Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Friday, December 23, 2022

Filipi 3:13-14 - Selamat Tahun Baru

Apa yang Harus kita Lakukan di Tahun Depan?

Biasanya di akhir tahun kita merenung, meninjau kehidupan kita di tahun yang akan meninggalkan kita, serta membuat resolusi tahun baru.......

Dalam Filipi 3:13-14 = 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Alkitab memberitahu kita ada 3 (tiga) hal yang harus kita lakukan di tahun depan. Apa saja itu?;

1. Melupakan dan Memaafkan serta Melepaskan Masa Lalu.

Kita harus melupakan kesalahan masa lalu, kegagalan, dan kesialan dan hal-hal negatif lainnya. Bila ada salah kita, segera minta maaf dan berdamai, bila kita  disakiti, memaafkanlah segera. Jangan bawa hal lama yang tidak baik dari tahun yang lama ke tahun yang baru. Biarlah Tahun Baru menjadi awal yang selalu baik dan positif dalam kehidupan kita, 1 Yohanes 1:9 = Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan

Jadi apa yang harus kita lakukan tahun depan? Kita harus melupakan masa lalu.

2. Terus Maju.

Kita harus maju terus dan melepaskan segala halangan, rintangan, dan kebiasaan-kebiasaan buruk. Filipi 3:14a = dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, Roma 8:37 = Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Jadi apa yang harus kita lakukan tahun depan? Kita harus terus maju dan hidup di dalam Kristus setiap hari.

3. Fokus pada Kristus.

Kita harus fokus pada Kristus dan membiarkan Ia menjadi Tuhan dalam pendengaran kita, rumah kita, dan segala peri kata dan peri laku kita. Filipi 3:14b = yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Jadi apa yang harus kita lakukan tahun depan? Kita harus terus fokus hanya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Sebagai penutup; ........ Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di tahun yang baru, tetapi hal-hal yang harus kita lakukan adalah;

  • Melupakan dan Memaafkan masa lalu, 
  • Terus Maju,
  • dan Fokus hanya pada Kristus!

Tahun yang lama segera berlalu, apa yang harus kita lakukan? Tiada lain hanyalah; ...BERSYUKUR .... Karena apapun yang kita alami, Tuhan rencanakan semuanya untuk kebaikan kita.

Kidung Jemaat 332 - Kekuatan serta Penghiburan
(dari bagian Kidung Jemaat: Waktu dan Musim, sub bagian: "Pergantian Tahun" KJ 330-332)
https://www.youtube.com/watch?v=taM3fagHlHg

Syair: Blott en dag/Day by day, Carolina Sandell Berg 1865,
terj. E.L. Pohan Shn. 1969
Lagu: Oscar Ahnfelt (1813-1882)

1. Kekuatan serta penghiburan diberikan Tuhan padaku. Tiap hari
aku dibimbingNya; tiap jam dihibur hatiku. Dan sesuai dengan
hikmat Tuhan 'ku dib'rikan apa yang perlu. Suka dan derita
bergantian memperkuat imanku.
Yak 1:2-4

2. Tiap hari Tuhan besertaku, diberi rahmatNya tiap jam. DiangkatNya
bila aku jatuh, dihalauNya musuhku kejam. Yang namaNya
Raja Mahakuasa, Bapa yang kekal dan abadi, mengimbangi duka
dengan suka dan menghibur yang sedih.
Mzm 145:14

Selamat Jalan Tahun Penuh Berkat Tuhan. Tahun 2022, .... Puji Syukur atas pemeliharaan Tuhan Yesus
Selamat Memasuki Tahun Rahmat Tuhan, Tahun 2023 ..... Tuhan Yesus memberkati kita semua.

ITT - Jakarta, Jumat 23 Desember 2022

Sunday, December 18, 2022

Selamat Natal

Tumbuh sebagai anak dengan kelahiran tahun 60an, kami dibesarkan dengan tradisi dongeng Sinterklas dan bukan tradisi Santa Claus. Ah, bukannya sama ya?
Mirip? ..... ya, sama? ..... tidak juga rupanya.

Jika Sinterklas berawal dari cerita masyarakat Belanda, maka Santa Claus merupakan sosok yang populer dalam cerita masyarakat di Amerika Serikat. Rupanya ada transformasi tentang tokoh ini dari khas Belanda ke Amerika, barangkali karena pendudukan belanda di New York pada sekitar awal tahun 1600-an sampai kota itu diresmikan dengan nama kota New Amsterdam sebelum akhirnya jadi New York seperti sekarang ini. Jadi tradisi Sinterklas (Belanda: Sinterklaas) di adaptasi kemudian menjadi Santa Claus. Dan di Indonesia yang merupakan jajahan Belanda pun kebagian dongeng tradisi Sinterklas ini walaupun sekarang di zaman milenial ini, banyak pula anak-anak (dan orang tua) yang sudah bergeser ke dongeng tradisi Santa Claus.

Cerita tentang Santa Claus sendiri lebih populer di Amerika Serikat. Tokoh Santa Claus digambarkan dengan perawakan tubuh yang gemuk, berjanggut putih, mengenakan mantel dan topi, serta membawa kantong hadiah. Kendaraan yang digunakan Santa Claus adalah kereta salju yang ditarik oleh Sembilan rusa kutub. Santa Claus akan membagikan hadiah pada anak-anak pada setiap tanggal 24 Desember.

Sementara itu, Sinterklas diilhami dari Saint Nicolas. Ia adalah seorang tokoh yang dermawan kepada orang-orang miskin dan ceritanya menjadi asal-usul cerita Sinterklas di Belanda. Karena terilhami dari seorang Saint, maka Sinterklas digambarkan layaknya uskup lengkap dengan jubah keuskupan, topi uskup yang disebut mitre dan juga tongkat gembala uskup yang berbentuk melingkar pada bagian atasnya. Sinterklas biasanya datang dan membagikan hadiah pada anak-anak pada tanggal 5 Desember.

Meskipun dikenal dari Belanda, tetap masyarakat Belanda menceritakan Sinterklas berasal dari Spanyol. Ciri-ciri fisiknya adalah memiliki rambut gondrong dan janggut putih, hampir mirip dengan Santa Claus. Namun berbeda dengan Santa Claus yang memiliki kereta salju dan ditarik oleh rusa kutub itu, kendaraan Sinterklas adalah seekor kuda berwarna putih keabu-abuan bernama Amerigo yang mengantarnya kesana-kemari.
Perbedaan lainnya adalah, pendamping Sinterklas adalah Piet Hitam (Zwaarte Piet, yang menghukum anak nakal) sementara Santa ditemani Elf (peri/kurcaci pembuat mainan). Lagunya pun berbeda :-)

Santa Claus & Sinterklaas

Lagu sinterklaas: https://www.youtube.com/watch?v=KO8mlk2aQjQ (Sinterklaas kapoentje)
Lagu Santa Claus: https://www.youtube.com/watch?v=iwvjyNBqqYs (Santa Claus is coming to town)

Lalu apa yang kita bisa dapat dari legenda dan kebiasaan dari zaman dahulu ini? Jawabannya adalah tidak lain bahwa tradisi Sinterklas dan Santa Claus ini hanyalah dongeng bagi anak-anak batita (bawah tiga tahun), untuk menghibur mereka menjelang natal, serta mengajarkan bahwa; akan ada hadiah untuk anak yang berperilaku baik dan hukuman untuk anak yang nakal. Itu saja, tidak lebih dan barangkali bahkan kurang :-) Apa berbahaya? Tidak juga sepertinya, apalagi kalau tradisi Sinterklas, yang dirayakan setiap 5 Desember, .... karena semuanya dalam konteks dongeng. Asalkan mereka tidak bingung bahwa natal ini bukan tentang Sinterklas dan Santa Claus tetapi tentang kelahiran Yesus Kristus. Juga saudara-saudara kita di luar sana jangan sampai beranggapan bahwa topi santa, pohon terang, rusa kutub, dll adalah atribut keagamaan kita yang sampai (selalu) dipersoalkan ketika menjelang natal dan tahun baru, bahwa ada karyawan yang dipaksa pakai atribut keagamaan? Sungguh salah kaprah yang bisa jadi, berasal dari kita juga :-)

Kembali ke topik, jadi selebihnya, ketika mereka sudah beranjak di atas batita, sudah mulai wajib dikenalkan di rumah dan sekolah minggu dengan kisah kelahiran Tuhan Yesus, ... berkenalan dengan orang-orang majus, gembala di padang serta malaikat Gabriel yang mendatangi Maria dan Yusuf. Sehingga semakin mereka dewasa, semakin mereka paham bahwa hari Natal adalah seharusnya menjadi hari yang paling membahagiakan dalam setahun ibadah Kristiani. Dikatakan "setelah Paskah", adalah untuk menunjukkan bahwa Jumat Agung dan Paskah serta Kenaikan Tuhan Yesus ke surga adalah satu rangkaian kelanjutan dari Natal, yang finalnya ada di kedatangan kembali Tuhan Yesus. Kematian dan kebangkitan, keselamatan orang berdosa melalui kematian dan kebangkitan Yesus, adalah tujuan Natal. Natal bukanlah tujuan Paskah. Natal adalah sarana. Keselamatan orang berdosa pada Jumat Agung dan Paskah adalah tujuannya.

