Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan Sendiri
Showing posts with label Yeremia. Show all posts
Showing posts with label Yeremia. Show all posts

Friday, May 22, 2026

Mahkota Kelembutan: Rahasia Kekuatan Anne Menyongsong Masa Depan

​​Halo, Anne yang dikasihi Tuhan


​Selamat ulang tahun yang ke-11! Tahukah Anne bahwa angka 11 adalah angka yang unik? Angka itu membentuk tiang pintu dan saat ini, Anne sedang berdiri di ambang pintu masa remaja yang seru. Di usiamu yang baru, mungkin Anne akan menemui banyak hal baru: pelajaran yang lebih menantang, perbedaan pendapat dengan teman, nasihat orang tua yang semakin mendalam, hingga situasi yang menguji kesabaranmu.


​Sering kali dunia memberi tahu kita bahwa untuk menjadi kuat, kita harus keras atau pemarah. Namun, Tuhan Yesus mengajarkan sesuatu yang jauh lebih hebat: kelembutan hati adalah kekuatan yang sesungguhnya.


​Kelembutan: Kekuatan Rahasia yang Tak Terkalahkan

​

Bayangkan sebuah api yang besar. Jika Anne menyiramnya dengan bensin (kemarahan), apinya akan semakin berkobar. Namun, jika Anne menyiramnya dengan air (kelembutan), api itu akan padam. Begitulah cara kerja kasih.
​

Saat seseorang marah kepadamu atau saat keadaan membuatmu kesal, pilihlah untuk merespons dengan tenang. Kelembutanmu bukan berarti Anne lemah atau kalah; justru itu adalah bukti bahwa Anne memiliki hati yang sangat kuat karena mampu meredam amarah dan mengendalikan diri.
​

Amsal 15:1 – "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah."


​Melangkah ke Depan Tanpa Rasa Khawatir


​Dengan kekuatan lembut itu, Anne bisa melangkah menyongsong masa depan tanpa perlu merasa khawatir. Masa depan mungkin terlihat penuh teka-teki. Kadang muncul pertanyaan di hati, "Bagaimana kalau aku gagal?" atau "Bagaimana kalau jalannya sulit?"
​

Ingatlah janji Tuhan ini: Ia sudah berjalan di depanmu. Ia tidak hanya memberikan masa depan, tetapi Ia memberikan masa depan yang penuh harapan. Tantangan yang akan Anne hadapi di usia 11 tahun ini adalah cara Tuhan untuk membentukmu menjadi "permata" yang semakin berkilau. Jangan takut, karena tangan-Nya yang kuat selalu memegang tangan kecilmu.
​

Yeremia 29:11 – "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
​

Tuhan Yesus pun sangat sering mengingatkan kita untuk tidak khawatir, bukan? Cobalah buka Alkitabmu dan temukan betapa sering Beliau berkata tentang; "Jangan takut." dan "khawatir"


​Pesan Khusus untuk Anne


​Di tanggal 22 Mei 2026 ini, rayakanlah hari spesialmu dengan bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih terutama kepada Mami yang telah dititipkan Tuhan untuk mengandung dan melahirkan Anne.

​Ingatlah selalu untuk menjadikan kasih sebagai "pakaian" harianmu. Saat mengenakan kasih yang penuh kelembutan hati, Anne sedang memancarkan cahaya Tuhan kepada orang-orang di sekitarmu. 
Teruslah bertumbuh dalam iman, jadilah berkat di rumah, di sekolah, maupun di mana pun Anne berada. Ingatlah selalu bahwa Anne sangat berharga di mata Tuhan.

Ingatlah selalu nasihat Rasul Paulus tentang Kasih:

1 Kor 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
1 Kor 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.


​Selamat Ulang Tahun, Anne! Tuhan Yesus memberkati senantiasa.


Papi & Mami - Jumat 22 Mei 2026

Sunday, March 8, 2026

Iran vs Israel - Luka 4000 Tahun

Menelusuri Akar Biblika dan Masa Depan Hubungan Israel-Iran

Berdasarkan laporan terkini, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan ini, yang disebut Operation Lion's Roar (Israel: Operation Roaring Lion, AS: Operation Epic Fury), menargetkan fasilitas militer, nuklir, dan komando di kota-kota seperti Teheran, Isfahan, dan lainnya 



​Dunia hari ini memandang hubungan antara Israel dan Iran sebagai sumbu ketegangan geopolitik paling berbahaya yang dipicu oleh isu nuklir, minyak, dan pengaruh regional. 


Namun, jika kita menyelami catatan sejarah dan Kitab Suci, kita akan menemukan bahwa permusuhan ini bukanlah fenomena politik modern semata. Ini adalah kelanjutan dari drama keluarga kuno, pertarungan spiritual di balik layar, dan penggenapan nubuat yang telah ditulis ribuan tahun silam.


​1. Akar Persaudaraan yang Terlupakan


​Sering kali kita lupa bahwa menurut Alkitab, bangsa Israel dan Iran (Persia) berasal dari silsilah yang sama. Dalam Kejadian 10, disebutkan bahwa Elam (leluhur bangsa Elam di Iran Barat Daya) dan Arpakhsad (leluhur Abraham) keduanya adalah putra Sem. Secara genealogis, mereka adalah keluarga.


​Namun, gesekan pertama terjadi sangat dini. Kejadian 14 mencatat konflik internasional pertama dalam Alkitab: Khedorlaomer, raja Elam, memimpin koalisi untuk menyerbu Kanaan dan menawan Lot, keponakan Abraham. Abraham kemudian mengalahkan koalisi Elam ini demi menyelamatkan keluarganya. Secara historis, Elam memang merupakan salah satu peradaban tertua di dataran tinggi Iran yang kekuatannya setara dengan Babel dan Asyur.



​2. "Kesalahan" Abraham dan Luka Penolakan


​Titik balik emosional yang membentuk wajah Timur Tengah terjadi di tenda Abraham. Karena ketidaksabaran menunggu janji Tuhan, Abraham mengikuti saran Sarai untuk memiliki anak melalui Hagar, seorang hamba dari Mesir. Lahirlah Ismael.

​

Ketika Ishak lahir, Ismael dan Hagar diusir ke padang gurun. Di sinilah nubuat malaikat Tuhan bergema:

​"Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di hadapan semua saudaranya ia akan diam." (Kejadian 16:12)

​

Luka pengusiran Ismael menciptakan pola kebencian yang mendalam. Penting untuk dicatat bahwa secara etnis, bangsa Iran adalah bangsa Indo-Eropa (Persia), bukan Arab. Meskipun demikian, setelah penaklukan Islam di abad ke-7, identitas agama dan narasi tentang Ismael sebagai "putra yang terjanji" membangkitkan kembali luka kuno tersebut di tanah Persia, menyatukan mereka dalam sentimen yang sama terhadap keturunan Ishak.


​3. Zaman Keemasan: Persia sebagai Penyelamat Israel


​Ironisnya, sejarah mencatat bahwa Persia pernah menjadi sahabat terbaik Israel. Ketika Yerusalem dihancurkan oleh Babel, Tuhan memakai Koresy Agung (Cyrus the Great/Cyrus II), yang adalah pendiri Kekaisaran Persia Akhemeniyah, imperium terbesar di dunia kuno pada masanya, yang memerintah sekitar 559-530 SM. Ia dikenal sebagai penakluk jenius yang toleran, membebaskan bangsa Yahudi dari pembuangan Babilonia, dan menghormati hak asasi manusia serta budaya bangsa taklukannya.



Hal yang paling mengejutkan adalah sebutan Tuhan bagi Koresy:

​"Beginilah firman TUHAN: 'Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya Kupegang...'" (Yesaya 45:1)


​Ini adalah fakta sejarah yang luar biasa: satu-satunya raja asing yang diberi gelar "Mesias" atau "yang diurapi" dalam Alkitab adalah seorang raja Iran yang membiayai pembangunan kembali Bait Allah dengan emas Persia. Pada titik ini, Persia adalah instrumen penebusan Tuhan bagi Israel.


