Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan Sendiri

Sunday, January 6, 2008

Kejadian 6:9-22


Kejadian 6:9-22


6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
6:10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.
6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka."
6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya

Perikop: Riwayat Nuh

Siapa?

I) Nuh.

1) Nuh adalah orang benar (ay 9).
2) Nuh hidup tak bercela (ay 9).
3) Nuh berjalan dengan Allah (ay 9).

Sama seperti Henokh, Nuh berjalan dengan Allah (bdk. Kej 5:22). Tetapi Henokh diangkat ke surga tanpa melalui kematian, sedang Nuh tidak! Tuhan berdaulat untuk memberikan hal yang berbeda kepada dua orang yang melakukan hal yang sama!

Penerapan:

Kalau ada orang menjadi Kristen lalu sembuh dari sakit, itu tidak berarti bahwa saudara mesti mengalami hal yang sama pada waktu saudara menjadi orang Kristen. Kalau ada orang Kristen berdoa supaya suaminya bertobat, dan doa itu langsung dikabulkan, itu tidak berarti bahwa saudara pasti akan mengalami hal yang sama kalau saudara berdoa untuk suami saudara!

4) Nuh hidup di tengah-tengah orang sezamannya (ay 9).

Ia hidup di tengah-tengah dunia yang bejad, tetapi ia tidak ikut menjadi bejad! Ia tidak mengikut arus dunia. Bandingkan dengan Ro 12:2a yang berbunyi: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini”.

Penerapan:

Kalau seluruh dunia suka berdusta, apakah saudara juga berdusta?
Kalau seluruh dunia bekerja mencari uang dengan cara yang tidak jujur, apakah saudara juga demikian?
Kalau seluruh dunia suka ngaret, apakah saudara juga demikian?
Kalau seluruh kelas menyontek pada waktu ulangan / ujian, apakah saudara juga demikian?
Kalau banyak orang merokok, menggunakan pil koplo, ecstasy dsb, apakah saudara juga demikian?
Kalau dunia menganut free sex, apakah saudara juga demikian?

Memang tak gampang untuk hidup secara Kristen di tengah-tengah dunia ini, tetapi kita harus tetap berusaha dengan pertolongan Tuhan!

Kenapa ?

II) Bejadnya dunia ini pada saat itu.

1) Bumi itu telah rusak dihadapan Allah penuh kekerasan dan semua manusia rusak(ay 11-12).

a) di hadapan Allah
Ini menunjukkan bahwa semua dosa dilakukan di hadapan Allah seakan-akan Allah dengan mukaNya persis ada di hadapan kita dan memandangi kita melakukan dosa itu. Karena itu, setiap kali saudara mau berbuat dosa (zinah, sombong, curi, dusta, fitnah, munafik, dsb), ingatlah hal itu baik-baik!

b) Adalah sesuatu yang mungkin bahwa seseorang itu benar/baik di hadapan manusia, tetapi rusak di hadapan Allah. Karena apa? Karena dunia mempunyai standar hidup yang berbeda! Karena itu, janganlah hidup menurut standar dunia/pikiran orang-orang di sekitar saudara. Hiduplah menurut standar yang Allah berikan yaitu Kitab Suci/Firman Tuhan.

Berapa Jam dibutuhkan untuk membaca Alkitab?

Alkitab berisi kurang lebih 3 juta huruf, 31.000 ayat dan 1.189 pasal. Untuk membaca seluruh Perjanjian Lama, dibutuhkan kira-kira 38 jam, sedang untuk Perjanjian Baru 11 jam. Jadi untuk membaca seluruh Alkitab diperlukan sebanyak 49 jam.
Bila kita membaca Alkitab dengan keras dengan kecepatan berbicara biasa, kita membutuhkan waktu 70 jam, 40 menit. Dengan membaca 4 pasal tiap-tiap hari, anda dapat menyelesaikan Alkitab dalam 375 hari atau setahun lebih.

Bagaimana?

III) Firman Tuhan kepada Nuh (ay 13-21).

1) Allah memberitahu Nuh tentang keputusanNya untuk menghukum dunia (ay 13). Ada dua hal yang penting di sini:
a) Allah itu adil, dan Ia tidak menggunakan ‘sistim demokrasi’.

