WIB

Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Sunday, April 10, 2011

Yesaya 49:1-4

Pengasihan Tuhan membuat Kita Selamat
(Sesuai Bacaan SBU, Minggu 10 April 2011)

Yesaya 49:1-4
49:1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.
49:2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.
49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."


Latar Belakang

Di dalam Kitab Deutero-Yesaya terdapat 4 nyanyian Hamba Tuhan, yaitu Yes 42:1-4; Yes 49:1-6; Yes 50:4-9 dan Yes 52:13-53:12.
Bacaan Minggu ini adalah Nyanyian Hamba Tuhan yang ke dua setelah Nyanyian pertama pada bacaan pekan lalu dalam Minggu-minggu Pra Paskah ini.
Kalau diperhatikan secara struktur, maka Nyanyian ini adalah Nyanyian dialog berbalasan antara Tuhan dan Hamba Tuhan, yaitu Hamba Tuhan berbicara (49:1-2), Tuhan menjawab (49:3), Hamba Tuhan berbicara lagi (49:4) dan Tuhan merespon kembali (49:5-6).

Hamba Tuhan

Di Kitab Yesaya, hanya Tuhan yang memakai perkataan: Dengarkanlah Aku (Yes 41:1, 46:3, 12; 48:12; 51:1, 7; 55:2). Di bacaan ini, Hamba Tuhan memakai istilah ini seakan-akan ia sendiri adalah Tuhan. Hamba Tuhan berseru kepada seluruh bangsa, mengisahkan tentang pekerjaan Tuhan. Sebagaimana Yeremia, Hamba Tuhan ini telah dipanggil sejak dalam kandungan (Yer 1:5 = "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."). Pada bacaan ini di 49:1, perhatikan bahwa Tuhan yang membentuk Hamba Tuhan sejak dalam kandungan juga telah memberi nama (di 49:3 nama itu ialah Israel). sebagaimana dengan nabi-nabi, pekerjaan Tuhan yang diemban, adalah memanggil Israel kembali kepada Tuhan, dan juga seluruh bangsa lain.

Siapakah yang dimaksud Hamba Tuhan ini? Israelkah secara kolektif? atau merupakan perlambang terhadap individu?
Perhatikan, bahwa di beberapa pasal sebelumnya, istilah Israel sebagai suatu bangsa dinyatakan dengan jelas, contoh: Yes 42:22. Istilah Israel sendiri sebelumnya diberikan kepada individu yaitu Yakub, yang setelah itu istilah tersebut diberikan kepada sebuah bangsa yang menjadi keturunan Yakub. Dalam hal 49:3, Perjanjian Baru, mengenal istilah Israel ini sebagai individu, yaitu Yesus dari Nazaret.

Hamba Tuhan berkata di 49:1 Dengarkanlah Aku, .... Mark 9:7b = ...: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."
Hamba Tuhan berkata di 49:1 .... TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku., Lukas 1:31 = Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Yes 49:2a = Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Markus 1:27 = Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya. Mark 1:38 = Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." - Bandingkan pula dengan Wahyu 1:16; 2:16 dan 19:15.

Hamba Tuhan dilindungi dan disembunyikan Tuhan sampai IA siap menjalankan misi-Nya. Yesus menjalani kehidupan sampai Ia benar-benar dewasa sebelum memulai misi-Nya. Rasul Yohanes menyebut-Nya: Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yoh 1:14)

Hamba Tuhan di Yes 49 ini adalah Yesus yang dinubuatkan nabi Yesaya +/- 700 tahun sebelum Yesus dilahirkan. Suatu hal yang mengagumkan melihat penggenapan nubuatan Yesaya. Sewajarnya kita menaruh ketakjuban kita pada siapa yang bernubuat melalui Nabi Yesaya.

Kegagalan?

Yes 49:4, adalah suatu ayat dengan sudut pandang yang sangat menarik. Pernahkah kita membayangkan dari sudut pandang kita, bagaimana rasanya menjadi Hamba Tuhan itu dan mengetahui bahwa segala jerih payahnya percuma dan sia-sia? Ia merasakan itu bahkan +/- 700 tahun sebelum dilahirkan !
Pernahkah kita merasakan melakukan sesuatu yang baik dengan sangat tulus dan jujur, tetapi tidak mendapat respon yang baik, bahkan dihujat? Menolong dengan tanpa pamrih, lalu kemudian difitnah dengan keji? Taat dengan tekun terhadap atasan tetapi diperintahkan untuk mengorbankan diri atas kesalahan orang lain?
Ketika sudut pandang ini diambil, secara pribadi kita pasti segera menangkap makna tekanan yang begitu berat yang dipikul Yesus dalam Luk 22:44b. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Tetapi kegagalankah yang dituainya? 49:4 diakhiri dengan kalimat: namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.
Apa yang dilakukan Hamba Tuhan, ukuran gagal tidaknya, diukur oleh Tuhan. Hak Hamba Tuhan dijamin dan UpahNya ada pada Tuhan.

Aplikasi

1. Semakin nampak bahwa apa yang dinubuatkan Yesaya mengarah langsung pada Yesus. Rentang waktu yang begitu jauh, menampakkan bahwa bagi Tuhan, tidak ada yang kebetulan, dan bahwa IA bekerja senantiasa menggenapi perjanjian-Nya.

2. Rancangan Keselamatan Tuhan melalui Israel sebagai individu pada Yakub, yang dilanjutkan dalam Israel sebagai suatu bangsa tidak pernah berhenti ketika Tuhan menghadirkan Diri-Nya melalui Yesus sebagai keturunan Daud Raja Israel. Rancangan yang sama berlaku bahkan hingga kini dan masa depan, ketika Tuhan memanggil kita melalui Yesus, dan menjadikan kita Hamba Tuhan. Bukankah sebelumnya kita adalah pulau-pulau dan bangsa-bangsa yang jauh seperti yang dimaksudkan di Yes 49:1 (49:1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! ....)

3. Sebagai Hamba Tuhan, Tugas Yesus dengan masa pelayanan yang cukup singkat seolah hanya mendulang kegagalan, jika dihitung oleh ukuran dunia. Bahkan kebangkitan-Nya menuai kontroversi. Perhatikan bahwa sejenak sesudah kenaikan Yesus Kristus, pengikut-Nya hanya berkisar 120 orang (Kis 1:15). Tetapi karena Kuasa dan Rancangan Tuhan, kita semua boleh merasakan keselamatan dalam Pengasihan Tuhan itu dengan dipanggil menjadi Hamba-hamba Tuhan. Boleh jadi apa yang kita lakukan dalam Iman dan Pengharapan kita sepertinya menuai kegagalan. Kasih yang kita terapkan dapat menuai penolakan, kecaman dan fitnah, tetapi tetaplah lakukan panggilan keselamatan itu, karena Hak dan Upah kita bukan dari dunia dan manusia, melainkan dari Tuhan Allah yang rencana-Nya berlaku sejak sebelum masa Yesaya sampai hari ini dan selama-lamanya.

ITT, 10 April 2011