Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan Sendiri
Showing posts with label Khotbah. Show all posts
Showing posts with label Khotbah. Show all posts

Friday, January 20, 2023

Yehezkiel 2:1-5

Perikop LAI: Panggilan Yehezkiel (Yeh 2:1-3:15)

2:1 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau."
2:2 Sementara Ia berbicara dengan aku, kembalilah rohku ke dalam aku dan ditegakkannyalah aku. Kemudian aku mendengar Dia yang berbicara dengan aku.
2:3 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga.
2:4 Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH.
2:5 Dan baik mereka mendengarkan atau tidak -- sebab mereka adalah kaum pemberontak -- mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka.

PENDAHULUAN
URAIAN & APLIKASI

Kali ini penulis teringat akan percakapan penulis sekitar 15-20 tahun lalu dengan seorang Hamba Tuhan. Coba kita uraikan bacaan ini dengan memakai perspektif kependetaannya dalam melayani Umat Tuhan, dan ia beri judul;

Saya Dipanggil oleh Tuhan untuk menyampaikan Firman-NYA

Di sepanjang Yehezkiel 1, kita dapat menyaksikan bagaimana ia dipanggil secara langsung oleh Tuhan dengan sangat luar biasa (baca Yeh 1:4-28). Yehezkiel dipanggil secara langsung dalam suatu pertunjukan kemuliaan yang spektakuler .... untuk apa? Tidak lain adalah untuk menyampaikan Firman-NYA,
Kalau dibandingkan panggilan bagi saya untuk melayani sebagai pendeta tidak ada artinya, hanya sekolah yang "banyak" semester, dan beruntung terpilih dari sekian banyak yang mendaftar. Suatu panggilan Tuhan yang terasa tidak langsung, yang datang dalam 1 map berisi ijazah, piagam dan sertifikat serta SK pengangkatan, tetapi saya imani sebagai panggilan Tuhan untuk jemaat-Nya.
Sebagaimana pula Tuhan memanggil jemaat-Nya, sebagai Penatua, Diaken, pengasuh PT, PA, dll. Dipanggil untuk beriman sebagaimana ditulis di 1 Petrus 2:9-10 = 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Ya, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang Tuhan lakukan! Dan itulah yang IA kehendaki.

Jadi saat kita mempelajari kitab dan pribadi Yehezkiel, kita akan melihat kehidupan seorang pendeta dan kehidupan seorang Kristen yang wajib menyampaikan Firman Tuhan dengan rendah hati, setia dan berani.

1. Beritakan Firman-NYA dengan rendah hati dan hanya mengandalkan Tuhan.

Tuhan memanggil Yehezkiel untuk menyampaikan firman-Nya dengan rendah hati dan hanya mengandalkan Tuhan. Pemandangan Allah dalam kemuliaan-Nya yang luar biasa membuat Yehezkiel jatuh tersungkur. Apa yang dia bandingkan dengan Yang Mahakuasa? Dia hanyalah anak manusia. Manusia diciptakan dari debu. Manusia telah jatuh ke dalam dosa. Yehezkiel adalah anak manusia, yang juga lahir dari orang berdosa dan bersalah.
Kalau kita baca di Yeh 1:28 = Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

Jadi posisi Yehezkiel ada di tanah dalam posisi sembah sujud akibat takjub, takut, takluk dan pasrah serta rendah hati. Sembah sujud mewakili seluruh sifat-sifat tersebut, utamanya pernyataan takluk akan kuat kuasa Tuhan.
Selanjutnya Yehezkiel bertutur bahwa: Yeh 2:1-2 = 2:1 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau." 2:2 Sementara Ia berbicara dengan aku, kembalilah rohku ke dalam aku dan ditegakkannyalah aku. Kemudian aku mendengar Dia yang berbicara dengan aku.

Tuhan yang murah hati dan pemaaf datang kepada Yehezkiel melalui Firman-Nya. Melalui Firman Tuhan Roh Kudus menguatkan dia dan membuatnya bangkit dari sembah sujudnya. Sekalipun ia orang berdosa, Yehezkiel dapat berdiri di hadirat Allah yang kudus karena Tuhan mengampuni dia, seperti yang dijanjikan oleh Firman-Nya. Tuhan memberi Yehezkiel kekuatan untuk menyampaikan Firman-Nya. Yehezkiel dapat menyampaikan Firman Tuhan dengan rendah hati dan mengandalkan Tuhan.

Sebagai seorang pendeta, saya harus rendah hati di hadapan Tuhan dan hanya, ... ya ... hanya mengandalkan Tuhan belaka. Memang, saya sebagai pendeta banyak menghadapi godaan untuk merasa diri paling penting dan paling benar. Berpikir bahwa saya paling bertanggung jawab atas sebuah gereja bisa menjadi perjalanan yang mengasyikkan bagi ego saya. Dan untuk menghindarkan hal-hal itu, saya perlu melihat diri saya sebagai orang berdosa, sama berdosanya dengan kebanyakan jemaat saya. Saya adalah anak manusia – hanya debu, lahir dari orang berdosa. Saya perlu melihat satu-satunya harapan saya adalah Juruselamat saya, yang mati untuk saya, sama seperti Dia mati untuk jemaat. Saya perlu melihat kekuatan saya hanya mengalir dan dimampukan oleh Tuhan saya yang telah bangkit, yang mengatur segalanya. Dan dengan demikian, saya akhirnya hanya akan menyampaikan Firman Tuhan dengan rendah hati, dan tentu saja, hanya mengandalkan Tuhan.

Mungkin gambaran untuk membantu saya menjadi rendah hati dalam menyampaikan Firman Tuhan adalah seperti saya melihat sebuah kotak/dos sepatu. Kotak atau dos  sepatu itu tidak ada artinya, mudah dibuang dan dihancurkan. Yang memberi nilai pada kotak/dos sepatu ini adalah apa yang ada di dalamnya. Jadi, terpisah dari Tuhan, saya adalah seperti sebuah kotak/dos sepatu yang kosong – tidak berharga, tidak berdaya. Tetapi Tuhan telah menempatkan Firman-Nya ke dalam hati saya untuk diberitakan. Sewaktu saya mengucapkan khotbah Firman Tuhan itu, Tuhanlah yang meletakkan setiap kata-per kata, kalimat per kalimat dalam mulut saya. Dan saya harus mengingat hal ini dengan rendah hati bahwa kekuatan saya hanya berasal dari Tuhan, bukan dari diri saya sendiri.

2. Beritakan Firman-NYA dengan setia.

Tuhan memanggil Yehezkiel untuk menyampaikan Firman-Nya. Dia memanggilnya untuk mengucapkan kata itu dengan setia.
Mengapa begitu penting bagi Yehezkiel untuk setia? Karena dia berbicara tentang Firman Tuhan. Dia tidak berbicara untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain, tetapi untuk Tuhan Allah. Tuhan berkata kepadanya, di Yeh 2:3-4 = 2:3 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga. 2:4 Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH.

Keyakinan apa yang dapat dimiliki Yehezkiel ketika dia mengucapkan Firman Tuhan dengan setia? Ia dapat yakin bahwa Firman Allah tidak pernah salah. Apakah orang percaya Firman atau tidak, itu bukan persoalan Yehezkiel, tetapi apa yang Allah katakan akan terbukti benar. Orang-orang akan tahu bahwa nabi berbicara untuk Tuhan ketika kata-kata itu menjadi kenyataan. Itulah yang Tuhan katakan padanya. Yeh 2:5 = Dan baik mereka mendengarkan atau tidak -- sebab mereka adalah kaum pemberontak -- mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka. 

Banyak yang akan menolak pesan Yehezkiel, tetapi dia tidak berani mengubahnya agar terdengar lebih dapat diterima, karena apa?; 
Karena dalam panggilan yang Tuhan sampaikan kepada saya, maka saya harus dengan sungguh-sungguh, “untuk mengkhotbahkan Injil Tuhan dalam kebenaran dan kemurniannya.” karena untuk itulah saya dianggil, ya .... untuk menyampaikan Firman-Nya dengan setia, “dalam kebenaran dan kemurniannya”.

Ketika saya menyampaikan Firman Tuhan kepada jemaat, saya harus dapat mengatakannya seperti Yehezkiel, “Inilah yang Tuhan Allah katakan.” Saya tidak berani mendasarkan khotbah saya pada apa yang saya pikir Tuhan mungkin telah katakan atau apa yang dikatakan orang lain yang Tuhan katakan. Tetapi satu-satunya cara saya dapat dengan jujur mengatakan kepada jemaat adalah, “Inilah yang Tuhan Allah katakan". Saya perlu mempelajari Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ini adalah salah satu alasan pendeta memperoleh imbalan gaji, sehingga saya dapat mengabdikan banyak waktu untuk mempelajari Firman Tuhan saat saya mempersiapkan khotbah saya. Saya perlu mempelajarinya dalam bahasa asli Yunani dan Ibrani dan mengetahui konteksnya dengan benar, agar terjemahan yang buruk tidak menyesatkan saya. Kemudian saya dapat berkhotbah dari mimbar ini dan berkata, “Inilah yang dikatakan Tuhan Allah.”