Bahwa Yesus datang pada hari Natal untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19:10). Yesus datang pada hari Natal untuk menyelamatkan orang berdosa (1 Timotius 1:15). Yesus datang pada hari Natal untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Markus 10:45). Yesus datang pada hari Natal bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa (Matius 9:13). Yesus datang pada hari Natal untuk menghancurkan pekerjaan iblis (1 Yohanes 3:8). Yesus datang pada hari Natal agar melalui kematian dia dapat menghancurkan orang yang memiliki kuasa maut (Ibrani 2:14).
Jadi, ...... kelahiran Anak Allah, sungguh menakjubkan, mulia dan sangat dalam, serta membawa kabar gembira penuh sukacita. Malaikat menyebutnya “kabar kesukaan besar” (Lukas 2:10) — sukacita besar, bukan sukacita kecil; bukan kegembiraan biasa-biasa saja, tetapi kegembiraan yang besar.

Untuk itu, marilah kiranya kita yang sudah dewasa dalam iman, semakin tegas membawa kisah nyata kelahiran Yesus Kristus untuk kita rayakan dalam kehidupan berkeluarga kita, 

  • Kalau Sinterklas hanya menawarkan hal-hal duniawi, tidak ada yang abadi. Yesus menawarkan sukacita abadi (Yohanes 15:11)
  • Kalau Sinterklas hanya muncul setahun sekali. Yesus berjanji, “Aku menyertai kamu senantiasa” (Matius 28:20).
  • Kalau Sinterklas menawarkan barang fana hanya dengan syarat perbuatan baik: “Dia tahu kapan kamu tidur. Dia tahu kapan kamu bangun. Dia tahu kapan kamu baik atau buruk, jadi berkelakuan baiklah (terjemahan lagu santa claus is coming to town). Yesus menawarkan diri-Nya semua pemberian secara cuma-cuma oleh kasih karunia melalui iman. (Efesus 2:8-9)
  • Kalau Sinterklas tidak dapat menyelesaikan masalah terburuk kita. Yesus ternyata bisa menyelesaikan masalah terburuk kita — dosa kita dan keterasingan kita dari Tuhan. (Matius 11:28-30)
  • Kalau Sinterklas tidak relevan di banyak budaya dunia. Yesus ternyata adalah Raja segala raja dan Tuhan bagi semua bangsa di dunia. (Matius 25:31-32)
  • Kalau Sinterklas akan dilupakan suatu hari nanti. Yesus akan tetap sama, kemarin, hari ini, dan selamanya (Ibrani 13:8).

Marilah kita kerahkan semua upaya untuk membuat anak-anak dan cucu-cucu kita sebahagia mungkin dengan segala perayaan dan tradisi yang berakar pada makna Natal yang sebenarnya. Dekorasi yang tepat mengenai bayi Yesus, nyanyian yang tepat menyambut bayi Yesus, serta sukacita yang tepat; bahwa telah hadir bayi Yesus, yaitu Allah Bapa sendiri yang menjelma sebagai manusia dan bekerja memberi keselamatan langsung kepada umat manusia, di belahan dunia manapun, sampai selama-lamanya.

Kidung Jemaat 99 - Gita Sorga Bergema

Syair: Hark! The Herald Angels Sing, Charles Wesley, 1739, dll,
Terjemahan: Yamuger, 1977,
Lagu: Felix Mendelssohn Bartholdy, 1840, disesuaikan oleh William H. Cummings, 1856.
do=g 4 ketuk

1. Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera turun dalam dunia."
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
Permaklumkan Kabar Baik; Lahir Kristus, T'rang ajaib!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Luk 2:14; Ef 2:17

2. Yang di sorga disembah Kristus, Raja yang baka,
lahir dalam dunia dan Maria bundaNya.
Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;
dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Flp 2:6-11; Yoh 1:14; Yes 7:14; Mat 1:23

3. Raja Damai yang besar, Surya Hidup yang benar,
menyembuhkan dunia di naungan sayapNya,
tak memandang diriNya, bahkan maut dit'rimaNya,
lahir untuk memberi hidup baru abadi!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Yes 9:5; Mal 4:2; Luk 1:78-79; Yoh 1:9

Selamat Natal

ITT - Jakarta, Minggu 18 Desember 2022

Monday, December 12, 2022

Lukas 2:8-20

Perikop LAI: Gembala-gembala (Luk 2:8-20)

2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
2:13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
2:14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
2:15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

PENDAHULUAN

Untuk kali ini, kita kutip lagu natal di Kidung Jemaat yang memperlihatkan alur pembacaan kita hari ini. Mari nyanyikan bersama bait 1 dan 2 :-)

KJ. 123 - S'lamat, S'lamat Datang 

https://www.youtube.com/watch?v=WNjd1lc4Iaw

Syair: Nu zijt wellekome, Nyanyian Natal Belanda/Jerman abad pertengahan,
Terjemahan: Yamuger/Pan. Lit. K. A. J., 1980,
Lagu: Eropa +/- 1000, Jerman abad ke-14, Belanda, 1627
do = g 2 ketuk

1. S'lamat, s'lamat datang, Yesus, Tuhanku!
Jauh dari sorga tinggi kunjunganMu.
S'lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;
Damai yang Kaubawa tiada taranya, Salam, salam!
Yes 9:5-6

2. "Kyrie eleison": Tuhan, tolonglah!
Semoga kidung kami tak bercela.
BundaMu Maria diberi karunia
Melahirkan Dikau kudus dan mulia.
Salam, salam!
Luk 1:30-33

3. Nyanyian malaikat nyaring bergema;
gembala mendengarnya di Efrata:
"Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!
Dalam kandang domba kau dapat bertemu."
Salam, salam!
Luk 2:8-14

4. Datang orang Majus ikut bintangNya,
membawa pemberian dan menyembah.
Yang dipersembahkan: kemenyan, emas dan mur;
Pada Jurus'lamat mereka bersyukur.
Salam, salam!
Mat 2:1-11; Mzm 72:15; Yes 60:3, 5

URAIAN

Selain daripada Maria dan Yusuf yang dipilih Tuhan sebagai orangtua bayi Yesus, ada 2 (dua) kelompok orang-orang yang dalam kelahiran Tuhan Yesus diarahkan Tuhan untuk jadi saksi dan bertemu Anak-Nya sesuai dari Injil Tuhan di Alkitab.

1. Gembala di padang

Luk 2:10-12 = 2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."

Gembala bukanlah siapa-siapa dalam masyarakat mereka. Kebanyakan orang berpikir buruk tentang gembala. Mereka tidak diperbolehkan beribadah di Bait Suci karena dianggap najis. Dan mereka tidak diperbolehkan bersaksi di pengadilan karena kesaksian mereka dianggap tidak dapat dipercaya. Namun, malaikat itu menampakkan diri kepada para gembala dengan kabar baik tentang sukacita yang besar.

Menarik untuk diperhatikan adalah; kepatuhan mereka kepada penyampaian malaikat.

2. Orang-orang Majus dari Timur

Matius 2:1-2 = 2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." juga diperingatkan melalui mimpi di Mat 2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
Orang-orang Majus ini bahkan bukan orang Yahudi. Mereka berasal dari timur, mungkin dari Persia, yang sekarang adalah Iran. Namun, mereka melihat sebuah bintang yang mereka yakini sebagai "bintang-Nya", yaitu bintang yang menunjukkan kelahiran "raja orang Yahudi". Namun demikian, sama seperti Tuhan mengutus seorang malaikat kepada para gembala, Tuhan juga mengarahkan orang-orang Majus ini dengan "bintang-Nya" untuk menemukan bayi Yesus.
Menarik diperhatikan di sini bahwa Betlehem sudah disebut oleh para imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka semua menantikan Mesias tapi luput untuk menemui bayi Yesus.

Selanjutnya adalah 2 (dua) pribadi yang sangat dekat dengan Sang Bayi Natal itu, yaitu; Maria dan Yusuf sendiri, yang dari sejak awal, dipilih Tuhan

Maria

Seorang malaikat utusan Tuhan, menyampaikan pesan bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak, padahal saat itu ia belum bersuami. Menerima berita yang luar biasa ini, dia menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:38 = Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.). Suatu demonstrasi sikap patuh dan taat 100% atas apa yang terjadi dalam hidupnya sebagai "hamba Tuhan

Selanjutnya, apa sikap Maria sang Ibu Yesus dalam bacaan kita ini? Luk 2:16-19 = 2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Ya ia menyimpan segala perkara dalam hatinya dan merenungkannya, dan ini sudah cukup menggambarkan siapa sang Ibu ini.

Yusuf

Matius 1-19-20 = 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Mat 2:13-15 = 2:13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 2:14 Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

No comment,  ayat-ayat di atas sudah cukup menggambarkan siapa lelaki ini.

Lalu kemudian ada Simeon & Nabiah Hana juga di lanjutan dari bacaan ini (Luk 2:25-38)

APLIKASI

Apa saja kesamaan orang-orang ini seingga mereka dipilih Tuhan menyaksikan bayi Yesus ini? Ada 3 kata yang dapat mewakili mereka yang sangat sederhana dan mudah dipahami sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI);

  1. Tulus (KBBI = sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas)
  2. Rendah hati (KBBI = hal atau sifat tidak sombong atau tidak angkuh.)
  3. Patuh (KBBI = suka menurut (perintah dan sebagainya); taat (pada perintah, aturan, dan sebagainya); berdisiplin)

Maria, Yusuf, para gembala di padang, orang-orang majus dari Timur, Simeon, Hana, semuanya punya ketiga hal di atas, dan dipilih Tuhan dalam rencana terbesar-Nya sepanjang sejarah. Bayangkan kalau mereka, tidak tulus, tinggi hati dan tidak patuh? Buyar semua apa yang Ia rencanakan bukan?

