Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan Sendiri

Wednesday, November 13, 2013

Amos 8:4-8

(Sesuai SBU - Rabu, 20 November 2013)

8:4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini
8:5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,
8:6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"
8:7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!
8:8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?

PENGANTAR

Kitab Amos ditulis oleh nabi Amos. Amos, salah seorang peternak domba yang berasal dari Tekoa (1:1), sebelah tenggara Betlehem, adalah nabi pertama dalam Alkitab yang pesannya dicatat secara terperinci. Ia berasal dari sebuah kota di Yehuda/Kerajaan Selatan, tetapi ia berkhotbah kepada orang-orang Israel di Kerajaan Utara sekitar pertengahan abad ke-8 SM (7:12-13). Kitab Amos hanya memberikan petunjuk historis bahwa Amos melayani pada masa pemerintahan Raja Yerobeam di Israel dan Raja Uzia di Yehuda (1:1).

Pada masa itu banyak orang hidup makmur, ibadah dipentingkan, dan negeri Israel nampaknya damai. Tapi Amos melihat bahwa yang mengecap kemakmuran hanyalah para hartawan yang memperkaya diri dengan hasil penindasan dan ketidakadilan terhadap orang miskin. Orang menjalankan ibadah dengan hati yang tidak tulus, dan keadaan damai hanya tampak dari luar. Dengan berani dan penuh semangat, Amos menyampaikan pesan bahwa Tuhan akan menghukum bangsa Israel. Amos menyerukan agar keadilan "mengalir seperti air". Ia berkata, "Mungkin Tuhan akan mengasihani orang-orang yang tersisa dari bangsa Israel" (5:15).

Secara rinci keadaan Israel (secara khusus di Kerajaan Utara) dapat kita ketahui dari kitab Amos sbb:

1. Situasi Politik.
Masa pemerintahan Raja Yerobeam II merupakan masa kemakmuran bagi Israel, demikian pula dengan apa yang dialami Yehuda pada masa pemerintahan Raja Uzia. Israel dan Yehuda dapat menaklukkan negara-negara tetangga dan memperluas daerah perbatasan mereka melampaui batas yang ada pada zaman Salomo (bdk. 2 Raja 14:25; 2Taw.26:6-8). Kekuasaan besar Mesir dan Asyur pada saat itu lebih tertarik dengan permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar mereka, sehingga daerah Palestina bebas dari dominasi luar.
Dengan kondisi teritorial yang semakin luas serta kebebasan dari dominasi asing membuat Israel dan Yehuda hanyut dalam perdagangan internasional serta pajak-pajak yang dihasilkan dari perdagangan tersebut. Bukti-bukti arkeologi menunjukkan kemakmuran Samaria pada periode tersebut. Dengan kata lain, pada masa itu Israel dan Yehuda berada pada puncak kemakmuran secara politik dan ekonomi.
Iklim semacam itu mendorong kemunculan optimisme publik yang berlebihan tentang prospek bangsa itu pada masa mendatang. Mereka meyakini bahwa bangsa Israel masih akan terus berkembang dalam segala aspek. Tidak heran ketika Amos dan Hosea memberikan evaluasi yang berbeda dengan optimisme tersebut, mereka langsung menolak berita tersebut.

2. Situasi Sosial & Ekonomi.
Kesuksesan militer dan politik pada gilirannya melahirkan orang-orang yang kuat secara ekonomi dan sosial. Perdagangan meningkat tajam (8:5a), bahkan berskala internasional (3:9). Pembangunan gedung-gedung makin berkembang (3:15). Jumlah rumah semakin banyak (3:15b; 5:11; 6:8) dan perabotan pun semakin bervariasi (3:10, 12b,15b;6:4a). Pengembangbiakan pohon anggur dan ternak meningkat untuk mencukupi permintaan pelanggan (5:11b; 6:4b) karena kehausan pelampiasan akan pesta-pesta (4:1;6:4,6). Mereka menyalahgunakan kekuasaan dan kekayaan mereka untuk menindas mereka yang miskin dan lemah. Ketidakadilan dapat ditemui di mana-mana dengan mudah (5:7, 15, 24; 6:12). Praktek penipuan dalam berbisnis semakin menguntungkan (8:5b). Perbudakan karena utang yang belum terbayar semakin beragam bentuknya (2:6;8:6). Orang-orang yang kurang mampu secara sosial dieksploitasi (2:7a; 4:1;8:4) Hak-hak mereka ditindas melalui intimidasi para saksi dan hakim (2:7a;5:10,12). Situasi seperti inilah yang menjadi fokus pemberitaan Amos.

3. Situasi Keagamaan.
Masalah utama pada zaman Amos adalah penyembahan berhala (2:8; 5:5, 26; 7:9-13; 8:14). Walaupun mereka tetap menjalankan ibadah kepada TUHAN (4:4-5; 5:21-26), maupun memelihara Sabat (8:5), tetapi hidup mereka secara keseluruhan bertentangan dengan keagamaan mereka. Mereka tidak memperhatikan keadilan (2:7-8). Kemabukan menjadi sesuatu yang umum, bahkan di kalangan para wanita (4:1; bdk.2:8). Semua ini membuat TUHAN muak dengan semua ibadah mereka (5:23-25).

TUJUAN

Kitab Amos ditulis untuk menegur bangsa Israel yang meletakkan kepercayaan diri mereka pada tempat yang salah. Status sebagai keturunan Yakub, ibadah eksternal yang masih berlangsung dan kesuksesan dalam segala hal telah membuat mereka merasa aman.
Mereka tidak percaya bahwa malapetaka akan didatangkan oleh TUHAN atas mereka. Hari TUHAN menurut mereka adalah hari kemenangan, padahal hari itu justru menjadi kekelaman bagi mereka (5:18, 20).