​4. Dimensi Spiritual: "Pemimpin Kerajaan Persia"


​Mengapa bangsa yang pernah menjadi penyelamat (zaman Koresy) dan pelindung (zaman Ester) berubah menjadi musuh yang ingin memusnahkan Israel? Jawabannya melampaui logika politik.


​Dalam Daniel 10, seorang malaikat mengungkapkan adanya peperangan di dimensi roh. Malaikat tersebut terhambat selama 21 hari oleh entitas spiritual yang disebut "pemimpin kerajaan orang Persia" (Daniel 10:13). Hal ini menunjukkan bahwa di balik pemerintahan fisik, terdapat kekuatan spiritual (territorial spirit) yang berusaha mengendalikan narasi sebuah bangsa. Kebencian yang kita lihat hari ini di Teheran bukan sekadar kebijakan politik sejak Revolusi 1979, melainkan manifestasi dari pertarungan spiritual yang telah berlangsung selama milenium.


​5. Fajar di Ujung Nubuat: Antara Goncangan dan Pemulihan


​Masa depan hubungan ini telah dipetakan dalam literatur nubuat. Yehezkiel 38 memprediksi "Persia" sebagai sekutu utama dalam koalisi utara yang akan menyerang Israel pada "hari-hari terakhir"—sebuah gambaran yang secara geopolitik mulai terlihat nyata melalui penguatan aliansi Iran-Rusia belakangan ini. 


Namun, nubuat Alkitab tidak berhenti pada kehancuran. Tuhan menjanjikan sebuah intervensi kedaulatan dalam Yeremia 49:39: "Tetapi di kemudian hari Aku akan memulihkan keadaan Elam."


​Janji pemulihan ini bukan sekadar kalimat di atas kertas, melainkan sebuah realitas yang tengah berlangsung secara masif di bawah tanah Iran. Meskipun berada di bawah tekanan politik dan pengawasan ketat, Iran kini tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan gereja evangelikal tercepat di dunia. Riset dari GAMAAN (Group for Analyzing and Measuring Attitudes in Iran) di https://gamaan.org/ pada tahun 2020 mengungkapkan pergeseran identitas yang mengejutkan: sekitar 1,5% dari populasi Iran (diproyeksikan mencapai 1 juta jiwa) kini mengidentifikasi diri sebagai Kristen. Angka ini didukung oleh data dari Operation World https://operationworld.org/ yang mencatat tingkat pertumbuhan umat Kristen di sana mencapai hampir 20% per tahun.

​

Fenomena ini sering kali dimulai dengan pengalaman supranatural yang konsisten; ribuan orang Iran memberikan kesaksian tentang mimpi atau penglihatan mengenai sosok "Pria Berjubah Putih" yang membawa pesan kasih. Hal ini menjadi bukti bahwa di tengah kebencian politik yang membara, Tuhan sedang "menegakkan takhta-Nya di Elam."


Penutup


​Pada akhirnya, konflik Israel-Iran adalah drama tentang kedaulatan Tuhan di tengah kegagalan manusia. Luka 4.000 tahun yang dimulai dari ketidaksabaran Abraham di padang gurun, kini sedang dituntaskan bukan melalui meja perundingan nuklir, melainkan melalui transformasi hati. Sejarah telah berputar dari persaudaraan menjadi penyelamatan, kemudian permusuhan, dan kini kita sedang menuju titik akhir yang dijanjikan: pemulihan spiritual bagi mereka yang berbalik kepada Sang Raja di atas segala raja.


ITT - Minggu, 8 Maret 2026

Sunday, June 1, 2025

5 Tipe Orang Yang Tuhan Peringatkan Agar Tidak Kita Bantu

Artikel ini memberikan panduan spiritual tentang pentingnya hikmat dan ketajaman pikiran  dalam menolong orang lain. Terkadang, membantu orang yang salah bukanlah bentuk kekudusan, melainkan sebuah ketidaktaatan. Hal ini bisa menghambat rencana Tuhan, baik bagi orang tersebut maupun bagi diri kita sendiri

Pendahuluan: Pentingnya Hikmat dalam Menolong

Tidak semua orang yang datang meminta tolong adalah tugas yang diberikan Tuhan kepada kita. Membantu tanpa pertimbangan yang matang dapat membuat kita turut andil dalam kesalahan orang lain dan justru merusak kedamaian serta panggilan hidup kita sendiri.

1 Timotius 5:22 = “Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang, dan janganlah engkau terlibat dalam dosa orang lain. Jagalah kemurnian dirimu.”

Mari kita uraikan 5 Tipe Orang yang Harus Diwaspadai untuk ditolong - Tak Peduli Betapa "Suci" Rasanya

1. Si Penolak Tobat (Orang yang Tidak Mau Berubah)

Ini adalah tipe orang yang tidak memiliki keinginan untuk berubah dan justru merasa nyaman dalam keterpurukan mereka.

  • Karakteristik: Mereka terus mengulangi pola dosa dan kesalahan yang sama meski telah diberi kesempatan, nasihat, dan anugerah berulang kali.
  • Risiko: Terus menyelamatkan mereka hanya akan mengeraskan hati mereka. Anda hanya akan menjadi "tangga" bagi mereka yang sebenarnya tidak berniat untuk memanjat keluar.
  • Solusi: Terkadang Tuhan meminta kita mundur agar konsekuensi dari perbuatan mereka dapat menjadi guru yang lebih efektif daripada belas kasihan kita.
Amsal 10:17 = "Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat."

2. Si Manipulatif (Suka Memanipulasi)

Orang-orang ini tidak benar-benar menginginkan bantuan untuk bertumbuh, melainkan mencari kekuatan untuk mengendalikan orang lain.

  • Karakteristik: Mereka menggunakan kerentanan, rasa bersalah, dan emosi sebagai senjata agar kita merasa "tidak Kristiani" jika berani berkata tidak. 
  • Tuhan Yesus sendiri tidak membiarkan diri-Nya dikendalikan oleh ekspektasi atau tekanan emosional orang banyak (Lukas 4).
  • Prinsip: Jika membantu seseorang justru merugikan kedamaian, identitas, atau ketaatan kita kepada Tuhan, maka itu bukan bantuan, melainkan jebakan.

Roma 16:18 = "Sebab orang-orang itu tidak melayani Kristus, Tuhan kita, melainkan melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu hati orang-orang yang tulus ikhlas."

3. Si Pemecah Belah (Drama King atau Queen)

Individu yang tumbuh subur di tengah gosip, drama, dan konflik yang tersembunyi.

  • Karakteristik: Mereka tampak ramah di depan umum, namun bersifat merusak di belakang. Mereka cenderung menarik kita ke dalam pusaran masalah yang menghancurkan hubungan lain.
  • Peringatan: Berikan peringatan satu atau dua kali; setelah itu, jangan berurusan lagi dengan mereka.
  • Risiko: Membantu mereka berarti kita membiarkan diri terlibat dalam kekacauan yang mereka ciptakan sendiri.

Amsal 18:6 = "Seorang yang bebal menimbulkan pertengkaran, dan mulutnya mengundang pukulan."
Titus 3:10 = "Seorang bidat (pemecah belah) hendaklah engkau jauhi, sesudah satu dua kali engkau menasihatinya."

4. Si Penguras Energi (Vampir)

Tipe orang yang hanya ingin mengonsumsi waktu dan energi Anda tanpa ada keinginan sedikit pun untuk bertransformasi.