Selain itu, sebagai seorang pendeta yang berusaha untuk setia menyampaikan Firman Tuhan, saya ingin berkhotbah dan mengajar dengan cara yang membantu jemaat memahami apa yang Tuhan Allah katakan. Itu juga membutuhkan waktu untuk memilih kata-kata dan kalimat yang akan dikomunikasikan dengan baik dari atas mimbar. Selain itu, saya ingin memberi kesempatan untuk jemaat belajar dalam ibadah dan di pembinaan-pembinaan. Saya ingin dapat melayani jemaat dengan Firman Tuhan, apakah itu berarti menghadapi jemaat yang punya dosa tertentu atau menghibur jemaat dengan pengampunan Tuhan. Dan doa saya adalah ketika saya mengucapkan firman Tuhan dengan setia, jemaat akan mendengarkan dan melakukannya serta juga mengingatkan jemaat unuk tidak keras kepala, keras hati, atau memberontak seperti orang-orang yang kepadanya Tuhan mengutus Yehezkiel. Karena Firman Tuhan itu tegas. IA akan menghukum siapa pun yang menolak-Nya dan menyelamatkan siapa pun yang mempercayai-Nya.

Sebagai pendeta, saya wajib berusaha keras untuk mengajar dan memberitakan Firman Tuhan dengan setia. Firman itu mungkin tidak selalu diterima, atau bahkan ada yang menjadi marah kepada saya karena itu, tetapi itu adalah keinginan Tuhan. Sebagai pendeta, tanggung jawab saya adalah untuk setia menyampaikan Firman Tuhan, dan berusaha semaksimal mungkin agar jemaat percaya.

3. Beritakan Firman-NYA dengan berani

Akhirnya, Tuhan ingin kita mengucapkan firman-Nya dengan berani. Ia menjelaskan kepada Yehezkiel bahwa ia akan menghadapi tantangan. Tuhan mengatakan kepadanya dalam Yeh 2:4 = Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH.
Tapi itu bukan alasan untuk menghentikan Yehezkiel. Dia harus berbicara tentang Firman Allah dengan berani.

Apa yang memberi Yehezkiel keberanian untuk berbicara? Itulah yang telah kita bicarakan di dua bagian pertama. Saya berani berbicara karena saya tidak mengandalkan kekuatan saya sendiri melainkan dengan rendah hati saya hanya mengandalkan Tuhan. Saya berani berbicara karena saya tahu bahwa firman-Nya tidak pernah salah jika kita mengucapkannya dengan setia. Dan ada satu lagi, .... Saya berani karena saya melaksanakan apa yang menjadi perintah Tuhan semaksimal mungkin dalam kehidupan saya sehari-hari!

Tuhan memanggil Yehezkiel langsung dari surga untuk menyampaikan Firman-Nya dengan rendah hati, setia, dan berani. Tuhan telah memanggil saya untuk menjadi pendeta dan secara terbuka menyampaikan Firman Tuhan dengan rendah hati, setia, dan berani. Dan demikian pula, masing-masing dari kita dalam kehidupan pribadi kita sendiri telah dipanggil keluar dari kegelapan dosa untuk beriman kepada Kristus Yesus untuk menyampaikan Firman-Nya. Dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan, beritakanlah Firman-Nya. Sampaikanlah dengan rendah hati, setia, dan berani.

SIMPULAN PENULIS

1. Inilah perspektif seorang hamba Tuhan, yang mengambil keteladanan Nabi Yehezkiel ketika menerima kenabiannya, bahwa ia harus rendah hati, setia dan berani. Terimakasih pak Pendeta untuk perspektifnya yang sangat dalam.
2. Bila dalam jemaat ditemukan seorang hamba Tuhan yang menjauh dari hal-hal di atas, maka bergegaslah jemaat mendoakan dengan sungguh-sungguh hamba Tuhan tersebut, agar segera kembali menjadi seperti Yehezkiel dalam pemberitaan Firman-Nya.
.......Amin

ITT - Jakarta, Jumat 20 Januari 2023.

Monday, December 12, 2022

Lukas 2:8-20

Perikop LAI: Gembala-gembala (Luk 2:8-20)

2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
2:13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
2:14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
2:15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

PENDAHULUAN

Untuk kali ini, kita kutip lagu natal di Kidung Jemaat yang memperlihatkan alur pembacaan kita hari ini. Mari nyanyikan bersama bait 1 dan 2 :-)

KJ. 123 - S'lamat, S'lamat Datang 

https://www.youtube.com/watch?v=WNjd1lc4Iaw

Syair: Nu zijt wellekome, Nyanyian Natal Belanda/Jerman abad pertengahan,
Terjemahan: Yamuger/Pan. Lit. K. A. J., 1980,
Lagu: Eropa +/- 1000, Jerman abad ke-14, Belanda, 1627
do = g 2 ketuk

1. S'lamat, s'lamat datang, Yesus, Tuhanku!
Jauh dari sorga tinggi kunjunganMu.
S'lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;
Damai yang Kaubawa tiada taranya, Salam, salam!
Yes 9:5-6

2. "Kyrie eleison": Tuhan, tolonglah!
Semoga kidung kami tak bercela.
BundaMu Maria diberi karunia
Melahirkan Dikau kudus dan mulia.
Salam, salam!
Luk 1:30-33

3. Nyanyian malaikat nyaring bergema;
gembala mendengarnya di Efrata:
"Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!
Dalam kandang domba kau dapat bertemu."
Salam, salam!
Luk 2:8-14

4. Datang orang Majus ikut bintangNya,
membawa pemberian dan menyembah.
Yang dipersembahkan: kemenyan, emas dan mur;
Pada Jurus'lamat mereka bersyukur.
Salam, salam!
Mat 2:1-11; Mzm 72:15; Yes 60:3, 5

URAIAN

Selain daripada Maria dan Yusuf yang dipilih Tuhan sebagai orangtua bayi Yesus, ada 2 (dua) kelompok orang-orang yang dalam kelahiran Tuhan Yesus diarahkan Tuhan untuk jadi saksi dan bertemu Anak-Nya sesuai dari Injil Tuhan di Alkitab.

1. Gembala di padang

Luk 2:10-12 = 2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."

Gembala bukanlah siapa-siapa dalam masyarakat mereka. Kebanyakan orang berpikir buruk tentang gembala. Mereka tidak diperbolehkan beribadah di Bait Suci karena dianggap najis. Dan mereka tidak diperbolehkan bersaksi di pengadilan karena kesaksian mereka dianggap tidak dapat dipercaya. Namun, malaikat itu menampakkan diri kepada para gembala dengan kabar baik tentang sukacita yang besar.

Menarik untuk diperhatikan adalah; kepatuhan mereka kepada penyampaian malaikat.

2. Orang-orang Majus dari Timur

Matius 2:1-2 = 2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." juga diperingatkan melalui mimpi di Mat 2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
Orang-orang Majus ini bahkan bukan orang Yahudi. Mereka berasal dari timur, mungkin dari Persia, yang sekarang adalah Iran. Namun, mereka melihat sebuah bintang yang mereka yakini sebagai "bintang-Nya", yaitu bintang yang menunjukkan kelahiran "raja orang Yahudi". Namun demikian, sama seperti Tuhan mengutus seorang malaikat kepada para gembala, Tuhan juga mengarahkan orang-orang Majus ini dengan "bintang-Nya" untuk menemukan bayi Yesus.
Menarik diperhatikan di sini bahwa Betlehem sudah disebut oleh para imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka semua menantikan Mesias tapi luput untuk menemui bayi Yesus.

Selanjutnya adalah 2 (dua) pribadi yang sangat dekat dengan Sang Bayi Natal itu, yaitu; Maria dan Yusuf sendiri, yang dari sejak awal, dipilih Tuhan

Maria

Seorang malaikat utusan Tuhan, menyampaikan pesan bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak, padahal saat itu ia belum bersuami. Menerima berita yang luar biasa ini, dia menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:38 = Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.). Suatu demonstrasi sikap patuh dan taat 100% atas apa yang terjadi dalam hidupnya sebagai "hamba Tuhan

Selanjutnya, apa sikap Maria sang Ibu Yesus dalam bacaan kita ini? Luk 2:16-19 = 2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Ya ia menyimpan segala perkara dalam hatinya dan merenungkannya, dan ini sudah cukup menggambarkan siapa sang Ibu ini.

Yusuf

Matius 1-19-20 = 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Mat 2:13-15 = 2:13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 2:14 Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

No comment,  ayat-ayat di atas sudah cukup menggambarkan siapa lelaki ini.