Ada banyak orang di zaman itu yang merindukan kelahiran Sang Mesias. Pemilik penginapan merindukan Mesias, tetapi dia terlalu sibuk sehingga melewatkan kesempatan menjadikan penginapannya jadi tempat lahir sang Mesias. Herodes juga merindukan Mesias, tetapi dia terlalu cinta takhtanya sehingga tidak ingin ada saingannya, bahkan kemudian memerintahkan untuk membunuh bayi-bayi yang berumur 2 tahun ke bawah, sungguh suatu perbuatan yang dikutuk Allah. Para pemimpin agama merindukan Mesias, tetapi mereka terlalu merasa benar sendiri sehingga walau telah menyebutkan nubuatan Nabi Mikha (Mikha 5:1 = Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.), tetapi meluputkan nubuatan ini karena mereka tinggi hati sebab orang-orang Majus non Yahudilah yang pertama-kali bertanya tentang hal itu.
Maka semua akhirnya gagal bertemu bayi Yesus yaitu Mesias yang telah dinanti-nantikan selama ini !

Saat ini, begitu banyak dari kita turut merindukan Mesias juga, padahal Yesus telah lahir, dan kita kenal baik dan hadir senantiasa melalui Roh Kudus dalam kehidupan kita, tetapi ternyata jauh dari kehidupan kita. Kita banyak kali kehilangan makna Natal yang sebenarnya dengan menjauh dari ketulusan, kerendahan hati dan kepatuhan, sehingga tersesat dalam natal Sinterklas & Santa Claus, pohon-pohon dan hiasan-hiasan natal, baju baru, pesta natal, lagu natal Santa dll.

Untuk itu, .... Mari, sebagaimana para gembala di padang dan para Majus, kita nyanyikan KJ 123 bait 3 dan 4 dengan sukacita penuh.

Kiranya kita jadi seperti gembala di padang, orang Majus, Simeon, Hana, bahkan Yusuf dan Maria, supaya dipakai Tuhan dalam kesaksian-Nya.

Kiranya, kita kembali berpegang pada berita natal di Luk 2:11 = Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Luk 2:14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya dan mengenakan Ketulusan menerima apapun di kehidupan kita dari Tuhan, kerendahan hati menjalankan ajaran-Nya dan kepatuhan kepada Firman Tuhan ........ Amin

Yoh 3:16 = Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Selamat Natal

ITT - Senin 12 Desember 2022




Thursday, December 8, 2022

Yesaya 9:1-6

Perikop LAI: Kelahiran Raja Damai (Yes 8:23-9:6)

9:1 (8:23) Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.
9:2 (9:1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
9:3 (9:2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.
9:4 (9:3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.
9:5 (9:4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.
9:6 (9:5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

PENGANTAR

Kitab ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan sebelum Masehi. Nabi Yesaya berasal dari keluarga bangsawan di Yerusalem. Ia lahir pada tahun 765 sebelum Masehi. Ia menjadi penasihat para raja di Kerajaan Yehuda. Nabi Yesaya dipanggil menjadi nabi pada tahun 740 sebelum Masehi dalam usia kurang lebih 25 tahun. Ia berkarya selama 40 tahun di antara bangsa Israel.

Kitab ini seluruhnya dapat dibagi dalam tiga bagian:

  1. Pasal 1--39 berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Allah. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Allah dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Allah akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan TUHAN. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan.
  2. Pasal 40--55 berasal dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Allah membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. Tema penting bagian ini ialah bahwa Allah itu TUHAN yang menguasai sejarah, dan bahwa Ia merencanakan untuk mengutus umat-Nya ke segala bangsa yang akan diberkati melalui Israel. Ayat-ayat tentang "Hamba TUHAN" merupakan salah satu bagian yang paling terkenal dari Perjanjian Lama.
  3. Pasal 56--66 sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Allah akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan; juga kepada cara merayakan hari Sabat, mempersembahkan kurban dan doa. Ayat-ayat penting ialah 61:1-2 yang dipakai Yesus untuk menyatakan panggilan-Nya ketika Ia memulai tugas-Nya di dunia.  

Isi Kitab Yesaya

  1. Peringatan dan janji 1:1--12:6 ===> Bagian bacaan ini
  2. Hukuman untuk bangsa-bangsa 13:1--23:18 
  3. Pengadilan Allah terhadap dunia 24:1--27:13 
  4. Peringatan lebih lanjut dan janji 28:1--35:10 
  5. Raja Hizkia dari Yehuda dan orang-orang Asyur 36:1--39:8 
  6. Pesan penuh janji dan harapan 40:1--55:13 
  7. Peringatan dan janji 56:1--66:24

Keunikan Kitab Yesaya adalah menyerupai suatu Alkitab bentuk kecil. Yesaya memiliki 66 pasal sementara Alkitab memiliki 66 Kitab. 39 pasal pertama dari Yesaya dapat disamakan dengan 39 kitab Perjanjian Lama yang secara lebih luas mengantisipasi kedatangan Mesias. 27 pasal terakhir dari Yesaya secara rapi serupa dengan 27 kitab dari Perjanjian Baru karena mereka berbicara tentang betapa besar Mesias dan KerajaanNya sebagai Hamba Tuhan. Pasal 1-39 berbicara tentang kebutuhan besar manusia akan keselamatan sementara pasal; 40-66 menyatakan ketentuan Allah tentang keselamatan dalam Mesias dan KerajaanNya.

URAIAN

Bacaan kita hari ini memuat salah satu nubuatan Nabi Yesaya tentang kedatangan Yesus yang pertama kali sebagai Mesias. Dinubuatkan bahwa Mesias akan lahir dari seorang perawan (Yes 7:14), bahwa nama dan identitas Mesias adalah Penasehat Ajaib, Allah Maha Kuasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai (Yes 9:6), bahwa Dia akan lahir dari suku Yehuda, keturunan Isai, (Rom 15:12), dan sebagai keturunan Daud akan duduk atas tahta Daud (Yes 9:7; 11:1, 10). Dinubuatkan bahwa pelayananNya akan membawa terang dan kesembuhan bagi daerah Galilea (Yes. 9:1-2), bahwa Dia akan penuh dengan Roh Allah (Yes 11), serta bahwa Dia akan menjadi seperti panji bagi bangsa-bangsa yang akan berhimpun kepadaNya dan akan menjadi Hakim yang memerintah dunia dengan kebenaran (Yes 11:4-5). 

Ini menempatkan bahwa betapa pentingnya dan sangat relevannya Kitab Yesaya bagi kita. Kitab ini membuka rahasia Injil bahwa segala bangsa akan menemukan keselamatan dalam Anak Daud, Mesias, yang akan membawa damai sejahtera.

Menyederhanakan uraian bacaan kita hari ini kita bagi dengan;

1. Kabar Sukacita Besar

Ayat 1 dan 2 menyiratkan kabar gembira bagi umat Israel yang tertindas (9:1 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 9:2 Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.)

Kita harus mundur ke awal Perikop kita hari ini, yaitu Yes 8:23 = Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.

Kesuraman untuk negeri yang terhimpit itu adalah negeri Galilea. Ayat ini berbicara tentang bagian utara negeri (kerajaan Israel). Dengan masa lampau yang malang dilawankan masa depan yang cerah dan jaya. Barangkali nabi berpikir kepada penyerbu oleh raja Tiglat Pileser di daerah Galilea pada th 732, bandingkan 2 Raj 15:29 =  Dalam zaman Pekah, raja Israel, datanglah Tiglat-Pileser, raja Asyur; direbutnyalah Iyon, Abel-Bet-Maakha, Yanoah, Kedesh dan Hazor, Gilead dan Galilea, seluruh tanah Naftali, lalu diangkutnyalah penduduknya ke Asyur ke dalam pembuangan.; waktu itu penduduk daerah itu diangkut ke pembuangan. Dalam nubuat yang berikut, Yes 9:1-6, nabi memberitahukan suatu "Hari TUHAN" yang akan membebaskan kaum buangan itu. Oleh karena Mesias benar-benar tampil di Galilea, maka nubuat ini sepenuh-penuhnya digenapi di Mat 4:13-16 = 4:13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, 4:14 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- 4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."

2. Dari kabar sukacita besar ini ada 3 sebab:

a. (9:3 Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.)
Bagaimana kekalahan Midian di tangan Gideon menunjukkan campur tangan Allah yang perkasa, yang dengan hanya 300 orang mengalahkan ratusan ribu bala tentara Midian.
b. (9:4 Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.)
Masih dalam konteks kekalahan Midian, ditunjukkan bahwa keperkasaan Midian lenyap di hadapan Allah melalui tangan Gideon

(untuk point a & b baca Hakim-hakim pasal 6 s/d 8 Perang Midian)

c. (9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.)
Sebab yang ke-3 ini, merupakan ucapan profetik nabi Yesaya, yang pasti ia sendiri tidak menyadarinya bahwa ucapan ini ditujukan sebagai kabar gembira bukan saja kepada Israel, tetapi untuk seluruh umat manusia. Dibandingkan sebab ke-1 dan ke-2 di atas yang menunjuk kepada Umat Israel sebelumnya, maka sebab ke-3 ini menunjuk masa depan Israel dan masa depan umat manusia di muka bumi ini.