Di tengah situasi seperti ini mereka diperingatkan untuk bertobat. Mereka perlu diingatkan bahwa hukuman TUHAN berlangsung adil atas semua bangsa, baik bangsa pilihan maupun bangsa kafir (Amos 1-2). Jika mereka tidak mau bertobat, maka TUHAN akan mendatangkan hukuman. Mereka yang menjadikan teman sebangsanya budak akan menjadi budak di negeri asing (9:4). Ayah dan anak yang sama-sama berzinah dengan pelacur (2:7-8) akan menyaksikan isteri mereka dijadikan pelacur dan anak-anak mereka mati oleh pedang (7:17). Mereka yang menindas orang miskin (2:7; 4:1) akan ditindas (2:13).

STRUKTUR

1. Judul 1:1

2. Pendahuluan 1:2

3. Hukuman atas negara-negara tetangga Israel 1:3 - 2:5 

4. Hukuman atas Israel 2:6 - 6:14 

5. Lima penglihatan 7:1 - 9:10 
   a. Penglihatan pertama: belalang 7:1-3
   b. Penglihatan kedua: api 7:4-6
   c. Penglihatan ketiga: tali sipat 7:7-9
   d. Amos dan Amazia 7:10-17
   e. Penglihatan keempat: bakul dengan buah-buahan 8:1-2
   f. Pernyataan penghukuman 8:3-14 ===> bagian bacaan kita pekan ini.
   g. Penglihatan kelima: Tuhan dekat mezbah 9:1-6
   h. Pernyataan penghukuman 9:7-10

6. Dua janji keselamatan 9:11-15
   a. Pemulihan kemah Daud 9:11-12
   b. Kembalinya kemakmuran 9:13-15

Dari uraian di atas, maka segera tampak bahwa tema teologis yang dominan dalam Kitab Amos adalah tentang keadilan TUHAN. Allah melakukan penghakiman-Nya tanpa memandang bulu. Baik bangsa kafir maupun umat-Nya sendiri akan dihakimi sesuai perbuatan mereka. Tidak ada satu bangsa pun yang kebal dari hukuman (Am 1-2). Di samping itu, keadilan ditempatkan Allah sebagai prioritas hidup yang melebihi upacara keagamaan secara eksternal (5:24).

KONTEKS BACAAN

Bacaan kita pekan ini termasuk ke dalam 5 penglihatan Nabi Amos mengenai apa yang akan terjadi bagi Israel di kemudian hari bila mereka tidak bertobat, hal mana penglihatan Nabi Amos ini membangkitkan kemarahan Amazia, imam di Betel yang melaporkan Amos kepada Raja Yerobeam dengan tuduhan persepakatan melawan raja (7:10-11).
Perhatikan struktur lebih rinci dari pasal 8 ini:
Amos 8:1-2 = Penglihatan keempat: bakul dengan buah-buahan
Amos 8:3 = Pernyataan Penghukuman
Amos 8:4-6 = Dosa bangsa Israel
Amos 8:7-10 = Ratapan penderitaan
Amos 8:11-14 = TUHAN berdiam diri

Jadi bagian bacaan kita pekan ini mempelajari tentang salah satu dosa Israel yang diingatkan Nabi Amos supaya mereka bertobat, bila tidak ingin ada ratapan penderitaan dan akhirnya TUHAN seakan-akan berdiam diri dan tidak memperdulikan mereka sama sekali.

URAIAN

Amos 8:4-6
8:4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 8:5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 8:6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"

- Ayat 4 adalah merupakan penekanan terhadap apa yang Nabi Amos serukan di Amos 5:11 (Sebab itu, karena kamu menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, -- sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya; sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya.)
Sebagaimana kita ketahui, hukum Israel yang diberikan TUHAN menghendaki umat Israel untuk membuka tangan lebar-lebar bagi kaum miskin di Ul.15-7-11 - bandingkan Maz.72:12-13.
- Dalam ayat 5 dikemukakan bahwa sebegitu jauhnya umat Israel melenceng dari hukum di atas, sehingga mereka juga berlaku munafik, dan menempatkan ibadah mereka, sabat mereka hanya sebagai hiasan/polesan semata padahal adalah suatu kejahatan besar berdagang dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal dan berbuat curang dengan neraca palsu! (Im.19:36; Ul.25:14-15). Perbuatan itu jelas melanggar hukum ke 8 dari 10 perintah TUHAN; Jangan mencuri! yang pelaksanaannya tercatat di Imamat 19:35-36; Ulangan 25:13-16 - bandingkan dengan Ams.11:1; Ams.20:10,23; Yeh.45:10-12.
Catatan:
* Bulan baru dan sabat adalah hari-hari yang dikuduskan buat TUHAN. Jadi tujuan utamanya bukan untuk berhenti dari bekerja, tetapi menguduskan dan mengkhususkan satu waktu khusus untuk TUHAN.
* Efa adalah ukuran takaran/isi barang bukan cair, sebesar kurang lebih 36 liter. Untuk barang cair digunakan bat yang besarnya sama dengan efa.
* Syikal adalah ukuran timbangan sebesar 11,4 gram. Biasanya dipakai untuk ukuran jumlah uang.

- Ayat 6 merupakan penekanan atas teguran TUHAN terhadap Israel di Amos 2:6 (2:6 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut;) - bahkan memperdagangkan barang yang sudah rusak/terigu rongsokan.

Amos 8:7-8
Amos 8:7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 8:8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?