Lalu kemudian ada Simeon & Nabiah Hana juga di lanjutan dari bacaan ini (Luk 2:25-38)

APLIKASI

Apa saja kesamaan orang-orang ini seingga mereka dipilih Tuhan menyaksikan bayi Yesus ini? Ada 3 kata yang dapat mewakili mereka yang sangat sederhana dan mudah dipahami sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI);

  1. Tulus (KBBI = sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas)
  2. Rendah hati (KBBI = hal atau sifat tidak sombong atau tidak angkuh.)
  3. Patuh (KBBI = suka menurut (perintah dan sebagainya); taat (pada perintah, aturan, dan sebagainya); berdisiplin)

Maria, Yusuf, para gembala di padang, orang-orang majus dari Timur, Simeon, Hana, semuanya punya ketiga hal di atas, dan dipilih Tuhan dalam rencana terbesar-Nya sepanjang sejarah. Bayangkan kalau mereka, tidak tulus, tinggi hati dan tidak patuh? Buyar semua apa yang Ia rencanakan bukan?

Ada banyak orang di zaman itu yang merindukan kelahiran Sang Mesias. Pemilik penginapan merindukan Mesias, tetapi dia terlalu sibuk sehingga melewatkan kesempatan menjadikan penginapannya jadi tempat lahir sang Mesias. Herodes juga merindukan Mesias, tetapi dia terlalu cinta takhtanya sehingga tidak ingin ada saingannya, bahkan kemudian memerintahkan untuk membunuh bayi-bayi yang berumur 2 tahun ke bawah, sungguh suatu perbuatan yang dikutuk Allah. Para pemimpin agama merindukan Mesias, tetapi mereka terlalu merasa benar sendiri sehingga walau telah menyebutkan nubuatan Nabi Mikha (Mikha 5:1 = Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.), tetapi meluputkan nubuatan ini karena mereka tinggi hati sebab orang-orang Majus non Yahudilah yang pertama-kali bertanya tentang hal itu.
Maka semua akhirnya gagal bertemu bayi Yesus yaitu Mesias yang telah dinanti-nantikan selama ini !

Saat ini, begitu banyak dari kita turut merindukan Mesias juga, padahal Yesus telah lahir, dan kita kenal baik dan hadir senantiasa melalui Roh Kudus dalam kehidupan kita, tetapi ternyata jauh dari kehidupan kita. Kita banyak kali kehilangan makna Natal yang sebenarnya dengan menjauh dari ketulusan, kerendahan hati dan kepatuhan, sehingga tersesat dalam natal Sinterklas & Santa Claus, pohon-pohon dan hiasan-hiasan natal, baju baru, pesta natal, lagu natal Santa dll.

Untuk itu, .... Mari, sebagaimana para gembala di padang dan para Majus, kita nyanyikan KJ 123 bait 3 dan 4 dengan sukacita penuh.

Kiranya kita jadi seperti gembala di padang, orang Majus, Simeon, Hana, bahkan Yusuf dan Maria, supaya dipakai Tuhan dalam kesaksian-Nya.

Kiranya, kita kembali berpegang pada berita natal di Luk 2:11 = Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Luk 2:14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya dan mengenakan Ketulusan menerima apapun di kehidupan kita dari Tuhan, kerendahan hati menjalankan ajaran-Nya dan kepatuhan kepada Firman Tuhan ........ Amin

Yoh 3:16 = Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Selamat Natal

ITT - Senin 12 Desember 2022




Thursday, December 8, 2022

Yesaya 9:1-6

Perikop LAI: Kelahiran Raja Damai (Yes 8:23-9:6)

9:1 (8:23) Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.
9:2 (9:1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
9:3 (9:2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.
9:4 (9:3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.
9:5 (9:4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.
9:6 (9:5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

PENGANTAR

Kitab ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan sebelum Masehi. Nabi Yesaya berasal dari keluarga bangsawan di Yerusalem. Ia lahir pada tahun 765 sebelum Masehi. Ia menjadi penasihat para raja di Kerajaan Yehuda. Nabi Yesaya dipanggil menjadi nabi pada tahun 740 sebelum Masehi dalam usia kurang lebih 25 tahun. Ia berkarya selama 40 tahun di antara bangsa Israel.

Kitab ini seluruhnya dapat dibagi dalam tiga bagian:

  1. Pasal 1--39 berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Allah. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Allah dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Allah akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan TUHAN. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan.
  2. Pasal 40--55 berasal dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Allah membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. Tema penting bagian ini ialah bahwa Allah itu TUHAN yang menguasai sejarah, dan bahwa Ia merencanakan untuk mengutus umat-Nya ke segala bangsa yang akan diberkati melalui Israel. Ayat-ayat tentang "Hamba TUHAN" merupakan salah satu bagian yang paling terkenal dari Perjanjian Lama.
  3. Pasal 56--66 sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Allah akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan; juga kepada cara merayakan hari Sabat, mempersembahkan kurban dan doa. Ayat-ayat penting ialah 61:1-2 yang dipakai Yesus untuk menyatakan panggilan-Nya ketika Ia memulai tugas-Nya di dunia.  

Isi Kitab Yesaya

  1. Peringatan dan janji 1:1--12:6 ===> Bagian bacaan ini
  2. Hukuman untuk bangsa-bangsa 13:1--23:18 
  3. Pengadilan Allah terhadap dunia 24:1--27:13 
  4. Peringatan lebih lanjut dan janji 28:1--35:10 
  5. Raja Hizkia dari Yehuda dan orang-orang Asyur 36:1--39:8 
  6. Pesan penuh janji dan harapan 40:1--55:13 
  7. Peringatan dan janji 56:1--66:24

Keunikan Kitab Yesaya adalah menyerupai suatu Alkitab bentuk kecil. Yesaya memiliki 66 pasal sementara Alkitab memiliki 66 Kitab. 39 pasal pertama dari Yesaya dapat disamakan dengan 39 kitab Perjanjian Lama yang secara lebih luas mengantisipasi kedatangan Mesias. 27 pasal terakhir dari Yesaya secara rapi serupa dengan 27 kitab dari Perjanjian Baru karena mereka berbicara tentang betapa besar Mesias dan KerajaanNya sebagai Hamba Tuhan. Pasal 1-39 berbicara tentang kebutuhan besar manusia akan keselamatan sementara pasal; 40-66 menyatakan ketentuan Allah tentang keselamatan dalam Mesias dan KerajaanNya.

URAIAN

Bacaan kita hari ini memuat salah satu nubuatan Nabi Yesaya tentang kedatangan Yesus yang pertama kali sebagai Mesias. Dinubuatkan bahwa Mesias akan lahir dari seorang perawan (Yes 7:14), bahwa nama dan identitas Mesias adalah Penasehat Ajaib, Allah Maha Kuasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai (Yes 9:6), bahwa Dia akan lahir dari suku Yehuda, keturunan Isai, (Rom 15:12), dan sebagai keturunan Daud akan duduk atas tahta Daud (Yes 9:7; 11:1, 10). Dinubuatkan bahwa pelayananNya akan membawa terang dan kesembuhan bagi daerah Galilea (Yes. 9:1-2), bahwa Dia akan penuh dengan Roh Allah (Yes 11), serta bahwa Dia akan menjadi seperti panji bagi bangsa-bangsa yang akan berhimpun kepadaNya dan akan menjadi Hakim yang memerintah dunia dengan kebenaran (Yes 11:4-5). 

Ini menempatkan bahwa betapa pentingnya dan sangat relevannya Kitab Yesaya bagi kita. Kitab ini membuka rahasia Injil bahwa segala bangsa akan menemukan keselamatan dalam Anak Daud, Mesias, yang akan membawa damai sejahtera.

Menyederhanakan uraian bacaan kita hari ini kita bagi dengan;

1. Kabar Sukacita Besar

Ayat 1 dan 2 menyiratkan kabar gembira bagi umat Israel yang tertindas (9:1 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 9:2 Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.)

Kita harus mundur ke awal Perikop kita hari ini, yaitu Yes 8:23 = Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.

Kesuraman untuk negeri yang terhimpit itu adalah negeri Galilea. Ayat ini berbicara tentang bagian utara negeri (kerajaan Israel). Dengan masa lampau yang malang dilawankan masa depan yang cerah dan jaya. Barangkali nabi berpikir kepada penyerbu oleh raja Tiglat Pileser di daerah Galilea pada th 732, bandingkan 2 Raj 15:29 =  Dalam zaman Pekah, raja Israel, datanglah Tiglat-Pileser, raja Asyur; direbutnyalah Iyon, Abel-Bet-Maakha, Yanoah, Kedesh dan Hazor, Gilead dan Galilea, seluruh tanah Naftali, lalu diangkutnyalah penduduknya ke Asyur ke dalam pembuangan.; waktu itu penduduk daerah itu diangkut ke pembuangan. Dalam nubuat yang berikut, Yes 9:1-6, nabi memberitahukan suatu "Hari TUHAN" yang akan membebaskan kaum buangan itu. Oleh karena Mesias benar-benar tampil di Galilea, maka nubuat ini sepenuh-penuhnya digenapi di Mat 4:13-16 = 4:13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, 4:14 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- 4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."

