Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Tuesday, October 25, 2022

2 Tesalonika 2:6-12

Perikop LAI = Kedurhakaan sebelum kedatangan Tuhan (2 Tes 2:1-12)

2:6 Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya.
2:7 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
2:9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
2:10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
2:11 Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,
2:12 supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.

PENGANTAR

Pertanyaan mengenai kedatangan Kristus yang kedua kalinya masih terus menimbulkan persoalan-persoalan di dalam jemaat di Tesalonika. Surat Paulus Yang Kedua Kepada Jemaat di Tesalonika ditulis untuk membereskan persoalan itu. Mereka berpendapat bahwa saat Kristus datang untuk kedua kalinya sudah tiba. Pendapat itu salah, menurut Rasul Paulus. Sebab, sebelum Yesus Kristus kembali  ke dunia, kekejaman dan kejahatan di dunia akan memuncak dahulu  di bawah pimpinan seseorang yang dikenal sebagai "si pendurhaka" dan yang akan menentang Kristus.

Rasul Paulus menekankan kepada para pembacanya, bahwa mereka perlu sekali bertahan dalam kepercayaan mereka kepada Kristus, sekalipun hidup mereka sukar dan mereka harus menderita. Paulus menasihatkan supaya mereka masing-masing bekerja untuk nafkah mereka, sama seperti Paulus dan rekan-rekannya. Juga supaya mereka tekun berbuat baik.  

Isi Kitab 2 Tesalonika:

  1. Pendahuluan 1:1-2   
  2. Pujian dan anjuran 1:3-12 
  3. Penjelasan tentang kedatangan Kristus ke dunia untuk kedua kalinya 2:1-17 ==> Bagian bacaan ini
  4. Nasihat mengenai bagaimana seharusnya kelakuan orang Kristen 3:1-15 
  5. Penutup 3:16-18  

URAIAN

Bagian bacaan kita hari ini, adalah tentang situasi dan kondisi menjelang hari Tuhan. Dari beberapa ahli, bagian bacaan kita ini mereka masukkan sebagai; "ucapan-ucapan Rasul Paulus yang sulit dipahami". Apakah kita akan membahas itu secara mendetail? Tentu saja tidak. Kita akan coba melakukan pendekatan berbeda yang jauh lebih sederhana daripada usaha menterjemahkan satu persatu makna tulisan Rasul Paulus ini.

1. Tuhan Yang Pegang Kendali (2 Tes 2:6-8)

Jemaat Tesalonika sedang dibingungkan oleh beberapa pengajar yang menyandarkan ajaran mereka kepada ilham roh, ataupun kutipan (yang tidak utuh) dari para rasul (2 Tes 2:1-2 = 2:1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, 2:2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.). Rasul Paulus menegur sikap anggota jemaat yang mudah dibingungkan oleh pengajaran palsu. Apa ciri pengajaran palsu? Yakni ketika ajaran tersebut membawa kita tidak lagi melihat kepada Allah dan kemuliaan-Nya, melainkan kepada upaya-upaya untuk meninggikan diri (2 Tes 2:3-5 = 2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah. 2:5 Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu).

Rasul Paulus memberikan 3 tahapan sejarah dari waktu dia sampai pada akhir zaman:

  1. Manusia durhaka akan dinyatakan(2 Tes.2:3), dikenal sebagai si pendurhaka (2 Tes 2: 8).
  2. Tahapan misteri dan penahanan/pengekangan (2 Tes.2:6,7).
  3. Kedatangan Tuhan Yesus yang keduakali.

Berbagai peristiwa yang mengarah kepada kedatangan Yesus yang kedua kali – bersumber pada proklamasi Injil (Matius 24:14 =  Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."; Mrk.13:10 =  Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.; Wahyu 14:6-7 = 14:6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, 14:7 dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.).  

Apabila Injil telah selesai dimasyhurkan ke seluruh dunia, barulah kesudahan itu akan datang. Disini, Allah sendiri yang bertindak sebagai kuasa yang menahan itu seperti yang Paulus telah utarakan, yakni menahan peristiwa-peristiwa akhir zaman sampai setiap orang memiliki kesempatan untuk mendengar Injil.