Tentu saja ada pertanyaan: "kenapa dipakai istilah telah pada Yes 9:5, bukankah Anak itu belum lahir? Penjelasannya sederhana; konteks bacaan perikop ini harus kita baca dari Yes 8:23 (9:1), perhatikan ungkapan Kalau dahulu Tuhan .... dst maka di kemudian hari ... dst. Ini konteks ucapan profetik akan masa depan atau nubuatan yang akan terjadi. Memang kadang bentuk bahasa masa kini dan lalu digunakan dalam nubuat, untuk menyatakan bahwa hal tersebut pasti akan terjadi dan pasti dilakukan Tuhan.

3. Karunia Besar

Kelahiran putra (apalagi putra sulung) di masyarakat Israel, adalah suatu berkat besar, apalagi berkat besar itu disertai dengan nubuatan bahwa Lambang Pemerintahan ada di atas bahu-Nya, sudah tentu harus kita tangkap dan mengerti bukan secara lokal, tapi global, bahwa yang dimaksud Nabi Yesaya adalah kerajaan Allah, sehingga ia menyertakan 4 nama dahsyat untuk Sang Anak ini:

a. Penasihat Ajaib - Sebagai satu oknum dengan dua sifat yang berbeda – Allah dan Manusia – Dia akan benar-benar merupakan mujizat atau keajaiban dari TUHAN; dan sebagai oknum satu-satunya yang mempunyai Firman tentang hidup kekal. Dia akan menjadi Penasehat Ajaib yang tiada bandingannya. Dia yang melebihi segala kebijaksanaan dunia maupun manusia (bandingkan Yesaya 11:2 = Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;). Dalam rencana-rencanaNya, nasehat-nasehatNya tiada taranya di antara manusia.

b. Allah yang Perkasa - Mengacu ke Ulangan 10:17 =  Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap;, menunjuk kepada sifat Keilahian penuh kekuasaan dan perkasa, yang akan memperoleh kemenangan terakhir dalam sejarah.

c. Bapa yang Kekal - Gelar ini menyatakan bahwa, Dia bukan hanya sebagai Penguasa atas kekekalan, melainkan pencipta hidup kekal bagi orang-orang yang ditebus. Dan pemerintahan-Nya berdasarkan kasih seorang Bapa terhadap anak-anak-Nya (bandingkan Yesaya 22:21 = Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.). Maka Dia akan memerintah dan memelihara umat dengan kasih-setia-Nya yang kekal.

d. Raja Damai - Ini berarti keadaan hidup yang penuh damai sejahtera, yang utuh dan serasi (harmonis) dan lengkap. Hubungan-hubungan yang harmonis terhadap diri sendiri, sesama masyarakat, dan terhadap Tuhan. Ini merupakan klimaks yang ideal di bawah pemerintahan Raja Damai atau Raja Syalom yang menyeluruh (bandingkan Yesaya 2:4 = Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang - Yes 57:19 = Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat -- firman TUHAN -- Aku akan menyembuhkan dia! - Zakharia 9:10 = Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. - Lukas 2:14 = "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.").

Lukisan yang diberi nama Prince of Peace (Raja Damai). Dilukis oleh Akiane Kramarik ketika berusia 8 tahun, setelah ia mendapat visi tentang Tuhan Yesus. Lukisan yang sama kemudian diakui oleh Colton Burpo (4 tahun) bahwa itu gambar Tuhan Yesus, ketika ia mengalami pengalaman "mati" di meja operasi dan di bawa ke surga bertemu Tuhan Yesus. lihat situsnya di sini

APLIKASI

1. Nubuatan Kelahiran

Kelahiran bayi di zaman sekarang ini, sudah bisa diduga oleh dokter kandungan dan bahkan awam, bahkan sejak haid terakhir si calon ibu dapat dihitung untuk menentukan yang dinamakan HPL: Hari Perkiraan Lahir. Juga jenis kelaminnya dengan USG dapat segera ditemukan oleh si dokter. Tetapi dalam era modern kini sekalipun, belum pernah ada kelahiran yang telah disebutkan kurang lebih 700 tahun sebelumnya seperti di Nubuatan Nabi Yesaya ini. Bahkan kalau dikumpulkan ada ratusan nubuatan tentang kelahiran Yesus Kristus, yang tersebar di seluruh Alkitab

Kadang kita mengira kehadiran Yesus di dunia hanya kebetulan, tetapi bila kita bergaul akrab dengan Alkitab, kita menemukan fakta dan mulai meragukan kebetulan-kebetulan yang amat sangat banyak dan akhirnya kita akan sampai pada suatu kekaguman yang luar biasa akan karya penggenapan Tuhan atas umat-Nya. 

Ayat-ayat di Alkitab ditulis oleh nabi-nabi yang berbeda dan di zaman yang berbeda pula. Namun, mereka membicarakan satu hal yang sama - yaitu kedatangan Sang Juruselamat - sehingga kebetulan ini akhirnya akan terlihat sebagai sesuatu hal yang direncanakan dengan sangat matang, oleh Sang Kuasa, Bapa yang penuh Rahmat. Bahkan tempat lahirnya pun dinubuatkan oleh Nabi Mikha pada masa kurang lebih 700 tahunan sebelum Yesus dilahirkan (Mikha 5:2 (5:1) = Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.). Dahsyat!

2. Berita Kelahiran

Pernahkah kita menerima berita kelahiran? Semuanya punya satu kesamaan, berita tersebut disampaikan setelah anak lahir. Tapi bagaimana dengan Anak yang dimaksud di point 1 di atas? (Luk 1:31-33 = 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."). Berita kelahirannyapun disampaikan oleh Malaikat Gabriel yang ditugaskan (disuruh) Allah bahkan sebelum ada benih di dalam rahim sang Ibu! Pengumuman malaikat ini adalah kelanjutan ilahi dari nubuat kenabian tentang kelahiran Kristus dalam Yesaya 9:5. Inilah makna Natal yang sebenarnya. Kelahiran Yesus adalah kedatangan penguasa dunia! Dan ini adalah berita yang amat sangat dahsyat!

Sehingga bagi kita semua, makna bacaan hari ini adalah;

  1. Tuhan menyatakan kuasa-Nya dalam setiap jejak sejarah sejak penciptaan manusia.
  2. Nubuatan nabi-nabi Tuhan, tentang kelahiran Tuhan Yesus telah disampaikan dengan samar tapi jelas bagi kita yang awam.
  3. Berita kelahiran Tuhan Yesus adalah penggenapan seluruh nubuatan nabi-nabi Tuhan.
  4. Terang telah bersama kita, sukacita besar telah datang di antara kita.
  5. Kedatangan-Nya yang kedua, jadi kerinduan dan hal yang kita semua nanti-nantikan.

Kiranya terang-Nya bercahaya terus bersama kita sampai Ia datang kembali. ........ Amin

ITT - Jakarta, Kamis 8 Desember 2022


Thursday, December 1, 2022

Yeremia 31:1-9

Perikop LAI = Perjanjian Baru (Yer 31:1-40)

31:1 "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.
31:2 Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!
31:3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
31:4 Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.
31:5 Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
31:6 Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!
31:7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
31:8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!
31:9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

PENGANTAR

Kitab Yeremia memuat nubuatan, penglihatan, doa, kata-kata nasihat, dan catatan sejarah.  Tujuan dan tema kitab ini adalah peringatan karena dosa serta hukuman yang akan datang, disertai panggilan untuk kembali kepada Tuhan. Di dalam kitab ini kita juga membaca tentang kedatangan perjanjian baru (Yer. 31-33), yang mana bacaan kita adalah penggalan awal dari topik Perjanjian Baru ini. Dalam perjanjian baru itu, hukum-hukum Tuhan tidak akan ditulis di loh batu lagi, tetapi akan terukir di hati dan pikiran manusia.

Nabi Yeremia hidup antara bagian terakhir abad ketujuh dan bagian pertama abad keenam Sebelum Masehi. Lama sekali Yeremia bekerja sebagai nabi, dan selama waktu itu ia selalu memperingatkan umat Allah tentang bencana yang akan menimpa mereka karena mereka berdosa dan menyembah berhala. Nubuatan itu menjadi kenyataan pada masa Yeremia masih hidup: Nebukadnezar raja Babel merebut dan menghancurkan Yerusalem serta Rumah TUHAN yang ada di situ; raja Yehuda bersama rakyatnya diangkut ke Babel. Yeremia juga menubuatkan bahwa orang-orang itu akan kembali dari pembuangan dan keadaan bangsa Israel pulih kembali. 

Kitab Yeremia dapat dibagi dalam beberapa bagian seperti yang berikut ini:

  1.  Pesan dari TUHAN kepada bangsa Yehuda dan penguasa-penguasanya pada masa pemerintahan Yosia, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia.
  2. Petikan-petikan dari buku catatan Barukh sekretaris Yeremia, termasuk berbagai nubuatan dan peristiwa penting dalam kehidupan Yeremia.
  3. Pesan dari TUHAN tentang berbagai bangsa asing.
  4. Catatan pelengkap mengenai kisah jatuhnya Yerusalem dan pembuangan ke Babel. 

Nabi Yeremia adalah seorang yang berperasaan halus. Ia sangat cinta kepada bangsanya, dan sama sekali tidak suka menubuatkan hukuman ke atas mereka. Di dalam beberapa bagian dari bukunya ia berbicara dengan penuh perasaan tentang penderitaannya karena ia dipanggil oleh Allah untuk menjadi nabi. Perkataan TUHAN adalah seperti api di dalam hatinya; mau tidak mau ia harus menyampaikannya kepada bangsanya. 

