WIB

Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Friday, March 17, 2006

Lukas 19:11-27


19:11 Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.
19:12 Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.
19:13 Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.
19:14 Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.
19:15 Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.
19:16 Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.
19:17 Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.
19:18 Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.
19:19 Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.
19:20 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
19:21 Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
19:22 Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
19:23 Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
19:24 Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.
19:25 Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.
19:26 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

“Tanggungjawab”

Kalau ada orang yang bertanya kepada kita,"Yakinkah Anda Allah mengasihi kita?" Tanpa berpikir panjang kita tentu akan menjawab, 'Yakin sekali'. Tetapi, coba kalau pertanyaannya begini, 'Yakinkah Anda Allah percaya kepada Anda?' Nah, apakah Anda juga akan menjawab, "Yakin sekali?"

Keraguan kita menjawab akan berbanding langsung dengan aspek tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus. Apakah kita sudah memikul tanggung jawab dan melaksanakan tanggung jawab itu?

Untuk memahami perumpamaan uang mina ini mari kita baca ayat 11 secara teliti, inilah sebenarnya maksud Tuhan Yesus menjabarkan perumpamaan mina ini. (Jabarkan sedikit mengenai Zakheus).

Dalam Lukas 19:11-27, Perumpamaan Tentang Uang Mina. Dikisahkan tentang seorang bangsawan yang berangkat ke negeri jauh. Ia memberikan 10 uang mina (1 mina sama dengan 100 dinar, upah pekerja harian selama 100 hari) kepada hamba-hambanya. Sekembali dari perjalannya, bangsawan ini meminta pertanggungjawaban para hambanya. Orang pertama dan kedua berhasil melipat gandakan uang itu. Tetapi orang ketiga tidak menghasilkan apa-apa karena menyimpan uang itu dalam sapu tangan.

Perumpamaan ini sejajar dengan perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25:14-30. Intinya adalah, bahwa kita harus mempergunakan dan mengembangkan apa yang sudah Tuhan percayakan kepada kita dengan penuh tanggung jawab; entah itu waktu, uang, kemampuan, atau apa saja. Sebab kalau tidak, Tuhan bisa menarik kembali apa yang sudah dipercayakan-Nya itu.

Seringkali kita mengeluh, bahwa yang kita miliki tidak sebanyak yang orang lain miliki. Padahal sebenarnya yang menjadi soal bukan berapa banyaknya, tetapi bagaimana kita mempergunakannya. Memiliki sedikit kalau itu dipakai dengan penuh tanggung jawab kepada Tuhan, pasti akan menghasilkan perkara yang besar. Dalam Alkitab kita melihat, tidak jarang Tuhan memakai orang-orang sederhana untuk melaksanakan pekerjaanNya; misalnya para gembala, para nelayan, anak kecil yang mempunyai lima roti dan dua ikan.

1. TUHAN YESUS AKAN DATANG KEMBALI SEBAGAI RAJA

Bangsawan yang meninggalkan negerinya untuk dinobatkan sebagai raja mempercayai hambanya dengan meninggalkan 10 mina, dengan satu tujuan agar nilai hartanya tidak menyusut.
Bangsawan itu juga menguji akan kesetiaan daripada hamba-hambanya. Ay.15. Para hambanya mendapat ujian apakah mereka masih juga melayani dan mentaati akan perintahnya meskipun ia tidak hidup bersama mereka. Dapatkah mereka mengelolakan uangnya? Kalau mereka tak melakukannya dengan setia tatkala ia tidak hidup bersama mereka, maka kesetiaan dan kejujuran mereka sangat diragukan.
Lukas 19:12 mengumpamakan dengan jelas, bahwa Yesus akan datang kembali sebagai raja. Saat datang sebagai raja, Ia meminta pertanggungjawaban tugas dari para hambaNya (Lukas 19:15).

2. MEREKA YANG BERUPAYA BAGI DIA AKAN MENERIMA UPAH

Lukas 19:16-17. Hamba yang bertanggungjawab berhasil mengembangkan 1 mina jadi 10 mina, ia diberi upah untuk kuasai 10 kota dalam Kerajaan. Lukas 19:18-19. Yang lainnya bisa kembangkan 1 mina jadi 5 mina, ia diberi upah untuk kuasai 5 kota dalam Kerajaan.

Bangsawan itu memberi pahala bagi mereka yang setia dan jujur melakukan tugas mereka. Ay. 17, 19. Pahala yang ia berikan kepada hambanya adalah sejajar dengan beban tanggung jawab dan hasil pekerjaan yang mereka lakukan.

Yesus mengumumkan Dia akan memberikan upah kepada setiap pribadi individu atas cara hidup mereka selama di bumi. Sebagai contoh, dalam Wahyu 22:12 Dia berkata, 'Aku akan memberi kepada setiap orang sebanding dengan apa yang dia telah lakukan.'

Lagipula, Dia menegaskan ini dalam Matius 16:27 ketika Dia berkata, 'Karena Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa dengan para malaikatNya, dan Dia kemudian akan memberikan upah kepada setiap orang sehubungan dengan apa yang telah dikerjakannya.'

3. MEREKA YANG LALAI AKAN DIHUKUM

Matius 25:28,30. Hamba yang tidak berguna akan dirampasi & dihukum.

Mungkin kita punya talenta waktu, tapi tak mampu melayani jemaat, pakailah talenta waktu itu untuk doa syafaat! Mereka yang punya talenta kepemimpinan, bisa berikan talenta itu pada Allah dengan bersedia jadi gembala. Yang punya talenta kekayaan, bisa berikan itu pada Allah untuk membiayai pekerjaan Tuhan. Apapun talenta kita, semuanya untuk Allah, bukan untuk diri sendiri. Jika kita kembalikan pada Allah, kita diberkati. Jika tidak mau akan dirampasi & dihukum.

KLIMAKS

Kerajaan Allah adalah keadaan dimana hidup kita menjadikan Yesus sebagai Raja. Kita akan berupaya untuk mengembangkan talenta & mina yang Ia percayakan pada kita demi kebesaran & kemuliaanNya.

Waktunya akan tiba untuk kita mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di hadapan Hakim yang Adil.

Inti: Ayat 26; Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.

Apa yang diberi? Berkat – Apa yang diambil? Berkat, .... sehingga menjadi "Tidak mendapat berkat"

Hidup kita merupakan pemberian allah bagi kita, Apa yang kita lakukan dalam hidup adalah pemberian kita bagi allah (ULANGI)

AMIN

ITT – 17 Maret 2006