Inti dari ayat ini ada di ayat 8, yaitu, apapun yang terjadi: Tuhan Yesus yang pegang kendali penuh atas kedurhakaan dan pemurtadan yang ditulis di awal-awal 2 Tes 2.

2. Memisahkan Benar dari Salah (2 Tes 2:9-12)

Dalam ayat 9, Paulus menguraikan bahwa si pendurhaka akan datang dengan berbagai macam perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mukjizat. Tujuan utamanya menyesatkan umat percaya agar iman mereka tidak lagi diarahkan kepada Kristus, melainkan hanya kepada apa yang tampak di hadapan mereka.

Menghadapi para penyesat, pertanyaan kita adalah: Dimana kekuasaan Allah? Mengapa Allah tidak bertindak? 

Ingat ..... kita jangan lupa, bahwa orang percaya adalah ciptaan baru (2 Kor5:17 = Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.). Ciri utama ciptaan baru ini adalah pola pikir yang tidak menggunakan kriteria dunia, tetapi mengutamakan Kristus sebagai teladan dan acuan (2 Kor5:16 = Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.). Allah tetap berkuasa bahkan ketika para penyesat ini 'untuk sementara diijinkan' untuk bekerja. Tetapi akan datang masanya dimana Kristus akan menghanguskan mereka dengan 'nafas mulut-Nya' seperti di ayat 8 di atas.

Di sini kita menemukan cara terbaik kita untuk menanggapi ajaran-ajaran salah dan isu-isu tentang akhir zaman. Menanggapi desas-desus tentang akhir zaman haruslah dengan keyakinan spiritual dengan memahami mana yang Benar dan mana yang Salah. Tentu saja dalam kehidupan rohani ada beberapa hal yang benar, dan beberapa hal yang salah, dan ini berarti setiap klaim spiritual wajib diperiksa dengan cermat, sehingga mana yang salah dan mana yang benar dapat di filter dengan baik. (1 Tes 5:21 = Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.).

Sebagai orang yang dipilih, dipanggil, dan dimurnikan oleh Firman Kebenaran, kita diundang untuk terus-menerus meletakkan Kristus sebagai yang utama dalam pikiran, sikap, dan hidup kita. Ini artinya Firman Kebenaran Allah dijadikan landasan hidup dan tolok ukur dari kehidupan kita.

APLIKASI

Firman Tuhan hari ini menyatakan bahwa orang-orang yang melakukan kedurhakaan akan dibinasakan oleh Tuhan Yesus Kristus. Apabila kita menyerah, apalagi mengikuti tanda-tanda palsu dan tipu daya jahat mereka, kita telah melepaskan kebenaran Allah dan tidak ada bedanya dengan orang-orang yang harus binasa, yakni orang-orang yang tidak beriman.

Menjelang hari Tuhan, dunia akan makin menyombongkan diri dan disesatkan oleh banyak kebohongan. Justru karena itu, sebagai umat beriman, kita harus makin waspada. Kita perlu makin memperdalam iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus dan mendekatkan diri kepada-Nya. Bersama semua umat beriman, kita mau hanya mengandalkan kekuatan Tuhan saja dan tidak berkompromi dengan ajaran dan kuasa lain ........ Amin.

ITT - Jakarta, Selasa 25 Oktober 2022


Thursday, October 20, 2022

Yeremia 9:23-24

Perikop LAI = Mengenal Allah adalah kebahagiaan manusia (Yer 9:23-26)

9:23 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."

PENGANTAR

Setelah kerajaan Israel pecah menjadi 2 bagian, kerajaan Israel Utara hanya mampu bertahan sampai tahun 722 SM sebelum ditaklukkan Kerajaan Asyur, sedangkan Israel Selatan (Yehuda) bertahan lebih lama sampai tahun 587 SM. Kerajaan Yehuda dikalahkan oleh Babilonia, dan sebagian besar orang-orangnya diangkut dan dibuang ke Babel. Serangan pertama raja Babel Nebukadnezar terjadi 598 SM. Serangan kedua dilakukan karena sisa-sisa bangsa Yehuda di Yerusalem termasuk Zedekia, raja boneka yang diangkat oleh Nebukadnezar justru membuat perjanjian dengan kerajaan Mesir. Akibatnya, anak-anaknya dibunuh, Zedekia dibutakan dan ikut dibuang ke Babel. Yerusalem dihancurkan. Yeremia, adalah salah satu dari sedikit orang yang masih tinggal di Yerusalem. Saat itulah Yeremia tampil dengan pemberitaan yang memberi pengharapan akan pemulihan dari Tuhan.