  • Karakteristik: Mereka datang dengan keluhan yang sama terus-menerus tanpa ada "buah perubahan". Mereka hanya menginginkan perhatian, bukan solusi.
  • Pentingnya Batasan: Bahkan Tuhan Yesus pun menarik diri ke tempat yang sunyi untuk berdoa dan memulihkan diri (Lukas 5:16).
  • Risiko: Membantu hingga mengalami kelelahan kronis (burnout) bukanlah tanda kesetiaan, melainkan strategi musuh untuk mengaburkan diskresi spiritual kita.

Matius 7:6 = "Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

5. Menjadikan Manusia Pengganti Tuhan (Ketergantungan Berlebihan)

Ini adalah tipe yang paling berbahaya karena mereka menjadikan Anda sebagai sumber segalanya (penyelamat), bukan Tuhan.

  • Karakteristik: Setiap keputusan dan masalah mereka bergantung sepenuhnya pada Anda. Mereka tidak memiliki hubungan pribadi atau ketergantungan pada doa dan Tuhan.
  • Risiko: Jika bantuan Anda membuat seseorang lebih bergantung pada Anda daripada pada Tuhan, maka bantuan tersebut telah menjadi penghalang spiritual (berhala) bagi mereka.

Yeremia 17:5 = "Beginilah firman TUHAN: 'Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!'"

Kesimpulan: Ketaatan Lebih Utama daripada Niat Baik

Ketaatan kepada tuntunan Tuhan jauh lebih penting daripada sekadar memiliki niat baik. Membantu orang yang tidak selaras dengan tujuan Tuhan dalam hidup kita hanya akan menjadi beban tambahan yang tidak perlu, seperti Lot bagi Abraham.

Pertanyaan untuk Refleksi: "Siapa dan beban apa yang selama ini kita pikul, padahal Tuhan tidak pernah meminta kita untuk memikulnya?"

Terkadang, terobosan besar dalam hidup kita tidak membutuhkan usaha lebih keras untuk menolong, melainkan kerelaan untuk melepaskan orang-orang tertentu yang memang bukan menjadi tugas kita lagi. Biarkan mereka belajar bersandar kepada Tuhan. Saat mereka bertobat secara total, Ia yang setia dan adil akan memulihkan mereka.

ITT - Minggu 1 Juni 2025

Sunday, January 12, 2025

Shalom

Pengantar

Sejak reformasi 1998, ucapan shalom mulai dipakai di kalangan Kristen Indonesia, apalagi Presiden Gus Dur & Megawati pun mulai memakainya dalam menyapa umat Kristen Indonesia.


Sejak lama penulis ingin menulisnya. Artikel ini sudah sejak tahun 2009 mendekam di komputer dan terputus begitu saja tanpa kelanjutan. Dan 16 tahun kemudian ucapan "Shalom" sudah semakin "mapan" dan menjadi identitas pengikut Kristus - mari kita selesaikan artikel ini.


Bukan Sekadar Damai, Melainkan Pemulihan yang Utuh


​Ketika mendengarkan kata "damai", hal pertama yang sering kali terlintas dalam pikiran kita adalah suasana yang tenang, sunyi, serta tidak adanya pertengkaran atau konflik. Kita sering melihat kata ini tercetak pada kartu ucapan keagamaan atau mendengarnya dalam khotbah-khotbah. Namun, tahukah kita bahwa pemahaman damai yang kita miliki saat ini sebenarnya sangat terbatas? Terjemahan kata "damai" dari bahasa asli Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, menyimpan makna yang jauh lebih raksasa, mendalam, dan menyeluruh daripada apa yang selama ini kita bayangkan. Kata tersebut adalah Shalom.


​Pergeseran Sudut Pandang: Definisi Negatif versus Kehadiran yang Positif


​Dalam bahasa modern, kata damai sering kali diartikan secara "negatif". Arti negatif di sini bukan berarti buruk, melainkan mendefinisikan damai berdasarkan apa yang tidak ada—yaitu tidak ada perang, tidak ada keributan, atau tidak ada masalah. Damai dianggap sebagai kondisi ketika hal-hal buruk disingkirkan.

​

Namun, cara berpikir umat Israel pada zaman Alkitab tidaklah demikian. Ketika kata Shalom diucapkan, mereka tidak sedang menggambarkan apa yang hilang atau tidak ada, melainkan sedang menyatakan apa yang hadir. Bagi mereka, Shalom adalah kehadiran nyata dari sesuatu yang utuh, lengkap, dan berkembang subur di setiap tingkatan kehidupan. Ini bukan sekadar keheningan yang pasif, melainkan kelimpahan yang aktif. Bukan hanya tidak adanya peperangan, melainkan berfungsinya segala sesuatu secara sempurna sesuai dengan rancangan awal yang dikehendaki oleh Allah.


​Inilah alasan mengapa kata Shalom muncul lebih dari ratusan kali dalam Perjanjian Lama. Uniknya, kata ini sering kali digunakan dalam konteks keseharian yang sama sekali tidak berkaitan dengan peperangan, seperti dalam kisah tentang kesehatan tubuh, pernikahan, hasil panen, persahabatan, bahkan tentang proses penyembuhan fisik.


​Akar Kata "Shalem": Utuh, Pulih, dan Dibayar Lunas


​Untuk memahami logika mendalam di balik kata ini, kita perlu melihat akar katanya, yaitu Shalem. Akar kata ini memiliki arti yang sangat mengagumkan: utuh, lengkap, pulih, dibayar lunas, dan tidak kekurangan suatu apa pun.


​Masyarakat kuno menggunakan logika kata ini dalam tiga gambaran sederhana yang sangat mudah dimengerti:

  • ​Tembok bangunan: Ketika seorang tukang batu menyelesaikan sebuah tembok, di mana setiap batu tersusun dengan sangat rapi, kokoh, dan berada tepat di tempatnya tanpa ada celah atau retakan sedikit pun, maka tembok tersebut berada dalam kondisi Shalom (utuh dan lengkap).
  • ​Pelunasan utang: Ketika seseorang memiliki utang, lalu utang tersebut dibayar seluruhnya sampai tuntas hingga tidak ada lagi sisa kewajiban yang harus dipenuhi, maka catatan keuangan tersebut dinyatakan Shalom (selesai dan lunas).
  • ​Kesembuhan fisik: Ketika sebuah tulang yang tadinya patah atau retak kembali menyatu dengan sempurna, sehingga tubuh mendapatkan kembali kekuatan penuhnya untuk berfungsi seperti sedia kala, kondisi itu disebut Shalom (pulih total).

​Melalui logika ini, kita dapat melihat secara kritis bahwa ketika Alkitab menyatakan Allah memberikan Shalom, Dia tidak hanya berjanji untuk menjauhkan kita dari kesulitan. Lebih dari itu, Allah sedang berjanji untuk membawa keutuhan ke dalam setiap bagian hidup kita yang saat ini sedang hancur, memberikan pemulihan di tempat kita merasa terkuras, serta memberikan kelengkapan di area di mana jiwa kita merasa terpecah-pecah.


​Penerapan Berkat dalam Kitab Bilangan 6:26


​Pemahaman baru ini mengubah cara kita membaca ayat-ayat Alkitab. Mari kita perhatikan ayat berkat yang sangat terkenal dalam Bilangan 6:26:

​"TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera."


​Selama ini, kita mungkin mengira ayat ini hanyalah sebuah permohonan agar hidup kita berjalan dengan tenang dan tenteram. Namun, dengan lensa pemahaman yang selaras dengan bahasa aslinya, doa berkat ini sebenarnya adalah permohonan yang dahsyat: agar Allah mencurahkan keutuhan, kesembuhan, dan pemulihan atas hidup kita. Ini adalah doa agar setiap keretakan yang kita miliki disatukan kembali oleh tangan-Nya, dan setiap bagian yang hilang atau rusak dalam hidup kita dikembalikan ke posisi yang semestinya.