- Untuk ke 3 kalinya dalam Kitab Amos, kata "TUHAN telah bersumpah" muncul. Sebelumnya didahului di Amos 4:2 dan 6:8. Hal ini cukup mengerikan, karena jelas menekankan bahwa TUHAN tidak akan pernah melupakan dosa-dosa Israel! dan dosa tersebut terjadi karena perilaku arogan keturunan Yakub itu yang tidak mengindahkan hukum TUHAN dan menindas kaum miskin. Jelas, mereka telah melupakan apa yang TUHAN firmankan pada mereka untuk tahu diri, bahwa mereka dahulu juga dilepaskan TUHAN dari Mesir sebagai orang asing yang tertindas (Kel.22:21) dan ketika mereka telah mendiami tanah yang berlimpah susu dan madu sesuai janji TUHAN, maka merekapun lupa segalanya dan tidak lagi mengindahkan Hukum TUHAN! Lebih mengerikan lagi, karena sumpah tersebut menyebutkan bahwa IA tidak akan melupakan perbuatan dosa Israel!
- Sungai Nil dipakai Nabi Amos sebagai analogi/perlambang akan TUHAN. Sebagaimana TUHAN yang penuh kasih dan penuh kekuatan yang dahsyat, demikian pula sungai Nil adalah sumber kemakmuran karena aliran sungai tersebut menjadi sumber kehidupan dan kemakmuran, akan tetapi juga dapat merupakan sumber malapetaka kalau sungai tersebut meluap dan membanjiri, menghanyutkan dan membunuh penduduk sekitarnya!

APLIKASI

1. Mengecilkan efa, membesarkan syikal dan neraca palsu adalah bentuk lain dari mencuri. Dan mencuri menyengsarakan orang lain, merampas hak orang lain dan menyusahkan ciptaan TUHAN. Kristus Yesus menekankan hal ini sebagai bagian dalam mengasihi sesama (Mat.18:18-19; bandingkan Rom.13:9).

2. Kemunafikan seperti pada masa Nabi Amos merasuk sampai ke dalam ibadah mereka, yang dilaksanakan hanya sebagai rutinitas dan ingin cepat-cepat dilewati untuk kembali melakukan hal mencuri di atas. Kita bisa belajar bahwa ibadah sejati tidak dapat dibatasi pada aktivitas keagamaan di gereja atau ibadah rutin lain saja. Ibadah sejati mencakup keseluruhan hidup umat Allah (bandingkan Rom 12:1). Ibadah sejati memperhatikan orang lemah dan yang membutuhkan (bandingkan Yak 1:27). Ibadah dalam arti yang komprehensif seperti inilah yang lebih dicari TUHAN. Tanpa semuanya ini, ibadah kita justru akan menjadi beban bagi TUHAN (Amos 5:21-23) dan kita sendiri akan berada dalam hukuman ilahi (bandingkan 1Kor 11:22, 30).

3. Keadilan TUHAN adalah mutlak. IA berdaulat dan menguasai kehidupan kita semua, sebagaimana Israel dan suku bangsa lain. Atas keadilan dan kemurahan hati-NYA bukan saja berkat yang sanggup IA senantiasa berikan, namun hukuman-NYA juga mampu menimpa kita, sebagai pribadi dan bahkan bangsa - bila kita melanggar perintah-NYA. Waspadailah itu!

Bercermin kepada keadaan Israel di masa Nabi Amos, dan memposisikan situasi dan kondisi kita di Indonesia sekarang ini, seruan Nabi Amos seakan-akan ditujukan kepada kita. Mengapa? Mari buka mata dan lihat di sekeliling kita, dan niscaya kita akan terkejut merasakan bahwa di mana-mana tempat begitu banyak kecurangan dan ketidak-perdulian terhadap orang yang miskin. Munculnya berbagai kasus korupsi membuktikan hal ini, melonjaknya harga-harga dengan tidak lagi mengingat kesusahan yang ditimbulkan oleh rakyat, keadilan yang begitu sulit diperoleh dan kemunafikan oleh pejabat di berbagai bidang usaha maupun pemerintah begitu mencolok - bahkan menggejala pula pemakaian ibadah-ibadah oleh orang percaya untuk memperoleh keuntungan pribadi! - semua hal-hal di atas merupakan suatu duplikasi atas apa yang ditegur oleh Nabi Amos.

Mari berhenti mengharapkan terus Kasih TUHAN untuk diluputkan dari petaka kalau terus berbuat dosa, dengan mulai aktif menghentikan semua perbuatan dosa itu sendiri!

ITT - Jakarta, Rabu 13 November 2013.

Friday, November 8, 2013

Daniel 6:29

(Sesuai SBU - Rabu, 13 November 2013)

6:29 Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

PENDAHULUAN

Daniel (Beltsazar) adalah pemuda yang bersama-sama dengan Hananya (Sadrakh), Misael (Mesakh), dan Azarya (Abednego) ditawan ke Babel bersama dengan beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan kaum bangsawan (Dan.1:3). Mereka adalah termasuk dalam kelompok para tawanan pertama yang diangkut ke Babel ketika Nebukadnezar menaklukkan Yerusalem dan menawan Raja Yoyakim (Dan.1:1-7). Di kota Babilon, Daniel menyaksikan kejahatan di sekelilingnya, namun ia tak pernah mengkompromikan keyakinannya yang ia ketahui sebagai kehendak Allah. 

Yehezkiel dan Daniel berada di Babel pada waktu yang bersamaan. Yehezkiel menyebutkan nama Daniel dan mensejajarkan Daniel dengan Nuh dan Ayub untuk memuji kesalehan Daniel yang luar biasa, dengan mengatakan: Biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub,..... demikianlah firman Tuhan ALLAH...... mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka (Yeh.14:14,20).

Dalam Kitab Daniel, Pasal 1 sampai 6 menjelaskan bagaimana Daniel dan rekan-rekan tawanan yang karena ketaatan kepada Allah bisa berhasil dan menang melintasi tekanan serta tantangan hidup yang mengancam dan dapat menghancurkan kehidupan mereka. Pasal 3 dan 6 menceritakan tentang kelepasan ajaib yang dialami mereka. Pasal 4 dan 5 menjelaskan tentang hukuman atas para penguasa. Pasal 7 melaporkan tentang penglihatan Daniel mengenai keempat binatang. Kemudian dalam Pasal 8 sampai 12, Daniel menulis tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. 