Yeremia 9 adalah bagian dari khotbah Yeremia sebelum serangan Babel yang kedua atas Yehuda. Meski keluar dari mulut Yeremia, bukanlah dirinya yang mengarang kata-kata, melainkan firman Tuhan. Ia memperingatkan bangsa itu untuk menyesali ketidaksetiaanNya kepada Tuhan. “Apakah sebabnya negeri ini binasa, tandus seperti padang gurun sampai tidak ada orang yang melintasinya? Berfirmanlah TUHAN: “Oleh karena mereka meninggalkan TauratKu…, karena mereka tidak mendengarkan suaraKu dan tidak mengikutinya…, melainkan mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti para Baal… (Yer 9: 12b-14). Penyebab kehancuran adalah kesalahan mereka sendiri. Bangsa pilihan yang begitu dikasihi dan diberkati Tuhan, malah berpaling dan menyembah dewa yang tidak punya kuasa apapun. Bangsa ini telah berdosa di hadapan Tuhan. Sekalipun mereka beribadah kepada Tuhan, ibadahnya  kosong. Mereka melakukan kewajiban beribadah tetapi perbuatan mereka jauh dari perintah Tuhan.

Struktur Kitab Yeremia kira-kira dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Pemanggilan Yeremia (pasal 1)
  2. Penolakan dan akibatnya (pasal 2-29) ==> Bagian bacaan ini
  3. Janji pemulihan (pasal 30-33) 
  4. Penolakan dan akibatnya (pasal 34-45)
  5. Penghukuman bagi bangsa-bangsa (pasal 46-51)
  6. Kejatuhan Yerusalem sebagai salah satu bukti penggenapan nubuat (pasal 52)

URAIAN

Yer 9: 23-24 berbicara mengenai apa yang seharusnya umat pahami. Hal-hal yang menyukakan hati Tuhan. Tuhan ingin umat-Nya bermegah bukan karena kehebatannya sendiri melainkan karena mengenal dengan baik Tuhannya.

Ayat 23 menjabarkan bahwasanya Firman Tuhan berkata;

  1. Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya
  2. Janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya
  3. Janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya

Singkat dan jelas ketiga larangan itu dapat segera kita tangkap bahwa hal-hal duniawi semacam ini tidak dapat menyelamatkan manusia. Bahkan kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan ini jika disalahgunakan merusak kehidupan manusia, baik kehidupan pemilik ketiga hal ini maupun bagi orang-orang disekitarnya; orang kuat akan menindas orang lemah, orang bijak mengelabui para pengagum dan pengikutnya, orang kaya menjadi serakah dan merebut harta orang miskin, serta melakukan korupsi dan memakai harta kekayaannya untuk berbuat kejahatan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa janganlah bermegah atas ketiga hal ini karena hal-hal di atas inilah yang akan terjadi jika manusia begitu mengagungkan kehebatan duniawi.

Jadi, seharusnya bagaimana? Pasal 24 menjelaskan Firman Tuhan sebelumnya, bahwa: Boleh bermegah dimulai dengan memahami dan mengenal Tuhan. 