Manusia sering menggunakan ‘sistim demokrasi’ sehingga mereka membenarkan yang banyak. Misalnya:
kalau ada banyak penduduk membuat bangunan liar di suatu tempat, pemerintah tidak berani menggusur mereka secara sembarangan.
kalau ada banyak supporter sepakbola melanggar lalu lintas, mereka tidak ditindak.
kalau ada massa yang jumlahnya ribuan melakukan perusakan dan pembakaran gereja, mereka dibiarkan saja.

Tetapi ingat bahwa Allah tidak demikian! Biarpun yang benar cuma sedikit sedang yang bejad ada banyak, yang banyak itu yang dihukum! Karena itu jangan merasa aman pada waktu melakukan dosa hanya karena dosa itu dilakukan semua orang/banyak orang (seperti dusta, fitnah, mencaci-maki, nyontek, datang terlambat, dsb).

b) Allah menceriterakan ini kepada Nuh supaya Nuh dikuatkan dalam kesalehannya. Kalau tidak ada hukuman untuk orang berdosa, maka ada kemungkinan orang saleh itu akan tertarik untuk ikut hidup dalam dosa.

2) Perintah untuk membuat bahtera (ay 14-16).
a) Ukuran bahtera: 300 hasta x 50 hasta x 30 hasta.
Kalau 1 hasta = 45 cm, maka ukuran bahtera itu adalah 135 m x 22,5 m x 13,5 m. Bandingkan dengan lapangan sepakbola = 91,4 X 54,8 meter

b) Ini adalah jalan keselamatan yang Tuhan berikan - ini jalan keselamatan satu-satunya.
Pada jaman Nuh itu, kalau orang tidak mau masuk ke dalam bahtera, maka tidak ada jalan lain baginya melalui mana ia bisa selamat. Pada waktu banjir itu mulai meninggi, ia mungkin akan mencoba naik pohon, naik atap rumah, naik gunung yang tinggi, dsb, tetapi ia akan tetap mati, karena air bah itu merendam seluruh dunia bahkan gunung yang tertinggi sekalipun (bdk. Kej 7:19-20). Jadi jelas bahwa bahtera itu adalah satu-satunya jalan keselamatan. Dan kalau pada saat itu Tuhan memberikan hanya satu jalan keselamatan, apa anehnya kalau jaman ini Ia juga memberikan hanya satu jalan keselamatan yaitu dengan percaya kepada Yesus? Yoh 14:6 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku’”.

Silahkan buka Alkitab dalam I Petrus 3:20. Saya ingin kita menandai bagian kedua dari ayat tersebut :

"…ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, dimana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu"

Kita belajar kebenaran besar dari ayat ini.

"Dimana sedikit (hanya sedikit), yaitu, delapan orang yang diselamatkan oleh air bah itu." Hanya sedikit orang yang diselamatkan. Yesus memberitahu kita dalam Matius 24:37 7 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” bahwa akhir zaman sangat mirip dengan zaman Nuh. Hanya sedikit orang yang akan diselamatkan, dan hanya sedikit orang yang benar-benar diselamatkan pada saat ini. Pastikanlah bahwa anda adalah salah satu diantaranya ketika Allah mengadili dunia ini.

Ya, bahtera berbicara tentang keselamatan. Setiap orang yang berada dalam bahtera akan diselamatkan. Dan setiap orang yang tidak berada dalam bahtera akan terhilang. Kembali ke II Petrus 5: "Dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik" (II Petrus 2:5).

Bahtera merupakan gambaran Tuhan Yesus & Gereja Tuhan. Hanya satu jalan bagi orang-orang untuk diselamatkan. Mereka harus masuk ke dalam bahtera. Yesus berkata, "Tidak seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yoh. 14:6). Hanya ada satu jalan untuk beroleh selamat hari ini - dan itu hanya melalui Yesus Kristus, Anak Allah.

3) Hukuman itu adalah air bah (ay 17).
Mungkin sekali banjir itu datang dari hujan yang tidak didahului dengan mendung, tetapi datang dengan sangat mendadak! Bandingkan ini dengan Mat 24:38-39 yang berbunyi:

24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Perhatikan 2 hal dalam ayat tersebut di atas:
mereka tidak tahu apa-apa tentang apa yang akan terjadi sampai banjir itu datang. Ini menunjukkan bahwa hujannya datang dengan mendadak. Datangnya hujan dan banjir itu disamakan dengan kedatangan Yesus yang keduakalinya. Ini lagi-lagi menunjukkan bahwa hujan dan banjir itu datang dengan mendadak.

