Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan Sendiri

Sunday, February 1, 2026

The Ten Commandments

Sepuluh Perintah Allah (Ten Commandments) sudah berlaku jauh sebelum Musa menerimanya di Gunung Sinai. Artikel ini memberikan bukti bahwa hukum-hukum tersebut bersifat kekal dan sudah ada sejak penciptaan manusia.

​Banyak orang menganggap Sepuluh Perintah Allah adalah hukum sementara yang hanya untuk bangsa Israel kuno. Namun, artikel ini menegaskan bahwa perintah-perintah tersebut adalah hukum Tuhan yang sudah ada sejak awal keberadaan manusia.

Rincian 10 Bukti (Perintah demi Perintah)

  1. ​Jangan ada Allah lain di hadapan-Ku: Adam dan Hawa melanggar perintah ini saat mereka lebih menaati setan daripada Allah di Taman Eden (Kejadian 3:11).
  2. Jangan membuat patung ukiran: Yakub memerintahkan keluarganya untuk membuang dewa-dewa asing dan memurnikan diri sebelum pergi ke Betel (Kejadian 35:2-4).
  3. Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan: Ayub (yang kitabnya dianggap paling tua) secara rutin mempersembahkan korban karena khawatir anak-anaknya mungkin telah mengutuki Allah dalam hati mereka (Ayub 1:5).
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: Kata "Ingatlah" menunjukkan hukum ini sudah ada sebelumnya. Sebelum sampai di Sinai, Allah sudah menguji bangsa Israel terkait pengumpulan manna pada hari ketujuh (Keluaran 16).
  5. Hormatilah ayah dan ibumu: Yakub menaati orang tuanya (Kejadian 28:6-7), sementara Adam dan Hawa dianggap tidak menghormati orang tua tunggal mereka, yaitu Allah Sang Pencipta.
  6. ​Jangan membunuh: Allah memperingatkan Kain sebelum ia membunuh Habel, dan menyebut tindakan tersebut sebagai dosa yang mengintai (Kejadian 4:6-8).
  7. Jangan berzinah: Yusuf menolak istri Potifar karena ia tahu berzina adalah dosa besar terhadap Allah (Kejadian 39:7-9). Abimelekh pun tahu bahwa mengambil istri orang lain adalah dosa besar.
  8. Jangan mencuri: Yakub memahami hak milik dan hukum tentang pencurian saat berurusan dengan Laban (Kejadian 30:33). Saudara-saudara Yusuf juga tahu bahwa mencuri memiliki hukuman berat.
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta: Kebohongan pertama dicatat dilakukan oleh setan di Taman Eden. Kain juga berbohong kepada Allah tentang keberadaan Habel.
  10. Jangan mengingini milik sesamamu: Hawa mengingini hak istimewa Allah untuk menentukan yang baik dan jahat (Kejadian 3:6). Ayub juga menyatakan bahwa mengingini istri tetangga adalah kejahatan (Ayub 31:9-11).

Kesimpulan

Artikel ini menyimpulkan bahwa apa yang difirmankan Allah di Gunung Sinai hanyalah bentuk formal (kodifikasi) dari hukum yang sudah ada sejak awal.

Hukum-hukum ini dianggap kudus, benar, dan baik, serta membawa berkat bagi mereka yang menaatinya, serta karena sudah ada sejal awal - maka berlaku universal, sampai saat ini.

ITT - Jakarta, Minggu 1 Februari 2026