. mengikuti Tuhan
a.1. jangan Takut (kel20:20) - 20:20 Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa."
a.2. dengan segenap hati (ulangan10:12) - 10:12 "Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,

b. Jangan berpaling
b.1. mengikuti Tuhan
b.2. mencari kesia-siaan (kol2:8) - 2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

(2). hikmat iman (22)
a. kehadiran Tuhan (ibrani 13:5) - 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
b. dalam lindungan Tuhan (Ibrani 13:6) - 13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

(3). Hikmat doa (23a)
a. tanpa henti (1tes5:17) - 5:17 Tetaplah berdoa.
b. berdoa untuk orang lain (1tim2:1) - 2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

(4). Hikmat ajaran (23b-25)
a. guru (23b) - (2tim3:2) - 3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
b. pelajaran (24) - (maz143:10) - 143:10 Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata
b.1. takut akan Tuhan
b.2. beribadah dengan benar
b.3. beribadah dengan segenap hati

ITT - Khotbah pada Ibadah BPK-PW SP6 - 20-08-2008