2. Dari kabar sukacita besar ini ada 3 sebab:

a. (9:3 Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.)
Bagaimana kekalahan Midian di tangan Gideon menunjukkan campur tangan Allah yang perkasa, yang dengan hanya 300 orang mengalahkan ratusan ribu bala tentara Midian.
b. (9:4 Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.)
Masih dalam konteks kekalahan Midian, ditunjukkan bahwa keperkasaan Midian lenyap di hadapan Allah melalui tangan Gideon

(untuk point a & b baca Hakim-hakim pasal 6 s/d 8 Perang Midian)

c. (9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.)
Sebab yang ke-3 ini, merupakan ucapan profetik nabi Yesaya, yang pasti ia sendiri tidak menyadarinya bahwa ucapan ini ditujukan sebagai kabar gembira bukan saja kepada Israel, tetapi untuk seluruh umat manusia. Dibandingkan sebab ke-1 dan ke-2 di atas yang menunjuk kepada Umat Israel sebelumnya, maka sebab ke-3 ini menunjuk masa depan Israel dan masa depan umat manusia di muka bumi ini.

Tentu saja ada pertanyaan: "kenapa dipakai istilah telah pada Yes 9:5, bukankah Anak itu belum lahir? Penjelasannya sederhana; konteks bacaan perikop ini harus kita baca dari Yes 8:23 (9:1), perhatikan ungkapan Kalau dahulu Tuhan .... dst maka di kemudian hari ... dst. Ini konteks ucapan profetik akan masa depan atau nubuatan yang akan terjadi. Memang kadang bentuk bahasa masa kini dan lalu digunakan dalam nubuat, untuk menyatakan bahwa hal tersebut pasti akan terjadi dan pasti dilakukan Tuhan.

3. Karunia Besar

Kelahiran putra (apalagi putra sulung) di masyarakat Israel, adalah suatu berkat besar, apalagi berkat besar itu disertai dengan nubuatan bahwa Lambang Pemerintahan ada di atas bahu-Nya, sudah tentu harus kita tangkap dan mengerti bukan secara lokal, tapi global, bahwa yang dimaksud Nabi Yesaya adalah kerajaan Allah, sehingga ia menyertakan 4 nama dahsyat untuk Sang Anak ini:

a. Penasihat Ajaib - Sebagai satu oknum dengan dua sifat yang berbeda – Allah dan Manusia – Dia akan benar-benar merupakan mujizat atau keajaiban dari TUHAN; dan sebagai oknum satu-satunya yang mempunyai Firman tentang hidup kekal. Dia akan menjadi Penasehat Ajaib yang tiada bandingannya. Dia yang melebihi segala kebijaksanaan dunia maupun manusia (bandingkan Yesaya 11:2 = Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;). Dalam rencana-rencanaNya, nasehat-nasehatNya tiada taranya di antara manusia.

b. Allah yang Perkasa - Mengacu ke Ulangan 10:17 =  Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap;, menunjuk kepada sifat Keilahian penuh kekuasaan dan perkasa, yang akan memperoleh kemenangan terakhir dalam sejarah.

c. Bapa yang Kekal - Gelar ini menyatakan bahwa, Dia bukan hanya sebagai Penguasa atas kekekalan, melainkan pencipta hidup kekal bagi orang-orang yang ditebus. Dan pemerintahan-Nya berdasarkan kasih seorang Bapa terhadap anak-anak-Nya (bandingkan Yesaya 22:21 = Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.). Maka Dia akan memerintah dan memelihara umat dengan kasih-setia-Nya yang kekal.

d. Raja Damai - Ini berarti keadaan hidup yang penuh damai sejahtera, yang utuh dan serasi (harmonis) dan lengkap. Hubungan-hubungan yang harmonis terhadap diri sendiri, sesama masyarakat, dan terhadap Tuhan. Ini merupakan klimaks yang ideal di bawah pemerintahan Raja Damai atau Raja Syalom yang menyeluruh (bandingkan Yesaya 2:4 = Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang - Yes 57:19 = Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat -- firman TUHAN -- Aku akan menyembuhkan dia! - Zakharia 9:10 = Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. - Lukas 2:14 = "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.").

Lukisan yang diberi nama Prince of Peace (Raja Damai). Dilukis oleh Akiane Kramarik ketika berusia 8 tahun, setelah ia mendapat visi tentang Tuhan Yesus. Lukisan yang sama kemudian diakui oleh Colton Burpo (4 tahun) bahwa itu gambar Tuhan Yesus, ketika ia mengalami pengalaman "mati" di meja operasi dan di bawa ke surga bertemu Tuhan Yesus. lihat situsnya di sini

APLIKASI

1. Nubuatan Kelahiran

Kelahiran bayi di zaman sekarang ini, sudah bisa diduga oleh dokter kandungan dan bahkan awam, bahkan sejak haid terakhir si calon ibu dapat dihitung untuk menentukan yang dinamakan HPL: Hari Perkiraan Lahir. Juga jenis kelaminnya dengan USG dapat segera ditemukan oleh si dokter. Tetapi dalam era modern kini sekalipun, belum pernah ada kelahiran yang telah disebutkan kurang lebih 700 tahun sebelumnya seperti di Nubuatan Nabi Yesaya ini. Bahkan kalau dikumpulkan ada ratusan nubuatan tentang kelahiran Yesus Kristus, yang tersebar di seluruh Alkitab

Kadang kita mengira kehadiran Yesus di dunia hanya kebetulan, tetapi bila kita bergaul akrab dengan Alkitab, kita menemukan fakta dan mulai meragukan kebetulan-kebetulan yang amat sangat banyak dan akhirnya kita akan sampai pada suatu kekaguman yang luar biasa akan karya penggenapan Tuhan atas umat-Nya. 

Ayat-ayat di Alkitab ditulis oleh nabi-nabi yang berbeda dan di zaman yang berbeda pula. Namun, mereka membicarakan satu hal yang sama - yaitu kedatangan Sang Juruselamat - sehingga kebetulan ini akhirnya akan terlihat sebagai sesuatu hal yang direncanakan dengan sangat matang, oleh Sang Kuasa, Bapa yang penuh Rahmat. Bahkan tempat lahirnya pun dinubuatkan oleh Nabi Mikha pada masa kurang lebih 700 tahunan sebelum Yesus dilahirkan (Mikha 5:2 (5:1) = Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.). Dahsyat!

2. Berita Kelahiran

Pernahkah kita menerima berita kelahiran? Semuanya punya satu kesamaan, berita tersebut disampaikan setelah anak lahir. Tapi bagaimana dengan Anak yang dimaksud di point 1 di atas? (Luk 1:31-33 = 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."). Berita kelahirannyapun disampaikan oleh Malaikat Gabriel yang ditugaskan (disuruh) Allah bahkan sebelum ada benih di dalam rahim sang Ibu! Pengumuman malaikat ini adalah kelanjutan ilahi dari nubuat kenabian tentang kelahiran Kristus dalam Yesaya 9:5. Inilah makna Natal yang sebenarnya. Kelahiran Yesus adalah kedatangan penguasa dunia! Dan ini adalah berita yang amat sangat dahsyat!

Sehingga bagi kita semua, makna bacaan hari ini adalah;

  1. Tuhan menyatakan kuasa-Nya dalam setiap jejak sejarah sejak penciptaan manusia.
  2. Nubuatan nabi-nabi Tuhan, tentang kelahiran Tuhan Yesus telah disampaikan dengan samar tapi jelas bagi kita yang awam.
  3. Berita kelahiran Tuhan Yesus adalah penggenapan seluruh nubuatan nabi-nabi Tuhan.
  4. Terang telah bersama kita, sukacita besar telah datang di antara kita.
  5. Kedatangan-Nya yang kedua, jadi kerinduan dan hal yang kita semua nanti-nantikan.

Kiranya terang-Nya bercahaya terus bersama kita sampai Ia datang kembali. ........ Amin

ITT - Jakarta, Kamis 8 Desember 2022


Thursday, December 1, 2022

Yeremia 31:1-9

Perikop LAI = Perjanjian Baru (Yer 31:1-40)

31:1 "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.
31:2 Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!
31:3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
31:4 Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.
31:5 Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
31:6 Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!
31:7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
31:8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!
31:9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

PENGANTAR

Kitab Yeremia memuat nubuatan, penglihatan, doa, kata-kata nasihat, dan catatan sejarah.  Tujuan dan tema kitab ini adalah peringatan karena dosa serta hukuman yang akan datang, disertai panggilan untuk kembali kepada Tuhan. Di dalam kitab ini kita juga membaca tentang kedatangan perjanjian baru (Yer. 31-33), yang mana bacaan kita adalah penggalan awal dari topik Perjanjian Baru ini. Dalam perjanjian baru itu, hukum-hukum Tuhan tidak akan ditulis di loh batu lagi, tetapi akan terukir di hati dan pikiran manusia.

