WIB

Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Tuesday, January 25, 2011

Mazmur 62

Dekat, Tenang, Menang
(Sesuai SBU, Minggu 30 Januari 2011)

Mazmur 62
Perasaan Tenang Dekat Allah
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. 2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 3 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 4 Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh? 5 Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. S e l a
6 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. 7 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 8 Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. 9 Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. S e l a
10 Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin. 11 Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya. 12 Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, 13 dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.


Struktur Mazmur 62

Mazmur ini terbagi rapi seperti sajak dalam 3 stanza yang dibagi oleh "Sela" yang disamping mempunyai pengertian sebagai tanda musik seperti "interlude" - juga mempunyai pengertian "berhenti sesaat dan perhatikan", atau dapat juga diterjemahkan dengan "Atensi/Perhatian" (perhatikan bahwa dalam bahasa Ibrani atau Inggris istilah sela ini dibaca dengan "selah", bukan tidak dibaca atau diabaikan, karena biasanya dianggap sebagai tanda musik saja.).
Para Teolog umumnya menganggap bahwa Mazmur ini dilatar belakangi oleh nasib Daud ketika berhadapan dan diburu oleh Absalom anaknya yang memberontak dan hendak menguasai tahtanya.

Stanza pertama dari Mazmur 62 ini terdapat di ayat 1-5 berbicara tentang Deklarasi Kepercayaan Daud kepada Allah.
Maz 62:2-3 : Hanya dekat Allah saja aku tenang, merupakan tema utama dalam Mazmur ini, dan daripada mempercayakan nasibnya kepada manusia, Daud memilih menaruh kepercayaannya "hanya kepada Allah semata". Suatu sikap hikmat yang ia peroleh dari pengalamannya bersama Allah dari masa mudanya.
Maz 62:45: Daud berbicara tentang musuhnya yang mencoba menggulingkan ia - musuh ini adalah bukan orang lain, melainkan orang dekat, yang berdusta dengan mulut manis yang memberkati tetapi dalam hati mengutuki.
Perhatikan bahwa musuh seperti inilah yang membuat Daud sangat tertekan, karena musuh ini bukan orang Filistin, tetapi orang dekat, bahkan keluarganya sendiri.

Stanza kedua ayat 6-9 berbicara tentang semangat Daud ketika mempercayakan nasibnya ke Tangan Allah.
Maz 62:6-7 adalah pengulangan ayat 2-3 dengan beberapa variasi dan menanjak dengan keyakinan penuh bahwa "aku tidak akan goyah"
Maz 62:8-9 Pemazmur mengakui Allah sebagai Keselamatan dan kemuliaannya, dan hanya karena karunia Allah semata maka ia memperoleh itu semua, serta karena itu ia mendorong umatnya supaya hanya percaya kepada Allah, dan mencurahkan isi hati dalam doa hanya kepadaNya.

Stanza ketiga ayat 10-12 berbicara tentang bagaimana Daud berhikmat dengan memperingati bahwa kuasa manusia tidak berarti bila tidak bersandar kepada Allah.
Maz 62:10-11: Betapa sia-sianya menaruh kepercayaan kepada manusia, utamanya karena posisi mereka yang tinggi di mata dunia. Perhatikan bahwa Daud menekankan kepada kuasa manusia yang diperoleh dari harta yang bertambah - yang dapat mengakibatkan manusia memperoleh kuasa untuk berbuat curang.
Maz 62:12-13: Kuasa dan Kasih setia adalah hanya dari Tuhan yang adalah adil dengan membalas setiap orang dengan perbuatannya.

Ruang Tunggu

Bayangkan kita berada di sebuah ruang tunggu, ..... Ruang Tunggu di luar Kamar Operasi di sebuah Rumah Sakit.
Hening ... tenang ... Hanya ada TV yang diputar tanpa suara, dan beberapa majalah dan koran yang disediakan bagi yang menunggu .... bau obat dan pembersih lantai yang menusuk membuat ruangan ini menjadi sangat khas, ... suasana yang hening dan tenang serta tulisan besar "HARAP TENANG" menambah suasana mencekam. Menunggu keluarga yang dioperasi, menunggu saat operasi selesai dan dokter atau perawat keluar mengabarkan hasilnya.
Suasana ruang tunggu inilah yang sedang dialami oleh Raja Daud, ketika menulis Mazmur ini. Seperti keluarga yang menunggu ..... dengan pasrah tanpa dapat berbuat apa-apa, dengan hanya menyerahkan sepenuhnya situasi dan kondisi kepada Sang Pencipta, Daud juga hanya berserah sepenuhnya kepada Tuhan.
Bacaan ini akan mengajar dan mengajak kita apa dan bagaimana ketika Daud atau bahkan kita - berada di situasi seperti ini, di ruang tunggu .... menunggu waktu Tuhan.

