Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Monday, December 12, 2022

Lukas 2:8-20

Perikop LAI: Gembala-gembala (Luk 2:8-20)

2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
2:13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
2:14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
2:15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

PENDAHULUAN

Untuk kali ini, kita kutip lagu natal di Kidung Jemaat yang memperlihatkan alur pembacaan kita hari ini. Mari nyanyikan bersama bait 1 dan 2 :-)

KJ. 123 - S'lamat, S'lamat Datang 

https://www.youtube.com/watch?v=WNjd1lc4Iaw

Syair: Nu zijt wellekome, Nyanyian Natal Belanda/Jerman abad pertengahan,
Terjemahan: Yamuger/Pan. Lit. K. A. J., 1980,
Lagu: Eropa +/- 1000, Jerman abad ke-14, Belanda, 1627
do = g 2 ketuk

1. S'lamat, s'lamat datang, Yesus, Tuhanku!
Jauh dari sorga tinggi kunjunganMu.
S'lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;
Damai yang Kaubawa tiada taranya, Salam, salam!
Yes 9:5-6

2. "Kyrie eleison": Tuhan, tolonglah!
Semoga kidung kami tak bercela.
BundaMu Maria diberi karunia
Melahirkan Dikau kudus dan mulia.
Salam, salam!
Luk 1:30-33

3. Nyanyian malaikat nyaring bergema;
gembala mendengarnya di Efrata:
"Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!
Dalam kandang domba kau dapat bertemu."
Salam, salam!
Luk 2:8-14

4. Datang orang Majus ikut bintangNya,
membawa pemberian dan menyembah.
Yang dipersembahkan: kemenyan, emas dan mur;
Pada Jurus'lamat mereka bersyukur.
Salam, salam!
Mat 2:1-11; Mzm 72:15; Yes 60:3, 5

URAIAN

Selain daripada Maria dan Yusuf yang dipilih Tuhan sebagai orangtua bayi Yesus, ada 2 (dua) kelompok orang-orang yang dalam kelahiran Tuhan Yesus diarahkan Tuhan untuk jadi saksi dan bertemu Anak-Nya sesuai dari Injil Tuhan di Alkitab.

1. Gembala di padang

Luk 2:10-12 = 2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."

Gembala bukanlah siapa-siapa dalam masyarakat mereka. Kebanyakan orang berpikir buruk tentang gembala. Mereka tidak diperbolehkan beribadah di Bait Suci karena dianggap najis. Dan mereka tidak diperbolehkan bersaksi di pengadilan karena kesaksian mereka dianggap tidak dapat dipercaya. Namun, malaikat itu menampakkan diri kepada para gembala dengan kabar baik tentang sukacita yang besar.

Menarik untuk diperhatikan adalah; kepatuhan mereka kepada penyampaian malaikat.

2. Orang-orang Majus dari Timur

Matius 2:1-2 = 2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." juga diperingatkan melalui mimpi di Mat 2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
Orang-orang Majus ini bahkan bukan orang Yahudi. Mereka berasal dari timur, mungkin dari Persia, yang sekarang adalah Iran. Namun, mereka melihat sebuah bintang yang mereka yakini sebagai "bintang-Nya", yaitu bintang yang menunjukkan kelahiran "raja orang Yahudi". Namun demikian, sama seperti Tuhan mengutus seorang malaikat kepada para gembala, Tuhan juga mengarahkan orang-orang Majus ini dengan "bintang-Nya" untuk menemukan bayi Yesus.
Menarik diperhatikan di sini bahwa Betlehem sudah disebut oleh para imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka semua menantikan Mesias tapi luput untuk menemui bayi Yesus.

Selanjutnya adalah 2 (dua) pribadi yang sangat dekat dengan Sang Bayi Natal itu, yaitu; Maria dan Yusuf sendiri, yang dari sejak awal, dipilih Tuhan

Maria

Seorang malaikat utusan Tuhan, menyampaikan pesan bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak, padahal saat itu ia belum bersuami. Menerima berita yang luar biasa ini, dia menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:38 = Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.). Suatu demonstrasi sikap patuh dan taat 100% atas apa yang terjadi dalam hidupnya sebagai "hamba Tuhan

Selanjutnya, apa sikap Maria sang Ibu Yesus dalam bacaan kita ini? Luk 2:16-19 = 2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Ya ia menyimpan segala perkara dalam hatinya dan merenungkannya, dan ini sudah cukup menggambarkan siapa sang Ibu ini.