Kemudian,

Ini menunjukkan kepada kita bahwa mereka tidak berhenti makan dan minum dalam pesta pora mereka. Mereka tidak mau berhenti dari pesta yang mewah dan kawin mengawinkan, manusia sangat candu akan hal tersebut pada masa itu. Mengapa mereka harus mengakhiri pesta mereka, perkumpulan mereka, tarian, minuman dan - kesenangan - hanya untuk masuk ke dalam perahu hitam yang usang di mana tidak ada kesenangan di dalamnya, pikir mereka.

Tetapi mereka salah tentunya. Satu-satunya tempat di dunia, di mana kesenangan dan kesukaan tetap ada selama air bah hanyalah ketika berada di dalam bahtera. Nuh dan keluarganya memiliki persekutuan yang erat saat mereka bekerja bersama dalam merawat dan memberi makan hewan-hewan selama air masih menutupi seluruh daratan

4) Perjanjian (ay 18).
a) adanya perjanjian ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menghukum secara membabi buta. Orang beriman / benar Ia selamatkan (Bdk. Kej 18: 23-25).
b) Perjanjian ini penting karena melalui perjanjian ini Nuh tahu bahwa iman, kesetiaan dan ketaatannya tidak sia-sia.

5) Perintah untuk membawa binatang (ay 19-20) + makanan (ay 21)
Perintah Tuhan kepada Nuh untuk membuat bahtera, memasukkan binatang-binatang, dan membawa bahan makanan ini merupakan tugas yang luar biasa sukar, besar dan berat! Perhatikan hal-hal di bawah ini:
- membuat kapal, menebang pohon, mengangkut kayu, dsb, semua dilakukan dengan alat-alat primitif.
- mengumpulkan binatang. Tetapi untuk tugas ini Nuh dibantu oleh Tuhan sendiri. Perhatikan ay 19,20. Ay 19 : (= kamu harus membawa). Ay 20 : (= akan datang kepadamu).
- mempersiapkan makanan. Ini banyak sekali karena mereka akan ada di kapal selama 1 tahun 10 hari (bandingkan Kej 7:11 8:13 8:14 dst).
- adanya ejekan / gangguan dari orang-orang bejad pada saat itu.
- lamanya pekerjaan itu lebih dari 100 tahun (Kej 5:32 6:3 7:11).
- pekerjaan itu hanya dikerjakan oleh 4 laki-laki dan 4 perempuan.

Kesimpulan

IV) Tanggapan Nuh (ay 22 bdk. Ibr 11:7).
Ada banyak hal yang bisa menghalangi Nuh, seperti:
- rasa malas.
- rasa tidak mampu.
- tak tekun / rasa bosan.
- kecil hati / takut terhadap ejekan / gangguan orang-orang lain.

Tapi, Nuh toh taat:
- ia taat langsung! (ay 21-22 - tak ada gap).
- ia taat total (ay 22: ‘semuanya’).
- ia taat terus / tekun sampai selesai!

Bagaimana tanggapan Bapak Ibu saudara/i dan saya terhadap tugas yang Allah berikan kepada kita untuk membangun kerajaan Allah, baik dalam memberitakan Injil, dalam berdoa, dalam memberi persembahan, dalam melayani, dsb? Maukah kita melakukan seperti apa yang Nuh lakukan?

Akhirnya setelah mempelajari satu per satu dari ayat-ayat tersebut di atas, kita dapat menyimpulkan bacaan hari ini dalam satu ungkapan yang sangat tegas: ‘Ketaatan mendatangkan Berkat – Ketidaktaatan mendatangkan Kutuk’.

Kristus memberkati ketaatan Ibu, Bapak dan adik-adik sekalian, AMIN.

ITT - 6 Januari 2008 - Khotbah pertama pada IHM di Pospel RC.Karuwisi Pkl.09:00

Saturday, December 1, 2007

Lukas 11:1-13


Doa – Lukas 11:1-13

11:1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."
11:2 Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
11:4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."
11:5 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
11:6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
11:7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Contoh Yesus

Kalau kita melihat kepada Yesus, kita melihat contoh tentang doa. Ia terus-menerus berdoa kepada Bapa-Nya. Tidak ada secercah pun tanda yang menunjukkan, bahwa Ia bersandar kepada diri-Nya sendiri. Sebaliknya, Ia selalu bergantung kepada Allah seperti terlihat dalam kehidupan doa-Nya. "Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan" (Ibr. 5:7). Ayat ini mengungkapkan bagaimana Yesus mengungkapkan isi hati-Nya kepada Bapa. Doa-Nya tidak dingin, kering, atau formal, melainkan suatu doa yang mengalir dari hati yang menyala-nyala dengan kasih Allah.