​Kebahagiaan Komunitas dan Kota dalam Yeremia 29:7


​Logika Shalom ini tidak hanya berhenti pada diri kita secara pribadi. Shalom adalah sebuah kata yang mencakup hubungan antar manusia, kondisi ekonomi, kesehatan fisik, dan kesejahteraan rohani sekaligus. Mari kita lihat perintah Allah yang sangat tidak biasa kepada bangsa Israel ketika mereka sedang ditawan di Babel, melalui kitab Yeremia 29:7:

​"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."


​Dalam teks aslinya, kata "kesejahteraan" di ayat ini menggunakan kata Shalom. Secara kritis, kita bisa melihat bahwa Allah tidak hanya menyuruh umat-Nya berdoa agar kota musuh itu tidak mengalami kerusuhan atau peperangan. Allah memerintahkan mereka untuk aktif mengusahakan agar kota tersebut makmur, berkembang subur, sehat, dan setiap sistem di dalamnya berjalan dengan baik sesuai keadilan Allah. Logika rohani yang diajarkan di sini adalah: ketika lingkungan di sekitar kita mengalami keutuhan dan kelimpahan dari Allah, maka kita yang tinggal di dalamnya pun akan ikut merasakan dampaknya.


​Sang Mesias sebagai Raja Damai (Yesaya 9:5)


​Puncak dari urutan pemahaman tentang Shalom ini tertuju pada nubuatan mengenai kedatangan Juru Selamat. Dalam Yesaya 9:5, nabi Yesaya menuliskan:

​"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."


​Gelar "Raja Damai" di sini berarti Pemimpin atau Raja Keutuhan. Yesus Kristus tidak datang ke dunia hanya untuk memberikan perasaan tenang yang sementara di dalam hati kita, atau sekadar menghentikan perselisihan lahiriah. Tugas utama-Nya sebagai Raja Keutuhan adalah memulihkan secara total segala sesuatu yang telah dirusak dan dihancurkan oleh kejatuhan manusia ke dalam dosa.

​

Yesus datang untuk merajut kembali hubungan kita yang terputus dengan Allah, menyembuhkan hati kita yang hancur, memulihkan jiwa yang terluka, dan membayar lunas seluruh utang dosa serta rasa bersalah kita di atas kayu salib. Melalui Yesus, apa pun yang telah hilang dari hidup kita dikembalikan sepenuhnya.


Deklarasi Kebangkitan dalam Yohanes 20:19


​Urutan pemahaman ini membawa kita pada sebuah momen krusial setelah Yesus bangkit dari antara orang mati. Peristiwa ini dicatat dalam Yohanes 20:19:

​"Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpul lah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: 'Damai sejahtera bagi kamu!'"


​Pada saat itu, para murid sedang berada dalam kondisi yang sangat hancur, ketakutan, bingung, dan merasa bersalah karena telah meninggalkan Yesus. Ketika Yesus tiba-tiba hadir dan menyapa mereka dengan kalimat, "Damai sejahtera bagi kamu!", Dia tidak sedang sekadar mengucapkan salam formalitas atau menawarkan hiburan kata-kata untuk menenangkan kepanikan.


​Secara logis dan mendalam, Yesus sesungguhnya sedang mendeklarasikan: "Segala sesuatu yang pecah dan hancur ketika Aku mati, sekarang telah disatukan kembali. Keutuhan Ilahi telah masuk ke dalam ruangan ini. Utang dosa kalian telah dibayar lunas, dan keretakan jiwa kalian telah disembuhkan." Ini adalah seluruh pesan Injil keselamatan yang diringkas dengan sangat indah dalam satu kata yang penuh kuasa.


​Kesimpulan dan Renungan


​Melalui penelusuran yang saksama ini, kita diajak untuk memeriksa kembali kehidupan rohani dan doa-doa kita sehari-hari. Sering kali, ketika badai kehidupan datang melanda atau ketika kita menghadapi jalan buntu, doa yang kita naikkan adalah meminta "kedamaian" dalam arti negatif: kita ingin masalah segera dihilangkan, konflik dihentikan, atau keadaan menjadi sunyi dari persoalan.


​Namun, pembelajaran hari ini menyadarkan kita bahwa apa yang sebenarnya paling kita butuhkan bukanlah sekadar hilangnya masalah, melainkan kehadiran keutuhan dari Allah. Kita tidak hanya membutuhkan berhentinya angin badai, melainkan perbaikan dan pembangunan kembali atas segala sesuatu yang telah dirusak oleh badai tersebut.


​Dari pemahaman kritis ini, ada sebuah tanggung jawab moral dan rohani yang besar bagi kita. Dengan seringnya kata Shalom diucapkan oleh orang Kristen dalam interaksi sehari-hari, maka sudah seharusnya orang Kristen tampil sebagai perekat yang dikirim oleh Tuhan. Ketika kita mengucapkan Shalom, kita tidak sedang sekadar bertegur sapa, melainkan sedang melepaskan doa agar keutuhan Allah terjadi. Oleh karena itu, kita tidak boleh menjadi penyebab perpecahan, melainkan harus menjadi alat pemulihan di tangan Tuhan untuk menyatukan kembali hubungan yang retak, menghibur hati yang patah, dan membawa keharmonisan di tengah lingkungan kita.


​Allah yang kita sembah bukanlah Allah yang pasif, yang hanya menyukai keheningan. Dia adalah Allah yang aktif melakukan pemulihan yang masif. Janji pemulihan yang terus Dia tawarkan atas hidup kita jauh lebih besar daripada apa yang mampu ditampung oleh kata-kata manusia. Arti terdalam dari pelayanan Allah di dalam kita adalah: tidak ada yang kurang, tidak ada yang hilang, dan tidak ada yang rusak.


​Mari kita hidup sebagai pembawa Shalom—menjadi perekat Ilahi yang membawa kesembuhan bagi dunia yang sedang terluka, sambil menaruh kepercayaan penuh kepada Allah, Sang Raja Damai, yang sanggup merajut kembali setiap serpihan hidup kita menjadi utuh dan sempurna.

ITT - Minggu, 12 Januari 2025

Thursday, December 1, 2022

Yeremia 31:1-9

Perikop LAI = Perjanjian Baru (Yer 31:1-40)

31:1 "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.
31:2 Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!
31:3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
31:4 Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.
31:5 Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
31:6 Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!
31:7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
31:8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!
31:9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

PENGANTAR

Kitab Yeremia memuat nubuatan, penglihatan, doa, kata-kata nasihat, dan catatan sejarah.  Tujuan dan tema kitab ini adalah peringatan karena dosa serta hukuman yang akan datang, disertai panggilan untuk kembali kepada Tuhan. Di dalam kitab ini kita juga membaca tentang kedatangan perjanjian baru (Yer. 31-33), yang mana bacaan kita adalah penggalan awal dari topik Perjanjian Baru ini. Dalam perjanjian baru itu, hukum-hukum Tuhan tidak akan ditulis di loh batu lagi, tetapi akan terukir di hati dan pikiran manusia.

Nabi Yeremia hidup antara bagian terakhir abad ketujuh dan bagian pertama abad keenam Sebelum Masehi. Lama sekali Yeremia bekerja sebagai nabi, dan selama waktu itu ia selalu memperingatkan umat Allah tentang bencana yang akan menimpa mereka karena mereka berdosa dan menyembah berhala. Nubuatan itu menjadi kenyataan pada masa Yeremia masih hidup: Nebukadnezar raja Babel merebut dan menghancurkan Yerusalem serta Rumah TUHAN yang ada di situ; raja Yehuda bersama rakyatnya diangkut ke Babel. Yeremia juga menubuatkan bahwa orang-orang itu akan kembali dari pembuangan dan keadaan bangsa Israel pulih kembali. 