Hanya Daniel yang ternyata dapat menjelaskan arti dari patung raksasa dalam mimpi Nebukadnezar dalam pasal 2. Ini merupakan cara yang digunakan Allah untuk menempatkan Daniel kepada posisi yang terkemuka dalam pemerintahan. Patung dalam mimpi Nebukadnezar dalam pasal 2 dan binatang-binatang yang dinyatakan dalam penglihatan Daniel dalam pasal 7, keduanya menjelaskan tentang pemerintahan kerajaan-kerajaan Babel, Persia, Yunani, dan Roma secara berturut-turut. Ini adalah bangsa-bangsa yang akan memerintah dunia secara bergantian yang dimulai dari pemerintahan Nebukadnezar sampai genap zaman bangsa-bangsa itu (Luk.21:24). Menjelang akhir zaman, seorang pemimpin dunia akan muncul yang dikenal sebagai antikristus yang akan berperang melawan orang-orang kudus (Dan.7:21). Namun Yesus Kristus akan kembali dan mengalahkannya dan akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya (Dan.2:44). Kerajaan ini dilukiskan lewat sebuah Batu yang tidak diperbuat oleh tangan manusia, yang akan menjadi semakin besar seperti gunung yang akan memenuhi seluruh bumi (Dan.2:34-35). 

Pelayanan Daniel mencakup keseluruhan 70 tahun penawanan Yehuda. Ia bertugas sebagai pembesar di istana kerajaan Kasdim, Media dan Persia. Daniel menulis pada waktu orang-orang Yahudi sedang mengalami penindasan yang sangat merendahkan dan ketika bangsa itu sedang berdukacita yang sangat dalam atas kehilangan semua harta benda mereka. Kitab Daniel merupakan penghiburan bagi para tawanan di Babel, karena kitab ini memberikan jaminan mengenai kemenangan Israel yang terakhir atas segala musuh-musuhnya.

Yesus mengutip nabi Daniel ketika Ia berbicara tentang Pembinasa keji (Mat.24:15; Mark.13:14; bandingkan Dan.9:27; 11:31; 12:11) dan tentang siksaan yang dahsyat (Mat.24:21; bandingkan Dan.12:1) yang akan terjadi. Kristus juga mengutip Daniel ketika Ia mengatakan tentang tanda Anak Manusia di langit (Mat.24:30; bandingkan Dan.7:13-14).

TUJUAN

Tujuan utama dari Kitab Daniel adalah menunjukkan kedaulatan TUHAN atas dewa-dewa kafir. Kemenangan bangsa kafir atas bangsa Yehuda merupakan cara TUHAN menghukum umat-Nya. TUHAN tetap lebih besar daripada dewa-dewa kafir. Kepastian tentang kedaulatan TUHAN atas bangsa kafir ini diperlihatkan dengan jelas melalui berbagai mujizat kelepasan yang dialami Daniel dan teman-temannya, terutama pada saat mereka dihukum akibat menolak untuk menyembah dewa kafir. Mereka bukan hanya dilepaskan dari kematian, namun mereka justru memegang posisi penting di negara kafir.

Kedaulatan TUHAN juga dinyatakan melalui berbagai nubuat yang menggambarkan pengharapan eskatologis/akhir zaman yang kuat. Bangsa-bangsa kafir dinubuatkan akan muncul (Dan.4-5, 8, 11), namun mereka semua pada gilirannya akan dihukum oleh TUHAN. Pada masa selanjutnya TUHAN akan mendirikan sebuah kerajaan mesianis yang kekal melebihi semua kerajaan (Dan.7:13-14).

STRUKTUR

1. Penawanan Yehuda (1:1-21)
2. Mimpi Nebukadnezar  (2:1-49)
3. Narasi rekan-rekan Daniel (3:1-30)
4. Raja pertama Babel (4:1-37)
5. Raja terakhir Babel (5:1-31)
6. Narasi Daniel (6:1-29) ===> Bagian pembacaan pekan ini.
7. Mimpi dan penglihatan Daniel (7:1-8:27)
8. Kehancuran Yerusalem (9:1-12:13)

LATAR BELAKANG BACAAN

Daniel mulai berada di Babel sejak pemerintahan raja Nebukadnezar (1:1-6). Kemudian waktu berjalan terus dan pemerintahan berpindah tangan, termasuk peperangan dan pertarungan politik. Setelah Nebukadnezar, kemudian Bersyazar (5:1), lalu Darius (6:1).
Rentang waktu ini memberi indikasi bahwa Daniel yang diangkut dari Yehuda pada usia muda, kini dalam masa pemerintahan Darius, ia telah menjadi tua. Namun justru rentang waktu ini memiliki makna penting, yaitu bahwa Daniel tetap mendapat kepercayaan dalam pemerintahan, sekalipun penguasa berganti-ganti.

Sedikit koreksi terhadap gambar-gambar/lukisan yang memperlihatkan Daniel di kandang singa sebagai seorang berusia muda - perlu dibuat - karena ketika pasal 6 terjadi Daniel diperkirakan berusia sekitar 80an tahun.

Ada 28 ayat yang mendahului bacaan kita hari ini yang merupakan ayat terakhir dalam pasal 6. Dalam 28 ayat tersebut dapat kita uraikan sbb:

1. Tokoh pertama yang disebutkan dalam kisah ini adalah Darius, orang Media. Ia menerima pemerintahan pada usia 62 tahun (6:1). Pemerintahan diterimanya setelah Belsyazar mati terbunuh (5:30) karena tidak menjalankan pemerintahan sesuai dengan kehendak Allah (5:25-28). Pemerintahan Babel diakhiri lalu Media Persia menguasai (5:29).