Yang paling indah dalam buku ini ialah kata-kata TUHAN yang menunjuk kepada suatu masa yang akan datang. Pada masa itu akan ada suatu ikatan janji yang baru dengan Allah. Umat TUHAN akan mentaati janji itu tanpa ada guru yang mengingatkan mereka. Sebab janji itu akan tertulis di dalam hati mereka (Yer 31:31-34).

Yeremia adalah salah satu nabi yang masa pelayanannya cukup panjang. Dia hidup pada zaman 6 raja Yehuda, dan menyaksikan sendiri tiga kali penyerbuan Babel ke Yerusalem hingga kejatuhan kota itu tahun 589 SM. Setelah itu, walaupun tidak dibawa ke pembuangan ke Babel, dia dipaksa oleh orang-orang sebangsanya untuk mengungsi ke Mesir, meskipun ia memperingatkan mereka untuk tidak melakukannya karena melawan kehendak Allah.

  1. Raja Manasye 696 (695)-642 SM: Yeremia diperkirakan lahir sekitar 645 SM
  2. Raja Amon (raja Yehuda) 642–640 SM: Yeremia masih kanak-kanak
  3. Raja Yosia (640-609 SM): Yeremia 1-6; 14-16
  4. Raja Yoahas (609 SM selama tiga bulan):
  5. Raja Yoyakim (609-598 SM): Yeremia 17; 7-11; 26; 35; 22:1-19; 25; 18-20; 36:1-4; 45; 36:5-32; 12.
  6. Raja Yoyakhin (598-597 SM): Yeremia 22:20-30; 13; 23.
  7. Raja Zedekia (597-586 SM): Yeremia 24; 29-31; 46-51; 27; 28; 21; 34; 32; 33; 37-39.
  8. Setelah kejatuhan Yerusalem: Yeremia 40-44; 52.
  9. Yeremia dipaksa ke Mesir: diperkirakan meninggal sekitar tahun 580 SM

URAIAN & APLIKASI

Membaca Kitab Yeremia, temanya hampir sama dengan Kitab Ratapan, yang memang ditulis juga oleh Nabi Yeremia sendiri. Kelihatannya ia adalah nabi yang spesialis membawa kabar buruk dan meratap;

  1. Yeremia memperingatkan Yehuda pasal 2-35
  2. Yeremia berbicara tentang kekeringan besar di pasal 14-15
  3. Yeremia mengutuk Raja, Nabi, dan Rakyat di pasal 21-24
  4. Meramal Pengasingan ke Babilonia di pasal 25-29
  5. Mengingatkan kejatuhan Yerusalem dan akibatnya di pasal 39-45
  6. Penghakiman atas Bangsa di pasal 46-51
  7. Dan ditutup dengan kenyataan kejatuhan Yerusalem di pasal 52

Tetapi dari sekian banyak kabar buruk bagi Israel yang memurkakan hati Tuhan, ada juga Kabar Baik yang dinyatakan sang nabi bagi umat Tuhan. Dalam bacaan kita hari ini kita akan bahas kabar baik itu yang ada dalam penggalan kabar baik di sepanjang Yeremia pasal 30 s/d pasal 31, yang dapat disebut sebagai pasal-pasal penghiburan.

Perikop kita sekarang (Yer 31:1-9) dibuka dengan TUHAN meyakinkan semua keluarga Israel bahwa Dia tidak akan berhenti menjadi Tuhan mereka, dan mereka adalah umat-Nya (Yer 31:1 = "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.). Dalam ayat 2, TUHAN berbicara tentang orang-orang yang tertinggal dari pedang “mendapatkan kasih karunia di padang belantara.” Ini tidak diragukan lagi menggemakan eksodus Israel keluar dari Mesir, tetapi juga ditujukan kepada sisa orang-orang yang lolos dari pedang pada zaman Yeremia sendiri (Yer 31:2 = Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!).

Ayat 3 menggambarkan suatu pernyataan tegas akan Kasih yang Kekal dari sang Bapa yang secara terus menerus memanggil Umat-Nya kepada Kasih-Nya - bukan karena kebaikan dan kepatuhan mereka - Tapi karena Kasih Karunia-Nya belaka (Yer 31:3 = Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.). Ini juga menegaskan bahwa Israel milik Allah, sebagaimana kitapun milik-Nya, sehingga dengan konsisten Allah mengajar umat-Nya. (Amsal 3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. - Ibrani 12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.")

Yeremia kemudian menubuatkan waktu pembangunan kembali untuk seluruh Israel, menyebutkan pegunungan hasil anggur yang baik di Samaria dan berbicara tentang suatu hari ketika para penjaga Efraim akan mendorong orang-orang mereka untuk naik ke Sion, (Sion ada dalam pengertian Ibadah) - (Yeremia 31:4-6 = 4 Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. 5 Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. 6 Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!). Perhatikan bahwa penyatuan kembali kerajaan yang terpecah ini telah diantisipasi oleh nabi-nabi lain (Nabi Yehezkiel di Yeh 37:15-28, perikop LAI = Kerajaan Yehuda dan Israel dipersatukan kembali).  
Demikian juga dalah hal penyembahan yang benar telah digenapi (Yoh 4:23 = Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.)

Bacaan ditutup dengan seruan bersorak-sorai -  dalam penyataan kasih setia Tuhan ini, umat diajak untuk bersukacita sementara mereka berada dalam penderitaan di pembuangan. (Yer 31:7-9 = 7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! 8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! 9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.)

Tetapi pertanyaannya adalah; bagaimana bisa bersukacita di tengah penderitaan & pembuangan? Jawabannya adalah Pertobatan. Pertobatan menghasilkan buah kesedihan dan dukacita, akhirnya kesedihan dan dukacita melahirkan penghiburan (Mat 3:8 = Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. - Mat 5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur)

Dan penghiburan itu menghasilkan Perjanjian Baru, yang dalam konteks kitab nabi Yeremia ini, telah mendapatkan nubuatan dan pesan profetik tentang sesuatu yang akan terjadi 580-an tahun setelah Yeremia, bahwa Allah akan membuat perjanjian Baru dengan Umat-NYA dengan kelahiran Yesus Kristus dan masa sekarang, kita umat-Nya menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali........ Amin.

ITT - Jakarta, Kamis 1 Desember 2022

Thursday, November 24, 2022

2 Yohanes 1:1-8

Perikop LAI: Salam (2 Yoh 1:1-3) - Tetaplah di dalam Ajaran Kristus (2 Yoh 1:4-11)

1:1 Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,
1:2 oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.
1:3 Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
1:4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.
1:5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu -- bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya -- supaya kita saling mengasihi.
1:6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.
1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
1:8 Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.

PENGANTAR

Surat Yohanes yang kedua  ini ditulis oleh "pemimpin jemaat" kepada "Ibu yang  dipilih oleh Allah" dan kepada anak-anaknya yang dicintai. Mungkin yang dimaksud dengan "Ibu dan anak-anaknya" ialah  sebuah jemaat dan anggota-anggotanya. Dalam suratnya yang pendek ini, penulis surat ini meminta dua hal kepada pembacanya. Pertama, supaya mereka mengasihi satu sama lain. Kedua, supaya mereka waspada terhadap guru-guru palsu dan ajaran-ajaran guru-guru itu.  

Isi 2 Yohanes

  1.   Pendahuluan 1-3
  2.   Pentingnya kasih 4-6 
  3.   Peringatan terhadap ajaran-ajaran yang salah 7-11 
  4.   Penutup 12-13  

URAIAN

1. Hidup dalam Kebenaran

Dalam 2 Yohanes 1:4, dikatakan: “Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.”

Melalui ayat ini, kita menlihat bahwa Rasul Yohanes memberikan pujian kepada ibu yang membuat dirinya sangat bersukacita. Ia mengatakan bahwa ibu yang terpilih dan anak-anaknya hidup dalam kebenaran. Mereka hidup benar sesuai dengan perintah yang telah diterima dari Allah Bapa. Sungguh. Rasul Yohanes sangat menghormati dan menghargai ibu yang berhasil membawa anak-anak mengikuti jejak ibunya yang takut akan Tuhan. Rasul Yohanes sangat bersukacita karena melihat ibu yang terpilih itu dapat mendidik, mengajar, menasihati anak-anak untuk beribadah, berdoa, mengucap syukur, memuji, menyembah, memuliakan, memberi persembahan dan melayani Firman-Nya dengan penuh rasa takut akan Tuhan.

Sudahkah kita hidup dalam kebenaran?

2.  Hidup saling Mengasihi

Dengan sangat hormat Rasul Yohanes meminta kepada ibu yang terpilih supaya saling mengasihi. Permintaan untuk saling mengasihi kepada ibu tersebut, menurut Rasul Yohanes, bukanlah merupakan suatu perintah baru. Perintah saling mengasihi itu, sesungguhnya merupakan perintah Allah dari mulanya.

Beginilah bunyi Firman Tuhan dalam Surat 2 Yohanes 1:5: “Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu — bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya — supaya kita saling mengasihi.”

Rasul Yohanes yang juga penulis Kitab Injil Yohanes merekam Firman Tuhan dalam Kitab Injil Yohanes 13:34 = “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Ia juga merekam Firman-Nya dalam Kitab Injil Yohanes 15:12 = “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”

Ya, memang benar! Saling mengasihi bukanlah suatu perintah baru dari Rasul Yohanes. Melainkan merupakan perintah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk saling mengasihi, karena Dia sudah lebih dulu mengasihi kita.