Yusuf

Matius 1-19-20 = 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Mat 2:13-15 = 2:13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 2:14 Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

No comment,  ayat-ayat di atas sudah cukup menggambarkan siapa lelaki ini.

Lalu kemudian ada Simeon & Nabiah Hana juga di lanjutan dari bacaan ini (Luk 2:25-38)

APLIKASI

Apa saja kesamaan orang-orang ini seingga mereka dipilih Tuhan menyaksikan bayi Yesus ini? Ada 3 kata yang dapat mewakili mereka yang sangat sederhana dan mudah dipahami sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI);

  1. Tulus (KBBI = sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas)
  2. Rendah hati (KBBI = hal atau sifat tidak sombong atau tidak angkuh.)
  3. Patuh (KBBI = suka menurut (perintah dan sebagainya); taat (pada perintah, aturan, dan sebagainya); berdisiplin)

Maria, Yusuf, para gembala di padang, orang-orang majus dari Timur, Simeon, Hana, semuanya punya ketiga hal di atas, dan dipilih Tuhan dalam rencana terbesar-Nya sepanjang sejarah. Bayangkan kalau mereka, tidak tulus, tinggi hati dan tidak patuh? Buyar semua apa yang Ia rencanakan bukan?

Ada banyak orang di zaman itu yang merindukan kelahiran Sang Mesias. Pemilik penginapan merindukan Mesias, tetapi dia terlalu sibuk sehingga melewatkan kesempatan menjadikan penginapannya jadi tempat lahir sang Mesias. Herodes juga merindukan Mesias, tetapi dia terlalu cinta takhtanya sehingga tidak ingin ada saingannya, bahkan kemudian memerintahkan untuk membunuh bayi-bayi yang berumur 2 tahun ke bawah, sungguh suatu perbuatan yang dikutuk Allah. Para pemimpin agama merindukan Mesias, tetapi mereka terlalu merasa benar sendiri sehingga walau telah menyebutkan nubuatan Nabi Mikha (Mikha 5:1 = Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.), tetapi meluputkan nubuatan ini karena mereka tinggi hati sebab orang-orang Majus non Yahudilah yang pertama-kali bertanya tentang hal itu.
Maka semua akhirnya gagal bertemu bayi Yesus yaitu Mesias yang telah dinanti-nantikan selama ini !

Saat ini, begitu banyak dari kita turut merindukan Mesias juga, padahal Yesus telah lahir, dan kita kenal baik dan hadir senantiasa melalui Roh Kudus dalam kehidupan kita, tetapi ternyata jauh dari kehidupan kita. Kita banyak kali kehilangan makna Natal yang sebenarnya dengan menjauh dari ketulusan, kerendahan hati dan kepatuhan, sehingga tersesat dalam natal Sinterklas & Santa Claus, pohon-pohon dan hiasan-hiasan natal, baju baru, pesta natal, lagu natal Santa dll.

Untuk itu, .... Mari, sebagaimana para gembala di padang dan para Majus, kita nyanyikan KJ 123 bait 3 dan 4 dengan sukacita penuh.

Kiranya kita jadi seperti gembala di padang, orang Majus, Simeon, Hana, bahkan Yusuf dan Maria, supaya dipakai Tuhan dalam kesaksian-Nya.

Kiranya, kita kembali berpegang pada berita natal di Luk 2:11 = Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Luk 2:14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya dan mengenakan Ketulusan menerima apapun di kehidupan kita dari Tuhan, kerendahan hati menjalankan ajaran-Nya dan kepatuhan kepada Firman Tuhan ........ Amin

Yoh 3:16 = Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Selamat Natal

ITT - Senin 12 Desember 2022