2. Para Wakil Raja dan pejabat tinggi. Dalam kisah ini, para wakil raja digambarkan sebagai sekelompok pemimpin yang jahat. Merekalah yang mengarahkan sehingga kejadian dalam Daniel 6 ini terjadi. Ini adalah kumpulan orang-orang yang iri hati, sekaligus menunjukkan ketidakmampuannya mengungguli Daniel dalam berbagai hal. Maka kemudian mereka mengadakan sebuah permufakatan untuk menghancurkan karir Daniel. Mereka menghalalkan semua cara asal tujuan tercapai. Bahkan kalau perlu, mereka membunuh orang yang menghalangi mereka.
Perhatikan, bahwa apa yang ditulis dalam Amsal 6:16-19 (6:16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: 6:17 mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, 6:18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, 6:19 seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.) - semua perkara ini dilakukan oleh para wakil raja dan pejabat tinggi ini dengan Daniel sebagai sasaran mereka. Jadi dengan melakukan apa yang dibenci TUHAN tidak ada seorangpun yang akan selamat dari itu!

3. Tokoh berikutnya yang ditampilkan adalah Daniel. Dia ditampilkan sebagai tokoh yang sangat ideal. Data pertama yang dicatat adalah bahwa Daniel adalah salah seorang dari tiga pejabat tinggi yang membawahi para wakil raja (6:3). Maka dapat dikatakan bahwa Daniel memiliki kekuasaan yang cukup tinggi, bahkan kemungkinan besar ia hanya kurang kuasanya dibandingkan dengan raja sendiri. Tentu ia adalah seorang yang memiliki kapasitas untuk jabatan itu, baik dalam bidang politik pemerintahan maupun manajemen. Ia bersama 2 orang lagi membawahi seratus dua puluh wakil raja. Daniel digambarkan sebagai seorang yang memiliki integritas tinggi. Tidak didapati satu pun kesalahan atau kelalaian apapun dalam menjalankan pemerintahan (6:5).

4. Hal yang menarik adalah mengenai spiritualime Daniel yang menyembah Allah bukan dengan rutinitas saja, melainkan dengan konsisten. Bukan hanya 3 kali sehari ia berdoa, tetapi dalam keadaan terhimpit pun ia tetap berdoa seperti yang biasa ia lakukan (6:11)

5. Allah berkuasa dan berdaulat untuk melindungi Daniel, bahkan membalikkan keadaan sehingga Daniel akhirnya beroleh kedudukan tinggi seperti dalam ayat terakhir pasal 6 ini. Jangankan singa, kerajaan besar bahkan seisi duniapun berada dalam kedaulatan TUHAN!

URAIAN & APLIKASI

Dan.6:29 Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Jadi bukan hanya pada zaman Darius tetapi juga pada zaman pemerintahan Koresh, Daniel mendapatkan kepercayaan mereka dengan kedudukan yang tinggi dalam pemerintahan tersebut. Kedudukan tinggi yang mana bukan seketika itu ia peroleh, tetapi melalui perjalanan panjang yang penuh integritas khususnya kepada TUHAN.

Dari mempelajari latar belakang dalam Dan.6:1-28 dan kesimpulan akhir di Dan.6:29 kita bisa mempelajari beberapa hal:

1. Bahwa adalah bukan tidak mungkin kita menjalani hidup kudus seperti Daniel di tengah dunia sekarang ini.
Memang benar bahwa hidup kudus sulit, utamanya di dalam kehidupan pekerjaan dan sosial kemasyarakatan. Kita juga mesti sadar bahwa kita akan nampak aneh dengan tidak mengikuti kehendak dunia, tetapi tetaplah berpegang pada kehendakNYA untuk hidup kudus (band. Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.).
Banyak kali kekudusan itu hanya kelihatannya saja pada saat beribadah di hari minggu atau ibadah sektor dan pelkat, tetapi contohilah Daniel, yang melaksanakan itu di tiap saat, tiap tempat dan tiap masa kehidupannya.

2. Bahwa setiap orang yang berusaha hidup kudus akan menghadapi cobaan dunia.
Ketika kita selalu berusaha untuk hidup kudus, maka TUHAN akan melengkapi kita dengan berbagai kebijakan yang akan membawa kita ke jenjang kehidupan yang lebih tinggi. Bisa jadi kita akan beroleh kedudukan di pekerjaan, masyarakat atau di pelayanan.
Waspadailah, bahwa di saat itu akan banyak orang yang iri hati dan mencoba merebut kedudukan itu dari kita. Apa yang Daniel alami adalah suatu intrik politik yang rasial. Ironinya, semakin kita tulus, semakin dekat ancaman itu kepada kita. Contohilah Daniel yang selalu berlindung kepada TUHAN, bukan kepada raja Darius, dan teladanilah Yesus Kristus yang membawa segalanya ke Bapa di Surga dalam doa.

3. Bahwa "gua singa" yang sebenarnya ada di rumah dan kamar Daniel.
Di kamarnya Daniel berdoa dengan tekun, rutin dan konsisten. Daniel mengimani, bahwa kalau ia dekat kepada TUHAN, maka segala ancaman apapun bentuk dan tingkat kesulitannya, akan dapat ia lewati. Pahamilah bahwa gua singa yang sebenarnya adalah ketika kita berhenti dan menyerah untuk berdoa dan senantiasa mendekatkan diri kepada TUHAN. Ketika itulah sebenarnya kita jatuh ke mulut singa (Band. 1Pet.5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. - Band.Mat.26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.")

4. Kedudukan tinggi Daniel bukan instan, tetapi melewati proses.
Pahamilah bahwa kedudukan tinggi Daniel, ia peroleh bukan karena kedekatannya dengan raja manapun, melainkan kedudukan tersebut ia peroleh dari TUHAN. Daniel adalah orang Yahudi dengan status buangan ditengah kerajaan Babel dan kemudian Media Persia. Dalam minoritasnya itu ia menunjukkan cara hidup yang benar dan lurus, jujur dan penuh integritas, sehingga dari muda sampai lanjut usia ia dipakai dalam pemerintahan. Ini memperlihatkan bahwa, TUHAN berdaulat dalam segala sesuatu, bahkan atas Darius sebagai Raja Media Persia yang menguasai Babel!
Terkadang kita memburu kedudukan tinggi itu sehingga rela korupsi dalam pekerjaan, rela menjadi seperti wakil-wakil raja dan pejabat tinggi yang ingin kedudukan dengan memfitnah orang sehingga mendapat kedudukan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan serta di pelayanan. Semuanya itu tidak akan berarti banyak, karena kalaupun kedudukan tinggi itu diperoleh, itu tidak akan lama karena tidak berasal dari TUHAN, bahkan kita akan diserahkan kepada penghukuman seperti contoh bacaan di atas.