Kitab Yeremia dapat dibagi dalam beberapa bagian seperti yang berikut ini:

  1.  Pesan dari TUHAN kepada bangsa Yehuda dan penguasa-penguasanya pada masa pemerintahan Yosia, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia.
  2. Petikan-petikan dari buku catatan Barukh sekretaris Yeremia, termasuk berbagai nubuatan dan peristiwa penting dalam kehidupan Yeremia.
  3. Pesan dari TUHAN tentang berbagai bangsa asing.
  4. Catatan pelengkap mengenai kisah jatuhnya Yerusalem dan pembuangan ke Babel. 

Nabi Yeremia adalah seorang yang berperasaan halus. Ia sangat cinta kepada bangsanya, dan sama sekali tidak suka menubuatkan hukuman ke atas mereka. Di dalam beberapa bagian dari bukunya ia berbicara dengan penuh perasaan tentang penderitaannya karena ia dipanggil oleh Allah untuk menjadi nabi. Perkataan TUHAN adalah seperti api di dalam hatinya; mau tidak mau ia harus menyampaikannya kepada bangsanya. 

Yang paling indah dalam buku ini ialah kata-kata TUHAN yang menunjuk kepada suatu masa yang akan datang. Pada masa itu akan ada suatu ikatan janji yang baru dengan Allah. Umat TUHAN akan mentaati janji itu tanpa ada guru yang mengingatkan mereka. Sebab janji itu akan tertulis di dalam hati mereka (Yer 31:31-34).

Yeremia adalah salah satu nabi yang masa pelayanannya cukup panjang. Dia hidup pada zaman 6 raja Yehuda, dan menyaksikan sendiri tiga kali penyerbuan Babel ke Yerusalem hingga kejatuhan kota itu tahun 589 SM. Setelah itu, walaupun tidak dibawa ke pembuangan ke Babel, dia dipaksa oleh orang-orang sebangsanya untuk mengungsi ke Mesir, meskipun ia memperingatkan mereka untuk tidak melakukannya karena melawan kehendak Allah.

  1. Raja Manasye 696 (695)-642 SM: Yeremia diperkirakan lahir sekitar 645 SM
  2. Raja Amon (raja Yehuda) 642–640 SM: Yeremia masih kanak-kanak
  3. Raja Yosia (640-609 SM): Yeremia 1-6; 14-16
  4. Raja Yoahas (609 SM selama tiga bulan):
  5. Raja Yoyakim (609-598 SM): Yeremia 17; 7-11; 26; 35; 22:1-19; 25; 18-20; 36:1-4; 45; 36:5-32; 12.
  6. Raja Yoyakhin (598-597 SM): Yeremia 22:20-30; 13; 23.
  7. Raja Zedekia (597-586 SM): Yeremia 24; 29-31; 46-51; 27; 28; 21; 34; 32; 33; 37-39.
  8. Setelah kejatuhan Yerusalem: Yeremia 40-44; 52.
  9. Yeremia dipaksa ke Mesir: diperkirakan meninggal sekitar tahun 580 SM

URAIAN & APLIKASI

Membaca Kitab Yeremia, temanya hampir sama dengan Kitab Ratapan, yang memang ditulis juga oleh Nabi Yeremia sendiri. Kelihatannya ia adalah nabi yang spesialis membawa kabar buruk dan meratap;

  1. Yeremia memperingatkan Yehuda pasal 2-35
  2. Yeremia berbicara tentang kekeringan besar di pasal 14-15
  3. Yeremia mengutuk Raja, Nabi, dan Rakyat di pasal 21-24
  4. Meramal Pengasingan ke Babilonia di pasal 25-29
  5. Mengingatkan kejatuhan Yerusalem dan akibatnya di pasal 39-45
  6. Penghakiman atas Bangsa di pasal 46-51
  7. Dan ditutup dengan kenyataan kejatuhan Yerusalem di pasal 52

Tetapi dari sekian banyak kabar buruk bagi Israel yang memurkakan hati Tuhan, ada juga Kabar Baik yang dinyatakan sang nabi bagi umat Tuhan. Dalam bacaan kita hari ini kita akan bahas kabar baik itu yang ada dalam penggalan kabar baik di sepanjang Yeremia pasal 30 s/d pasal 31, yang dapat disebut sebagai pasal-pasal penghiburan.

Perikop kita sekarang (Yer 31:1-9) dibuka dengan TUHAN meyakinkan semua keluarga Israel bahwa Dia tidak akan berhenti menjadi Tuhan mereka, dan mereka adalah umat-Nya (Yer 31:1 = "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.). Dalam ayat 2, TUHAN berbicara tentang orang-orang yang tertinggal dari pedang “mendapatkan kasih karunia di padang belantara.” Ini tidak diragukan lagi menggemakan eksodus Israel keluar dari Mesir, tetapi juga ditujukan kepada sisa orang-orang yang lolos dari pedang pada zaman Yeremia sendiri (Yer 31:2 = Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!).

Ayat 3 menggambarkan suatu pernyataan tegas akan Kasih yang Kekal dari sang Bapa yang secara terus menerus memanggil Umat-Nya kepada Kasih-Nya - bukan karena kebaikan dan kepatuhan mereka - Tapi karena Kasih Karunia-Nya belaka (Yer 31:3 = Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.). Ini juga menegaskan bahwa Israel milik Allah, sebagaimana kitapun milik-Nya, sehingga dengan konsisten Allah mengajar umat-Nya. (Amsal 3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. - Ibrani 12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.")

Yeremia kemudian menubuatkan waktu pembangunan kembali untuk seluruh Israel, menyebutkan pegunungan hasil anggur yang baik di Samaria dan berbicara tentang suatu hari ketika para penjaga Efraim akan mendorong orang-orang mereka untuk naik ke Sion, (Sion ada dalam pengertian Ibadah) - (Yeremia 31:4-6 = 4 Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. 5 Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. 6 Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!). Perhatikan bahwa penyatuan kembali kerajaan yang terpecah ini telah diantisipasi oleh nabi-nabi lain (Nabi Yehezkiel di Yeh 37:15-28, perikop LAI = Kerajaan Yehuda dan Israel dipersatukan kembali).  
Demikian juga dalah hal penyembahan yang benar telah digenapi (Yoh 4:23 = Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.)

Bacaan ditutup dengan seruan bersorak-sorai -  dalam penyataan kasih setia Tuhan ini, umat diajak untuk bersukacita sementara mereka berada dalam penderitaan di pembuangan. (Yer 31:7-9 = 7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! 8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! 9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.)

Tetapi pertanyaannya adalah; bagaimana bisa bersukacita di tengah penderitaan & pembuangan? Jawabannya adalah Pertobatan. Pertobatan menghasilkan buah kesedihan dan dukacita, akhirnya kesedihan dan dukacita melahirkan penghiburan (Mat 3:8 = Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. - Mat 5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur)

Dan penghiburan itu menghasilkan Perjanjian Baru, yang dalam konteks kitab nabi Yeremia ini, telah mendapatkan nubuatan dan pesan profetik tentang sesuatu yang akan terjadi 580-an tahun setelah Yeremia, bahwa Allah akan membuat perjanjian Baru dengan Umat-NYA dengan kelahiran Yesus Kristus dan masa sekarang, kita umat-Nya menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali........ Amin.

ITT - Jakarta, Kamis 1 Desember 2022

Thursday, October 20, 2022

Yeremia 9:23-24

Perikop LAI = Mengenal Allah adalah kebahagiaan manusia (Yer 9:23-26)

9:23 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."