Umat Israel mengenal Tuhan dengan 10 perintah-NYA di Keluaran 20:1-17 serta Taurat-taurat dan kitab para nabi di Perjanjian Lama, dan kita sebagai pengikut Tuhan Yesus mengenal-NYA dalam Perjanjian Baru diantaranya dengan;

  • Riwayat Pelayanan, Kematian dan Kebangkitan serta Terangkat ke Surga dari Yesus Kristus
  • Doa Tuhan Yesus bagi murid-murid-NYA di Yoh 17:1-26 (secara khusus di Yoh 17:3)
  • Mengetahui dan mempelajari Firman Tuhan dengan baik; (2Tim3:14-17)

Sewaktu kita mengetahui dan memahami Tuhan, maka kita akan belajar;

1. Bahwa Tuhan melakukan Kasih Setia.

  • Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Ratapan 3:22-23
  • Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu. Mazmur 103:17
  • TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Mazmur 103:8
  • Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

2. Bahwa Tuhan melakukan Keadilan

  • Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia. Ulangan 32:4
  • Tuhan menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. Mazmur 103:6
  • Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Matius 25:40
  • Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! Yesaya 30:18
  • Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Yoh 8:7
  • Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Yoh 8:11

3. Bahwa Tuhan melakukan Kebenaran

  • Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian. Amsal 11:19
  • Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. Mazmur 26:3
  • Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. Mazmur 86:11
  • dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Efesus 4:24
  • Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Roma 8:10
  • Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yoh 1:14

Intinya, Mengenal ketiga hal di atas ini "menyukakan Hati Tuhan"

APLIKASI

Tuhan tidak terkesan dengan kebijaksanaan, kekuatan, kekayaan kita, karena IA yang membuat segalanya, dan apa yang kita miliki, dibuat dan diberikan oleh kasih karunia-Nya. Nabi Yeremia mengajarkan bahwa kita harus mengenal Tuhan dengan baik. Dengan mengenal-NYA, akan menghasilkan pengertian dan pengetahuan yang benar akan kasih setia, keadilan, dan kebenaran Tuhan, dan ini semua adalah bermegah yang dikehendaki-NYA.

Di dunia ini, di masyarakat kita, di jemaat kita, di dalam tubuh kita, hari ini, besok, dalam situasi apa pun, hubungan dengan Tuhan membantu kita dibentuk menjadi serupa dengan gambar-NYA dan bertindak dalam jalan-NYA yang kudus.

Ketika orang melihat kita, apakah mereka melihat karakter Yesus? ........ Amin.

ITT - Jakarta, Kamis 20 Oktober 2022

Monday, October 10, 2022

Mengapa Persatuan di dalam Gereja Begitu Sulit?

Beberapa waktu lalu, bertemu seorang sahabat dan berbincang serius. Ia seorang pelayan di gerejanya, yang sudah berkiprah di dunia pelayanan sekitar 10-15 tahun. Kami banyak berbincang dan saling bagi informasi perihal pelayanan sekarang, dimana saya sudah banyak tertinggal jauh, dan dari sekian banyak topik, ada satu pertanyaan menarik yang ia nyatakan dan tanyakan:

Mengapa persatuan di dalam gereja begitu sulit?  

Pernyataan dan pertanyaan ini terbersit, oleh pengalaman pribadinya di jemaat tempat ia bergereja dan melayani, khususnya belakangan ini ketika pemilihan Penatua dan Diaken berlangsung, juga pemilihan PHMJ. Kelihatannya begitu banyak intrik dan perpecahan terjadi di jemaatnya dan rupanya di berbagai jemaat lain. 

Sudah barang tentu, persatuan yang dimaksud di sini, bukanlah perihal doktrin atau ajaran antar Gereja atau denominasi, tetapi masalah menyangkut persatuan dalam sebuah jemaat, yang seringkali terjadi dan dialami dalam kehidupan berjemaat dan bergereja sehari-hari.

Nah, kembali ke pertanyaan di atas ..... apakah memang sesulit itu? Mari kita coba uraikan dan temukan jawabannya.

Ketika merenung mengendapkan pertanyaan tadi, seketika teringat dan terlintas akan Firman Tuhan dalam Efesus 4:1-16 yang diberi perikop: Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda. Perikop dan isinya sangat menggugah atas pertanyaan di atas.