Perhatikanlah bahwa kedudukan tinggi di mata TUHAN adalah tanggung-jawab dan bukan status sosial.

ITT - Jakarta, Jumat 8 November 2013

Friday, November 1, 2013

Yeremia 30:10-17

(Sesuai SBU - Rabu, 6 November 2013)

30:10 Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan.
30:11 Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.
30:12 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan!
30:13 Tidak ada yang membela hakmu, tidak ada obat untuk bisul, kesembuhan tidak ada bagimu!
30:14 Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar.
30:15 Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu, karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.
30:16 Tetapi semua orang yang menelan engkau akan tertelan, dan semua lawanmu akan masuk ke dalam tawanan; orang-orang yang merampok engkau akan menjadi rampokan, dan semua orang yang menjarah engkau akan Kubuat menjadi jarahan.
30:17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorang pun menanyakannya.

LATAR BELAKANG

Di antara semua kitab PL atau kitab para nabi yang lain, Kitab Yeremia memiliki beberapa keunikan tersendiri. Dalam teks Ibrani kitab ini merupakan kitab yang paling panjang di antara kitab-kitab para nabi. Kitab ini bahkan lebih panjang dibandingkan 12 kitab nabi kecil digabung semuanya. Dalam Alkitab PL kitab ini terpanjang setelah kitab Mazmur.

Yeremia memulai pelayanan pada tahun ke-13 pemerintahan Raja Yosia, raja Yehuda (1:2). Pada masa itu Yeremia masih sangat muda (1:6-7). Dia masih terus melayani sampai pada masa pembuangan (1:3; bdk. 29:1; 52:1-3). Dengan demikian ia melayani selama kurun waktu 5 pemerintahan raja Yehuda, masing-masing Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia. Berdasarkan data yang ada di Alkitab (2Taw 29:1; 36:2, 5, 9, 11), masa pelayanan Yeremia mencapai lebih dari 40 tahun. Kurun waktu yang panjang ini sangat dimungkinkan karena pada waktu dipanggil TUHAN Yeremia masih muda.

Secara umum tujuan penulisan kitab ini mirip dengan tujuan kitab-kitab para nabi yang lain. TUHAN memanggil Yeremia untuk menegur bangsa Yehuda yang melakukan berbagai macam dosa: penyembahan berhala (2:5-3:5), ketidakadilan (5:20-31) dan penyalahgunaan ibadah (7:8-31). Kepada mereka Yeremia menyampaikan peringatan dari Allah berupa penghukuman melalui bangsa Babel. Mereka dipanggil untuk kembali kepada TUHAN (3:12-13) dan mengubah jalan mereka (7:3-7). Ketika mereka tetap tegar tengkuk, maka hukuman TUHAN pun akhirnya menjadi kenyataan (29:1-2). Bagaimanapun, TUHAN tetap setia kepada perjanjian-Nya. 

Ia memiliki rencana yang indah di balik semua ini (29:11) untuk mengembalikan mereka dari Babel (29:10) dan membangun kota Yerusalem lagi (30:18). Ia bahkan menjanjikan perjanjian yang baru dengan umat-Nya (31:31-34) dengan mendudukkan seorang keturunan Daud di atas tahta (33:15-26) supaya bangsa Yehuda kembali kepada Allah (29:12-14).

Secara khusus tujuan penulisan kitab dapat ditelusuri dari kisah pemanggilan Yeremia. Dalam kisah ini diungkapkan secara eksplisit ide utama yang akan muncul berkali-kali dalam seluruh kitab: kedaulatan TUHAN untuk memberkati atau menghukum (1:10). TUHAN diumpamakan seperti penjunan/tukang periuk yang berhak membentuk tanah liat menjadi bejana apapun yang Dia inginkan (18:1-11). Semua ini berkaitan dengan respon suatu bangsa terhadap TUHAN (18:6-10). Berdasarkan konsep ini, bangsa Yehuda diingatkan untuk bertobat dan kembali kepada TUHAN. Berita yang disampaikan Yeremia ini pada akhirnya tidak direspon positif oleh para pemimpin dan rakyat Yehuda. Mereka pun takluk di bawah bangsa Babel dan dibuang dari tanah perjanjian.
Di pembuangan inilah Yeremia menuliskan kitabnya untuk membantu bangsa Yehuda merefleksi ulang semua yang sudah terjadi. 

Kekalahan dari Babel bukan disebabkan kesalahan atau ketidakberdayaan TUHAN di hadapan para dewa Babel. Semua terjadi karena bangsa Yehuda tidak mau bertobat dan mengandalkan TUHAN. Kitab ini sekaligus mengingatkan orang-orang di pembuangan tentang janji pemulihan yang diucapkan TUHAN sebelumnya. Dengan demikian kita dapat memahami tujuan penulisan kitab ini sebagai upaya Yeremia untuk menghibur bangsa Yehuda di pembuangan bahwa TUHAN berkuasa mengubah keadaan mereka. Hanya satu yang diminta TUHAN dari mereka: pertobatan!