PENGANTAR

Setelah kerajaan Israel pecah menjadi 2 bagian, kerajaan Israel Utara hanya mampu bertahan sampai tahun 722 SM sebelum ditaklukkan Kerajaan Asyur, sedangkan Israel Selatan (Yehuda) bertahan lebih lama sampai tahun 587 SM. Kerajaan Yehuda dikalahkan oleh Babilonia, dan sebagian besar orang-orangnya diangkut dan dibuang ke Babel. Serangan pertama raja Babel Nebukadnezar terjadi 598 SM. Serangan kedua dilakukan karena sisa-sisa bangsa Yehuda di Yerusalem termasuk Zedekia, raja boneka yang diangkat oleh Nebukadnezar justru membuat perjanjian dengan kerajaan Mesir. Akibatnya, anak-anaknya dibunuh, Zedekia dibutakan dan ikut dibuang ke Babel. Yerusalem dihancurkan. Yeremia, adalah salah satu dari sedikit orang yang masih tinggal di Yerusalem. Saat itulah Yeremia tampil dengan pemberitaan yang memberi pengharapan akan pemulihan dari Tuhan.

Yeremia 9 adalah bagian dari khotbah Yeremia sebelum serangan Babel yang kedua atas Yehuda. Meski keluar dari mulut Yeremia, bukanlah dirinya yang mengarang kata-kata, melainkan firman Tuhan. Ia memperingatkan bangsa itu untuk menyesali ketidaksetiaanNya kepada Tuhan. “Apakah sebabnya negeri ini binasa, tandus seperti padang gurun sampai tidak ada orang yang melintasinya? Berfirmanlah TUHAN: “Oleh karena mereka meninggalkan TauratKu…, karena mereka tidak mendengarkan suaraKu dan tidak mengikutinya…, melainkan mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti para Baal… (Yer 9: 12b-14). Penyebab kehancuran adalah kesalahan mereka sendiri. Bangsa pilihan yang begitu dikasihi dan diberkati Tuhan, malah berpaling dan menyembah dewa yang tidak punya kuasa apapun. Bangsa ini telah berdosa di hadapan Tuhan. Sekalipun mereka beribadah kepada Tuhan, ibadahnya  kosong. Mereka melakukan kewajiban beribadah tetapi perbuatan mereka jauh dari perintah Tuhan.

Struktur Kitab Yeremia kira-kira dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Pemanggilan Yeremia (pasal 1)
  2. Penolakan dan akibatnya (pasal 2-29) ==> Bagian bacaan ini
  3. Janji pemulihan (pasal 30-33) 
  4. Penolakan dan akibatnya (pasal 34-45)
  5. Penghukuman bagi bangsa-bangsa (pasal 46-51)
  6. Kejatuhan Yerusalem sebagai salah satu bukti penggenapan nubuat (pasal 52)

URAIAN

Yer 9: 23-24 berbicara mengenai apa yang seharusnya umat pahami. Hal-hal yang menyukakan hati Tuhan. Tuhan ingin umat-Nya bermegah bukan karena kehebatannya sendiri melainkan karena mengenal dengan baik Tuhannya.

Ayat 23 menjabarkan bahwasanya Firman Tuhan berkata;

  1. Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya
  2. Janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya
  3. Janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya

Singkat dan jelas ketiga larangan itu dapat segera kita tangkap bahwa hal-hal duniawi semacam ini tidak dapat menyelamatkan manusia. Bahkan kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan ini jika disalahgunakan merusak kehidupan manusia, baik kehidupan pemilik ketiga hal ini maupun bagi orang-orang disekitarnya; orang kuat akan menindas orang lemah, orang bijak mengelabui para pengagum dan pengikutnya, orang kaya menjadi serakah dan merebut harta orang miskin, serta melakukan korupsi dan memakai harta kekayaannya untuk berbuat kejahatan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa janganlah bermegah atas ketiga hal ini karena hal-hal di atas inilah yang akan terjadi jika manusia begitu mengagungkan kehebatan duniawi.

Jadi, seharusnya bagaimana? Pasal 24 menjelaskan Firman Tuhan sebelumnya, bahwa: Boleh bermegah dimulai dengan memahami dan mengenal Tuhan. 

Umat Israel mengenal Tuhan dengan 10 perintah-NYA di Keluaran 20:1-17 serta Taurat-taurat dan kitab para nabi di Perjanjian Lama, dan kita sebagai pengikut Tuhan Yesus mengenal-NYA dalam Perjanjian Baru diantaranya dengan;

  • Riwayat Pelayanan, Kematian dan Kebangkitan serta Terangkat ke Surga dari Yesus Kristus
  • Doa Tuhan Yesus bagi murid-murid-NYA di Yoh 17:1-26 (secara khusus di Yoh 17:3)
  • Mengetahui dan mempelajari Firman Tuhan dengan baik; (2Tim3:14-17)

Sewaktu kita mengetahui dan memahami Tuhan, maka kita akan belajar;

1. Bahwa Tuhan melakukan Kasih Setia.

  • Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Ratapan 3:22-23
  • Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu. Mazmur 103:17
  • TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Mazmur 103:8
  • Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

2. Bahwa Tuhan melakukan Keadilan

  • Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia. Ulangan 32:4
  • Tuhan menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. Mazmur 103:6
  • Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Matius 25:40
  • Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! Yesaya 30:18
  • Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Yoh 8:7
  • Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Yoh 8:11

3. Bahwa Tuhan melakukan Kebenaran

  • Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian. Amsal 11:19
  • Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. Mazmur 26:3
  • Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. Mazmur 86:11
  • dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Efesus 4:24
  • Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Roma 8:10
  • Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yoh 1:14

Intinya, Mengenal ketiga hal di atas ini "menyukakan Hati Tuhan"

APLIKASI

Tuhan tidak terkesan dengan kebijaksanaan, kekuatan, kekayaan kita, karena IA yang membuat segalanya, dan apa yang kita miliki, dibuat dan diberikan oleh kasih karunia-Nya. Nabi Yeremia mengajarkan bahwa kita harus mengenal Tuhan dengan baik. Dengan mengenal-NYA, akan menghasilkan pengertian dan pengetahuan yang benar akan kasih setia, keadilan, dan kebenaran Tuhan, dan ini semua adalah bermegah yang dikehendaki-NYA.

Di dunia ini, di masyarakat kita, di jemaat kita, di dalam tubuh kita, hari ini, besok, dalam situasi apa pun, hubungan dengan Tuhan membantu kita dibentuk menjadi serupa dengan gambar-NYA dan bertindak dalam jalan-NYA yang kudus.

Ketika orang melihat kita, apakah mereka melihat karakter Yesus? ........ Amin.

ITT - Jakarta, Kamis 20 Oktober 2022

Friday, November 1, 2013

Yeremia 30:10-17

(Sesuai SBU - Rabu, 6 November 2013)

30:10 Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan.
30:11 Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.
30:12 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan!
30:13 Tidak ada yang membela hakmu, tidak ada obat untuk bisul, kesembuhan tidak ada bagimu!
30:14 Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar.
30:15 Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu, karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.
30:16 Tetapi semua orang yang menelan engkau akan tertelan, dan semua lawanmu akan masuk ke dalam tawanan; orang-orang yang merampok engkau akan menjadi rampokan, dan semua orang yang menjarah engkau akan Kubuat menjadi jarahan.
30:17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorang pun menanyakannya.

LATAR BELAKANG

Di antara semua kitab PL atau kitab para nabi yang lain, Kitab Yeremia memiliki beberapa keunikan tersendiri. Dalam teks Ibrani kitab ini merupakan kitab yang paling panjang di antara kitab-kitab para nabi. Kitab ini bahkan lebih panjang dibandingkan 12 kitab nabi kecil digabung semuanya. Dalam Alkitab PL kitab ini terpanjang setelah kitab Mazmur.