Sudahkah kita sebagai Jemaat Tuhan hidup taat sesuai perintah Yesus Kristus dalam saling mengasihi?

3. Hidup di dalam Kasih

Sejatinya, di dunia ini tidak ada hidup dan kehidupan yang lebih indah dan bahagia daripada hidup di dalam kasih. Hidup di dalam kasih adalah melebihi segalanya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang merindukan hidup dalam dendam, dengki, iri hati, perdebatan, perbantahan, perselisihan, pertengkaran dan permusuhan.

Dikatakan dalam 2 Yohanes 1:6 = “Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.” Melalui ayat ini, Rasul Yohanes menekankan bahwa kasih itu adalah harus hidup menurut perintah-Nya. Dan secara tersirat, perintah itu adalah bahwa kita harus hidup tekun hidup dalam Kasih.

Sudahkah kita melakukan perintah-Nya dan hidup dalam Kasih?

4. Penyesat dan antikristus

Sejak dua ribu tahun yang lalu, para penyesat dan antikristus sudah berupaya menolak dan menentang ajaran Tuhan. Mereka tidak suka apabila banyak orang yang datang dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Mesias, Penebus dan Juru Selamat manusia berdosa, termasuk kita dan semua orang yang percaya kepada-Nya.

2 Yohanes 1:7 = “Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.”

Oleh sebab itu, Rasul Yohanes menasihati ibu yang terpilih dan anak-anaknya supaya waspada. Supaya mereka mereka tidak kehilangan kasih setia dan kasih karunia-Nya. Supaya mereka tidak kehilangan Injil Tuhan yang membawa sukacita dan damai sejahtera. Tetapi sebaliknya, mereka akan memperoleh upah besar. 2 Yohanes 1:8: “Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.”

Mampukah kita mengenal dan menolak serta waspada terhadap si penyesat dan antikristus?

APLIKASI

Mari kita akhiri bacaan kita hari ini, dengan membaca tuntas serta membaca bersama secara perlahan untuk mendapatkan simpulan seluruh Kitab 2 Yohanes;

2 Yoh 1:9-13

1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
1:11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
1:12 Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita.
1:13 Salam kepada kamu dari anak-anak saudaramu yang terpilih.

Dari bacaan di seluruh kitab 2 Yohanes ini kita mendapatkan benang merah tanpa keraguan, bahwa penulis kitab ini walaupun tidak menyebutkan nama adalah Rasul Yohanes, dan bahwa Yohanes yang sama ini, telah mengangkatnya dalam tema-tema Injilnya, yaitu di;

1. Tema Kebenaran: Yohanes 14:6 = Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

2. Tema Kasih: Yohanes 3:16 = Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

3. Tema Kasih yang menuntun kepada ketaatan: Yohanes 15:9-17 = 9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.

........ Amin

ITT - Jakarta, Kamis 24 November 2022

Monday, November 21, 2022

Galatia 5:1-5

Perikop LAI : Kemerdekaan Kristen (Gal 5:1-15)

5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
5:3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.
5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.
5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

PENGANTAR

Surat Galatia ditulis oleh Paulus. Ini salah satu surat Paulus yang pertama, di dalam pelayanan misinya yang pertama, yaitu sekitar tahun 48-an, masih pada masa ‘Gereja mula-mula’. Jemaat Galatia sendiri adalah jemaat yang didirikan oleh Paulus. Kurang lebih 1-2 tahun sebelumnya, Paulus pergi ke Galatia menginjili dan banyak orang bertobat, kemudian dia tinggalkan untuk pergi ke tempat lain lagi; dan sekarang, mendengar kabar di sana, barulah Paulus menulis surat ini.

Posisi Galatia adalah di sebelah selatan Turki yang sekarang. Pada saat itu, kota Galatia ada di bawah kekuasaan kerajaan Romawi yang menguasai dunia waktu itu, dengan kaisarnya Kaisar Cladius. Penduduk Galatia sendiri beragam/heterogen dari berbagai macam orang, dan secara penyembahan juga banyak dewa-dewanya. Penduduk setempat memiliki dewanya sendiri, para pendatang juga membawa dewa-dewa mereka sendiri untuk disembah, bahkan ada juga yang menyembah Kaisar Claudius sebagai dewanya karena dia membawa euangelion/kabar keselamatan untuk mereka. Orang-orang Yahudi diaspora juga ada yang tinggal di sana, jumlahnya cukup banyak meski tetap saja minoritas, dan secara khusus mereka tetap dengan keyahudiannya.  Mereka mendirikan sinagoge untuk beribadah yang letaknya selalu di pinggiran, karena mereka tidak diperhitungkan sebagai orang-orang istimewa. Di dalam konteks inilah Paulus melayani. Dimulai dengan menginjili orang-orang Yahudi terlebih dahulu, sampai akhirnya Injil masuk juga kepada gentiles dan banyak dari antara mereka yang bertobat, sehingga orang-orang Kristen di sana bukan cuma terdiri dari orang Yahudi tapi juga orang Yunani. 

Tadinya orang-orang di situ mengenal suku Yahudi dengan keagamaan Yahudi-nya, lalu sekarang ada satu orang bernama Paulus yang datang membawa euangelion versi lain. Di dalam kabar baik yang dibawanya itu, dia membawa sebuah proyek yang digadang-gadangnya. Proyek apakah yang diberitakan oleh Paulus? Satu istilah yang berkali-kali muncul di dalam surat Paulus, seperti juga di dalam surat Efesus dan surat Roma, istilah yang sama juga muncul di surat Galatia, dan inilah pola yang selalu dipakai Paulus di dalam motif penginjilannya, yaitu dia membawa proyek ‘pembangunan’. Proyek pembangunan apa? Bukan pembangunan dengan tembok dan batu, melainkan satu proyek yang boleh dikata sangat provokatif terhadap kerajaan Romawi, yaitu membangun Kerajaan Allah, bukan dengan batu seperti benteng-benteng besar, tapi membangun Kerajaan Allah dengan manusia. Inilah proyek yang ditawarkan Paulus; dan di dalam beritanya, Paulus mengatakan bahwa hanya ada satu Tuhan.

Dalam konteks zaman itu, mereka tahunya satu Tuhan dalam pengertian monoteis yang hanya ada pada orang Yahudi, sementara sekarang Paulus memberitakan hanya ada satu Tuhan juga, tapi berbeda. Apa yang jadi perbedaan? Yaitu bahwa Tuhan yang dikatakan oleh Paulus, adalah Tuhan dari seluruh alam semesta, Pencipta alam semesta yang berencana dan berdaulat atas seluruh dunia; dan yang paling indah, yang jadi kontras dengan agama Yahudi, bahwa rencana kekal Tuhan atas dunia ini digenapi dengan kedatangan Yesus Kristus, Dia adalah Raja di atas segala raja.

Setelah Kabar Baik tentang Yesus mulai diberitakan dan diterima di antara orang-orang bukan Yahudi, timbullah pertanyaan apakah untuk menjadi seorang Kristen yang sejati orang harus mentaati hukum agama Yahudi. Paulus mengemukakan bahwa hal; tidak perlu -- bahwa sesungguhnya satu-satunya dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah percaya kepada Kristus. Dengan kepercayaan itu hubungan manusia dengan Allah menjadi baik kembali. Tetapi orang-orang yang menentang Paulus telah datang ke jemaat-jemaat di Galatia, yaitu sebuah provinsi Roma di Asia Kecil. Mereka berpendapat bahwa untuk berbaik kembali dengan Allah, orang harus melaksanakan hukum agama Yahudi. 

Surat Paulus Kepada Jemaat-jemaat di Galatia  ini ditulis untuk menolong orang-orang yang telah disesatkan oleh ajaran-ajaran salah itu, supaya mereka kembali taat kepada  ajaran yang benar. Paulus mulai dengan mengatakan bahwa ia berhak  disebut rasul Yesus Kristus. Dengan tegas Paulus mengatakan bahwa  panggilannya untuk menjadi rasul berasal dari Allah, bukan dari  manusia. Juga bahwa tugasnya ditujukan terutama sekali kepada  orang bukan Yahudi (Pasal 1-2). Setelah itu Paulus membentangkan pendiriannya bahwa hubungan manusia dengan Allah menjadi baik  kembali hanya melalui percaya kepada Allah (Pasal 3-4). Di dalam pasal-pasal terakhir buku ini (Pasal 5-6), Paulus menunjukkan bahwa cinta kasih yang timbul pada diri orang Kristen karena ia percaya  kepada Kristus, akan dengan sendirinya menyebabkan orang itu  melakukan perbuatan-perbuatan Kristen.  

Isi Kitab Galatia

  1.   Pendahuluan 1:1-10 
  2.   Hak Paulus sebagai rasul 1:11--2:21 
  3.   Kabar Baik tentang rahmat Allah 3:1--4:31 
  4.   Kebebasan dan kewajiban orang Kristen 5:1--6:10 ==> Bagian bacaan ini
  5.   Penutup 6:11-18 

ILUSTRASI

Penulis memakai pendekatan ilustrasi untuk menguraikan pola pikir Rasul Paulus supaya lebih mudah sedikit kita cerna.