Nabi Yeremia hidup antara bagian terakhir abad ketujuh dan bagian pertama abad keenam Sebelum Masehi. Lama sekali Yeremia bekerja sebagai nabi, dan selama waktu itu ia selalu memperingatkan umat Allah tentang bencana yang akan menimpa mereka karena mereka berdosa dan menyembah berhala. Nubuatan itu menjadi kenyataan pada masa Yeremia masih hidup: Nebukadnezar raja Babel merebut dan menghancurkan Yerusalem serta Rumah TUHAN yang ada di situ; raja Yehuda bersama rakyatnya diangkut ke Babel. Yeremia juga menubuatkan bahwa orang-orang itu akan kembali dari pembuangan dan keadaan bangsa Israel pulih kembali. 

Kitab Yeremia dapat dibagi dalam beberapa bagian seperti yang berikut ini:

  1.  Pesan dari TUHAN kepada bangsa Yehuda dan penguasa-penguasanya pada masa pemerintahan Yosia, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia.
  2. Petikan-petikan dari buku catatan Barukh sekretaris Yeremia, termasuk berbagai nubuatan dan peristiwa penting dalam kehidupan Yeremia.
  3. Pesan dari TUHAN tentang berbagai bangsa asing.
  4. Catatan pelengkap mengenai kisah jatuhnya Yerusalem dan pembuangan ke Babel. 

Nabi Yeremia adalah seorang yang berperasaan halus. Ia sangat cinta kepada bangsanya, dan sama sekali tidak suka menubuatkan hukuman ke atas mereka. Di dalam beberapa bagian dari bukunya ia berbicara dengan penuh perasaan tentang penderitaannya karena ia dipanggil oleh Allah untuk menjadi nabi. Perkataan TUHAN adalah seperti api di dalam hatinya; mau tidak mau ia harus menyampaikannya kepada bangsanya. 

Yang paling indah dalam buku ini ialah kata-kata TUHAN yang menunjuk kepada suatu masa yang akan datang. Pada masa itu akan ada suatu ikatan janji yang baru dengan Allah. Umat TUHAN akan mentaati janji itu tanpa ada guru yang mengingatkan mereka. Sebab janji itu akan tertulis di dalam hati mereka (Yer 31:31-34).

Yeremia adalah salah satu nabi yang masa pelayanannya cukup panjang. Dia hidup pada zaman 6 raja Yehuda, dan menyaksikan sendiri tiga kali penyerbuan Babel ke Yerusalem hingga kejatuhan kota itu tahun 589 SM. Setelah itu, walaupun tidak dibawa ke pembuangan ke Babel, dia dipaksa oleh orang-orang sebangsanya untuk mengungsi ke Mesir, meskipun ia memperingatkan mereka untuk tidak melakukannya karena melawan kehendak Allah.

  1. Raja Manasye 696 (695)-642 SM: Yeremia diperkirakan lahir sekitar 645 SM
  2. Raja Amon (raja Yehuda) 642–640 SM: Yeremia masih kanak-kanak
  3. Raja Yosia (640-609 SM): Yeremia 1-6; 14-16
  4. Raja Yoahas (609 SM selama tiga bulan):
  5. Raja Yoyakim (609-598 SM): Yeremia 17; 7-11; 26; 35; 22:1-19; 25; 18-20; 36:1-4; 45; 36:5-32; 12.
  6. Raja Yoyakhin (598-597 SM): Yeremia 22:20-30; 13; 23.
  7. Raja Zedekia (597-586 SM): Yeremia 24; 29-31; 46-51; 27; 28; 21; 34; 32; 33; 37-39.
  8. Setelah kejatuhan Yerusalem: Yeremia 40-44; 52.
  9. Yeremia dipaksa ke Mesir: diperkirakan meninggal sekitar tahun 580 SM

URAIAN & APLIKASI

Membaca Kitab Yeremia, temanya hampir sama dengan Kitab Ratapan, yang memang ditulis juga oleh Nabi Yeremia sendiri. Kelihatannya ia adalah nabi yang spesialis membawa kabar buruk dan meratap;

  1. Yeremia memperingatkan Yehuda pasal 2-35
  2. Yeremia berbicara tentang kekeringan besar di pasal 14-15
  3. Yeremia mengutuk Raja, Nabi, dan Rakyat di pasal 21-24
  4. Meramal Pengasingan ke Babilonia di pasal 25-29
  5. Mengingatkan kejatuhan Yerusalem dan akibatnya di pasal 39-45
  6. Penghakiman atas Bangsa di pasal 46-51
  7. Dan ditutup dengan kenyataan kejatuhan Yerusalem di pasal 52

Tetapi dari sekian banyak kabar buruk bagi Israel yang memurkakan hati Tuhan, ada juga Kabar Baik yang dinyatakan sang nabi bagi umat Tuhan. Dalam bacaan kita hari ini kita akan bahas kabar baik itu yang ada dalam penggalan kabar baik di sepanjang Yeremia pasal 30 s/d pasal 31, yang dapat disebut sebagai pasal-pasal penghiburan.

Perikop kita sekarang (Yer 31:1-9) dibuka dengan TUHAN meyakinkan semua keluarga Israel bahwa Dia tidak akan berhenti menjadi Tuhan mereka, dan mereka adalah umat-Nya (Yer 31:1 = "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.). Dalam ayat 2, TUHAN berbicara tentang orang-orang yang tertinggal dari pedang “mendapatkan kasih karunia di padang belantara.” Ini tidak diragukan lagi menggemakan eksodus Israel keluar dari Mesir, tetapi juga ditujukan kepada sisa orang-orang yang lolos dari pedang pada zaman Yeremia sendiri (Yer 31:2 = Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!).

Ayat 3 menggambarkan suatu pernyataan tegas akan Kasih yang Kekal dari sang Bapa yang secara terus menerus memanggil Umat-Nya kepada Kasih-Nya - bukan karena kebaikan dan kepatuhan mereka - Tapi karena Kasih Karunia-Nya belaka (Yer 31:3 = Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.). Ini juga menegaskan bahwa Israel milik Allah, sebagaimana kitapun milik-Nya, sehingga dengan konsisten Allah mengajar umat-Nya. (Amsal 3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. - Ibrani 12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.")

Yeremia kemudian menubuatkan waktu pembangunan kembali untuk seluruh Israel, menyebutkan pegunungan hasil anggur yang baik di Samaria dan berbicara tentang suatu hari ketika para penjaga Efraim akan mendorong orang-orang mereka untuk naik ke Sion, (Sion ada dalam pengertian Ibadah) - (Yeremia 31:4-6 = 4 Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. 5 Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. 6 Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!). Perhatikan bahwa penyatuan kembali kerajaan yang terpecah ini telah diantisipasi oleh nabi-nabi lain (Nabi Yehezkiel di Yeh 37:15-28, perikop LAI = Kerajaan Yehuda dan Israel dipersatukan kembali).  
Demikian juga dalah hal penyembahan yang benar telah digenapi (Yoh 4:23 = Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.)

Bacaan ditutup dengan seruan bersorak-sorai -  dalam penyataan kasih setia Tuhan ini, umat diajak untuk bersukacita sementara mereka berada dalam penderitaan di pembuangan. (Yer 31:7-9 = 7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! 8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! 9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.)

Tetapi pertanyaannya adalah; bagaimana bisa bersukacita di tengah penderitaan & pembuangan? Jawabannya adalah Pertobatan. Pertobatan menghasilkan buah kesedihan dan dukacita, akhirnya kesedihan dan dukacita melahirkan penghiburan (Mat 3:8 = Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. - Mat 5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur)

Dan penghiburan itu menghasilkan Perjanjian Baru, yang dalam konteks kitab nabi Yeremia ini, telah mendapatkan nubuatan dan pesan profetik tentang sesuatu yang akan terjadi 580-an tahun setelah Yeremia, bahwa Allah akan membuat perjanjian Baru dengan Umat-NYA dengan kelahiran Yesus Kristus dan masa sekarang, kita umat-Nya menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali........ Amin.

ITT - Jakarta, Kamis 1 Desember 2022

Thursday, November 24, 2022

2 Yohanes 1:1-8

Perikop LAI: Salam (2 Yoh 1:1-3) - Tetaplah di dalam Ajaran Kristus (2 Yoh 1:4-11)

1:1 Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,
1:2 oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.
1:3 Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
1:4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.
1:5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu -- bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya -- supaya kita saling mengasihi.
1:6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.
1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
1:8 Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.

PENGANTAR

Surat Yohanes yang kedua  ini ditulis oleh "pemimpin jemaat" kepada "Ibu yang  dipilih oleh Allah" dan kepada anak-anaknya yang dicintai. Mungkin yang dimaksud dengan "Ibu dan anak-anaknya" ialah  sebuah jemaat dan anggota-anggotanya. Dalam suratnya yang pendek ini, penulis surat ini meminta dua hal kepada pembacanya. Pertama, supaya mereka mengasihi satu sama lain. Kedua, supaya mereka waspada terhadap guru-guru palsu dan ajaran-ajaran guru-guru itu.  

