Kita semua hidup di alam 3 dimensi; dimensi ruang, gerak dan waktu ... yang membuat kita nyata dan eksis di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana dimensi alam, manusia juga punya dimensi berpikir, berujar dan bertindak. Bila satu dimensi berkurang, kita seperti televisi yang hanya punya tampilan gerak dan suara tetapi tidak nyata ..... Mari berusaha mengharmonisasi ketiga dimensi ini supaya kita nyata dan berguna, seperti kehendak-Nya menciptakan kita.

Blogspot Kumpulan Artikel dan Pengajaran Kristen dalam Lingkungan GPIB

Tuesday, March 1, 2011

TTT - 3 (tiga) Langkah Praktis Mempelajari Alkitab.


Catatan: Artikel ini bersumber dari berbagai buku dan kumpulan cara-cara penelaahan Alkitab yang dibaca penulis, kemudian disari serta disederhanakan guna pemakaian pribadi dan pengajaran dalam jemaat.

Pertanyaan: “Bagaimana supaya kita mengetahui maksud dan kehendak Allah dalam Alkitab?”

Jawaban Umum: “Dengan membaca, dengan merenungkan, dll dsb.”

Penjelasan: Jawaban di atas adalah jawaban yang sangat umum. Tetapi yang jarang disentuh, adalah bagaimana cara membaca dan merenungkan itu supaya efektif mengerti dan melaksanakan kehendak Tuhan dalam Alkitab.

Dari pengalaman yang masih sangat singkat, di bawah ini dituliskan 3 (tiga) langkah praktis untuk mempelajari Alkitab.

Dasar-dasar

Dasar 1:
Mazmur 1:1-2 = Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Dasar 2:
Mazmur 119:10-12 = Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Dasar 3:
2 Tim 3:15-17 = Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Pilar Utama ===> Berdoa

Sebelum masuk ke dalam cara mempelajari ini, perlu kita sadari bahwa Alkitab itu ditulis oleh manusia, dengan tuntunan Allah sendiri, jadi Alkitab adalah cara pandang Allah terhadap segala urusan dan hukum yang mengatur tentang bagaimana manusia harus hidup di hadapan Allah - sehingga, ketika kita ingin membaca, merenungkan dan mempelajarinya ===> yang pertama dan terutama yang harus kita lakukan, adalah berdoa dan minta dengan kerendahan hati, supaya Roh Kudus menguasai kita sepenuhnya, agar mengerti apa yang kita baca dari Alkitab, dan mampu mempelajari dan menerapkannya dalam kehidupan kita.

Langkah Pertama

Tinjau - atau observasi dengan jalan membaca secara pelan dan menarik arti, pengertian dan maksud dari kata dan kalimat yang kita baca dari suatu ayat alkitab.

1. Alkitab, pada awal penulisannya belum diberi pasal dan ayat seperti sekarang ini. Jadi cobalah membaca penggalan ayat alkitab tersebut dalam bentuk paragrap lengkap, yang biasanya diawali oleh huruf besar dan titik.

2. Bacalah minimal 3 sampai 5 kali, supaya kita mengerti akan maksud kalimat tersebut, tanpa coba menginterprestasikan atau menggali lebih dalam.

3. Bila ada kata yang sulit di mengerti, buka Kamus Bahasa (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan juga Alkitab berbahasa lain, seperti Bahasa Inggris, atau Yunani (ini optional, sesuai kemampuan bahasa).

Setelah kita mengerti benar apa yang dimaksudkan ayat atau pasal yang kita baca, lalu langkah selanjutnya adalah:

Langkah Kedua

Tafsir - menafsirkan atau menginterprestasikan apa yang sudah kita mengerti tadi dalam konteks ajaran Yesus Kristus.

1. Prinsip utama adalah, Firman Tuhan harus ditafsirkan oleh Firman Tuhan sendiri - jangan sekali-kali memberlakukan keinginan kita lalu mencari pembenaran dengan menafsirkannya sesuai keinginan kita lalu mencari pembenarannya dengan mengutip Firman Tuhan untuk menguatkan keinginan kita. Tafsirkan sesuai Firman Tuhan dan cari maknanya, kalau tidak sesuai dengan keinginan kita, maka keinginan itu yang harus diubah sesuai keinginan-Nya.

2. Melanjutkan langkah di atas, cari dan baca ayat paralel dan ayat asal (umumnya di bagian bawah pada setiap halaman) - biasanya ditulis di Alkitab - Ayat paralel memberikan kita makna lebih mendalam, karena biasanya terjemahannya lebih membuka pengertian kita. Perhatikan bahwa Alkitab diterjemahkan dari bahasa aslinya. Ada Kitab yang ditulis dalam bahasa Ibrani, Latin, maupun Yunani, istilah-istilah dalam bahasa membuat terjemahan berbeda, walaupun masih dalam satu tema. Patut dipahami, bahwa tidak ada kontradiksi dalam Alkitab, melainkan Kitab yang satu menguatkan kesaksian kitab yang lain.

3. Baca dan telaah Tafsiran Teologi dari Kepustakaan/Buku - tetapi perhatikan juga, bahwa ada beberapa tafsiran yang sudah tidak up to date lagi, dan penafsirnya sebaiknya berlatar-belakang sama dengan Prinsip Kristiani yang kita anut, seperti Calvinis, presbiterian dll. Hindari mengambil tafsiran teolog Pentakosta atau Katolik bila kita bukan dari denominasi tersebut, kecuali sebagai pengetahuan dan pembanding belaka.

4. Pisahkan antara kiasan dan doktrin, serta perintah Tuhan. Ini perlu, untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran.

5. Kitab apapun yang kita pelajari, senantiasalah mencari apa yang menjadi Perintah Yesus atau penggenapan Firman Tuhan dalam/oleh Yesus Kristus.

6. Diskusikan dengan rekan, jemaat, presbiter tentang penafsiran itu untuk menambah wawasan.

Setelah menafsirkan, tulis dan garis-bawahi tafsir tersebut dan selanjutnya:

Langkah Ketiga

Terapkan - Bagaimana menerapkan maksud kata dan perintah tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.

Firman Tuhan, akan sia-sia, bila kita hanya membaca/meninjau, kemudian menafsirkannya dan berhenti di situ saja. Firman Tuhan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Setiap manusia, akan menghasilkan penerapan yang berbeda dalam kehidupannya, karena pergumulan serta problematika kehidupan khas untuk setiap orang.
Bukankah Firman Tuhan itu seharusnya dilakukan?

Yakobus 1:22-25 =
1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Untuk ditekankan kembali, bahwa dengan penyertaan dan Bimbingan Roh Kudus, peninjauan, penafsiran akan bermuara pada penerapan yang tepat akan Firman Tuhan. Jangan lupakan penyertaan itu, atau kita akan berakhir dengan peninjauan dan penafsiran yang salah dan hanya mengacu kepada kepentingan pribadi, dan akhirnya penerapannya akan salah pula.

Pesan Akhir: Pengetahuan membuat tanggungjawab bertambah - Bila pengetahuan kita akan Firman Tuhan bertambah, itu mengakibatkan tanggung-jawab kita dalam pelaksanaan Firman Tuhan juga bertambah. Ingat, bahwa kalau kita mengetahui kebenaran, tetapi tidak melakukannya, maka kita akan berdosa oleh karena tidak melakukan kebenaran Firman Tuhan itu. (Yak 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.)

ITT - 01 Maret 2011