Apakah Abraham Bertemu Yesus Sebelum Inkarnasi?
Banyak umat Kristiani merasa penasaran saat membaca Yohanes 8:58, di mana Yesus menyatakan, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Pernyataan ini memicu sebuah pertanyaan penting: Di manakah Yesus pada zaman Abraham?
Jika kita meneliti Kejadian 18, kita akan menemukan sebuah narasi yang luar biasa. Abraham dikunjungi oleh tiga sosok asing di dekat pohon tarbantin di Mamre. Namun, secara teologis, kunjungan ini bukanlah sekadar jamuan makan biasa, melainkan sebuah penyingkapan ilahi yang krusial.
1. Identitas Sang Tamu: Makna di Balik Nama "Adonai"
Alkitab mencatat dalam Kejadian 18:1 bahwa "TUHAN (YAHWEH) menampakkan diri kepada Abraham." Menariknya, apa yang dilihat secara fisik oleh Abraham adalah tiga orang pria.
Hal yang sangat mendalam terdapat pada ayat ke-3. Abraham menyapa pemimpin dari ketiga orang tersebut dengan sebutan, "Tuanku". Dalam teks asli Ibrani, kata yang digunakan adalah Adonai. Bentuk kata Adonai yang digunakan di sini adalah bentuk jamak khusus yang dalam tradisi Alkitab hanya diperuntukkan bagi Allah semesta alam, bukan sekadar sapaan hormat antar manusia. Hal ini mengindikasikan bahwa Abraham menyadari bahwa di hadapannya berdiri Sang Pencipta dalam wujud manusia.
2. Pemisahan Ilahi: Mengapa Hanya Dua yang Pergi ke Sodom?
Bagian ini adalah kunci untuk memahami kehadiran Kristus. Setelah mereka makan, Alkitab mencatat sebuah pemisahan yang jelas:
"Lalu berjalanlah orang-orang itu dari sana menuju ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN." (Kejadian 18:22)
Perhatikan polanya yang sangat spesifik:
- Tiga pribadi datang menemui Abraham.
- Dua pribadi (yang kemudian diidentifikasi sebagai malaikat dalam Kejadian 19:1) melanjutkan perjalanan ke Sodom untuk menyelamatkan Lot.
- Satu pribadi tetap tinggal bersama Abraham.
Pribadi yang tetap tinggal inilah yang disapa Abraham sebagai Adonai dan diajak bernegosiasi mengenai nasib Sodom. Abraham bahkan menyapa-Nya sebagai "Hakim segenap bumi" (Kejadian 18:25). Mengingat bahwa Allah telah menyerahkan seluruh penghakiman kepada Anak (Yohanes 5:22), besar kemungkinan bahwa sosok tersebut adalah Yesus dalam wujud pra-inkarnasi.
3. Kristofani: Penampakan Sang Anak
Pandangan ini didukung oleh fakta bahwa "Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah (Bapa)" (Yohanes 1:18). Oleh karena itu, setiap kali Tuhan menampakkan diri secara fisik dalam Perjanjian Lama, para teolog menyebutnya sebagai Kristofani—yaitu penampakan Sang Anak atau Logos sebelum Ia lahir di Betlehem.
Beberapa bukti pendukung lainnya adalah:
- Kejadian 19:1: Mencatat bahwa hanya "kedua malaikat" yang sampai ke Sodom, mengonfirmasi bahwa tamu ketiga memiliki identitas yang berbeda dan lebih tinggi.
- Yohanes 8:56: Yesus sendiri berkata, "Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya..." Banyak ahli percaya momen yang dimaksud Yesus adalah pertemuan di bawah pohon tarbantin Mamre ini.
- Kejadian 18:33: Menutup narasi dengan menyatakan, "Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham."
Kesimpulan
Pertemuan dalam Kejadian 18 menunjukkan bahwa keberadaan Tuhan Yesus tidak dimulai sejak peristiwa di Betlehem. Ia adalah Tuhan yang kekal, yang pernah turun ke dunia untuk makan bersama manusia dan mendengar doa syafaat sahabat-Nya. Sebagaimana tertulis dalam Ibrani 13:8: "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."
Dia adalah Adonai yang sama, yang menyapa Abraham di Mamre dan yang menyelamatkan kita hari ini. Ia adalah sang Alfa dan Omega, yang telah ada jauh sebelum sejarah dimulai dan akan tetap ada ketika dunia ini berakhir.
Wahyu 1:8 ”Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”
ITT - Jakarta, Selasa 27 Februari 2024