Artikel ini memberikan penjelasan mendalam tentang alasan mengapa Alkitab memiliki empat Injil yang berbeda (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes). Alih-alih menjadi versi yang saling bertentangan, keempatnya digambarkan sebagai empat potret Tuhan Yesus yang diambil dari sudut pandang berbeda untuk pembaca yang berbeda.
Berikut adalah
rincian mendalam dari empat Injil tersebut:
1. Injil Matius:
Yesus sebagai Raja yang Dijanjikan
Matius menulis
khusus untuk pembaca orang Yahudi dan menjawab pertanyaan: "Apakah Yesus
Raja yang dijanjikan?"
- Silsilah Yahudi: Dimulai dengan silsilah yang menghubungkan Yesus dengan Abraham (bapak bangsa) dan Daud (raja terbesar Israel).
- Pemenuhan Nubuat: Matius secara konsisten menghubungkan peristiwa hidup Yesus dengan nubuat Perjanjian Lama, menggunakan frasa "supaya genaplah..." lebih dari belasan kali.
- Khotbah di Bukit: Satu-satunya Injil yang mencatat Khotbah di Bukit secara lengkap, menyajikan "manifes" kerajaan Yesus bagi mereka yang tidak berdaya.
Markus adalah Injil
yang paling singkat dan mendesak, kemungkinan besar ditulis di Roma berdasarkan
kesaksian Petrus.
- Kecepatan dan Aksi: Menggunakan kata Yunani euthus ("segera") lebih dari 40 kali. Tidak ada cerita kelahiran; narasi langsung dimulai dengan pelayanan Yesus yang penuh aksi.
- Tema Pelayanan: Ayat intinya adalah Markus 10:45, yang menyatakan bahwa Yesus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya.
- Kejujuran tentang Kegagalan: Markus tidak menutupi kegagalan para murid (terutama Petrus), menunjukkan bahwa Yesus memulihkan mereka yang gagal.
Tujuan Akhir:
Sepertiga dari buku ini difokuskan pada minggu terakhir kehidupan Yesus,
menekankan bahwa salib adalah tujuan utama-Nya.
Lukas, seorang
tabib Yunani dan rekan Paulus, menulis laporan sejarah yang teratur untuk
Theofilus.
- Laporan Sejarah: Lukas mewawancarai saksi mata dan melakukan investigasi mendalam sebelum menulis.
- Inklusivitas: Lukas menekankan bahwa Yesus datang untuk semua orang, termasuk kaum marginal: Orang Miskin & Gembala: Hanya Lukas yang menceritakan kunjungan para gembala saat kelahiran Yesus.
- Kaum Perempuan: Lukas memberi perhatian lebih banyak pada perempuan (Maria, Marta, dsb.) dibandingkan Injil lainnya.
- Orang Luar: Berisi perumpamaan seperti "Orang Samaria yang Murah Hati" dan kisah Zakheus.
Kelanjutan Kisah:
Lukas adalah satu-satunya penulis yang melanjutkan ceritanya ke kitab Kisah
Para Rasul, menunjukkan gerakan Roh Kudus setelah kenaikan Yesus.
Yohanes sangat
berbeda dari tiga Injil sinoptik lainnya (90% materinya unik). Ia berfokus pada
identitas ilahi Yesus.
- Logos (Firman): Dimulai dari sebelum penciptaan, menyatakan bahwa "Firman itu adalah Allah" dan "Firman itu telah menjadi manusia".
- Tujuh Tanda (Miracle): Yohanes memilih tujuh mukjizat spesifik dan menyebutnya sebagai "tanda" yang menunjuk pada siapa Yesus sebenarnya, mulai dari mengubah air menjadi anggur hingga membangkitkan Lazarus.
- Percakapan Intim: Mencatat dialog panjang dan pribadi, seperti dengan Nikodemus dan perempuan Samaria di sumur.
Tujuan Penulisan:
Yohanes secara eksplisit menyatakan tujuannya: supaya pembaca percaya bahwa
Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan melalui percaya, mereka memperoleh hidup.
Satu Kristus,
Empat Sudut Pandang
Dapat disimpulkan
bahwa keempat Injil ini tidak saling bersaing, melainkan saling melengkapi.
- Jika butuh bukti nubuat, baca Injil Matius.
- Jika butuh melihat Yesus beraksi, baca Injil Markus.
- Jika merasa tidak layak atau orang luar, baca Injil Lukas.
- Jika ingin tahu siapa Yesus sebenarnya di tingkat terdalam, baca Injil Yohanes.