Perhatikanlah komitmen-Nya yang terlihat dalam ayat ini. "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana" (Mrk. 1:35). Di sini Yesus memperlihatkan kebutuhan-Nya untuk berdoa dengan bangun dan berdoa sebelum terang tanah. Demikian pula, tiap-tiap hari kehidupan kita seharusnya dimulai dengan doa. Kalau Yesus berdoa dan menerima perintah harian, demikian pula kita. Murid-murid yang hidup bersama dengan Yesus dan mengamati Dia terus-menerus bertanya, "Tuhan, ajarlah kami berdoa..." (Luk. 11:1). Mereka tidak meminta Dia mengajarkan bagaimana berkhotbah atau melakukan mukjizat, namun mereka ingin sekali mengetahui bagaimana cara-Nya berdoa. Orang-orang yang paling dekat dengan Tuhan mengetahui apa rahasia di balik kuasa-Nya. Mereka melihat bagaimana Ia memisahkan diri-Nya untuk berdoa dan kemudian kembali dengan kuasa yang luar biasa mengalir keluar dari diri-Nya. Mereka sadar, kalau mereka mengerti bagaimana caranya berdoa, mereka akan memiliki kuasa untuk berkhotbah, menyembuhkan dan melakukan mukjizat. Karena itu, marilah kita memahami kuasa yang terdapat dalam doa. Itulah kuasa Allah sendiri. "Doa menjangkau hal-hal yang kelihatannya mustahil dan tak terjangkau. Doa membuka Laut Merah. Doa memancarkan air dari batu karang dan menurunkan roti dari surga. Doa membuat matahari berhenti beredar. Doa menyalakan api dari langit membakar korban Elia. Doa menyembuhkan orang sakit. Doa membangkitkan orang mati. Doa telah membawa pertobatan sekian banyak jiwa.

Rumah Doa

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulai mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: 'Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun'" (Luk. 19:45-46). Bait Allah telah menjadi pusat kegiatan tempat banyak orang sibuk berjual-beli hewan-hewan korban yang hendak dipersembahkan kepada Allah. Namun Yesus masuk ke sana dan mengusir mereka semua serta menyatakan tempat itu sebagai rumah doa. Mirip sekali dengan gereja pada masa sekarang. Banyak sekali kegiatan yang baik, namun kurang sekali ada doa. Karena kurangnya doa ini, hanya terjadi sedikit pertumbuhan, sedikit kuasa, dan sedikit kekudusan.

Prinsip-prinsip Doa

Kalau kita berdoa, ada prinsip-prinsip yang membuat doa kita berhasil. Prinsip Utama yang mendasarinya adalah prinsip kekudusan. "Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan (doa) mereka..." (I Ptr. 3:12). Hidup benar dan tidak bercela memberi kita kehormatan untuk datang ke hadirat Allah yang kudus. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu" (Mzm. 24:3-4). Sebagai murid Tuhan, kalau kita telah menyerahkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus dan selalu berusaha hidup kudus, kita dapat memastikan, bahwa Allah mendengar dan menjawab doa kita. Prinsip-prinsip lain yang melengkapi Prinsip Utama tadi, meliputi:

1. Doa harus sesuai dengan Firman Allah. "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya" (Yoh. 15:7). Kalau Firman Allah memenuhi hati kita, doa kita akan mengalir keluar dari pengertian kita akan janji-janji-Nya.

2. Doa harus terarah dan spesifik. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiaporang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang daripadamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga, Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya" (Mat. 7:7-11). Yang pertama sekali, kita harus meminta. Apapun kebutuhan kita, mintalah. Dikatakan, kalau kita meminta ikan kepada Bapa kita, Ia tidak akan memberikan ular. Apa yang diberikan-Nya? Tentu saja seekor ikan! Ketika kita berdoa, kita harus menyebutkan nama-nama orang yang kita doakan atau hal-hal spesifik yang kita butuhkan.

