Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Thursday, November 24, 2022

2 Yohanes 1:1-8

Perikop LAI: Salam (2 Yoh 1:1-3) - Tetaplah di dalam Ajaran Kristus (2 Yoh 1:4-11)

1:1 Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,
1:2 oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.
1:3 Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
1:4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.
1:5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu -- bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya -- supaya kita saling mengasihi.
1:6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.
1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
1:8 Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.

PENGANTAR

Surat Yohanes yang kedua  ini ditulis oleh "pemimpin jemaat" kepada "Ibu yang  dipilih oleh Allah" dan kepada anak-anaknya yang dicintai. Mungkin yang dimaksud dengan "Ibu dan anak-anaknya" ialah  sebuah jemaat dan anggota-anggotanya. Dalam suratnya yang pendek ini, penulis surat ini meminta dua hal kepada pembacanya. Pertama, supaya mereka mengasihi satu sama lain. Kedua, supaya mereka waspada terhadap guru-guru palsu dan ajaran-ajaran guru-guru itu.  

Isi 2 Yohanes

  1.   Pendahuluan 1-3
  2.   Pentingnya kasih 4-6 
  3.   Peringatan terhadap ajaran-ajaran yang salah 7-11 
  4.   Penutup 12-13  

URAIAN

1. Hidup dalam Kebenaran

Dalam 2 Yohanes 1:4, dikatakan: “Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.”

Melalui ayat ini, kita menlihat bahwa Rasul Yohanes memberikan pujian kepada ibu yang membuat dirinya sangat bersukacita. Ia mengatakan bahwa ibu yang terpilih dan anak-anaknya hidup dalam kebenaran. Mereka hidup benar sesuai dengan perintah yang telah diterima dari Allah Bapa. Sungguh. Rasul Yohanes sangat menghormati dan menghargai ibu yang berhasil membawa anak-anak mengikuti jejak ibunya yang takut akan Tuhan. Rasul Yohanes sangat bersukacita karena melihat ibu yang terpilih itu dapat mendidik, mengajar, menasihati anak-anak untuk beribadah, berdoa, mengucap syukur, memuji, menyembah, memuliakan, memberi persembahan dan melayani Firman-Nya dengan penuh rasa takut akan Tuhan.

Sudahkah kita hidup dalam kebenaran?

2.  Hidup saling Mengasihi

Dengan sangat hormat Rasul Yohanes meminta kepada ibu yang terpilih supaya saling mengasihi. Permintaan untuk saling mengasihi kepada ibu tersebut, menurut Rasul Yohanes, bukanlah merupakan suatu perintah baru. Perintah saling mengasihi itu, sesungguhnya merupakan perintah Allah dari mulanya.

Beginilah bunyi Firman Tuhan dalam Surat 2 Yohanes 1:5: “Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu — bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya — supaya kita saling mengasihi.”

Rasul Yohanes yang juga penulis Kitab Injil Yohanes merekam Firman Tuhan dalam Kitab Injil Yohanes 13:34 = “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Ia juga merekam Firman-Nya dalam Kitab Injil Yohanes 15:12 = “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”

Ya, memang benar! Saling mengasihi bukanlah suatu perintah baru dari Rasul Yohanes. Melainkan merupakan perintah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk saling mengasihi, karena Dia sudah lebih dulu mengasihi kita.

Sudahkah kita sebagai Jemaat Tuhan hidup taat sesuai perintah Yesus Kristus dalam saling mengasihi?

3. Hidup di dalam Kasih

Sejatinya, di dunia ini tidak ada hidup dan kehidupan yang lebih indah dan bahagia daripada hidup di dalam kasih. Hidup di dalam kasih adalah melebihi segalanya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang merindukan hidup dalam dendam, dengki, iri hati, perdebatan, perbantahan, perselisihan, pertengkaran dan permusuhan.

Dikatakan dalam 2 Yohanes 1:6 = “Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.” Melalui ayat ini, Rasul Yohanes menekankan bahwa kasih itu adalah harus hidup menurut perintah-Nya. Dan secara tersirat, perintah itu adalah bahwa kita harus hidup tekun hidup dalam Kasih.

Sudahkah kita melakukan perintah-Nya dan hidup dalam Kasih?

4. Penyesat dan antikristus

Sejak dua ribu tahun yang lalu, para penyesat dan antikristus sudah berupaya menolak dan menentang ajaran Tuhan. Mereka tidak suka apabila banyak orang yang datang dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Mesias, Penebus dan Juru Selamat manusia berdosa, termasuk kita dan semua orang yang percaya kepada-Nya.

2 Yohanes 1:7 = “Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.”

Oleh sebab itu, Rasul Yohanes menasihati ibu yang terpilih dan anak-anaknya supaya waspada. Supaya mereka mereka tidak kehilangan kasih setia dan kasih karunia-Nya. Supaya mereka tidak kehilangan Injil Tuhan yang membawa sukacita dan damai sejahtera. Tetapi sebaliknya, mereka akan memperoleh upah besar. 2 Yohanes 1:8: “Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.”

Mampukah kita mengenal dan menolak serta waspada terhadap si penyesat dan antikristus?

APLIKASI

Mari kita akhiri bacaan kita hari ini, dengan membaca tuntas serta membaca bersama secara perlahan untuk mendapatkan simpulan seluruh Kitab 2 Yohanes;

2 Yoh 1:9-13

1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
1:11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
1:12 Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita.
1:13 Salam kepada kamu dari anak-anak saudaramu yang terpilih.

Dari bacaan di seluruh kitab 2 Yohanes ini kita mendapatkan benang merah tanpa keraguan, bahwa penulis kitab ini walaupun tidak menyebutkan nama adalah Rasul Yohanes, dan bahwa Yohanes yang sama ini, telah mengangkatnya dalam tema-tema Injilnya, yaitu di;

1. Tema Kebenaran: Yohanes 14:6 = Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

2. Tema Kasih: Yohanes 3:16 = Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

3. Tema Kasih yang menuntun kepada ketaatan: Yohanes 15:9-17 = 9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.

........ Amin

ITT - Jakarta, Kamis 24 November 2022