Pengantar
Kata "Ma’aser" (מַעֲשֵׂר) berasal dari bahasa Ibrani yang secara harfiah berarti "sepersepuluh" (10%) atau "bagian kesepuluh".
Dalam konteks sejarah dan Alkitab Perjanjian Lama, istilah ini merujuk pada ketetapan hukum Taurat yang mewajibkan bangsa Israel menyisihkan sebagian dari hasil bumi dan ternak mereka untuk keperluan khusus.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai asal-usul, bentuk, dan fungsi Ma'aser di dalam Alkitab:
1. Dari Mana Istilah dan Praktik Ini Berasal?
Praktik memberikan sepersepuluh berakar dari Sistem Teokratis Hukum Taurat yang diberikan Allah kepada bangsa Israel melalui Musa di Gunung Sinai (tercatat dalam kitab Imamat, Bilangan, dan Ulangan).
Meskipun ada insiden sebelum Taurat—seperti ketika Abraham memberikan sepersepuluh dari hasil jarahan perang kepada Melkisedek (Kejadian 14) atau nazar Yakub di Betel (Kejadian 28)—tindakan tersebut dilakukan secara sukarela dan insidental, bukan sebagai rutinitas finansial wajib yang terlembaga. Baru di dalam Taurat Musa, Ma'aser dilembagakan secara resmi sebagai bagian dari sistem hukum dan sosial bangsa Israel.
2. Tiga Jenis Ma'aser (Persepuluhan) dalam Taurat
Dalam tradisi rabi dan rincian hukum Taurat, Ma'aser sebenarnya tidak hanya satu, melainkan terbagi menjadi tiga jenis dengan peruntukan yang sangat spesifik:
Ma'aser Rishon (Persepuluhan Pertama - Bilangan 18): Dikhususkan bagi suku Lewi. Karena suku Lewi tidak mendapat bagian tanah warisan seperti suku-suku Israel lainnya (sebab tugas mereka melayani di Kemah Pertemuan/Bait Allah), mereka berhak menerima persepuluhan dari 11 suku lainnya. Orang Lewi itu sendiri kemudian diwajibkan menyerahkan sepersepuluh dari apa yang mereka terima kepada para imam (keluarga Harun).
Ma'aser Sheni (Persepuluhan Kedua - Ulangan 14:22-27): Ini adalah bagian persepuluhan yang diuangkan sendiri oleh pemiliknya dan dibawa ke Yerusalem untuk dimakan bersama keluarga dalam perayaan hari raya (seperti Pesta Panen). Tujuannya agar keluarga Israel belajar menguduskan berkat dan bersukaria di hadapan Tuhan, bukan diserahkan ke rumah ibadah.
Ma'aser Ani (Persepuluhan Ketiga - Ulangan 14:28-29): Dikeluarkan setiap tahun ketiga dan keenam di gerbang-gerbang kota sebagai sistem jaminan sosial untuk menopang orang Lewi, orang asing, anak yatim, dan para janda agar mereka bisa makan sampai kenyang.
3. Karakteristik Mutlak dari Ma'aser Asli
Jika ditelusuri secara ketat dari teks Alkitab aslinya, Ma'aser memiliki aturan yang sangat jelas:
Selalu berupa produk agraris/makanan: Komoditasnya terbatas pada hasil tanah (biji-bijian, buah-buahan, minyak, anggur) dan hewan ternak (sapi, domba, kambing) dari tanah Israel. Ikan, uang tunai, atau penghasilan profesi non-agraris (seperti tukang kayu, pedagang, nelayan) tidak termasuk dalam objek persepuluhan Taurat.
Berfungsi sebagai pajak teokratis: Sistem ini menopang pemerintahan teokrasi Israel kuno, di mana kaum Lewi bertindak sebagai pelayan administrasi publik dan penjaga hukum.
Kesimpulan
Secara singkat, Ma'aser adalah sistem perpajakan agraris dan jaminan sosial yang berasal dari hukum Taurat khusus bagi bangsa Israel kuno, dengan porsi dan peruntukan yang diatur secara ketat oleh Allah untuk memelihara keadilan sosial dan kelangsungan ibadah di Perjanjian Lama.
ITT - Jakarta, 19 November 2014