3. Berdoa dalam nama Yesus. "Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya" (Yoh. 14:13-14). "Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah suka citamu" (Yoh. 16:23-24). Allah telah menanamkan segala kuasa di surga dan di bumi di dalam nama Yesus. Ketika kita dilahirkan kembali, kita diberi hak untuk menggunakan nama Yesus dalam doa. Dengan nama-Nya kita dapat menghampiri hadirat Allah dengan penuh keberanian dan kita akan didengar.

4. Berdoa dengan iman. "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya" (Mat. 21:22). Iman mendapatkan jawabannya sebelum hal itu terlihat oleh mata jasmani. Ketika kita berdoa sesuai dengan kehendak Allah di dalam nama Yesus, kita dapat mengharapkan datangnya jawaban. "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu" (Mrk. 11:24).

5. Berdoa dengan tekun. "Doa orang benar, bila dengan tekun didoakan, sangat besar kuasanya" (Yak. 5:16b). kita harus berdoa dengan segenap hati. Dengan bertekun, kita memperlihatkan kalau kita bersungguh-sungguh. Perhatikanlah Kisah Para Rasul 12:5, "Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah." Petrus dituntun keluar oleh seorang malaikat yang datang menolongnya sebagai jawaban bagi "ketekunan" doa umat Allah.

6. Kita harus memiliki motivasi yang benar. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yak. 4:3). Penting bagi kita untuk tidak meminta sesuatu dengan alasan yang salah. Berdoa agar orang-orang memperhatikan kita atau meminta berkat-berkat materiil untuk kesenangan kita sendiri sama saja dengan menyalahgunakan kehormatan untuk berdoa. Kita harus terus-menerus memeriksa motivasi kita dalam berdoa. Sekalipun kita berdoa agar orang-orang diselamatkan dan memohon perubahan untuk menjadi lebih baik, kiranya hal itu hanya demi kemuliaan Allah!

ITT - 1 Desember 2007 - Khotbah pada Ibadah pertama Persekutuan Doa Pagi GPIB Bethania Makassar

Tuesday, November 6, 2007

Mazmur 56


Mazmur 56.
Perikop: Kepercayaan Kepada Allah dalam Kesusahan.

56:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh. Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat.
56:2 Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku!
56:3 Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong.
56:4 Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;
56:5 kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
56:6 Sepanjang hari mereka mengacaukan perkaraku; mereka senantiasa bermaksud jahat terhadap aku.
56:7 Mereka mau menyerbu, mereka mengintip, mengamat-amati langkahku, seperti orang-orang yang ingin mencabut nyawaku.
56:8 Apakah mereka dapat luput dengan kejahatan mereka? Runtuhkanlah bangsa-bangsa dengan murka-Mu, ya Allah!
56:9 Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?
56:10 Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku.
56:11 Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji,
56:12 kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
56:13 Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.
56:14 Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.

Pendahuluan:

Ada 150 Mazmur yang ditulis abad 10-5 SM

Mengenai penulis mazmur-mazmur ini, kalimat pembukaan menyebutkan Daud selaku penggubah 73 mazmur, Asaf 12, bani Korah 10 (keluarga dengan karunia musik), Salomo 2, dan masing-masing satu oleh Heman, Etan, dan Musa. Kecuali Musa, Daud, dan Salomo, semua penggubah lainnya adalah imam atau orang Lewi dengan karunia musik dan tanggung jawab dalam ibadah kudus pada masa pemerintahan Daud. Lima puluh mazmur tidak diketahui penggubahnya.


Mazmur terbagi 3

1. Pujian dan ucapan syukur
2. Pada saat mengalami kesusahan
3. Tentang kesaksian, hidup tak bercela dan raja

Latar belakang: I Sam.21:10-15 (dibaca)

Eksposisi:

Sub a. Kasihanilah aku, Ya Allah.

Kasihanilah aku, Ya Allah. Alkitab mengingatkan bahwa mengandalkan pertolongan manusia adalah perbuatan sia-sia. Sebaliknya mengandalkan pertolongan Allah adalah tindakan yang tepat dan benar. Mazmur yang dilatarbelakangi kisah pelarian Daud ini memaparkan bahwa seluruh pengalaman gelap yang dialami karena tekanan dan ancaman Saul telah menimbulkan rasa takut dan cemas yang bertubi-tubi dalam dirinya. Dalam ketakberdayaan, manusia bisa saja mendapat perlakuan tidak manusiawi dari sesamanya. Permohonan "kasihanilah aku, ya Tuhan!" adalah satu-satunya pilihan bagi orang beriman karena tidak ada yang mengasihi kita seperti Allah.