Yeremia memulai pelayanan pada tahun ke-13 pemerintahan Raja Yosia, raja Yehuda (1:2). Pada masa itu Yeremia masih sangat muda (1:6-7). Dia masih terus melayani sampai pada masa pembuangan (1:3; bdk. 29:1; 52:1-3). Dengan demikian ia melayani selama kurun waktu 5 pemerintahan raja Yehuda, masing-masing Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia. Berdasarkan data yang ada di Alkitab (2Taw 29:1; 36:2, 5, 9, 11), masa pelayanan Yeremia mencapai lebih dari 40 tahun. Kurun waktu yang panjang ini sangat dimungkinkan karena pada waktu dipanggil TUHAN Yeremia masih muda.

Secara umum tujuan penulisan kitab ini mirip dengan tujuan kitab-kitab para nabi yang lain. TUHAN memanggil Yeremia untuk menegur bangsa Yehuda yang melakukan berbagai macam dosa: penyembahan berhala (2:5-3:5), ketidakadilan (5:20-31) dan penyalahgunaan ibadah (7:8-31). Kepada mereka Yeremia menyampaikan peringatan dari Allah berupa penghukuman melalui bangsa Babel. Mereka dipanggil untuk kembali kepada TUHAN (3:12-13) dan mengubah jalan mereka (7:3-7). Ketika mereka tetap tegar tengkuk, maka hukuman TUHAN pun akhirnya menjadi kenyataan (29:1-2). Bagaimanapun, TUHAN tetap setia kepada perjanjian-Nya. 

Ia memiliki rencana yang indah di balik semua ini (29:11) untuk mengembalikan mereka dari Babel (29:10) dan membangun kota Yerusalem lagi (30:18). Ia bahkan menjanjikan perjanjian yang baru dengan umat-Nya (31:31-34) dengan mendudukkan seorang keturunan Daud di atas tahta (33:15-26) supaya bangsa Yehuda kembali kepada Allah (29:12-14).

Secara khusus tujuan penulisan kitab dapat ditelusuri dari kisah pemanggilan Yeremia. Dalam kisah ini diungkapkan secara eksplisit ide utama yang akan muncul berkali-kali dalam seluruh kitab: kedaulatan TUHAN untuk memberkati atau menghukum (1:10). TUHAN diumpamakan seperti penjunan/tukang periuk yang berhak membentuk tanah liat menjadi bejana apapun yang Dia inginkan (18:1-11). Semua ini berkaitan dengan respon suatu bangsa terhadap TUHAN (18:6-10). Berdasarkan konsep ini, bangsa Yehuda diingatkan untuk bertobat dan kembali kepada TUHAN. Berita yang disampaikan Yeremia ini pada akhirnya tidak direspon positif oleh para pemimpin dan rakyat Yehuda. Mereka pun takluk di bawah bangsa Babel dan dibuang dari tanah perjanjian.
Di pembuangan inilah Yeremia menuliskan kitabnya untuk membantu bangsa Yehuda merefleksi ulang semua yang sudah terjadi. 

Kekalahan dari Babel bukan disebabkan kesalahan atau ketidakberdayaan TUHAN di hadapan para dewa Babel. Semua terjadi karena bangsa Yehuda tidak mau bertobat dan mengandalkan TUHAN. Kitab ini sekaligus mengingatkan orang-orang di pembuangan tentang janji pemulihan yang diucapkan TUHAN sebelumnya. Dengan demikian kita dapat memahami tujuan penulisan kitab ini sebagai upaya Yeremia untuk menghibur bangsa Yehuda di pembuangan bahwa TUHAN berkuasa mengubah keadaan mereka. Hanya satu yang diminta TUHAN dari mereka: pertobatan!

STRUKTUR KITAB YEREMIA

Struktur Kitab Yeremia kira-kira dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Pemanggilan Yeremia (pasal 1)
2. Penolakan dan akibatnya (pasal 2-29)
3. Janji pemulihan (pasal 30-33) ==> Bagian bacaan pekan ini.
4. Penolakan dan akibatnya (pasal 34-45)
5. Penghukuman bagi bangsa-bangsa (pasal 46-51)
6. Kejatuhan Yerusalem sebagai salah satu bukti penggenapan nubuat (pasal 52)

Tema utama dalam Kitab Yeremia berhubungan dengan kedaulatan TUHAN. Sejak awal pemanggilan Yeremia sudah dijelaskan bahwa Yeremia tidak perlu takut kepada manusia sebab TUHAN sendiri akan menyertai dia (1:8, 17, 19). Kedaulatan TUHAN juga dinyatakan melalui kuasa TUHAN dalam menegakkan maupun meruntuhkan suatu bangsa (1:10). Hal ini tidak hanya berlaku untuk bangsa Yehuda saja, tetapi semua bangsa, sebagaimana Yeremia dipanggil untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa (1:5).

Pada bagian selanjutnya Yeremia menyampaikan perkataan ilahi menentang berbagai bangsa (pasal 46-51) untuk menunjukkan bahwa TUHAN berkuasa mengontrol semua bangsa.
Bagian lain yang menggambarkan kedaulatan ini adalah gambaran Allah sebagai tukang periuk (pasal 18). TUHAN berkuasa menentukan nasib suatu bangsa sesuai dengan kedaulatan-Nya dan respon bangsa itu kepada TUHAN.

Tema lain yang dominan adalah kesetiaan TUHAN terhadap perjanjian. Dalam kitab ini bangsa Israel disebut dengan berbagai nama yang menunjukkan posisi khusus mereka di mata Allah. Mereka adalah buah sulung (2:3), anggur pilihan (2:21), mempelai terkasih (2:2; 3:14), kawanan domba (13:17), kebun anggur (12:10), warisan (12:7-9). Sebagai umat perjanjian mereka seharusnya menaati Taurat (5:4-5; 8:7). Jika memberontak, maka peringatan yang dulu diucapkan Musa tetap akan berlaku atas mereka (11:26-32; 22:9; bdk. Ul 27-28).

Dalam kenyataannya, bangsa Yehuda telah melawan TUHAN. Mereka bagaikan anak-anak yang memberontak terhadap ayah yang mengasihi mereka maupun seorang isteri yang tidak setia kepada suaminya (3:19-20). Mereka menolak nasehat dan teguran dari TUHAN (2:30;5:3; 17:23; 32:33; 35:13). Mereka secara salah telah memandang bait Allah dan kota Yerusalem sebagai simbol perlindungan dari TUHAN (pasal 7, 26). Untuk memberi pelajaran rohani kepada mereka, TUHAN mengambil bait Allah dan kota Yerusalem yang selama ini dijadikan tempat perlindungan palsu.

Tema lain adalah damai sejahtera yang sesungguhnya. Dalam Kitab Yeremia kata “damai sejehatera” merupakan ungkapan favorit bagi bangsa Yehuda yang berada di tengah instabilitas politik dan gejolak peperangan. Situasi ini dimanfaatkan oleh para nabi palsu untuk mengambil hati raja dan semua rakyat. Dengan menggunakan nama TUHAN mereka menubuatkan kelepasan, damai, dan kemakmuran (14:11-16; 23:9-40; 28:1-17). Hal ini semakin memperberat beban Yeremia. Ia tidak disukai oleh bangsanya sendiri justru ketika ia setia menyampaikan berita penghukuman dari TUHAN. Ia sempat stress dengan situasi ini (20:7-10), tetapi TUHAN berjanji melindungi dia (15:15-21). Kedamaian dari TUHAN berbeda dengan yang dijanjikan dunia. Di tengah pembuangan pun TUHAN tetap memiliki rancangan damai sejahtera (29:11). Damai sejahtera sejati berasal dari ketaatan kepada Allah.

KONTEKS BACAAN

Kegelapan dan kekelaman yang kita temui sepanjang Yer.23-29 mulai terkuak oleh terang yang diawali di Yer.30 ini - seperti berjalan di terowongan gelap, maka ujungnya yang memperlihatkan cahaya terang mulai terlihat di pasal 30 ini.