Sewaktu bermain dengan putri kami yang berusia 7 tahun, terkadang untuk menghentikan ia bermain dengan sekeranjang mainannya memerlukan usaha yang cukup alot. Apalagi kalau kalimat; "Anne, sudah waktunya berhenti bermain, kumpulkan mainannya di keranjang mainannya ya"

Sebagai ayahnya, saya punya 2 pilihan untuk si Anne kecil,

  1. "Anne, masukkan sekarang juga mainannya atau Anne akan kena hukum dari Papi", atau
  2. "Anne, ayo masukkan mainannya bersama Papi ya"

Kalau pilihan pertama kami terapkan, tetap saja si Anne kecil akan mengumpulkan mainannya sesegera mungkin, tapi dengan kening berkerut dan bibir yang cemberut serta wajah kesal, karena ia merasa seperti diperintah dengan ancaman. Sedangkan pilihan kedua, akan lebih menyenangkan, karena ia merasa bebas dan senang karena toh masih dibantu Papinya. Tentu saja si Anne kecil tahu, bahwa kalau tidak mengumpulkan mainannya, ia akan dihukum, tetapi pilihan kedua masih cukup menyenangkan, karena Papinya ada dan turut serta membantu dia.

Demikian pula ada pilihan bagi saya ayahnya;

  1. Saya dapat membuatnya sendiri melaksanakan perintah dan mengancam bahwa hukuman akan saya jatuhkan,
  2. Atau saya bisa turun membantunya dan mengubah suasananya menjadi lebih menyenangkan.

Menarik, karena cara pertama akan menghasilkan anak-anak perbudakan, cara kedua akan melahirkan anak-anak kebebasan (Galatia 4:21-31 dalam Perikop LAI: Hagar dan Sara), yang kuncinya adalah kemerdekaan, dimana Tuhan Allah turun untuk membantu kita melakukan apa yang Dia minta dan apakah kita hidup oleh iman dalam karya kasih karunia itu.

URAIAN & APLIKASI

Dari Ilustrasi di atas, kita akan beroleh gambaran bacaan hari ini dari ayat 1 sampai kesimpulannya di ayat 5. Gambaran itu meliputi;

1. Bahwa kemerdekaan manusia itu sangat penting di mata Tuhan.

Teks ini dimulai dengan pernyataan yang jelas dan menyegarkan tentang kehendak Kristus bagi hidup kita (5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.) KBBI, Kuk = kuk1 n kayu lengkung yang dipasang di tengkuk kerbau (lembu) untuk menarik bajak (pedati dan sebagainya). Dari sini kita dapat menyimpulkan jelas, bahwa kemerdekaan dari perhambaan ini adalah sesuatu yang sangat sangat penting bagi Tuhan untuk kita. Untuk ini Kristus datang, disalibkan, mati dan meninggalkan Roh Kudus bagi kita, sehingga bukan lagi teori dan hukuman, tapi praktek nyata kasih dinyatakan bagi manusia.

2. Bahwa kemerdekaan itu, sama sekali bukan mengabaikan Hukum Taurat.

Kalau pada Gal 5:2 dst, Rasul Paulus menegur orang Kristen yang mau kembali kepada hukum sunat sebagai syarat keselamatan, bukan melalui anugerah dengan iman kepada Kristus maka sebaliknya Paulus pada Galatia 5:13 =  Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. (Perhatikan bahwa bacaan masih dalam perikop yang sama) - maka kita jangan terjebak pada pendapat bahwa kita boleh mengabaikan Hukum Taurat. Kalau membaca sekilas dan sepotong saja tanpa memahami secara menyeluruh, maka banyak orang yang berpikir kalau kita bebas dari hukum berarti tidak lagi bertanggung jawab mentaati perintah-perintah moral dari Allah. Kalau begitu apakah arti merdeka dari hukum Taurat? 

a. Artinya adalah: "merdeka atau bebas dari berusaha untuk mendapatkan keselamatan melalui hanya melakukan hukum Taurat.". 
b. Artinya adalah: "merdeka dari berusaha  untuk berusaha mempertahankan standar kekudusan Allah tanpa pertolongan Tuhan.

Masih bingung? Kita kembali ke Ilustrasi si Anne kecil tadi, bahwa ia tetap melakukan perintah, hanya kali ini dengan kemerdekaan penuh dan dengan pertolongan ayah-nya. Dengan kata lain, kita tetap tunduk pada perintah Allah, bukan hanya dengan melaksanakan hukum-hukum-Nya, tapi dengan kemerdekaan penuh oleh pertolongan-Nya sendiri.

Peringatan: Berhati-hati terhadap ajaran bahwa kita tidak lagi perlu Hukum Taurat. Mari bandingkan dengan perkataan Tuhan Yesus di Matius 5:17-19 = 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Khusus untuk topik apakah hukum Taurat masih berlaku bagi orang Kristen akan kita bahas dalam tulisan di lain kesempatan. 

3. Bahwa Kemerdekaan Bergantung pada Kasih Karunia.

Sekarang Gal 5:4 = Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia., memperingatkan kita untuk berdiri teguh dalam kebebasan dan tidak tunduk pada kuk perbudakan. Jadi, apa yang diajarkan ayat ini adalah bahwa pengalaman kebebasan/kemerdekaan, termasuk kebebasan/kemerdekaan hidup yang kekal, hanya dapat dinikmati jika kita bergantung pada Kasih Karunia Kristus. Perbudakan adalah apa yang terjadi ketika kita jatuh dari kuasa kasih karunia. Kunci kebebasan/kemerdekaan adalah tetap bergantung pada kasih karunia ini, yaitu apa yang diajarkan Tuhan Yesus dalam kasih adalah upaya penyelamatan dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita. Kita bebas ketika Tuhan dengan bebas datang untuk membantu kita dan kita dengan sukacita mempercayai bantuan-Nya.

4. Bahwa Bagaimana Pengikut Kristus menunggu akhir zaman..

Gal 5:5 = Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. Itulah gambaran Rasul Paulus bagi kita orang percaya yang menyongsong akhir zaman. Jadi meskipun ada keyakinan penuh bahwa kita sudah dibenarkan oleh iman di dalam Kristus dan mengenakan kebenaran-Nya (Roma 5:1 = Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.; 1 Korintus 1:30 = Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.), penghakiman terakhir ada di hadapan kita di mana keputusan akhir akan terungkap. Inilah harapan yang kita tunggu dan dambakan. Tapi bukankah begitu pula dengan kaum Yahudi? Pertanyaannya adalah bagaimana kita menantikan kebenaran: sebagai orang merdeka yang bebas atau sebagai budak?

........ Amin

ITT - Jakarta, Senin 21 November 2022 

Friday, November 18, 2022

Galatia 3:15-22

Perikop LAI: Hukum Taurat atau janji (Gal 3:15-29)

3:15 Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorang pun.
3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.
3:17 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.
3:18 Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.
3:19 Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.
3:20 Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu.
3:21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.
3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.

PENGANTAR

Setelah Kabar Baik tentang Yesus mulai diberitakan dan diterima di antara orang-orang bukan Yahudi, timbullah pertanyaan apakah untuk menjadi seorang Kristen yang sejati orang harus mentaati hukum agama Yahudi. Paulus mengemukakan bahwa hal; tidak perlu -- bahwa sesungguhnya satu-satunya dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah percaya kepada Kristus. Dengan kepercayaan itu hubungan manusia dengan Allah menjadi baik kembali. Tetapi orang-orang yang menentang Paulus telah datang ke jemaat-jemaat di Galatia, yaitu sebuah provinsi Roma di Asia Kecil. Mereka berpendapat bahwa untuk berbaik kembali dengan Allah, orang harus melaksanakan hukum agama Yahudi. 

Surat Paulus Kepada Jemaat-jemaat di Galatia  ini ditulis untuk menolong orang-orang yang telah disesatkan oleh ajaran-ajaran salah itu, supaya mereka kembali taat kepada  ajaran yang benar. Paulus mulai dengan mengatakan bahwa ia berhak  disebut rasul Yesus Kristus. Dengan tegas Paulus mengatakan bahwa  panggilannya untuk menjadi rasul berasal dari Allah, bukan dari  manusia. Juga bahwa tugasnya ditujukan terutama sekali kepada  orang bukan Yahudi (Pasal 1-2). Setelah itu Paulus membentangkan pendiriannya bahwa hubungan manusia dengan Allah menjadi baik  kembali hanya melalui percaya kepada Allah (Pasal 3-4). Di dalam pasal-pasal terakhir buku ini (Pasal 5-6), Paulus menunjukkan bahwa cinta kasih yang timbul pada diri orang Kristen karena ia percaya  kepada Kristus, akan dengan sendirinya menyebabkan orang itu  melakukan perbuatan-perbuatan Kristen.  

Isi Kitab Galatia

  1.   Pendahuluan 1:1-10 
  2.   Hak Paulus sebagai rasul 1:11--2:21 
  3.   Kabar Baik tentang rahmat Allah 3:1--4:31 ==> Bagian bacaan ini
  4.   Kebebasan dan kewajiban orang Kristen 5:1--6:10 
  5.   Penutup 6:11-18 

LATAR BELAKANG & KESIMPULAN AWAL

Rasul Paulus (dikalangan Yahudi dikenal sebagai Rabbi Saul) adalah murid dari ahli Taurat terkenal: Rabban Gamaliel yang juga kepala dari Sidang Sanhedrin (gelar Rabban adalah gelar yang lebih tinggi dari Rabbi (guru), karena sudah sangat menguasai Taurat dengan setiap pengertiannya per kata dan kalimat). Maka, Rasul Paulus paham betul Taurat itu isinya bagaimana. Dia membaca Taurat dengan cara yang seperti kita kenal sebagaimana para rabbi membaca Taurat, dimana mereka membaca ayat per ayat dengan satu-persatu kata-katanya diteliti. Itulah sebabnya para ahli Taurat disebut juga "Shoferim" (para penghitung aksara dari naskah Tanakh. Tanakh terdiri dari;

  1. 5 kitab Musa/Taurat, 
  2. Kitab nabi-nabi/Neviim, 
  3. dan tulisan-tulisan/Ketuvim.).