Seketika muncul berbagai argumen dalam pikiran saya bahwa;

Bisa jadi atas uraian di Efesus ini, seseorang atau sekelompok orang bisa salah arah mengartikan tentang seperti apa seharusnya persatuan Kristen itu. Seharusnya  - (atas dasar teologis, kesatuan antara orang Kristen yang mengasihi dan percaya Yesus, dipenuhi oleh Roh-Nya, dan sebagian besar setuju secara teologis,) - tidaklah sesulit ini. 

Nah apakah demikian jawabnya? Coba kita gali sedikit lebih dalam.

Ternyata, Kesatuan memang Selalu Sulit  dan Tidak Pernah Mudah.

Mari kita pahami dengan pendekatan bahwa, Tuhan adalah segalanya untuk persatuan di antara anak-anak Tuhan. Kitab Suci menggambarkan pengalaman persatuan sebagai "baik dan menyenangkan" (Mazmur 133:1 =  Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!), dan memerintahkan semua orang Kristen untuk rajin mengejar "berpikiran sama, memiliki kasih yang sama, dalam keselarasan penuh" (Filipi 2:2 = karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,) .

Tetapi, ternyata tidak ada di dalam Alkitab bahwa Tuhan janjikan kalau mengejar kesatuan, - (bahkan di antara orang-orang Kristen yang sejati, dipenuhi Roh, dan sungguh-sungguh), - akan mudah dan tidak sulit. Bahkan, kelihatannya kesulitannya hampir sama dengan peperangan melawan dosa.

Fakta bahwa Perjanjian Baru mencatat begitu banyak orang Kristen yang berjuang dan gagal untuk bersatu seharusnya memberi petunjuk kepada kita bahwa memang persatuan bukanlah hal yang mudah. Kita hanya perlu membaca surat-surat Paulus untuk melihat ini. Ini hanya contoh kecil tentang seberapa sering Rasul Paulus membahas masalah persatuan: 

  • Paulus menegur orang-orang Korintus karena "pertengkaran" dan "perpecahan" mereka (1 Korintus 1:10-11 = 10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.) 
  • Paulus memperingatkan jemaat Galatia terhadap berbagai bahaya dalam Jemaat (Galatia 5:20 = penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,)
  • Paulus memohon ”Euodia dan Sintikhe untuk sehati & sepikir di dalam Tuhan”. Di dalam Tuhan Yesus semua orang percaya adalah sesama pewaris Kerajaan. Karena itu, ia meminta juga warga jemaat lainnya (Sunsugos berarti sesama pemikul kuk) untuk turut berusaha mendamaikan kedua pelayan Tuhan itu. Hanya jemaat yang warganya sehati terdapat kesukaan. (Filipi 4:2-3 = 2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.) 
  • Paulus memerintahkan jemaat Kolose, “Ampunilah satu sama lain seperti Tuhan telah mengampuni kamu” (Kolose 3:13 = Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.) 
  • Dan Rasul Paulus menasihati orang-orang Efesus untuk tidak menuruti “pembicaraan yang merusak” agar “tidak mendukakan Roh Kudus Allah,” dan untuk menyingkirkan “semua kepahitan dan murka dan kemarahan dan keributan dan fitnah . . . dengan segala kejahatan” (Efesus 4:29-31 = 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.) 

Masih banyak lagi Firman Tuhan yang bisa kita kutip tentang nasihat persatuan dalam Gereja atau Jemaat, itulah sebabnya diatas dikatakan bahwa Alkitab ternyata tidak mendukung asumsi kita bahwa persatuan Kristen seharusnya tidak sesulit untuk dicapai dan dipertahankan. Ternyata memang sudah sulit sejak hari-hari awal gereja. 

Lalu, Mengapa Persatuan di Gereja Itu Sulit ?

Oke kita lanjut. Tampaknya pertanyaan di awal perihal sulitnya persatuan masih menggantung. Tentu saja, ada begitu banyak faktor kesulitan yang tidak ada habisnya. Kita bisa lihat beberapa Firman Tuhan tentang ini;

  • Gereja dan Jemaat mungkin berada di bawah serangan rohani yang berat (Efesus 6:12 = karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.), 
  • Disusupi oleh serigala berbulu domba (Kisah Para Rasul 20:29 = Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.), 
  • Diganggu oleh "persaingan, pertikaian, perpecahan" yang digerakkan oleh orang-orang yang tidak percaya yang berpikir bahwa mereka adalah orang Kristen (Galatia 5:19-21 = 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.), 
  • Mencoba untuk menggoda orang percaya yang belum dewasa untuk terlibat dalam pertengkaran partisan (1 Korintus 3:1-4 = Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. 2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. 3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? 4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?).