Isi 2 Yohanes

  1.   Pendahuluan 1-3
  2.   Pentingnya kasih 4-6 
  3.   Peringatan terhadap ajaran-ajaran yang salah 7-11 
  4.   Penutup 12-13  

URAIAN

1. Hidup dalam Kebenaran

Dalam 2 Yohanes 1:4, dikatakan: “Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.”

Melalui ayat ini, kita menlihat bahwa Rasul Yohanes memberikan pujian kepada ibu yang membuat dirinya sangat bersukacita. Ia mengatakan bahwa ibu yang terpilih dan anak-anaknya hidup dalam kebenaran. Mereka hidup benar sesuai dengan perintah yang telah diterima dari Allah Bapa. Sungguh. Rasul Yohanes sangat menghormati dan menghargai ibu yang berhasil membawa anak-anak mengikuti jejak ibunya yang takut akan Tuhan. Rasul Yohanes sangat bersukacita karena melihat ibu yang terpilih itu dapat mendidik, mengajar, menasihati anak-anak untuk beribadah, berdoa, mengucap syukur, memuji, menyembah, memuliakan, memberi persembahan dan melayani Firman-Nya dengan penuh rasa takut akan Tuhan.

Sudahkah kita hidup dalam kebenaran?

2.  Hidup saling Mengasihi

Dengan sangat hormat Rasul Yohanes meminta kepada ibu yang terpilih supaya saling mengasihi. Permintaan untuk saling mengasihi kepada ibu tersebut, menurut Rasul Yohanes, bukanlah merupakan suatu perintah baru. Perintah saling mengasihi itu, sesungguhnya merupakan perintah Allah dari mulanya.

Beginilah bunyi Firman Tuhan dalam Surat 2 Yohanes 1:5: “Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu — bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya — supaya kita saling mengasihi.”

Rasul Yohanes yang juga penulis Kitab Injil Yohanes merekam Firman Tuhan dalam Kitab Injil Yohanes 13:34 = “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Ia juga merekam Firman-Nya dalam Kitab Injil Yohanes 15:12 = “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”

Ya, memang benar! Saling mengasihi bukanlah suatu perintah baru dari Rasul Yohanes. Melainkan merupakan perintah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk saling mengasihi, karena Dia sudah lebih dulu mengasihi kita.

Sudahkah kita sebagai Jemaat Tuhan hidup taat sesuai perintah Yesus Kristus dalam saling mengasihi?

3. Hidup di dalam Kasih

Sejatinya, di dunia ini tidak ada hidup dan kehidupan yang lebih indah dan bahagia daripada hidup di dalam kasih. Hidup di dalam kasih adalah melebihi segalanya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang merindukan hidup dalam dendam, dengki, iri hati, perdebatan, perbantahan, perselisihan, pertengkaran dan permusuhan.

Dikatakan dalam 2 Yohanes 1:6 = “Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.” Melalui ayat ini, Rasul Yohanes menekankan bahwa kasih itu adalah harus hidup menurut perintah-Nya. Dan secara tersirat, perintah itu adalah bahwa kita harus hidup tekun hidup dalam Kasih.

Sudahkah kita melakukan perintah-Nya dan hidup dalam Kasih?

4. Penyesat dan antikristus

Sejak dua ribu tahun yang lalu, para penyesat dan antikristus sudah berupaya menolak dan menentang ajaran Tuhan. Mereka tidak suka apabila banyak orang yang datang dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Mesias, Penebus dan Juru Selamat manusia berdosa, termasuk kita dan semua orang yang percaya kepada-Nya.

2 Yohanes 1:7 = “Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.”

Oleh sebab itu, Rasul Yohanes menasihati ibu yang terpilih dan anak-anaknya supaya waspada. Supaya mereka mereka tidak kehilangan kasih setia dan kasih karunia-Nya. Supaya mereka tidak kehilangan Injil Tuhan yang membawa sukacita dan damai sejahtera. Tetapi sebaliknya, mereka akan memperoleh upah besar. 2 Yohanes 1:8: “Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.”

Mampukah kita mengenal dan menolak serta waspada terhadap si penyesat dan antikristus?

APLIKASI

Mari kita akhiri bacaan kita hari ini, dengan membaca tuntas serta membaca bersama secara perlahan untuk mendapatkan simpulan seluruh Kitab 2 Yohanes;

2 Yoh 1:9-13

1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
1:11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
1:12 Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita.
1:13 Salam kepada kamu dari anak-anak saudaramu yang terpilih.

Dari bacaan di seluruh kitab 2 Yohanes ini kita mendapatkan benang merah tanpa keraguan, bahwa penulis kitab ini walaupun tidak menyebutkan nama adalah Rasul Yohanes, dan bahwa Yohanes yang sama ini, telah mengangkatnya dalam tema-tema Injilnya, yaitu di;

1. Tema Kebenaran: Yohanes 14:6 = Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

2. Tema Kasih: Yohanes 3:16 = Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

3. Tema Kasih yang menuntun kepada ketaatan: Yohanes 15:9-17 = 9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.

........ Amin

ITT - Jakarta, Kamis 24 November 2022

Monday, November 21, 2022

Galatia 5:1-5

Perikop LAI : Kemerdekaan Kristen (Gal 5:1-15)

5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
5:3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.
5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.
5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

PENGANTAR

Surat Galatia ditulis oleh Paulus. Ini salah satu surat Paulus yang pertama, di dalam pelayanan misinya yang pertama, yaitu sekitar tahun 48-an, masih pada masa ‘Gereja mula-mula’. Jemaat Galatia sendiri adalah jemaat yang didirikan oleh Paulus. Kurang lebih 1-2 tahun sebelumnya, Paulus pergi ke Galatia menginjili dan banyak orang bertobat, kemudian dia tinggalkan untuk pergi ke tempat lain lagi; dan sekarang, mendengar kabar di sana, barulah Paulus menulis surat ini.

Posisi Galatia adalah di sebelah selatan Turki yang sekarang. Pada saat itu, kota Galatia ada di bawah kekuasaan kerajaan Romawi yang menguasai dunia waktu itu, dengan kaisarnya Kaisar Cladius. Penduduk Galatia sendiri beragam/heterogen dari berbagai macam orang, dan secara penyembahan juga banyak dewa-dewanya. Penduduk setempat memiliki dewanya sendiri, para pendatang juga membawa dewa-dewa mereka sendiri untuk disembah, bahkan ada juga yang menyembah Kaisar Claudius sebagai dewanya karena dia membawa euangelion/kabar keselamatan untuk mereka. Orang-orang Yahudi diaspora juga ada yang tinggal di sana, jumlahnya cukup banyak meski tetap saja minoritas, dan secara khusus mereka tetap dengan keyahudiannya.  Mereka mendirikan sinagoge untuk beribadah yang letaknya selalu di pinggiran, karena mereka tidak diperhitungkan sebagai orang-orang istimewa. Di dalam konteks inilah Paulus melayani. Dimulai dengan menginjili orang-orang Yahudi terlebih dahulu, sampai akhirnya Injil masuk juga kepada gentiles dan banyak dari antara mereka yang bertobat, sehingga orang-orang Kristen di sana bukan cuma terdiri dari orang Yahudi tapi juga orang Yunani. 

Tadinya orang-orang di situ mengenal suku Yahudi dengan keagamaan Yahudi-nya, lalu sekarang ada satu orang bernama Paulus yang datang membawa euangelion versi lain. Di dalam kabar baik yang dibawanya itu, dia membawa sebuah proyek yang digadang-gadangnya. Proyek apakah yang diberitakan oleh Paulus? Satu istilah yang berkali-kali muncul di dalam surat Paulus, seperti juga di dalam surat Efesus dan surat Roma, istilah yang sama juga muncul di surat Galatia, dan inilah pola yang selalu dipakai Paulus di dalam motif penginjilannya, yaitu dia membawa proyek ‘pembangunan’. Proyek pembangunan apa? Bukan pembangunan dengan tembok dan batu, melainkan satu proyek yang boleh dikata sangat provokatif terhadap kerajaan Romawi, yaitu membangun Kerajaan Allah, bukan dengan batu seperti benteng-benteng besar, tapi membangun Kerajaan Allah dengan manusia. Inilah proyek yang ditawarkan Paulus; dan di dalam beritanya, Paulus mengatakan bahwa hanya ada satu Tuhan.

Dalam konteks zaman itu, mereka tahunya satu Tuhan dalam pengertian monoteis yang hanya ada pada orang Yahudi, sementara sekarang Paulus memberitakan hanya ada satu Tuhan juga, tapi berbeda. Apa yang jadi perbedaan? Yaitu bahwa Tuhan yang dikatakan oleh Paulus, adalah Tuhan dari seluruh alam semesta, Pencipta alam semesta yang berencana dan berdaulat atas seluruh dunia; dan yang paling indah, yang jadi kontras dengan agama Yahudi, bahwa rencana kekal Tuhan atas dunia ini digenapi dengan kedatangan Yesus Kristus, Dia adalah Raja di atas segala raja.