Ketakutan yang wajar. Pengalaman Daud membuktikan bahwa takut yang dialaminya itu adalah wajar. Ketakutan yang dialaminya bukanlah gejala sakit jiwa, tetapi reaksi wajar yang akan muncul pada setiap orang yang berada dalam kondisi terancam. Rasa takut yang dialami Daud dapat juga dialami oleh semua orang, Hanya saja takut yang dialami Daud telah membuatnya mengenal benar kedalaman-kedalaman akar imannya.

Renungkan: Tidak mungkin kita mengerti apa arti percaya kecuali melalui pengalaman yang memaksa kita menghadapi fakta bahwa hanya Tuhan satu-satunya yang dapat dipercayai dan diharapkan.

Sub b. Allah yang meluputkan!

Allah yang meluputkan! Dalam Mazmur 55 kita mendapat kesan bahwa Daud berada dalam kondisi yang sangat tertekan. Namun dalam mazmur ini kesan itu telah berubah dengan suatu sikap yang lebih percaya dan lebih yakin akan pertolongan Allah. Perhatikanlah beberapa kali Daud mengungkapkan keyakinan sekaligus kepercayaannya kepada Allah. Misalnya, "Aku ini percaya kepada-Mu"(ayat 4), "Firman-Nya kupuji" (ayat 5,11), "Kepada Allah aku percaya" (ayat 5,12), "Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku" (ayat 6b, 12b). Ungkapan-ungkapan ini menunjukkan bahwa ia telah menang atas persoalan yang dihadapinya.

Judul di ayat 1 menyebutkan bahwa mazmur ini adalah suatu refleksi atas pengalaman Daud ketika ia ditangkap oleh orang Filistin (lihat 1 Samuel 21:10-15). Waktu itu Daud berada dalam posisi terjepit. Karena setelah lepas dari kejaran Saul, ia ditangkap oleh pegawai-pegawai Akhis, raja kota Gat, musuh orang Israel. Ibarat ungkapan: lepas dari mulut singa masuk ke dalam mulut harimau. Situasi yang gawat seperti itu tidak membuat Daud kehilangan percayanya kepada Allah (ayat 12). Pada akhirnya toh ia terlepas dari tangan musuh-musuhnya. Walaupun kelepasannya disertai dengan berpura-pura gila (ayat 1 Samuel 21:13-15), namun ia berkeyakinan bahwa Allahlah yang melepaskannya (ayat 14). Tanpa campur tangan Allah, Daud yakin bahwa Akhis tidak akan begitu mudah menolak laporan para pegawainya.

Sebagai respons Daud atas penyelamatan Allah atas dirinya, Daud pun melaksanakan nazarnya dan membayar dengan korban syukurnya kepada Allah (ayat 13). Kita tidak tahu apa nazar Daud itu, tetapi yang pasti hidup Daud seterusnya dijalaninya dengan setia mengikut Dia dan dengan sukacita melayani-Nya.

Renungkanlah: Saat-saat Anda sudah kepepet, terjepit, dan tanpa asa, percayalah Allah tidak meninggalkan Anda. Berserulah, dan lihatlah pertolongan-Nya datang!

Sub c. Bersyukur

Bulan Nopember setiap tahun di Amerika dikenal sebagai bulan Pengucapan Syukur ("Thanksgiving Month") karena "Thanksgiving Day" jatuh pada hari Kamis terakhir setiap bulan Nopember. Gereja-gereja mengadakan acara khusus pada Bulan "Thanksgiving" tersebut, tidak ketinggalan Gereja kita yang sudah mentradisikan mengadakan retreat setiap tahun. Demikian pula dengan persekutuan-persekutuan dalam Gereja, masing-masing mengadakan acara khusus dengan makanan khusus. Keluarga-keluarga juga tidak mau ketinggalan mengadakan acara "Thanksgiving", menghidangkan kalkun panggang sambil mengundang sanak-keluarga serta teman.