Dan masih banyak lagi.

Tetapi dari semua itu, kita masih bisa menggali lebih dalam lagi dan menemukan inti jawaban dari pertanyaan bahwa "Mengapa persatuan di dalam gereja begitu sulit?"

Dari point 1 & 2 di bawah ini, kita akan tiba pada kesimpulannya;

1. Apa yang terlintas di benak pikiran kita ketika membaca Firman Tuhan ini? Yohanes 13:35 = Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Tentunya jawabannya adalah Jemaat Tuhan harus saling mengasihi.

2. Apa yang ada dalam benak pikiran Tuhan Yesus? 

Coba kita lihat ayat sebelumnya; Yohanes 13:34 = Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.  

Bahkan di sepanjang Yohanes 15:9-17, Tuhan Yesus memberi kita perintah tegas untuk menjadi suatu komunitas jemaat yang  saling "mengasihi", Jemaat yang saling berkorban untuk membahagiakan satu sama lain, dst.

(Yoh 15:9-17 = 9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.")

Tentunya jawabannya adalah Tuhan Yesus memberi Perintah tentang saling mengasihi.

Jadi, Kesimpulannya adalah: Persatuan Jemaat Kita adalah Perintah Tuhan Yesus

Ya, PERINTAH .... bukan himbauan, bukan nasihat atau himbauan atau apapun yang abu-abu. Ini PERINTAH, maukah Jemaat (yang katanya Jemaat Tuhan Yesus) menjalankannya?

Jadi karena ini perintah, Gereja dan jemaatnya WAJIB melakukannya.

Jangan lupa bahwa Tuhan senang ada perbedaan (Ia menciptakan berbagai bangsa, bahasa, bahkan kepercayaan dan begitu banyak perbedaan-perbedaan yang indah lainnya), tetapi perbedaan bukanlah bertujuan menjadi suatu perpecahan, perbedaan ini harus punya satu kesatuan tujuan, yaitu memuliakan Tuhan. Ingatlah, bahwa persatuan bukan tentang memenuhi harapan indah kita, tetapi tentang mematuhi dan melaksanakan Perintah Tuhan Yesus. 

Kongkritnya; Atas pertanyaan "Mengapa persatuan di dalam gereja begitu sulit?" jawabannya adalah "Memang sulit, tapi atas dasar perintah Tuhan Yesus yaitu Saling Mengasihi, pasti bisa dilakukan". Jadi bila ada kesulitan dalam persatuan di dalam Gereja, maka ini intinya adalah ketidak-mauan jemaat untuk patuh dan taat kepada Firman Tuhan.

Sulit? Ya, tapi bukan tidak mungkin - Dapat dilakukan? Ya, karena ini PERINTAH TUHAN !

ITT- Jakarta, Senin 10 Oktober 2022

Catatan iseng penulis: 

Ketika di tahun 80-an, sering terjadi perkelahian antara anggota ABRI (sekarang TNI) dalam pasukannya sendiri. Para komentator berkata: Ya, inilah kalau terlalu sering latihan perang, musuh tidak kunjung tiba, akhirnya mereka sendiri berkelahi. Coba ada musuh, pasti mereka bersatu jaga kedaulatan NKRI.

Bisa jadi juga, ketika di jemaat dalam keadaan terlalu sering mendengar khotbah tanpa kesempatan mempraktekkannya, akhirnya mereka sering ribut sendiri dan tidak bersatu. 

Jadi, untuk para pemimpin Jemaat; berilah dan buatlah kesempatan bagi Jemaat Tuhan untuk praktekkan Firman Tuhan dan perintah kasih-Nya. Pasti ada kesatuan dalam jemaat sebagaimana maksud dan tujuan Tuhan membentuk jemaat-NYA.