Dekat - Pergumulan Menanti Waktu Tuhan

Ada banyak tokoh Alkitab yang merasakan suasana pergumulan ini, Abraham, Sarah, Yusuf, dan barangkali yang paling berat di PL adalah Ayub. Bahkan Tuhan kita Yesus Kristus pun mengalami hal ini. Pergumulannya yang menyangkut tugas pemberitaan Injil, fitnah orang dan niat jahat orang Farisi, kesendirianNya di Getsemani, penangkapan & penyiksaan serta penyalibanNya, dan keberadaanNya di kekelaman Maut.
Pergumulan apa yang kita rasakan saat ini? Sakit, Hari tua, dikecewakan, difitnah, kegagalan dalam hidup, persoalan keluarga, anak? Istri atau suami yang berselingkuh?
Bagaimana kita kalau berada di "ruang tunggu" itu? apa yang kita lakukan? Inilah pelajaran yang dapat kita petik dari Mazmur 62 ... Dalam pergumulan, Daud mendekatkan diri kepada Allah.

Tenang - Doa dalam keheningan.

Maz 62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang (TB) - Truly my soul silently waits for God (NKJV) adalah suatu seruan doa dalam keheningan yang dilontarkan Daud. Suatu sikap pasrah yang indah, yang melihat Allah dengan penuh harapan dan kepercayaan. Contoh sikap seperti ini di Maz 123:2 = Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. Daud di ruang tunggu, menerima kehendak Allah, karena itu adalah Kuasa Tuhan - dari pada-Nyalah keselamatanku.
Ketika Daud berseru: curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya, Daud meramu suatu sikap doa yang terbuka sepenuhnya dihadapan Allah, tiada yang tertutupi atau tersembunyi. Doa dengan pernyataan iman yang penuh yang diwakili oleh kata-kata: Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Bukankah Yesus sendiri mencontohkan hal ini senantiasa dalam pelayananNya? IA senantiasa berdoa, bahkan di Getsemani, di penyiksaanNya dan di Kayu Salib sekalipun.

Menang - Belajar dalam Pergumulan

Mazmur ini mengajarkan kepada kita, bahwa ketika berada dalam situasi sulit, ketika itu pula Allah memberikan kita kesempatan untuk menumbuhkan iman kita dengan belajar percaya secara penuh kepadaNya. Sebagaimana Daud, yang walaupun mempunyai kekuatan sebagai Raja dengan banyak pengikut dan tentara, tetapi memilih "jalan Tuhan" dengan mendekatkan diri kepada Allah sehingga beroleh ketenangan. Walaupun Daud berada dalam keadaan sulit dan tertekan, tetapi hubungannya dengan Tuhan terjalin erat dengan damai, sehingga:

a. Imannya bertumbuh
Perhatikan pernyataan keyakinan iman Daud. Alkitab terjemahan KJV dari akhir pasal 2 (aku tidak akan goyah) adalah I shall not be greatly move (Aku tak akan tergoyah sangat), pada akhir ayat 7 diulangi dengan lebih tegas "aku tidak akan goyah" (KJV= I shall not be move). Di ayat 2 Daud seakan sebuah kapal yg berlabuh dengan jangkar yang kuat tetapi terombang-ambing badai besar, ia terguncang tetapi selamat. Sesudah sela, di ayat 6 ia seakan sebuah karang yang sama sekali tidak goyah diterpa badai dan ombak. Iman Daud bertumbuh dalam pergumulan karena menaruh harapan dan kepercayaan kepada Allah. Bandingkan 1 Pet 1:6-7 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

b. Nama Tuhan Dipermuliakan
Segala pergumulan dan penderitaan, diizinkan Tuhan bagi kemuliaan nama-Nya. Sebagaimana Daud di Mazmur ini, Kitab Yesaya mencatat: Yes 48:10-11 Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!" - juga bagi Rasul Paulus sebagaimana titah Tuhan bagi Ananias dalam Kis 9:15-16 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.
Bukankan penderitaan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah untuk kemuliaan Nama Tuhan?

c. Kesaksian bagi dunia
Apa yang dialami Daud dan bahkan Kristus Yesus, adalah suatu kesaksian hidup bagi dunia sekarang ini. Kuasa adalah dari Allah asalnya, dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Penutup

Bila suatu saat kita berada di ruang tunggu, hari ini atau di hari mendatang, ingatlah Mazmur 62 ini, ingatlah maksud Tuhan, ingatlah bahwa Tuhan kita Yesus Kristus juga pernah melalui saat ini. Berdoa dan bersaat teduhlah dengan menaruh harapan dan kepercayaan penuh hanya kepada Tuhan. Amin.

ITT – 26 Januari 2011