Mengadakan acara-acara "Thanksgiving" selama bulan Nopember adalah baik dan perlu dilestarikan. Namun bagaimana setelah bulan Nopember berlalu? Masihkah kita terus mengucap syukur? Dapatkah setiap pagi kita mengucap syukur atau kita hanya mengucap syukur pada bulan Nopember? Umumnya kita mengucap syukur pada "Thanksgiving Day" karena pemeliharaan dan kecukupan yang telah diberikan Allah selama setahun tersebut. Namun apabila kita mau memperhatikan pula berkat- berkat rohani yang kita terima dari Tuhan maka saya percaya kita akan mengucap syukur.

Adapun berkat-berkat rohani tersebut paling sedikit ada tiga hal yang patut kita syukuri.

Yang pertama bersyukurlah karena kita diangkat menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Pernahkah Anda merindukan untuk memperoleh kedudukan yang tinggi dalam hidup ini? Tidak semua kita menjadi orang yang berkedudukan tinggi dalam hidup ini, namun kita semua dapat menjadi anak-anak Allah. Menjadi anak- anak Allah bukan saja berarti bahwa kita mendapat hidup baru dan kekal serta layak masuk ke surga kelak, tetapi juga selama di dunia kita menjadi anggota keluarga Allah, dimana Allah menjadi Bapa kita sehingga kita dapat dengan leluasa bersekutu atau bergaul dengan Allah. Begitu tinggi dan suci kedudukan ini yang kita peroleh hanya dengan beriman pada Tuhan Yesus Kristus dan yang tidak dapat dibandingkan dengan kedudukan apapun juga di dunia ini. Untuknya kita patut bersyukur setiap hari! Adakah kita menggunakan kesempatan untuk bergaul dengan Allah melalui doa setiap pagi?

Yang kedua, kita patut bersyukur setiap pagi karena kita dipilih menjadi sahabat-sahabat Kristus. Pernahkah Anda merindukan untuk bergaul dengan orang-orang besar dan termasyur, menjadi sahabat para selibriti dunia ini? Tidak semua kita dapat menjadi kawan para selibriti tersebut, namun kita semua dapat menjadi sahabat-sahabat Kristus (Yohanes 15:15-16a). Tuhan telah menyampaikan apa yang didengar-Nya dari Allah Bapa dalam Alkitab. Rahasia-rahasia dan jawaban-jawaban terhadap masalah kehidupan terdapat dalam Firman- Nya. Untuk itu kita patut bersyukur setiap pagi! Adakah kita menggunakan kesempatan untuk bergaul dengan Allah setiap pagi dengan mempelajari dan menaati Firman Allah?

Yang ketiga, kita patut bersyukur setiap pagi karena kita dipanggil menjadi pelayan-pelayan Kerajaan Allah. Pernahkah Anda merindukan untuk melakukan suatu pekerjaan yang agung dan mulia dalam hidup ini? Ketika remaja saya sangat senang membaca riwayat hidup dan mengagumi banyak tokoh sejarah, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Mereka telah mengerjakan tidak sedikit karya-karya yang agung dan mulia. Tidak semua kita dapat menjadi seorang "tokoh". Namun kita semua dapat menjadi pelayan-pelayan Kerajaan Allah (1Petrus 4:10). Menjadi pelayan-pelayan Kerajaan Allah bukan berarti setiap kita menjadi pendeta, melainkan setiap kita melayani sesuai dengan karunia masing-masing. Bila kita melakukannya dengan setia, maka hal itu akan memberi makna yang agung dan mulia bagi hidup kita, sekalipun kita tidak terkenal dan termasyur. Untuk itu kita patut bersyukur setiap pagi! Adakah kita memanfaatkan karunia tersebut untuk melayani sesama setiap hari?

Kesimpulan:

1. Renungkan: Tidak mungkin kita mengerti apa arti percaya kecuali melalui pengalaman yang memaksa kita menghadapi fakta bahwa hanya Tuhan satu-satunya yang dapat dipercayai dan diharapkan.

2. Renungkanlah: Saat-saat Anda sudah kepepet, terjepit, dan tanpa asa, percayalah Allah tidak meninggalkan Anda. Berserulah, dan lihatlah pertolongan-Nya datang!

3. Berserulah kepada Tuhan setiap saat, bukan hanya pada masa kesusahan, bersyukurlah dengan segenap apa yang ada pada kita, baik moril maupun materil.

Mengucap syukurlah, bukan hanya ketika diluputkan oleh kesusahan atau maut, melainkan setiap hari. Amin.

ITT - 6 Nopember 2007 - Ibadah BPK-PW SP4 di Ibu Engel.