Sebaiknya baca artikel di atas sebelum artikel ini
Tepat menjelang 25 tahun artikel di atas, penulis sangat bersuka-cita, karena begitu banyak website & YouTube pengajaran Kristen - dalam beberapa tahun terakhir ini mulai mengangkat topik ini secara mendalam dan berani - suatu hal yang tidak cukup berani dilakukan penulis. Ada beberapa perubahan dalam argumen, seperti gambar di Artikel yang lama - berbeda dengan kronologis di artikel ini yg merunut pada urutan Malam ke Siang dan bukan perhitungan Siang ke Malam,
Berdasarkan hal di atas, maka kami akan lebih memperdalam lagi pendapat tentang 3 hari 3 malam itu menjadi lebih detail, yaitu 72 jam saat Tuhan Yesus mati, dikuburkan dan bangkit dari kematianNya.
Memang ada tradisi yang ditantang, tetapi biarlah tradisi ini perlahan mulai pudar oleh banyaknya pendapat para ahli yang jauh lebih mendalam dari penulis, yang hanya mencoba memahami melalui kacamata yang sempit dan meneruskan hanya kepada keluarga kecilnya.
Mari kita uraikan lebih dalam dengan beberapa poin penting.
1. Dasar Argumen: Tanda Nabi Yunus
3 Hari & 3 Malam: Sama seperti Yunus berada di perut ikan besar selama tiga hari dan tiga malam, Tuhan Yesus juga harus berada di dalam kubur selama durasi yang sama.
Masalah Tradisi: Jika Yesus wafat pada Jumat sore dan bangkit Minggu pagi, durasinya hanya satu hari penuh dan dua malam. Dan ini tidak memenuhi syarat "tiga hari dan tiga malam".
2. Definisi Waktu Secara Literal
Dengan keyakinan penuh dan percaya akan setiap detil ucapan Tuhan Yesus, maka ucapan Beliau bukanlah sekedar kiasan atau idiom, tetapi pernyataan fakta yang literal.
Mengacu pada Yohanes 11:9, Yesus mendefinisikan satu siang adalah 12 jam. Maka, 3 hari dan 3 malam sama dengan 72 jam tepat.
3. Konsep Dua Hari Sabat
Kunci utama untuk memahami garis waktu ini adalah adanya dua jenis Sabat dalam minggu tersebut: Sabat Besar (Terjemahan KJV = High Day): Ini adalah Sabat tahunan (Hari Raya Roti Tidak Beragi) yang bisa jatuh pada hari apa saja dalam seminggu. Menurut Yohanes 19:31 (TB) = Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar — maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
Kronologis Alkitabiah: Para wanita membeli rempah-rempah setelah Sabat pertama (Sabat Tahunan pada hari Kamis), lalu menyiapkannya, dan kemudian beristirahat pada Sabat kedua (Sabat Mingguan pada hari Sabtu).
Lukas 23:56 (TB) = Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat, Lukas 24:1 (TB) = tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.
4. Rekonstruksi Garis Waktu (Rabu hingga Minggu)
Berdasarkan bukti-bukti tersebut, mari kita menyusun urutan kejadian sebagai berikut:
- Selasa Malam: Tuhan Yesus makan perjamuan Paskah terakhir bersama murid-murid-Nya.
- Rabu Siang: Tuhan Yesus disalibkan dan wafat sekitar jam 3 sore (jam ke-9), lalu dikuburkan tepat sebelum matahari terbenam karena hari berikutnya adalah Sabat Besar.
- Kamis: Sabat Besar (Hari Raya Roti Tidak Beragi). Tuhan Yesus berada di kubur (Hari 1).
- Jumat: Hari biasa di mana para wanita membeli dan menyiapkan rempah-rempah. Tuhan Yesus berada di kubur (Hari 2).
- Sabtu: Sabat Mingguan. Tuhan Yesus berada di kubur (Hari 3).
- Sabtu Sore: Yesus bangkit tepat 72 jam setelah dikuburkan, sesaat sebelum matahari terbenam.
- Minggu Pagi: Ketika para wanita datang saat masih gelap, mereka menemukan kubur sudah kosong karena Yesus sudah bangkit sejak Sabtu sore.
5. Nubuatan Nabi Daniel
Penulis juga baru menemukan dan mengaitkan hal ini dengan nubuatan dalam Daniel 9:27 dalam terjemahan yang menyebutkan bahwa Mesias akan dihentikan di "tengah minggu". Secara harfiah, tengah minggu atau pertengahan tujuh masa adalah hari Rabu!
Daniel 9:27 (TB) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
Kesimpulan Akhir:
Hal ini menegaskan bahwa Tuhan Yesus tidak wafat pada "Jumat Agung", melainkan pada hari Rabu. Pemahaman ini dianggap penting untuk membuktikan kebenaran ucapan Tuhan Yesus sebagai Mesias melalui penggenapan nubuat waktu yang Ia tetapkan sendiri.
Sekali lagi, melawan tradisi adalah kurang elok, tetapi memahami kebenaran adalah Tugas seorang Kristen dengan menguji segala sesuatu secara alkitabiah. 1 Tesalonika 5:21 = Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik
Tetap ada kemungkinan bahwa penulis salah dalam menginterprestasikan Alkitab - akan tetapi Tradisi Jumat Agung harus kita akui mempunyai pijakan teologis yang goyah. Kiranya Roh Kudus menuntun kita semua supaya tidak jatuh kepada kesalahan.
ITT - Jakarta, Minggu 29 Maret 2026