Renungan Kejadian 7:16
Dalam narasi Alkitab, pasal 7 dari Kitab Kejadian mencatat salah satu peristiwa paling dramatis dalam sejarah manusia: air bah. Di tengah kehancuran total yang melanda bumi akibat hukuman Allah atas dosa, ada satu ayat yang sering kali terlewat, tetapi menyimpan makna rohani yang sangat dalam.
Kejadian 7:16 (TB) mencatat:
"Dan mereka yang masuk itu jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang telah diperintahkan Allah kepadanya. Lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu baginya."
Mari kita bedah makna di balik ayat ini dan melihat bagaimana kaitannya dengan hidup kita saat ini, serta merenungkan sebuah perspektif yang mungkin terasa kontroversial.
Makna Kejadian 7:16
Ayat ini memperlihatkan dua kebenaran utama tentang karakter Allah dan kedaulatan-Nya:
- Ketaatan yang Sempurna: Nuh dan keluarganya melakukan persis seperti yang diperintahkan Allah. Mereka membawa masuk semua jenis binatang ke dalam bahtera keselamatan.
- Tindakan Allah yang Menyelamatkan: Nuh tidak dapat menutup pintu bahtera yang sangat besar itu dari dalam. Alkitab secara khusus menyatakan bahwa Tuhan sendiri yang menutup pintu itu. Ini adalah anugerah murni. Keselamatan bukan hasil usaha manusia, melainkan inisiatif dan perlindungan dari Allah.
Pemikiran Kritis: Sisi "Kontroversial" tentang Pintu yang Tertutup
Ketika kita membaca bahwa Tuhan menutup pintu bahtera, respons manusiawi kita sering kali merasa lega. Namun, jika kita melihat lebih kritis, ada sebuah paradoks atau ketegangan teologis yang sering membuat orang merasa tidak nyaman:
- Apakah Allah yang penuh kasih tega menutup pintu keselamatan, membiarkan orang lain binasa di luar sana?
Banyak orang modern merasa bahwa konsep Allah yang "menutup pintu" bagi sebagian orang adalah hal yang kejam atau eksklusif. Pemikiran kritis ini sering memunculkan perdebatan tentang keadilan Allah versus kasih Allah.
Namun, mari kita renungkan kembali dari sudut pandang Alkitab:
- Kesempatan yang Panjang: Sebelum pintu itu ditutup, Tuhan telah memberikan masa penantian dan peringatan selama 120 tahun selama Nuh membangun bahtera. Pintu itu terbuka lebar bagi siapa saja yang mau percaya dan masuk.
- Batas Waktu Anugerah: Pintu tertutup bukan karena Allah berubah kejam, melainkan karena batas waktu anugerah telah tiba. Air bah yang menghakimi bumi menuntut adanya pemisahan antara yang berada di dalam anugerah dan yang menolaknya. Ini mengingatkan kita bahwa kasih Allah tidak meniadakan kekudusan dan keadilan-Nya.
Penggenapan dalam Tuhan Yesus Kristus
Kisah bahtera Nuh dan pintu yang tertutup bukanlah sekadar cerita sejarah, melainkan bayang-bayang (type) dari karya penebusan Kristus.
- Tuhan Yesus adalah Bahtera Keselamatan Kita: Sebagaimana bahtera menyelamatkan Nuh dari murka air bah, Yesus Kristus menyelamatkan kita dari murka Allah akibat dosa. Di dalam Dia, ada keselamatan yang pasti.
- Tuhan Yesus adalah "Pintu" yang Terbuka dan Tertutup: Dalam Yohanes 10:9, Tuhan Yesus berkata, "Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat...". Pintu keselamatan itu terbuka lebar bagi siapa saja saat ini, tanpa memandang latar belakang.
- Penggenapan Akhir Zaman: Suatu hari kelak, pintu kesempatan ini akan ditutup. Seperti pada zaman Nuh, ketika masa anugerah berakhir, pintu akan tertutup secara permanen (lihat perumpamaan gadis-gadis bijaksana dalam Matius 25:10).
Refleksi untuk Kita Hari Ini
Ayat ini adalah undangan sekaligus peringatan bagi kita:
- Pastikan kita berada "di dalam": Jangan menunda untuk menerima keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus.
- Hargai waktu anugerah: Selama pintu masih terbuka, mari kita hidup dalam pertobatan dan membagikan kasih-Nya kepada sesama.
Apakah kita sudah masuk ke dalam "bahtera keselamatan" melalui iman kepada Yesus Kristus?
ITT - Jakarta, Sabtu 30 Desember 2023