Setelah Kabar Baik tentang Yesus mulai diberitakan dan diterima di antara orang-orang bukan Yahudi, timbullah pertanyaan apakah untuk menjadi seorang Kristen yang sejati orang harus mentaati hukum agama Yahudi. Paulus mengemukakan bahwa hal; tidak perlu -- bahwa sesungguhnya satu-satunya dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah percaya kepada Kristus. Dengan kepercayaan itu hubungan manusia dengan Allah menjadi baik kembali. Tetapi orang-orang yang menentang Paulus telah datang ke jemaat-jemaat di Galatia, yaitu sebuah provinsi Roma di Asia Kecil. Mereka berpendapat bahwa untuk berbaik kembali dengan Allah, orang harus melaksanakan hukum agama Yahudi. 

Surat Paulus Kepada Jemaat-jemaat di Galatia  ini ditulis untuk menolong orang-orang yang telah disesatkan oleh ajaran-ajaran salah itu, supaya mereka kembali taat kepada  ajaran yang benar. Paulus mulai dengan mengatakan bahwa ia berhak  disebut rasul Yesus Kristus. Dengan tegas Paulus mengatakan bahwa  panggilannya untuk menjadi rasul berasal dari Allah, bukan dari  manusia. Juga bahwa tugasnya ditujukan terutama sekali kepada  orang bukan Yahudi (Pasal 1-2). Setelah itu Paulus membentangkan pendiriannya bahwa hubungan manusia dengan Allah menjadi baik  kembali hanya melalui percaya kepada Allah (Pasal 3-4). Di dalam pasal-pasal terakhir buku ini (Pasal 5-6), Paulus menunjukkan bahwa cinta kasih yang timbul pada diri orang Kristen karena ia percaya  kepada Kristus, akan dengan sendirinya menyebabkan orang itu  melakukan perbuatan-perbuatan Kristen.  

Isi Kitab Galatia

  1.   Pendahuluan 1:1-10 
  2.   Hak Paulus sebagai rasul 1:11--2:21 
  3.   Kabar Baik tentang rahmat Allah 3:1--4:31 
  4.   Kebebasan dan kewajiban orang Kristen 5:1--6:10 ==> Bagian bacaan ini
  5.   Penutup 6:11-18 

ILUSTRASI

Penulis memakai pendekatan ilustrasi untuk menguraikan pola pikir Rasul Paulus supaya lebih mudah sedikit kita cerna.

Sewaktu bermain dengan putri kami yang berusia 7 tahun, terkadang untuk menghentikan ia bermain dengan sekeranjang mainannya memerlukan usaha yang cukup alot. Apalagi kalau kalimat; "Anne, sudah waktunya berhenti bermain, kumpulkan mainannya di keranjang mainannya ya"

Sebagai ayahnya, saya punya 2 pilihan untuk si Anne kecil,

  1. "Anne, masukkan sekarang juga mainannya atau Anne akan kena hukum dari Papi", atau
  2. "Anne, ayo masukkan mainannya bersama Papi ya"

Kalau pilihan pertama kami terapkan, tetap saja si Anne kecil akan mengumpulkan mainannya sesegera mungkin, tapi dengan kening berkerut dan bibir yang cemberut serta wajah kesal, karena ia merasa seperti diperintah dengan ancaman. Sedangkan pilihan kedua, akan lebih menyenangkan, karena ia merasa bebas dan senang karena toh masih dibantu Papinya. Tentu saja si Anne kecil tahu, bahwa kalau tidak mengumpulkan mainannya, ia akan dihukum, tetapi pilihan kedua masih cukup menyenangkan, karena Papinya ada dan turut serta membantu dia.

Demikian pula ada pilihan bagi saya ayahnya;

  1. Saya dapat membuatnya sendiri melaksanakan perintah dan mengancam bahwa hukuman akan saya jatuhkan,
  2. Atau saya bisa turun membantunya dan mengubah suasananya menjadi lebih menyenangkan.

Menarik, karena cara pertama akan menghasilkan anak-anak perbudakan, cara kedua akan melahirkan anak-anak kebebasan (Galatia 4:21-31 dalam Perikop LAI: Hagar dan Sara), yang kuncinya adalah kemerdekaan, dimana Tuhan Allah turun untuk membantu kita melakukan apa yang Dia minta dan apakah kita hidup oleh iman dalam karya kasih karunia itu.

URAIAN & APLIKASI

Dari Ilustrasi di atas, kita akan beroleh gambaran bacaan hari ini dari ayat 1 sampai kesimpulannya di ayat 5. Gambaran itu meliputi;

1. Bahwa kemerdekaan manusia itu sangat penting di mata Tuhan.

Teks ini dimulai dengan pernyataan yang jelas dan menyegarkan tentang kehendak Kristus bagi hidup kita (5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.) KBBI, Kuk = kuk1 n kayu lengkung yang dipasang di tengkuk kerbau (lembu) untuk menarik bajak (pedati dan sebagainya). Dari sini kita dapat menyimpulkan jelas, bahwa kemerdekaan dari perhambaan ini adalah sesuatu yang sangat sangat penting bagi Tuhan untuk kita. Untuk ini Kristus datang, disalibkan, mati dan meninggalkan Roh Kudus bagi kita, sehingga bukan lagi teori dan hukuman, tapi praktek nyata kasih dinyatakan bagi manusia.

2. Bahwa kemerdekaan itu, sama sekali bukan mengabaikan Hukum Taurat.

Kalau pada Gal 5:2 dst, Rasul Paulus menegur orang Kristen yang mau kembali kepada hukum sunat sebagai syarat keselamatan, bukan melalui anugerah dengan iman kepada Kristus maka sebaliknya Paulus pada Galatia 5:13 =  Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. (Perhatikan bahwa bacaan masih dalam perikop yang sama) - maka kita jangan terjebak pada pendapat bahwa kita boleh mengabaikan Hukum Taurat. Kalau membaca sekilas dan sepotong saja tanpa memahami secara menyeluruh, maka banyak orang yang berpikir kalau kita bebas dari hukum berarti tidak lagi bertanggung jawab mentaati perintah-perintah moral dari Allah. Kalau begitu apakah arti merdeka dari hukum Taurat? 

a. Artinya adalah: "merdeka atau bebas dari berusaha untuk mendapatkan keselamatan melalui hanya melakukan hukum Taurat.". 
b. Artinya adalah: "merdeka dari berusaha  untuk berusaha mempertahankan standar kekudusan Allah tanpa pertolongan Tuhan.

Masih bingung? Kita kembali ke Ilustrasi si Anne kecil tadi, bahwa ia tetap melakukan perintah, hanya kali ini dengan kemerdekaan penuh dan dengan pertolongan ayah-nya. Dengan kata lain, kita tetap tunduk pada perintah Allah, bukan hanya dengan melaksanakan hukum-hukum-Nya, tapi dengan kemerdekaan penuh oleh pertolongan-Nya sendiri.

Peringatan: Berhati-hati terhadap ajaran bahwa kita tidak lagi perlu Hukum Taurat. Mari bandingkan dengan perkataan Tuhan Yesus di Matius 5:17-19 = 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Khusus untuk topik apakah hukum Taurat masih berlaku bagi orang Kristen akan kita bahas dalam tulisan di lain kesempatan. 

3. Bahwa Kemerdekaan Bergantung pada Kasih Karunia.

Sekarang Gal 5:4 = Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia., memperingatkan kita untuk berdiri teguh dalam kebebasan dan tidak tunduk pada kuk perbudakan. Jadi, apa yang diajarkan ayat ini adalah bahwa pengalaman kebebasan/kemerdekaan, termasuk kebebasan/kemerdekaan hidup yang kekal, hanya dapat dinikmati jika kita bergantung pada Kasih Karunia Kristus. Perbudakan adalah apa yang terjadi ketika kita jatuh dari kuasa kasih karunia. Kunci kebebasan/kemerdekaan adalah tetap bergantung pada kasih karunia ini, yaitu apa yang diajarkan Tuhan Yesus dalam kasih adalah upaya penyelamatan dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita. Kita bebas ketika Tuhan dengan bebas datang untuk membantu kita dan kita dengan sukacita mempercayai bantuan-Nya.

4. Bahwa Bagaimana Pengikut Kristus menunggu akhir zaman..

Gal 5:5 = Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. Itulah gambaran Rasul Paulus bagi kita orang percaya yang menyongsong akhir zaman. Jadi meskipun ada keyakinan penuh bahwa kita sudah dibenarkan oleh iman di dalam Kristus dan mengenakan kebenaran-Nya (Roma 5:1 = Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.; 1 Korintus 1:30 = Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.), penghakiman terakhir ada di hadapan kita di mana keputusan akhir akan terungkap. Inilah harapan yang kita tunggu dan dambakan. Tapi bukankah begitu pula dengan kaum Yahudi? Pertanyaannya adalah bagaimana kita menantikan kebenaran: sebagai orang merdeka yang bebas atau sebagai budak?