STRUKTUR KITAB YEREMIA

Struktur Kitab Yeremia kira-kira dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Pemanggilan Yeremia (pasal 1)
2. Penolakan dan akibatnya (pasal 2-29)
3. Janji pemulihan (pasal 30-33) ==> Bagian bacaan pekan ini.
4. Penolakan dan akibatnya (pasal 34-45)
5. Penghukuman bagi bangsa-bangsa (pasal 46-51)
6. Kejatuhan Yerusalem sebagai salah satu bukti penggenapan nubuat (pasal 52)

Tema utama dalam Kitab Yeremia berhubungan dengan kedaulatan TUHAN. Sejak awal pemanggilan Yeremia sudah dijelaskan bahwa Yeremia tidak perlu takut kepada manusia sebab TUHAN sendiri akan menyertai dia (1:8, 17, 19). Kedaulatan TUHAN juga dinyatakan melalui kuasa TUHAN dalam menegakkan maupun meruntuhkan suatu bangsa (1:10). Hal ini tidak hanya berlaku untuk bangsa Yehuda saja, tetapi semua bangsa, sebagaimana Yeremia dipanggil untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa (1:5).

Pada bagian selanjutnya Yeremia menyampaikan perkataan ilahi menentang berbagai bangsa (pasal 46-51) untuk menunjukkan bahwa TUHAN berkuasa mengontrol semua bangsa.
Bagian lain yang menggambarkan kedaulatan ini adalah gambaran Allah sebagai tukang periuk (pasal 18). TUHAN berkuasa menentukan nasib suatu bangsa sesuai dengan kedaulatan-Nya dan respon bangsa itu kepada TUHAN.

Tema lain yang dominan adalah kesetiaan TUHAN terhadap perjanjian. Dalam kitab ini bangsa Israel disebut dengan berbagai nama yang menunjukkan posisi khusus mereka di mata Allah. Mereka adalah buah sulung (2:3), anggur pilihan (2:21), mempelai terkasih (2:2; 3:14), kawanan domba (13:17), kebun anggur (12:10), warisan (12:7-9). Sebagai umat perjanjian mereka seharusnya menaati Taurat (5:4-5; 8:7). Jika memberontak, maka peringatan yang dulu diucapkan Musa tetap akan berlaku atas mereka (11:26-32; 22:9; bdk. Ul 27-28).

Dalam kenyataannya, bangsa Yehuda telah melawan TUHAN. Mereka bagaikan anak-anak yang memberontak terhadap ayah yang mengasihi mereka maupun seorang isteri yang tidak setia kepada suaminya (3:19-20). Mereka menolak nasehat dan teguran dari TUHAN (2:30;5:3; 17:23; 32:33; 35:13). Mereka secara salah telah memandang bait Allah dan kota Yerusalem sebagai simbol perlindungan dari TUHAN (pasal 7, 26). Untuk memberi pelajaran rohani kepada mereka, TUHAN mengambil bait Allah dan kota Yerusalem yang selama ini dijadikan tempat perlindungan palsu.

Tema lain adalah damai sejahtera yang sesungguhnya. Dalam Kitab Yeremia kata “damai sejehatera” merupakan ungkapan favorit bagi bangsa Yehuda yang berada di tengah instabilitas politik dan gejolak peperangan. Situasi ini dimanfaatkan oleh para nabi palsu untuk mengambil hati raja dan semua rakyat. Dengan menggunakan nama TUHAN mereka menubuatkan kelepasan, damai, dan kemakmuran (14:11-16; 23:9-40; 28:1-17). Hal ini semakin memperberat beban Yeremia. Ia tidak disukai oleh bangsanya sendiri justru ketika ia setia menyampaikan berita penghukuman dari TUHAN. Ia sempat stress dengan situasi ini (20:7-10), tetapi TUHAN berjanji melindungi dia (15:15-21). Kedamaian dari TUHAN berbeda dengan yang dijanjikan dunia. Di tengah pembuangan pun TUHAN tetap memiliki rancangan damai sejahtera (29:11). Damai sejahtera sejati berasal dari ketaatan kepada Allah.

KONTEKS BACAAN

Kegelapan dan kekelaman yang kita temui sepanjang Yer.23-29 mulai terkuak oleh terang yang diawali di Yer.30 ini - seperti berjalan di terowongan gelap, maka ujungnya yang memperlihatkan cahaya terang mulai terlihat di pasal 30 ini.

Yer.30 ditulis dalam suatu kesatuan tema yang meliputi 4 pasal yaitu 30, 31, 32 dan 33 mengenai Janji Pemulihan Allah atas umat Israel secara keseluruhan, baik kerajaan Utara maupun selatan (perhatikan bahwa di Yer.30:3 dan 4 menyebutkan secara jelas: Israel (utara) dan Yehuda (selatan) dan di Yer.30:10 menyebut Yakub yang bukan saja ayah dari Yehuda dan Lewi  saja tetapi juga ayah dari ke-10 saudara yang lain di Kerajaan Utara. Jadi walaupun Yeremia melayani dan berasal dari kerajaan selatan/Yehuda, tetapi pernyataannya mewakili ALLAH yang melihat umat-NYA Israel sebagai satu kesatuan.

Jadi, walaupun TUHAN menghukum umat-Nya, namun tindakan ini bukanlah tanda ketidaksetiaan terhadap perjanjian. Justru hukuman ini merupakan bukti bahwa Allah memegang teguh perjanjian yang Dia buat, termasuk hukuman yang menyertai perjanjian itu jika dilanggar (bandingkan Ul 28:49-68). Di samping itu, Allah menjanjikan sebuah perjanjian yang baru dalam hati umat-Nya (Yer.30-33). Allah akan membangkitkan seorang keturunan Daud untuk memerintah selama-lamanya (33:15-26). Ia pun berjanji untuk mengembalikan mereka kembali ke tanah perjanjian (32:36-44).

URAIAN

JANGAN TAKUT

Yer.30:10-11 = 30:10 Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan. 30:11 Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.