Yer.30 ditulis dalam suatu kesatuan tema yang meliputi 4 pasal yaitu 30, 31, 32 dan 33 mengenai Janji Pemulihan Allah atas umat Israel secara keseluruhan, baik kerajaan Utara maupun selatan (perhatikan bahwa di Yer.30:3 dan 4 menyebutkan secara jelas: Israel (utara) dan Yehuda (selatan) dan di Yer.30:10 menyebut Yakub yang bukan saja ayah dari Yehuda dan Lewi  saja tetapi juga ayah dari ke-10 saudara yang lain di Kerajaan Utara. Jadi walaupun Yeremia melayani dan berasal dari kerajaan selatan/Yehuda, tetapi pernyataannya mewakili ALLAH yang melihat umat-NYA Israel sebagai satu kesatuan.

Jadi, walaupun TUHAN menghukum umat-Nya, namun tindakan ini bukanlah tanda ketidaksetiaan terhadap perjanjian. Justru hukuman ini merupakan bukti bahwa Allah memegang teguh perjanjian yang Dia buat, termasuk hukuman yang menyertai perjanjian itu jika dilanggar (bandingkan Ul 28:49-68). Di samping itu, Allah menjanjikan sebuah perjanjian yang baru dalam hati umat-Nya (Yer.30-33). Allah akan membangkitkan seorang keturunan Daud untuk memerintah selama-lamanya (33:15-26). Ia pun berjanji untuk mengembalikan mereka kembali ke tanah perjanjian (32:36-44).

URAIAN

JANGAN TAKUT

Yer.30:10-11 = 30:10 Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan. 30:11 Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.

Kalimat "Jangan takut" adalah salah satu kalimat yang paling sering diulang sebagai perintah oleh TUHAN. Tetapi, ketika TUHAN memberikan suatu perintah maka IA pasti menjamin perintah tersebut dapat dilaksanakan dan menyiapkan dukungan penuh atas perintah tersebut. Perhatikan perintah "Janganlah Takut" diikuti oleh alasan kenapa Israel tidak usah takut di Yer.30:11 =  "Sebab Aku menyertai engkau, ...". Bukankah ini adalah kalimat terindah yang pernah kita baca ketika TUHAN sendiri menjamin keraguan kita akan ketakutan itu?

Hal di atas merupakan titik penting dalam kehidupan umat TUHAN dan Alkitab mengajarkan kepada kita melalui kehidupan tokoh-tokoh penting dalam PL dan PB; 

1. Ketika Yakub lari dari Esau, TUHAN menampakkan diri melalui mimpi kepada Yakub dan berfirman di Kej.28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.

2. Ketika Musa berdiri di hadapan TUHAN dalam semak duri yang menyala di Kel.3:12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."

3. Ketika Musa meninggal, dan jutaan orang Israel menggantungkan nasib mereka ke seorang Yosua - apa pesan TUHAN kepada Yosua di Yos.1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.

4. Ketika Yusuf mengalami masalah keraguan atas kehamilan Maria, apa pesan malaikat kepada Yusuf? Mat.1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. - Mat.1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

SALAH SIAPA?

Yer.30:12-15 = 30:12 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan! 30:13 Tidak ada yang membela hakmu, tidak ada obat untuk bisul, kesembuhan tidak ada bagimu! 30:14 Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar. 30:15 Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu, karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.

Kalimat yang sangat kuat menyiratkan teguran TUHAN kepada Israel, bahwa karena dosanyalah maka mereka mengalami hal ini. Juga sekaligus menyatakan kembali bahwa TUHAN berdaulat untuk menghukum ciptaanNYA dan umat pilihan-NYA. IA keras kepada Israel karena ingin membentuk bangsa itu sebagai bangsa pilihan, dimana melalui "Janji Pemulihan-NYA" terhadap bangsa ini, Mesias akan datang bagi umat manusia.

Penyakit dan luka yang dimaksud TUHAN melalui nabi Yeremia melukiskan dosa Israel, menggambarkan bahwa dosa tersebut sedemikian besarnya sehingga tidak lagi dapat diampuni. Satu-satunya cara untuk menyadarkan Israel hanyalah dengan penghukuman dan pembuangan sehingga Israel paham bahwa siapa yang berdaulat atas mereka.

Jadi penderitaan Israel, bukan karena TUHAN meninggalkan mereka, tetapi sebaliknya merekalah yang meninggalkan TUHAN dan mengakibatkan kemalangan besar atas bangsa mereka sendiri!

SPEKTAKULER

Yer.30:16-17 = 30:16 Tetapi semua orang yang menelan engkau akan tertelan, dan semua lawanmu akan masuk ke dalam tawanan; orang-orang yang merampok engkau akan menjadi rampokan, dan semua orang yang menjarah engkau akan Kubuat menjadi jarahan. 30:17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorang pun menanyakannya.

Setelah menjalani penghukuman, maka umat Israel akan mengalami pemulihan dan pembalikan keadaan yang spektakuler. Mengapa spektakuler? Perhatikan bahwa ada sesuatu yang luar biasa di bagian akhir pembacaan kita ini. Kalau di Yer.30:12-15 dikatakan bahwa tidak ada kesembuhan, maka di ayat 17 jelas Firman Tuhan mengatakan: Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu!
Siapa yang mampu menyembuhkan penyakit dosa yang demikian parah? Siapa yang mampu mengampuni kalau bukan TUHAn sendiri yang bertindak?

Dari sinilah suatu janji pemulihan yang jauh melebihi pikiran manusia dan umat Israel terjadi. Bukan saja mereka terbebas dari pembuangan dan kembali ke Yerusalem, bukan saja mereka mampu memulihkan dan membangun kembali Bait Suci yang dirubuhkan, tetapi TUHAN sendiri turun mengutus pemulih itu ke dalam dunia, yaitu Yesus Kristus.

PENUTUP

Belajar dari Israel, sebagai orang percaya yang telah menyaksikan perjalanan sejarah dan melihat penggenapan Janji TUHAN yang membentang sepanjang PL hingga PB dan masa kini, maka kita dapat mengimani bahwa;

1. Kita hanya dapat mengandalkan TUHAN dalam perjalanan kehidupan kita. Mengapa demikian? Karena hanya TUHAN yang menyediakan jaminan utuh akan setiap perintah-NYA.
Sebagaimana firman TUHAN melalui Yeremia yang berbunyi: "Jangan Takut" ... "Sebab Aku menyertai engkau" - maka kita dapat mengamininya dalam kehidupan kita, karena Kristus Yesus yang adalah penggenapan akan pemulihan Israel, yang kedatangannya telah difirmankan di kitab Yeremia ini - IA juga berkata "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat.28:20b). 
Sungguh sangat indah bukan? Pertama; TUHAN mengajak kita supaya JANGAN TAKUT dan kedua; IA sendiri menjamin kita supaya percaya dan tidak ragu akan seruan "Jangan Takut" tersebut dengan jaminan bahwa IA menyertai kita!

2. Perintah dan Janji TUHAN tidak pernah IA ingkari. Sebagaimana kita saksikan, bahwa ketika kita melaksanakan kehendakNYA, maka walaupun kelihatannya kehidupan kita penuh gejolak, tetapi jaminan keselamatan pasti di tangan kita. Tetapi kehidupan yang kelihatannya menyenangkan dengan melawan kehendak TUHAN, sudah pasti menuai dosa - penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan akhirnya beroleh pembuangan, kesengsaraan dan dukacita.

3. TUHAN berdaulat mengampuni dosa dan memulihkan keadaan Israel, dan sebagaimanapun dosa kita - mari datang kepadaNYA melalui Kristus Yesus dan bertobat serta berbalik dari dosa kita.

ITT - Jakarta, Kamis 1 November 2013