........ Amin

ITT - Jakarta, Senin 21 November 2022 

Monday, November 14, 2022

2 Petrus 2:1-22

Perikop LAI: Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu (2 Pet 2:1-22)

2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
2:2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.
2:3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.
2:4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;
2:5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;
2:6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,
2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa --
2:9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,
2:10 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan,
2:11 padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah.
2:12 Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,
2:13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.
2:14 Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!
2:15 Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
2:16 Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.
2:17 Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.
2:18 Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan.
2:19 Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.
2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
2:21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Paralel, baca Yudas 1 secara keseluruhan.

PENDAHULUAN

Surat Petrus Yang Kedua  ini ditujukan kepada seluruh umat Kristen yang mula-mula. Surat ini ditulis terutama untuk menentang pekerjaan guru-guru  yang mengajarkan hal-hal yang salah, dan juga untuk memberantas perbuatan-perbuatan tak patut yang dihasilkan oleh ajaran guru-guru itu. Supaya tidak dipengaruhi oleh ajaran-ajaran itu, orang Kristen harus berpegang kepada ajaran yang benar tentang Allah dan tentang Yesus Kristus -- yaitu ajaran yang disampaikan  oleh orang-orang yang telah menyaksikan dan mendengar sendiri Yesus mengajar. 

Yang terutama dirisaukan dalam surat ini ialah orang-orang yang mengajar bahwa Kristus tidak akan datang lagi untuk kedua kalinya. Surat ini menerangkan bahwa kedatangan Kristus itu nampaknya lambat karena Allah "tidak mau seorang pun binasa. Ia ingin supaya semua orang bertobat dari dosa-dosanya".  

Isi 

1. Pendahuluan 1:1-2
2. Panggilan Allah kepada orang Kristen 1:3-21 
3. Guru-guru palsu 2:1-22 ==> Bagian bacaan ini
4. Kedatangan Kristus untuk kedua kali 3:1-18

Pembagian lebih praktis lagi, dapat kita bedah Kitab 2 Petrus ini dalam 3 bagian;

2 Petrus 1 Keselamatan Orang Kristen
2 Petrus 2 Musuh Orang Kristen
2 Petrus 3 Nubuat Besar bagi Orang Kristen

ILUSTRASI

Di zaman internet ini, hampir setiap hari kita mengandalkan berita dan informasi dari internet. Biasanya kita mengikuti berita dan informasi itu dari kantor berita nasional terpercaya, maupun tokok-tokoh terkenal yang kita sukai, bahkan akun anonim tanpa nama yang sejalan dengan pikiran kita, kita jadikan sumber informasi dan sumber alur berpikir kita.

Dari pengalaman penulis dalam menggunakan internet di hampir sepanjang karir pekerjaan penulis, terkadang ditemui beberapa penggiringan opini yang membuat si pembaca, secara perlahan tapi pasti dan tersistem (sistemik), mengikuti kehendak pemilik berita dan bukan lagi kebenaran. Ada juga dan banyak, berita-berita hoax bertebaran di luar sana di jaringan internet yang sangat sangat luas. Biasanya si penggiring opini, akan memuat berita, informasi dan opini yang sesuai kenyataan, sehingga pembaca, penonton atau pendengarnya semakin yakin, dan setelah dipercaya, ybs akan mulai memasukkan opini yang menggiring kita untuk mengikuti pola pikir dan maksudnya.

Lalu bagaimana kalau isi berita, informasi dan opini tersebut menyangkut agama, menyangkut pengajaran dan kekristenan? Bagaimana kalau tokoh-tokoh penggiring opini ini seperti guru-guru palsu di bacaan kita hari ini?

URAIAN

1. Mengenal Bahaya guru-guru palsu

Rasul Petrus menulis surat ini untuk jemaat Tuhan Yesus Ada 3 (tiga) kali penyebutan guru-guru palsu dalam bacaan kita kali ini, yaitu ayat 1, 3 dan 17. Ayat 1 menyebutkan bahwa guru-guru palsu ini disamakan dengan nabi-nabi palsu. Jadi perlu kesepahaman, bahwa guru-guru palsu yang dimaksud ini adalah berasal dari kaum yang sama yaitu, kaum pengikut Kristus. Perhatikan kata "Penguasa" di ayat 1 yang ternyata mewakili makna Tuhan Yesus sendiri. Sehingga bila guru-guru palsu tersebut mengajarkan doktrin yang sama tapi yang diselewengkan, jauh lebih berbahaya bila mereka jelas-jelas menuhankan tuhan yang berbeda dengan Tuhan Yesus. Ya, sama-sama memuji Tuhan Yesus, tapi dengan tujuan berbeda seperti ayat 3 dan 17 maksudkan dalam bacaan kita hari ini. Ada dalam persekutuan jemaat dan gereja - bahkan mengajar sebagai guru - tapi berperilaku jauh berbeda dengan yang seharusnya pengikut-pengikut Kristus.

2. Mengenal Cara Hidup guru-guru Palsu

Tuhan Yesus berkata dalam Injil Matius 7:15-20 = 7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Juga di dalam Injil Lukas 6:44 = Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.

Jadi jelas, bahwa dari cara hidup mereka yang diuraikan Rasul Petrus sepanjang bacaan ini;

- Menyangkal Tuhan Yesus dalam perbuatannya.
- Hidup dikuasai hawa nafsu.
- Serakah dalam mencari untung dengan cerita-cerita isapan jempol.
- Berani dan angkuh menghujat kemuliaan Allah.
- Berfoya-foya.
- Penuh nafsu zinah.
- Congkak dan hampa.
- Berhawa nafsu cabul.
- Menjanjikan kepalsuan. 

..... mereka sama sekali bukan pengikut Kristus.

3. Menghindari guru-guru palsu

Dengan mengenal bahaya serta mengenal cara hidup guru-guru palsu ini, maka timbul pertanyaan di benak kita; bagaimana cara menghindari atau bahkan melawan mereka?

Rasul Petrus dengan jeli di ayat 22 - mengambil peribahasa dari Amsal 26:11  = Seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya - untuk menunjukkan betapa berbahayanya mereka serta supaya kita terhindar dari mereka. Dengan menyetarakan guru-guru palsu ini dengan kebebalan dan kefasikan, secara tegas Rasul Petrus yang adalah murid langsung Yesus Kristus mengemukakan seluruh keberatannya atas peri laku dan peri sikap guru-guru palsu ini.

Tegasnya, di ayat 1 sudah diuraikan mau jadi apa guru-guru palsu ini, yaitu; dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Sehingga kita sebagai jemaat, wajib menghindari mereka dengan jalan mengetahui ajaran Yesus Kristus secara sangat serius dan berulang-ulang dengan membaca Firman-Nya dengan setia.

APLIKASI

Dalam bacaan kita hari ini, terlihat hawa amarah Rasul Petrus yang memang mempunyai pribadi yang berapi-api. Apalagi kita harus kembali mengingat siapa Petrus ini, yang dipilih Tuhan Yesus untuk memimpin jemaat-Nya dalam Injil Matius (Mat 16:18-19 = 16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.). Amarah ini ia tumpahkan kepada guru-guru palsu yang sudah bertobat dan memperoleh pengampunan Tuhan, tetapi dalam pengajarannya malah berontak dan meninggalkan Tuhan serta hanya menguntungkan diri mereka sendiri. Rasul Petrus menyimpulkan 3 hal ini: takdir mereka adalah KEHANCURAN, tindakan mereka BURUK, dan kata-kata mereka PENIPUAN, dan mereka-mereka ini adalah golongan yang dilepaskan oleh Petrus di dunia ini.

Tegas dan jelasnya amanat Rasul Petrus ini wajib kita selami dengan beberapa hal;

1. Untuk mengetahui guru-guru palsu, kita wajib mengetahui ajaran-ajaran yang benar. Ajaran ini ada di Alkitab, pelajari dan selamilah, pasti kita peka terhadap penyimpangan ajaran. (1 Yoh 4:1=Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.).

2. Janganlah memberi kesempatan sedikit pun untuk hadirnya ajaran sesat di kalangan warga jemaat. Kalau kita mencintai kebenaran, maka kita harus membenci kejahatan. Tetapi kebenaran dalam Kristus mengajarkan kasih untuk dikenakan kepada sesama, bahkan yang terlibat kejahatan itu. Hindari dengan tegas (2 Yoh 1:10-11 = 1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. 1:11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.), tetapi penuh kasih (Galatia 6:1 = "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.").

3. Ilustrasi yang Rasul Petrus berikan untuk menggambarkan bagaimana Allah menghukum guru-guru palsu adalah peristiwa-peristiwa sejarah yang nyata dan ini menjadi peringatan akan murka Allah atas ketidaktaatan. Keselamatan, dan bukannya penghukuman, menanti bagi kita semua yang menaruh kepercayaan hanya kepada Tuhan, dan bukan kepada guru-guru palsu. (Ibrani 10:26-27 = 10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. 10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.).

........ Amin

ITT, Jakarta Senin 14 November 2022