Kalimat "Jangan takut" adalah salah satu kalimat yang paling sering diulang sebagai perintah oleh TUHAN. Tetapi, ketika TUHAN memberikan suatu perintah maka IA pasti menjamin perintah tersebut dapat dilaksanakan dan menyiapkan dukungan penuh atas perintah tersebut. Perhatikan perintah "Janganlah Takut" diikuti oleh alasan kenapa Israel tidak usah takut di Yer.30:11 =  "Sebab Aku menyertai engkau, ...". Bukankah ini adalah kalimat terindah yang pernah kita baca ketika TUHAN sendiri menjamin keraguan kita akan ketakutan itu?

Hal di atas merupakan titik penting dalam kehidupan umat TUHAN dan Alkitab mengajarkan kepada kita melalui kehidupan tokoh-tokoh penting dalam PL dan PB; 

1. Ketika Yakub lari dari Esau, TUHAN menampakkan diri melalui mimpi kepada Yakub dan berfirman di Kej.28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.

2. Ketika Musa berdiri di hadapan TUHAN dalam semak duri yang menyala di Kel.3:12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."

3. Ketika Musa meninggal, dan jutaan orang Israel menggantungkan nasib mereka ke seorang Yosua - apa pesan TUHAN kepada Yosua di Yos.1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.

4. Ketika Yusuf mengalami masalah keraguan atas kehamilan Maria, apa pesan malaikat kepada Yusuf? Mat.1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. - Mat.1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

SALAH SIAPA?

Yer.30:12-15 = 30:12 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan! 30:13 Tidak ada yang membela hakmu, tidak ada obat untuk bisul, kesembuhan tidak ada bagimu! 30:14 Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar. 30:15 Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu, karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.

Kalimat yang sangat kuat menyiratkan teguran TUHAN kepada Israel, bahwa karena dosanyalah maka mereka mengalami hal ini. Juga sekaligus menyatakan kembali bahwa TUHAN berdaulat untuk menghukum ciptaanNYA dan umat pilihan-NYA. IA keras kepada Israel karena ingin membentuk bangsa itu sebagai bangsa pilihan, dimana melalui "Janji Pemulihan-NYA" terhadap bangsa ini, Mesias akan datang bagi umat manusia.

Penyakit dan luka yang dimaksud TUHAN melalui nabi Yeremia melukiskan dosa Israel, menggambarkan bahwa dosa tersebut sedemikian besarnya sehingga tidak lagi dapat diampuni. Satu-satunya cara untuk menyadarkan Israel hanyalah dengan penghukuman dan pembuangan sehingga Israel paham bahwa siapa yang berdaulat atas mereka.

Jadi penderitaan Israel, bukan karena TUHAN meninggalkan mereka, tetapi sebaliknya merekalah yang meninggalkan TUHAN dan mengakibatkan kemalangan besar atas bangsa mereka sendiri!

SPEKTAKULER

Yer.30:16-17 = 30:16 Tetapi semua orang yang menelan engkau akan tertelan, dan semua lawanmu akan masuk ke dalam tawanan; orang-orang yang merampok engkau akan menjadi rampokan, dan semua orang yang menjarah engkau akan Kubuat menjadi jarahan. 30:17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorang pun menanyakannya.

Setelah menjalani penghukuman, maka umat Israel akan mengalami pemulihan dan pembalikan keadaan yang spektakuler. Mengapa spektakuler? Perhatikan bahwa ada sesuatu yang luar biasa di bagian akhir pembacaan kita ini. Kalau di Yer.30:12-15 dikatakan bahwa tidak ada kesembuhan, maka di ayat 17 jelas Firman Tuhan mengatakan: Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu!
Siapa yang mampu menyembuhkan penyakit dosa yang demikian parah? Siapa yang mampu mengampuni kalau bukan TUHAn sendiri yang bertindak?

Dari sinilah suatu janji pemulihan yang jauh melebihi pikiran manusia dan umat Israel terjadi. Bukan saja mereka terbebas dari pembuangan dan kembali ke Yerusalem, bukan saja mereka mampu memulihkan dan membangun kembali Bait Suci yang dirubuhkan, tetapi TUHAN sendiri turun mengutus pemulih itu ke dalam dunia, yaitu Yesus Kristus.

PENUTUP

Belajar dari Israel, sebagai orang percaya yang telah menyaksikan perjalanan sejarah dan melihat penggenapan Janji TUHAN yang membentang sepanjang PL hingga PB dan masa kini, maka kita dapat mengimani bahwa;

1. Kita hanya dapat mengandalkan TUHAN dalam perjalanan kehidupan kita. Mengapa demikian? Karena hanya TUHAN yang menyediakan jaminan utuh akan setiap perintah-NYA.
Sebagaimana firman TUHAN melalui Yeremia yang berbunyi: "Jangan Takut" ... "Sebab Aku menyertai engkau" - maka kita dapat mengamininya dalam kehidupan kita, karena Kristus Yesus yang adalah penggenapan akan pemulihan Israel, yang kedatangannya telah difirmankan di kitab Yeremia ini - IA juga berkata "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat.28:20b). 
Sungguh sangat indah bukan? Pertama; TUHAN mengajak kita supaya JANGAN TAKUT dan kedua; IA sendiri menjamin kita supaya percaya dan tidak ragu akan seruan "Jangan Takut" tersebut dengan jaminan bahwa IA menyertai kita!

2. Perintah dan Janji TUHAN tidak pernah IA ingkari. Sebagaimana kita saksikan, bahwa ketika kita melaksanakan kehendakNYA, maka walaupun kelihatannya kehidupan kita penuh gejolak, tetapi jaminan keselamatan pasti di tangan kita. Tetapi kehidupan yang kelihatannya menyenangkan dengan melawan kehendak TUHAN, sudah pasti menuai dosa - penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan akhirnya beroleh pembuangan, kesengsaraan dan dukacita.

3. TUHAN berdaulat mengampuni dosa dan memulihkan keadaan Israel, dan sebagaimanapun dosa kita - mari datang kepadaNYA melalui Kristus Yesus dan bertobat serta berbalik dari dosa kita.

ITT - Jakarta, Kamis 1 November 2013