Dan Dalam Galatia Pasal 3 ini, Rasul Paulus menjelaskan dengan cara pendalaman itu. Ia menemukan satu kata dengan cara "melakukan penguraian ayat Taurat" dan fokusnya adalah pada kata "keturunanmu" (yang bermakna tunggal) di Kejadian 12:7 = Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. dan di Kejadian 22:18 = Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." -  dan Rasul Paulus menarik kesimpulan berani, bahwa bahwa Allah sedang berbicara mengenai Sang Mesias yang akan lahir dari garis Abraham.

Perkiraan Rentang Waktu Perjanjian Lama dari Berbagai Sumber

Demikian juga benang merah itu dikuatkan oleh kesaksian Yohanes pembaptis di Yoh 1:17 = "Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus" dan dikunci oleh Tuhan Yesus sendiri di Yoh 8:56 & 58 = 8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita." 8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.

Dari Latar Belakang dan Kesimpulan Awal ini, baru kita akan mulai menguraikan bacaan hari ini, supaya memudahkan mengerti pengajaran Rasul Paulus yang terkadang terasa agak sulit untuk kita pahami.

 URAIAN

Sebelum bacaan ini, Rasul Paulus menuliskan bahwa orang bukan Yahudi tidak perlu disunat karena mereka telah menerima Roh oleh iman dan Roh itu adalah tanda bahwa mereka milik umat Allah (Gal 3:1-5). Iman adalah satu-satunya syarat untuk menjadi milik keluarga Tuhan; iman menjadikan mereka anak-anak rohani Abraham (Gal 3:6-9). Dia memperingatkan mereka bahwa hukum atau perbuatan kebenaran menempatkan seseorang di bawah kutuk dan iman di dalam Kristus menebus mereka dari kutuk hukum (Gal 3:10-14).

Selanjutnya, dalam bacaan kita hari ini, Rasul Paulus menggambarkan hubungan antara janji dan hukum. Hukum tidak menggantikan janji tetapi bahwa tujuan hukum adalah untuk menyingkapkan keberdosaan dosa dan kebutuhan kita akan Juruselamat.

Prioritas Janji (ayat 15-18)

Janji didasarkan pada Perjanjian Abraham

Rasul Paulus mulai dengan memberikan contoh hidup sehari-hari untuk menunjukkan bagaimana sifat perjanjian itu. Ia mengemukakan hal ini, karena kaum Yudais mengatakan bahwa perjanjian Musa adalah wahyu terakhir dan mengalahkan Perjanjian Abraham. Galatia 1 menunjukkan bahwa ada ajaran yang menyimpang dari ajaran Kristus, demikian juga dengan ajaran bahwa untuk dibenarkan di hadapan Allah seseorang harus menambahkan 'perbuatan hukum Taurat' kepada iman. Padahal dengan melakukan itu mereka mengubah sifat dasar Perjanjian Abraham. Paulus menguraikan bahwa, manusia saja dalam perjanjian bersifat mengikat dan tidak berubah, apalagi perjanjian yang dibuat oleh Allah. Satu-satunya syarat yang dituntut oleh perjanjian Abraham adalah iman (Kej 12:1-3 = 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.").

Perjanjian ini menunjuk pada apa yang Allah janjikan untuk dilakukan atas nama Abraham dan keturunannya. Fakta menarik dari catatan penulis, bahwa ketika Abraham mencoba melakukan sesuatu dengan caranya sendiri, mencoba memenuhi janji Allah dengan tidur dengan pelayannya untuk mendapatkan keturunan, ia mengacaukan segalanya. Abraham tidak meyakini benar akan janji Tuhan dan berakhir dengan seorang putra dari hambanya Hagar, yang sampai sekarang masih jadi masalah utama di Timur Tengah.

Janji digenapi di dalam Yesus Kristus

Rasul Paulus menafsirkan Perjanjian Abraham melalui mata Perjanjian Baru, melihat Kristus sebagai penggenapan keturunan Abraham. Paulus melihat janji-janji yang dibuat kepada Abraham bukan saja dipenuhi sebagian dengan anak-anak fisik Abraham dan tanah Kanaan, tetapi janji itu menunjuk pada sesuatu yang lebih besar - karena janji itu adalah untuk semua keluarga di bumi dan warisan negeri itu - lebih dari sekadar tanah Kanaan. Paulus melihat penggenapan akhir dari keturunan Abraham menjelma dalam Yesus Kristus, dan semua keluarga di bumi diberkati sebagaimana Injil disampaikan kepada semua bangsa dan penggenapan akhirnya adalah langit baru dan bumi baru. Paulus melihat Perjanjian Abraham digenapi di dalam kita, anak-anak rohani Abraham.

Tujuan Hukum (ayat 19-22)

Paulus kemudian mengajukan dua pertanyaan yang diajukan oleh pemahamannya tentang hukum, dengan jawaban yang tegas dan jelas. Bahwa;

  1. Hukum Taurat ditambahkan karena pelanggaran-pelanggaran, sampai datang keturunan dimaksud yaitu Yesus Kristus
  2. Hukum Taurat tidak bertentangan dengan janji-janji Allah. Karena Hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Tuhan Yesus datang (dijelaskan kemudian di ayat 24)

APLIKASI

Kesimpulan akhir dari bacaan dan bahasan kita hari ini dapat kita baca dalam lanjutan bacaan dari perikop yang sama, mari baca bersama secara perlahan dan lambat untuk mendalami dan menguraikan pengertiannya

Galatia 3:23-29

3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.
3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.
3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah

Sehingga kita dapat memahami bahwa;

1. Kasih karunia Allah yg berdasarkan janji tanpa syarat lebih kuat dari perjanjian hukum Taurat Musa yg menuntut syarat.
Sebelum Abraham, Nuh adalah salah satu tokoh iman yg menerima kasih karunia sehingga dia dan keluarganya tidak binasa oleh air bah dan perjanjian Allah dengan Nuh (pasca air bah) adalah perjanjian kekal tanpa syarat yang menjadi Jaminan Kekal kelangsungan kehidupan segala makhluk hidup bumi. (Kej.9:8-17)
Demikian juga dengan perjanjian yg diadakan dari pihak Allah kpd Abraham yg percaya oleh iman dan menerima kasih karunia. Inilah perjanjian kekal mengenai 'KETURUNAN ABRAHAM' yg akan menjadi berkat bagi segala bangsa dibumi. Perjanjian tanpa syarat yang memiliki Jaminan Kekal bagi segala bangsa atas dasar kasih karunia dan yang tidak bisa dibatalkan oleh perjanjian bersyarat antara Allah dan Musa yg mengandung tuntutan dan hukuman.
2. Kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus adalah indah adanya, tanpa syarat dan ketentuan apapun yang berlaku.
Sesuai dengan Firman-Nya di Matius 11:28-30 = 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.  11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

........ AMIN

Catatan Penulis:

Sebentar lagi kita akan masuk masa Advent pertama, yang oleh tradisi gereja GPIB dipahami sebagai ‘kedatangan.’
Masa Advent (latin: Adventus), adalah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan. Manusia yang jatuh ke dalam dosa mengharapkan perjanjian ALLAH tentang datangnya YESUS KRISTUS sebagai Juruselamat. Masa Adventus juga bersifat eskatologis (studi tentang akhir zaman) yang menunjuk kepada kedatangan KRISTUS kembali. Adventus dirayakan 4 minggu berturut-turut sebelum Natal.
Simbol Minggu Advent, seperti terdapat pada kain mimbar dan stola GPIB, adalah Jangkar – Salib dengan warna dasar Ungu muda.
  • Warna dasar: Ungu Muda (warna pertobatan)
  • Lambang/Logo: Salib jangkar
  • Warna jangkar: kuning
Arti :
Salib jangkar ini dipergunakan oleh orang Kristen mula-mula yang tinggal di Katakombe-katakombe (ruang-ruang bawah tanah/kuburan bawah tanah). Sebenarnya lambang ini merupakan warisan dari bangsa Mesir kuno, namun di kemudian hari ia menjadi lambang universal yang menunjuk pada penderitaan Kristus. Di sini lambang salib jangkar hendak berkata-kata tentang pengharapan yang dimiliki oleh umat percaya di dalam penantian akan kedatangan Kristus kembali.

Dalam pengertian pendalaman penulis, masa Advent sendiri disamping menyiratkan makna penyadaran diri dan pertobatan yang dianut GPIB, penulis memaknainya lebih dalam bahwa masa Advent merupakan peringatan akan 3 masa, dahulu - sekarang - masa depan;


  1. Dahulu - Peringatan akan kedatangan Kristus yang pertama di dunia, 
  2. Sekarang - Kehadiran Yesus Kristus yang tidak pernah putus di tengah umat manusia. walaupun Ia naik telah ke Surga, dalam Roh Kudus dan ajaran Injil-Nya.
  3. Masa Depan - Penantian akan kedatangan-Nya kembali di akhir zaman.
ITT - Jakarta,  Jumat 18 November 2022